NovelToon NovelToon
Forgiveness

Forgiveness

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:975.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: JasmineTea

Selama tujuh tahun Khiana bersama anaknya hidup sebagai seorang pelarian dikarenakan sebuah tragedi di masa lalu.

Walaupun perasaannya hancur karena tragedi itu, tetapi ternyata dirinya masih belum bisa melupakan Kiral.

Selama tujuh tahun Kiral hidup dalam rasa bersalah dan penyesalan dikarenakan kesalahannya di masa lalu.

Walaupun ia tahu bahwa ia telah menghancurkan kepercayaan Khiana terhadapnya, tetapi sebenarnya ia menyimpan sebuah kebenaran yang tidak bisa ia katakan kepada siapapun saat tragedi itu terjadi.

Tujuh tahun berlalu. Keduanya masih sama-sama tersiksa dengan keadaan.

Tujuh tahun berlalu. Rindu keduanya semakin besar.

Tujuh tahun berlalu. Garis takdir mulai menuliskan pertemuan baru bagi mereka berdua.

Bagaimanakah takdir akan mempersatukan mereka kembali?

- update setiap Jum'at malam -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JasmineTea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 32 - Lomba

Seperti biasa, kebab ini terasa luar biasa enak. Selesai makan kami berdua masih tetap duduk di pinggiran danau. Satu-satunya hal yang aku suka selama tinggal di luar negeri adalah udaranya yang dingin. Jadi walaupun di tengah hari seperti ini, suasananya tetap sejuk. Apalagi perut baru diisi penuh, ditambah angin sepoi-sepoi aku jadi mengantuk.

“Kak, tahu tidak? Sejak hari pertama kita sampai di sini, Kak Rio neror aku terus setiap hari. Hampir setiap jam dia nanya aku lagi di mana dan sama siapa. Dasar, padahal pas aku di Indo dia ga pernah se-possessive itu.” Ucapku sambil menyandarkan punggung ke pohon dibelakang kami berdua.

“Oh iya! Ngomong-ngomong Kak Raline nelpon tadi pagi. Dia nyuruh aku ke rumahnya akhir pekan ini. Kakak mau ikut?”

Kiral diam tak merespon. Aku kembali menegakkan punggung dan menatap wajahnya. Kiral sedang memandang air danau dengan pandangan kosong.

“Kak?” Kugoncangkan sedikit bahunya.

Seakan sedang disambar petir, Kiral langsung kaget saat kusentuh. Padahal aku hanya sedikit menggoncangkan bahunya saja.

“Ah! Kenapa? Ada apa?” Ucapnya panik.

Aku terkejut menatapnya selama beberapa saat. Entah kenapa responnya terlalu berlebihan di mataku.

“Ah.. itu Kak, Kak Raline ngajak ke rumahnya akhir pekan ini. Kakak mau ikut?” Kusingkirkan pikiran anehku soal tingkah Kiral. Mungkin dia sedang sakit atau stress. Dari tadi wajahnya memang sedikit pucat. Mungkin karena tugas kuliah sepertiku? Ya bisa jadi.

“Oh..” Jawab Kiral. Dia menggerak-gerakkan kerah bajunya seperti orang yang kepanasan. Keringat mulai muncul di pelipis dan keningnya.

“Hm.. akhir pekan ini aku ga bisa.” Lanjutnya.

“Ah.. Oke. Kalau gitu aku sendirian aja.”

Rumah Kak Raline ada di kota sebelah. Sekitar satu setengah jam naik kereta lalu masih harus naik taksi. Mengetahui aku akan pergi sendiri, seketika aku menyusun sebuah skenario perjalanan menuju rumah Kak Raline di dalam kepalaku.

“Tapi Kakak ada perlu apa akhir pekan ini?” Tanyaku penasaran. Sudah tiga minggu aku tinggal di negara ini dan selama tiga kali akhir pekan Kiral selalu ada bersamaku. Jadi aku tahu apa saja kegiatannya sehari-hari dan seingatku dia tidak sibuk di akhir pekan.

Kiral mengusap tengkuknya sebelum menjawab pertanyaanku.

