NovelToon NovelToon
Dicintai Sang Berandal Tampan

Dicintai Sang Berandal Tampan

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Tamat
Popularitas:50k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Rachel adalah definisi dari kesempurna, masa depannya begitu cerah, hidupnya sudah diatur sedemikian rupa oleh Ibunya, hingga banyak yang merasa iri pada Rachel. Namun, tanpa mereka tahu, Rachel merasa hidupnya seperti boneka, terutama setelah perceraian Ayah dan Ibunya.

Hingga akhirnya, Rachel sudah muak dengan hidupnya yang selalu diatur oleh Ibunya dan memutuskan untuk pergi menemui Ayahnya dan memilih tinggal bersamanya, Rachel yang terbiasa dengan kemewahan, begitu tersiksa ketika berada di tempat Ayahnya yang jauh berbeda dengan kehidupan mewahnya bersama Ibunya.

Tanpa Rachel sadari, kedatangannya untuk menemui Ayahnya membawa sebuah takdir yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, di mana ia dipertemukan dengan seorang pria dengan seribu macam permasalahan dalam hidupnya.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Rachel mampu bertahan tanpa kemewahan dari Ibunya? Siapakah pria dengan seribu macam permasalahan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Cuma Bosan!

Siang harinya, Rachel begitu bosan berada di kamar terus dan akhirnya ia memutuskan untuk kekuar kamar. Namun, baru saja Rachel sampai di area bengkel, sebuah tangan kasar yang berbau oli menyambar pergelangan tangannya. Sebelum ia sempat memproses apa yang terjadi, tubuhnya sudah didorong duduk di atas sebuah kursi kayu yang permukaannya kasar di tengah hiruk-pikuk bengkel.

​"Santai saja, Nona Cantik. Jangan di dalam kamar terus, nanti bisa jamuran," ucap pria bertato macan di lengannya, yang Rachel ingat bernama Huy, ia menyeringai dan memamerkan deretan gigi yang tidak rata.

Pria-pria lain segera mengerumuninya, Daniel sedang berada di kolong sebuah truk tua di bagian depan bengkel, posisinya cukup jauh dan terhalang suara bising mesin gerinda yang sedang dinyalakan oleh Dandi, sehingga ia tidak menyadari situasi di area tengah.

​"Ayo, ceritain dong, gimana bisa perempuan sepertimu berakhir dengan si dingin Daniel? Apa dia menculikmu?" tanya seorang pria lain sambil mencondongkan tubuhnya, aroma alkohol sisa semalam menguar dari napasnya.

Rachel merasa dadanya sesak dan pandangannya liar mencari sosok Daniel, "Aku... aku hanya temannya. Tolong, biarkan aku lewat," ucap Rachel dan suaranya bergetar namun ia berusaha menjaga sisa-sisa martabatnya sebagai seorang direktur perusahaan.

"Berarti aku temanmu juga dong, kan aku temannya Daniel," ucap Huy.

Huy tertawa terbahak-bahak mendengar ucapannya sendiri, tawanya terdengar parau dan tidak menyenangkan. Ia mulai mengulurkan tangan, jemarinya yang kotor oleh pelumas mendekat ke arah pipi Rachel yang mulus.

"Kulitmu ini... rasanya pasti beda ya dengan perempuan-perempuan di pelabuhan sini," bisik Huy dengan tatapan yang semakin berani.

​Rachel memejamkan mata, ia sudah siap untuk berteriak sekencang mungkin. Namun, sebelum ujung jari Huy menyentuh kulitnya, suara desingan mesin gerinda di bagian depan mendadak mati, keheningan yang tercipta terasa sangat mencekam.

​Sebuah bayangan panjang jatuh menutupi tubuh Rachel, Daniel sudah berdiri di sana dan keluar dari kolong truk dengan tubuh yang kotor oleh tetesan oli hitam. Wajahnya yang penuh luka memar tampak jauh lebih menyeramkan dalam diam, ia tidak berkata apa-apa, hanya berjalan mendekat dengan langkah pelan namun pasti.

​"El... kita cuma bercanda, jangan serius begitu," ucap Huy dan suaranya mendadak naik karena gugup, ia mencoba menarik kembali tangannya, namun Daniel lebih cepat.

​Daniel menyambar pergelangan tangan Huy dengan gerakan yang begitu kuat hingga terdengar bunyi tulang yang bergeser, Huy memekik kesakitan dan tubuhnya dipaksa membungkuk mengikuti tekanan tangan Daniel.

​"Sudah kubilang tadi pagi," tanya Daniel dengan suara yang sangat rendah, hampir seperti bisikan iblis di telinga Huy.

"Tangan ini... mau lo pakai buat makan atau mau gue bikin cuma bisa buat pajangan di rumah sakit?" tanya Daniel.

​"Ampun, El! Gue cuma bercanda!" rintih Huy dan wajahnya sudah memerah menahan sakit.

