Sebuah Pertemuan begitu singkat dengan seorang Putri kecil dan Seorang Pria
Membuat kehidupannya berubah drastis...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanuwawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bunga Matahari
Setelah semuanya pergi, hanya ada keheningan dimeja makan mereka. Alia bahkan menghiraukan mereka berdua dan fokus memakan makanannya.
" Hhm sepertinya Alia begitu kelaparan, dari tadi dia belum makan apalagi tadi main air, seperti Amira saja saat makan biskuit." Ucap Rendi dalam hati memperhatikan Alia.
" Alia yang gue kenal sekarang berubah jauh, dia bahkan membuat gue tertarik padanya sekarang " ucap Yuda dalam hati dengan senyum merekah dibibir nya.
Karena kelaparan Alia malah tersedak dan membuat keduanya ingin memberikan air minum kepada Alia, tapi minum yang disodorkan Rendi lebih dulu diambil Alia tanpa melihat siapa yang memberikan minum tersebut. Sedangkan Yuda menarik lagi tangannya dan meminum minumannya sendiri.
" Pelan - pelan Al, makanlah perlahan " ucap Rendi sambil mengambil gelas yang di minum Alia.
" Huh... Maaf Terimakasih minumnya. Ah kenapa kalian belum memakan makanan kalian " ucap Alia sambil menunjuk piring mereka berdua.
" Ah benar aku mau memakannya sekarang " ucap Rendi sambil menyuapi nasi goreng ke mulutnya.
" Ah gue juga " Ucap Yuda sambil memakan makanannya dan diangguki Alia.
" Hah baiklah aku sudah selesai makannya, kalian lanjutkan saja ! " ucap Alia yang sudah menghabiskan makanan nya lalu bangun dari duduknya.
" Makananmu sudah habis ? " Ucap Rendi
" Iya, Alia duluan bang, Yud Alia akan bergabung dengan yang lainnya. " Ucap Alia
" Iya, pergilah " ucap Yuda pada Alia
" Baiklah duluan saja, nanti Abang menyusul " ucap Rendi dan Alia pun segera pergi meninggalkan mereka. Mereka berdua melanjutkan makan tanpa saling bertanya walaupun dibenak mereka ingin mengajukan pertanyaan tentang Alia.
" Oh nak disini " ucap bunda sambil melambaikan tangan.
Alia tersenyum lalu berjalan menghampiri mereka.
" Mbak udah selesai makan nya, cepat banget " ucap Rita
" Biasa, kalau dia kelaparan makannya pasti akan habis dalam sekejap " ucap Dina meledek Alia.
" Ah iya aku kelaparan dari tadi " ucap Alia tersenyum.
" Rendi dimana Al ? " ucap bunda bertanya
" Ah bang Rendi dan Yuda masih di cafe Bun, sedang menghabiskan makanan nya. Amira ayo kita bermain ke sana " ucap Alia sambil mengambil alih Amira ke gendongannya.
" Mbak mau kemana ? " ucap Rita
" Mbak akan bermain ke sana bersama Amira, kamu mau ikut ? " ucap alia
" Nggak deh mbak aku mau main drone disini sama mbak Dina. Bisa kan mbak sendiri ? " Ucap Rita sambil memeluk tangan Dina
" Iya, ya udah lanjutkan bermainnya mbak akan mengajak Amira melihat bunga, Amira mau ? " Ucap Alia tersenyum pada Amira
" Iya, Amira mau " ucap Amira mencium pipi Alia.
" Bunda ikut, sekalian bunda mau istirahat di mobil " ucap bunda
" Baiklah Bun ayo " ucap Alia
Alia Amira dan bunda pergi tinggalkan mereka yang sedang bermain-main. Lalu datanglah Rendi dan Yuda.
" Alia dimana Ful " ucap Rendi menanyakan Alia yang tidak ada.
" Oh Alia, Alia dan Amira pergi melihat taman bunga dan bunda pergi untuk istirahat, mau mainin ini ? " Ucap Saiful yang sedang memainkan drone nya.
" Nggak saya mau melihat Amira dulu, lanjutin aja mainnya " ucap Rendi pada mereka semua dan berlari ke arah taman bunga.
Alia sedang menunjukan berbagai bunga ditaman pada Amira sesekali menjelaskan tentang bunga yang Alia tahu. Datanglah Rendi dari belakang dengan senyum merekah tapi saat mendekati Alia mukanya berubah datar lagi.
" Kalian disini ? " Ucap Rendi sambil mengambil Amira dari stroler duduknya.
" Iya, sedang apa Abang disini, sudah selesai makannya ? " Ucap Alia
" Iya, Abang tadi mau menyusul bunda tapi melihat Amira ada disini. Sedang apa ? " Ucap Rendi beralasan
" Om, Amila sedang melihat bunga dengan aunty lihat bunga yang itu om " tunjuk Amira pada bunga
" Kenapa bunga yang itu Amira ? Ucap Rendi
" Kata aunty bunga itu altinya ketulusan dan kesetiaan, iya kan aunty? " ucap Amira dengan senyum imutnya.