“Aku ada janji ketemuan sama Professorku. Aku mau ikut lomba jadi butuh nasehatnya. Terus latihan basket juga sudah dimulai mulai minggu ini.”

Oalah.. Gila nih anak. Padahal tugas kuliah saja sudah bikin stress. Masih-masihnya dia ikutan lomba dan latihan basket. Pantas saja kulitnya pucat begitu.Aku saja sudah menyerah dengan karate. Sebelum masuk kuliah aku memiliki keinginan untuk lanjut karate lagi selama di sini. Tetapi setelah mengetahui seberat apa kuliah di sini, aku berubah pikiran dan memutuskan untuk fokus kuliah saja. Level Kiral dan aku ternyata jauh berbeda ya.

“Ohh..Iya iya.. Gapapa sih. Tapi Kak, jaga kesehatan ya. Wajah kakak sampai pucat begitu. Kalau capek jangan terlalu memaksakan.”

Kiral tersenyum. Sambil mengacak-acak kepalaku dia berkata.

“Jangan khawatir. Aku baik-baik saja kok. Dari tahun lalu aku memang selalu sesibuk ini.”

Ya ampun, mengingat masa-masa LDR kemarin aku jadi malu. Ternyata Kiral menyempatkan untuk menelponku hampir setiap hari sampai larut malam ditengah-tengah kesibukkannya yang seperti ini. Aku jadi terharu.

“Kalau kakak sakit kan aku juga yang sedih.” Ucapku tanpa sadar.

Kiral tergelak mendengar ucapanku.

“Hahaha.. Benarkah? Wahh.. jadi pengen sakit. Nanti kamu jagain aku ya.. Kalau sakit.” Ucapnya dengan nada menggoda.

“Ishhh.. Apaan sih kak! Ya jangan sampai sakit dong.”

Lagi, Kiral hanya tertawa mendengar jawabanku.

“Titip salamku ke Kak Raline dan Kak Erwin ya. Lain kali aku akan ikut kamu ke rumah mereka.”

Aku mengangguk.

“Kamu mau kuantar sampai ke stasiun kereta nanti?”

“Ga usah kak. Aku bisa sendiri. Lagian Kakak kan sibuk. Ga papa kok.”

Giliran Kiral yang mengangguk.

Setelah puas mengobrol di pinggir danau, sesaat kemudian kami berduapun kembali ke kampus masing-masing. Hari ini aku masih punya satu kelas lagi yang harus ku hadiri.

***

Sore harinya saat aku kembali ke asrama, Paula sudah kembali lebih cepat dari biasanya.

Tumben.. Biasanya dia pulang malam karena mengerjakan ini itu di lab .

“Khiana! Sini deh.” Ucap Paula antusias begitu aku membuka pintu kamar. Di hadapannya teronggok sebuah mesin yang terlihat sedikit mencurigakan. Apa itu? Alat temuan barunya?

Walaupun enggan aku tetap mendekat.

“Apa itu Paul?” Tanyaku.

“Ini adalah prototype yang kubuat untuk lomba. Gimana? Keren kan?” Mata Paula berbinar saat dia menunjuk mesin itu.

Aku yang sama sekali tidak paham dengan hal-hal seperti itu hanya tersenyum sambil mengangguk mengiyakan.

“Kamu ikut lomba apa emangnya?” Ucapku sambil berjalan mencari air minum. Berjalan kesana kemari seharian membuatku haus. Begitu kutemukan botol minum di pojokan kamar, segera ku teguk habis isinya.

“Hackathons.” Jawab Paula.

“Ehh? Bukannya itu perlombaan untuk anak IT? Memangnya anak teknik kayak kamu bisa ikutan?” Tanyaku. Aku pernah dengar soal lomba ini dari Kak Rio. Ku kira yang ikut hanya anak IT sepertinya.

“Bisa dong! Bahkan dari jurusan bisnis seperti kamu juga banyak yang ikut kok.”

“Masa sih?” Ucapku masih belum percaya.