​Daniel melepaskan tangan Huy dengan kasar hingga pria itu terjerembap ke tumpukan kaleng oli bekas, eman-temannya yang lain segera mundur dan tidak ada satu pun yang berani membela Huy. Mereka tahu, Daniel yang sedang terluka secara fisik adalah Daniel yang paling berbahaya secara mental.

​Daniel beralih menatap Rachel, matanya yang tajam sempat melunak sejenak saat melihat ketakutan di wajah wanita itu, namun ia segera menutupinya dengan kemarahan.

​"Sudah kubilang tetap di dalam! Kenapa kau selalu mempersulit segalanya?" bentak Daniel pada Rachel.

​Rachel tersentak, rasa takutnya kini bercampur dengan rasa sakit hati. Ia sudah cukup tertekan dengan pengejaran orang-orang ibunya dan sekarang pria yang menyelamatkannya justru membentaknya di depan banyak orang.

​"Aku cuma bosan! Aku bukan tawananmu, Daniel!" balas Rachel dengan suara serak dan air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.

​Rachel berbalik dan berlari kembali ke kamar kayu itu lalu membanting pintunya keras-keras hingga debu-debu di langit-langit bengkel berjatuhan, ia mengunci pintu dari dalam dan jatuh terduduk di balik pintu, terisak pelan sambil memeluk lututnya.

​Di luar kamar, Daniel menendang sebuah ban bekas hingga terpental jauh, ia mengusap wajahnya yang kotor dengan kasar.

​"Semua keluar dari bengkel sekarang! Bubar!" teriak Daniel pada teman-temannya.

​Tanpa banyak tanya, mereka segera menyambar jaket dan kunci motor masing-masing, meninggalkan bengkel dengan terburu-buru. Daniel menarik napas panjang dan mencoba meredam detak jantungnya yang berpacu cepat, ia melihat ke arah pintu kamar yang tertutup rapat itu dan merasa bersalah, namun terlalu kaku untuk meminta maaf.

Daniel menghela napas panjang, ia melirik Dandi yang masih berdiri mematung di pojok bengkel sambil memegang obeng dengan canggung. Dandi yang biasanya banyak bicara, kali ini tampak ragu untuk mendekati sahabatnya yang sedang terlihat seperti bom waktu yang siap meledak itu.

​"El," panggil Dandi pelan.

​Daniel tidak menyahut, ia malah sibuk mengelap tangannya yang berlumuran oli dengan kain majun sampai kulitnya memerah.

​"Lo nggak bisa terus-terusan kayak gini, El," lanjut Dandi sambil berjalan mendekat.

"Gue tahu lo mau jagain dia, tapi cara lo ngebentak dia barusan itu salah. Dia itu bukan montir kayak kita, yang hidupnya penuh masalah dan biasa dibentak bahkan dipukul. Dia nggak terbiasa dibentak, karena hidupnya dari dulu udah enak dan dimanja," lanjut Dandi.

Daniel berhenti mengelap tangannya, rahangnya masih mengeras. "Dia keras kepala, Dan. Dia nggak sadar kalau tempat ini berbahaya buat dia, udah tahu hidupnya enak, masih aja mau ke tempat kayak gini. Sekarang, kita yang susah," ucap Daniel.

Dandi mendengus dan menyandarkan tubuhnya ke rak besi yang penuh dengan sisa-sisa blok mesin, "Ya emang dia keras kepala, tapi dia ke sini bukan buat liburan, El. Dia itu lari dari penjara mewahnya, sekarang dia ngerasa kayak masuk ke penjara baru yang lebih buruk karena lo bentak dia di depan anak-anak tadi," ucap Dandi.

​Daniel tidak membalas, ia menatap pintu kamar yang masih tertutup rapat, keheningan di balik pintu itu justru terasa lebih bising daripada suara mesin motor baginya. Dengan langkah berat, Daniel berjalan menuju wastafel semen di pojok bengkel, menyiram wajahnya dengan air dingin berkali-kali seolah ingin menghapus rasa bersalah dan debu yang menempel.

​Setelah sedikit lebih tenang, ia mengambil sebotol air mineral baru dan berjalan menuju kamar yang ditempati Rachel lalu mengetuk pintu itu dan kali ini sangat pelan.

"Rachel," panggil Daniel, suaranya kini melunak, kehilangan nada tajam yang biasanya ia gunakan untuk menggertak orang.

"Buka pintunya," lanjutnya.

​Hening, tidak ada sahutan dari dalam. Daniel menyandarkan keningnya pada pintu kayu yang kasar itu. Ia bisa mendengar isak tangis tertahan yang sangat tipis, seolah Rachel berusaha sekuat tenaga agar harga dirinya tidak menangis di depan pria kasar seperti Daniel.

​"Aku minta maaf," ucap Daniel lirih.

Kata-kata itu terasa asing di lidahnya. Di distrik pelabuhan, meminta maaf seringkali dianggap sebagai tanda kelemahan, tapi di depan pintu ini, Daniel merasa dialah yang kalah.

"Aku salah, harusnya aku nggak bentak kamu. Aku hanya tidak terbiasa bersikap lembut, jadi aku hanya bisa marah dan bentak kamu kayak tadi," ucap Daniel.