" Hm, iya Amira namanya bunga matahari, Amira begitu pintar " Alia mengelus kepala Amira dan tersenyum.
" Wah Amiranya om sangat pintar, Amira tahu apa lagi ? " Ucap Rendi
" Hmm, amila lupa lagi om tanya aja sama aunty. Aunty sangat pintar " ucap Amira dengan muka polosnya.
Rendi dan Alia tertawa melihat wajah Amira yang polos mengemaskan.
" Aunty tidak terlalu tahu tentang banyak bunga Amira, hanya sedikit saja kita lihat bunga disebelah sana mau " ucap Alia mengajak Amira
" Ayo kita lihat aunty, amila suka " ucap Amira
" Wah Amira suka bunga sepertinya, ayo kita lihat lagi ke sana " ucap Rendi mengikuti Alia didepannya.
Alia menceritakan bunga yang ada di taman pada Amira yang terus bertanya sedangkan Rendi hanya tersenyum melihat mereka berdua yang seperti ibu dan anak.
" Ayo kita samperin yang lain sepertinya yang lain nungguin kita " ucap Rendi melihat chat masuk dari ponselnya.
" Iya, ayo bang " ucap Alia sambil mengambil stroler Amira.
Terlihat semuanya sedang berkumpul di taman menunggu Alia dan Rendi.
" Bang dimana Alia " ucap Vira bertanya pada Saiful.
" Bentar lagi kesini kok " ucap Saiful
" Wah datang tuh mereka " ucap Rita menunjuk pada Alia.
" Maaf, membuat kalian menunggu " ucap Alia.
" Tenang aja mbak, habis dari mana ? " Ucap Rita sambil mendekati Alia dan duduk bersama Dina sedangkan yang lain sedang duduk di kursi yang lain mendengarkan musik.
" Dari taman bunga tadi, kita akan pulang jam berapa teh ? Ucap Alia bertanya pada Dina
" Kaya nya kita nggak jadi pulang, kita akan nginep di hotel Deket sini Al " ucap Dina
" Kenapa ? " Ucap Alia
" Ah teteh lupa Al, baru ingat karena keasikan main tadi. Tadi pagi yang mau renovasi kamar mbak, pagi tadi datang jadi kita nggak usah pulang nginep di hotel aja karena dekat dengan kantor kali kali iya kan " ucap Dina sambil tersenyum.
" Oke, nanti naik taksi ajalah yah " ucap Alia
" Iya mbak, masa mendadak kalau tahu tadi kita bawa baju dulu buat besok " ucap Rita sambil cemberut.
" Tenang aja mbak udah siapin baju kalian kok " ucap Dina
Vira menghampiri mereka bertiga yang sedang mengobrol.
" Sedang apa ini, boleh gabung ? " ucap Vira sambil tersenyum
" Iya sini mbak, duduklah " ucap Alia.
" Yang tadi itu teman kamu Al ? " Menunjuk kearah Yuda.
" Hm iya kenapa mbak ? " ucap Alia sambil melihat kearah yang ditunjuk
" Dari tadi dia nungguin kamu kayak nya Al, mau ngomong kali, dia ada Disana nungguin kamu tuh " ucap Vira
" Dimana mbak ?" Mata Alia menyelusuri dilihatnya Yuda yang sedang berdiri tersenyum pada nya.
"Alia ke sana sebentar yah, ini titip Amira yah mbak" ucap Alia sambil memberikan Amira
" Amira sebentar yah " ucap Alia mencium kening Amira. Lalu berjalan kearah Yuda dan diperhatikan Rendi dari sana.
" Ada apa ? " Ucap Alia
" Ah, tidak gue mau pamit pulang duluan sama yang lainnya. " Ucap Yuda tersenyum canggung
" Baiklah hati-hati " ucap Alia pada mereka bertiga.
" Iya semoga kita ketemu lagi yah Alia " ucap teman perempuannya.
" Iya, baiklah " ucap Alia
" Kita mau pamitan dulu sama yang lainnya juga " ucap Yuda.
" Oke baiklah " ucap Alia
" Bunda dan yang lainnya kami pamit duluan yah " ucap Yuda berpamitan.
" Baiklah hati-hati nak di jalannya " ucap bunda.
Mereka pun berpamitan dengan Alia yang mengantar Yuda disuruh bunda dan membuat Rendi kesal.
cepet ya lanjutnya
🙏🙏ya...saran aja tlg dirapiin lagi tulisannya... aq jg tau klo nulis novel, cerpen dll itu susah tp kn sayang bnget karyamu klo dah bagus2 tp kurang peminatnya cuma krna tulisannya kurang rapi...semangaaaatt terus buat brkarya..