“Iya. Nanti kan kita akan buat tim. Nah dalam satu tim itu biasanya ada mahasiswa dari berbagai jurusan. Nanti kita akan bagi-bagi tugas sesuai bidangnya. Di timku juga ada kok anak bisnis dan dia dari kampus tetangga kita. Tahu ga? aku dan temanku susah payah ngarekrut dia di tim ini. Soalnya dia memang sering diincar sama banyak orang. Untunglah setelah beberapa kali membujuknya akhirnya dia mau masuk ke tim kita. Oh iya.. kalau ga salah dia orang Indonesia juga deh kayak kamu." Ucap Paula panjang lebar sambil mengotak-atik laptopnya.

Wah.. bahkan satu tim pun bisa dari kampus yang berbeda. Aku baru tahu. Eh tunggu tunggu.. orang Indonesia? Siapa? firasatku tiba-tiba meneriakkan sebuah nama. Mungkinkah?

“Nih ya aku tunjukkan tim ku. Beberapa hari yang lalu kita baru ketemuan untuk membahas proyek kita.” Paula menyodorkan laptopnya. Dari kejauhan terlihat beberapa orang yang sedang berdiri berjejer. Tapi aku tidak bisa melihat jelas wajah mereka.

Akupun mendekati Paula untuk melihat lebih jelas foto itu. Lalu mataku membelalak seketika saat melihat seseorang yang sangat ku kenal berdiri diantara seorang laki-laki yang terlihat seperti seorang professor dan Paula.

Ternyata firasatku benar.

Seseorang yang dimaksud Paula adalah Kiral.

Wah.. wah.. hebat benar tunanganku ini. Bahkan sampai di negeri orang pun masih tetap jadi rebutan.

.

.

.

Bersambung...

1
Sandrina Dalila
suka
Li5naJait
sepertinya Nathan itu Kiral dechhh
mentari
kenapa gk disini aja thor
JasmineTea
Ka Be Em a p p s. Wkwkwk disensor 😅🙄😜
Juhaeratul Fathiyah
tau gitu knp berkhianat kamu keeeeeroooool
Juhaeratul Fathiyah
DAAAAASAAAAAAAAAAR
Juhaeratul Fathiyah
aku gk sanggup thor. tahu spa pcr Tamara
Juhaeratul Fathiyah
Seru bacanya.... tulisannya rapi
mentari
gregett thor...gk terasa udah tamat.novelmu keren thor👍👍tpi kenapa yg like sedikit sekali..next buat novel keenan pasti keren thor
mentari: iya kan..ditunggu karya selanjutnya kak🤜🤛
total 2 replies
🎎 🌟Fare Reza🌟🎎
asli paling suka cerita tentang Alter Ego/DID gini
JasmineTea: Terimakasih Kak Fare ^^
total 1 replies
Lala
kerenn thor.. sukses terus yaaa
JasmineTea: Thank youuu sukses selalu juga kak Lala
total 1 replies
Rina
TERIMAKASIH AUTHOR
JasmineTea: TERIMAKASIH KAK RINA
total 1 replies
Ana
Suka banget banget banget sama ceritanya.. sukses selalu author kuuuuuh.. dan terimakasih karena sudah mendengar jeritan penonton dengan memberikan happy ending..
JasmineTea: Terimakasih! Sukses selalu kak Ana!
total 1 replies
Maria Aya
pindah lapak ya thor? kenapa gak di sini aja sih thor?
Maria Aya
gak di kasih bonus extra chapter nih thor? ayo dongggg....bonus nyaa 😘😘
JasmineTea: Untuk sekarang belum kepikiran extra chapter sih kakk huhu
total 1 replies
Maria Aya
ya ela thor... Keenan kenapa panggilan nya jadi Bang Kee 😁
Mira
HUAAAA TAMAT JUGA AKHIRNYA
JasmineTea: HUAAAA iyaaa.. makasih udah baca sampai akhir ya kak
total 1 replies
Mira
Bang Keeee WKWKWK
Mauly :3
Good job thor. Makasih banyakkkkk
JasmineTea: Thank youuu
total 1 replies
Wulandari
Ga kerasa udah tamat ajaaa.. congrat kak author.. kemanapun akan kucari karya-karya mu yang selanjutnya
JasmineTea: Makasihhhhhh kalau berjodoh kita ketemu lagi di lain kesempatan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!