.

.

.

Bersambung.....

1
Dewi Yanti
kenapa rachel g manfaatin wkt masih sama mama nya ya, kumpulin uang cash yg banyak udh th sifat mamah nya gt pst bakal bekuin semua kartu nya. g pintar nih
Dewi Susanti
cerita bagus,menarik
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
betul segala perbuatan ada konsekuensi nya. setidaknya ada efek jera untuk ibumu yg selalu menyombonhkan kekuasaan nya dan kekayaan nya. saat terjatuh dr puncak kesuksesan nya, sakitnya tidak bisa tertolong lagi
dome🌬️🌀🌀🌀
keserakahan membawa petaka, kau tanam keburukan karmalah yg kau dapatkan.
dome🌬️🌀🌀🌀
aahhh kalau kata aku mah viona ini sudah rada stress. mungkin hidupnya selalu dituntut untuk sempurna dan selalu dikelilingi orng2 picik dan munafik serta haus akan kekuasaan dan harta. makanya hati dan fikiran nya selalu tentang kekuasaan dan gemilangnya harta😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
uugghhhh.... laki laki, suami dan calon ayah sejati nih bosss😁😁
bangga banget dah bagi ayah2 petarung yg berjuang demi kehidyanak dan istri demi masa depan😁😁😁
💪💪😄semangat para ayah, papa, bapak, Abi, papi, Daddy. kalian hebat😁
dome🌬️🌀🌀🌀
horeeeeee baby junior Daniel akhirnya launching 😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
😭😭😭😭 pengorbanan seorang suami loh ini. demi memberikan kehidupan yg layak bagi istri nya😭😭. sebegitu cinta nya Daniel sama Rachel. seribu satu bisa punya suami spek Daniel
dome🌬️🌀🌀🌀
jangan bilang emaknya Rachel bikin ulah demi kebebasan Rachel dan keamanan Rachel. asli sih kalau ternyata benar. emang definisi emak emak laknat sumpah. kalau bener ada hubungan dengan emaknya Rachel yaa. kalau ga ya syukur
dome🌬️🌀🌀🌀
dasaarrrr,,, babon Tia ga punya malu dan ga punya harga diri. sudah membuang darah dagingnya sendiri dan mengusir nya, sekarang datang karna iming2 harta. lantas memaksa kehendak tanpa tau malu. dasar gila harta. anda ini asli konglomerat atau atau orkay abal2 setengah jadi sih. sebegitu nya silau sama harta.
dome🌬️🌀🌀🌀
dihhh,,, ga tau maluuuu...😤😤😤 sudah mengusir, membuang dan tak menganggap anak. tiba2 datang mengaku sebagai ibu, mengklaim segala apa yg pernah diberikan. memangnya Rachel memaksa dan meminta itu semua padamu
dome🌬️🌀🌀🌀
mereka yg romantis aku yg baleran😄😄😄😄
mereka yg manis manis, aku yg cengar cengir 🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
ada pawang ini boss😄😄😄
ga akan bisa galak galak si boss sama ibu boss🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
baru ini baca novel yg ga tersentuh dengan bau2 kekayaan, ga ada istilah anak yg hilang ternyata keturunan dr orng terkaya. atau orng kaya yg nyamar. atau tiba2 punya harta warisan dr mending orng tuanya 🤣🤣. asli sederhana banget kehidupan 😁😁
top laahhh pokoknya
mangaattt thorrr💪💪💪😁
dome🌬️🌀🌀🌀
akhirnya penantian selama 2th tak sia sia yaa Daniel 😁😁😁
sekarang Rachel sudah menjadi milikmu seutuhnya 😁😁😁
semangat membuat Daniel junior🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
apakah ada adegan plus plus nya🤣🤣🤣
aku kok berharap yaaakkk🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
apakah yg dilakukan emak durhakanya Rachel. biar lah dia hidup sengsara kesepian dan terus mengejar kekayaan yg tak berkesudahan hanya karna alasan bahagia diatas tumpukan uang da harta
dome🌬️🌀🌀🌀
kapan memulainya Rachel tau tau sudah selesai saja🤣🤣🤣
maksudnya kapan mereka menjalin hubungan tapi tiba2 Rachel bilang sudah selesai.
heheheheee.. Rachel berarti menganggap mereka dahulu punya suatu hubungan dong😄😄😄

eeaaaaaaa... kalau Danil skak mati kayak gitu Rachel mau ngomong apa🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
" apa yg kau lakukan disini Rachel "?
Rachel: "main petak umpet, kenapa mau ikutan"! 🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
gilaaa,,, ini cerita diluar ekspektasi ku. biasanya tokoh utama aslinya konglomerat yg sedang terbuang diantar berantah karena hukuman atau apapun itu.dan sang cwe bisa meniti karirnya yg memang pada dasarnya memiliki kemampuan bisnis. tapi ga sesuai 🤣🤣🤣 kembali ketempat kumuh lagi 🤣🤣..
tapi tetap semangat laahh yaa Rachel kehidupan sejatimu baru dimulai😁😁💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!