Velica seorang artis terkenal yang iseng membaca novel bertema " Gadis seindah musim semi " yang sedang booming dengan banyak sanjungan banyak orang. Bukannya menyanjung, Velica justru mengkritik tokoh utama novel tersebut yang menurutnya terlalu menganiaya sang antagonis.
"Kasihan sekali Clarissa ini, Padahal Robert itu tunangannya, Tetapi mengapa ia harus di benci karna marah ketika tunangannya berselingkuh." Ujarnya kesal.
"Padahal Clarissa punya segalanya, Ia juga melakukan semuanya untuk Robert, Robert itu lah yang tidak tahu diri. Sudah di bantu dia malah menyukai anak dari seorang pelayan, Sih Nadia itu!"
"Jika aku menjadi Clarissa, Sudah ku buat kedua orang itu kehilangan wajahnya di muka umum, Beraninya dia yang seorang pemuda miskin memperlakukan Clarissa begini!" Velica melempar novel itu dengan kesal.
Tak lama, Novel itu terbuka sendiri...membuat Velica masuk ke dalam nya. Jika penasaran cuss langsung baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 11 - Rahasia pembuat lukisan
...Chapter 11...
...----------------...
Clarissa telah selesai mengganti baju, Seperti biasa, Ia kini memakai piyama tidurnya. Ia menatap langit-langit kamarnya yang luas itu dengan penuh pikiran.
"Hari ini, Mungkin Nadia sedang merasa panik. Ibunya sendiri terkena racun." Gumamnya, Di dalam cerita. Yang mengambil kalung itu memang. Ayunda, Ibu dari Nadia. Wanita jahat itu akan melakukan apapun untuk menjadi kaya-raya. Ia bahkan pernah sengaja memakai baju tipis di depan tuan William (Daddy Axion) untuk menggoda. Tetapi tuan William sangat dingin dan acuh padanya.
"Semuanya jadi berantakan, Seharusnya aku harus tetap seperti alur cerita. Semuanya seakan berubah, Axion yang mendekatiku dan mengacuhkan Nadia, Dan aku yang justru di sukai para gadis ibu kota." Gumamnya.
"Tadinya aku hanya ingin mengubah alurnya sedikit saja, Ternyata se-fatal ini setelahnya." Gumamnya frustasi.
"Sudahlah, Aku tidur saja." Ucapnya memejamkan kedua matanya.
...--------------------------------...
Pagi kembali datang, Clarissa kembali berangkat ke sekolah. Ia di antar oleh pak Akbar, Supir khususnya pergi ke sekolah. Perjalanannya hanya memakan waktu beberapa menit saja.
"Semangat non!" Ucap pak Akbar, Yang setelah itu kembali melajukan mobilnya untuk kembali.
Clarissa menaiki lift menuju lantai 3, Tempat kelasnya berada. Mia kembali menyambutnya seperti biasa di dalam kelas.
"Pagi Clarissa, Nih untukmu." Sapanya sambil memberikan sekotak susu strawberry kesukaannya. Clarissa pun tersenyum.
"Terima kasih Mia." Ucapnya, Setelah itu keduanya mulai membuka buku untuk membaca materi kemarin.
"Pagi nona Clarissa, Nona Mia." Sapa Riana dan Nasya, Clarissa dan Mia pun ikut membalas sapaannya.
"Pagi juga nona Riana, Nona Nasya." Ucap keduanya, Lalu suasana kembali tenang. Keempatnya duduk di tempat masing-masing. Sambil menunggu sang guru datang.
"Selamat pagi, Anak-anak!" Sapa miss Laura tersenyum manis, Ia menatap semua muridnya satu persatu. Semua terlihat rapih, Bersih dan semangat.
"Pagi Miss." Jawab semua murid,
"Hari ini kita tidak belajar di ruang kelas ya, Hari ini kita belajar ilmu pengetahuan alam, Dan kali ini bukan Miss yang akan mengajari kalian." Ucap Miss Laura, Beberapa murid bertanya-tanya.
"Lalu, Siapa Miss?" Tanya Rio Febrian, Salah satu siswa.
"Akan ada salah satu anak donatur yang akan memberikan sedikit pengetahuannya pada kita, Dia juga akan ikut dan menjaga kalian selama masa pembelajaran. Siapa pun yang mendapatkan nilai bagus, Akan di beri hadiah." Ucap Miss Laura tersenyum.
Beberapa murid langsung berbisik, Mereka cenderung tidak berisik, Hanya berbisik dengan tenang.
"Wow menarik."
"Aku senang belajar di luar."
"Aku ingin belajar tentang bunga."
"Wah kita harus bersikap sopan di hadapan salah satu anak donatur itu."
Miss Laura tersenyum, Melihat anak-anak itu terlihat tak menolak maupun merasa keberatan dengan kedatangan seseorang yang mungkin tidak mereka kenal untuk mengajar.
"Oke, Sekarang kalian baca buku materi bunga ya, Bab 3. Miss akan menjemput orangnya terlebih dahulu." Ucap Miss Laura tersenyum, Ia meninggalkan kelas dengan anggun.
"Ku harap caranya mengajari kita bisa lebih baik, Agar kita semua bisa mengerti." Ucap Mia, Beberapa murid yang mendengar hanya menyetujuinya dalam diam. Mereka kini mulai membuka buku materinya.
...--------------------------------...
Axion duduk dengan tenang sambil mengerjakan tugas, Ia duduk bersama kevian. Hari ini Nadia terlihat tidak datang untuk bersekolah, Ia juga tak memperdulikan Telpon dari gadis itu, Karna pasti gadis itu akan meminta bantuannya untuk membereskan rencana liciknya itu.
"Tuan muda Alexion, Apa anda melihat Nadia?" Tanya Claudia, Toh Axion selama ini dekat dengan Nadia, Bukankah begitu?
"Dia tidak mengangkat telpon-ku kemarin, Padahal dia duluan yang menelpon." Ucap Claudia cemberut, Axion menatapnya dingin dan tak mengatakan apapun. Gadis itu pun segera kembali ke tempat duduknya dengan perasaan takut.
"Sudahlah, Dia hanya izin tidak masuk, Ibunya sedang sakit." Ucap nola, Claudia pun menoleh heran.
"Mengapa dia hanya memberitahumu, Aku tidak." Ucapnya kesal.
"Dia sangat khawatir kemarin, Kau tidak mengangkat telponnya. Jadi mungkin sekarang dia sedang menjaga ibunya." Ucap nola menjelaskan.
"Owh gitu ya, Haruskah kita menjenguk ibunya, Aku akan membawakan buah segar untuk ibunya." Ucap Claudia, Nola pun mengangguk.
"Kebetulan aku ingin bertemu dengannya, Kau ikut lah nanti pulang sekolah."Ucap Nola, Claudia pun menyetujuinya.
"Mereka sangat dekat ya, Ku pikir mereka gadis yang memandang status. Nadia beruntung sekali berteman dengan mereka." Ucap Kevian sembari menulis.
Axion jelas tau, Bahwa pertemanan itu hanya terlihat bagus di depannya saja. Nola tidak mungkin mendekati Nadia hanya untuk berteman, Apalagi dia tau bahwa Nadia adalah anak pelayan di rumah keluarganya. Sedangkan Claudia, Dia hanya tau bahwa Nadia adalah saudari jauh Axion, Ia tak tahu bahwa Nadia adalah anak seorang pelayan. Ia tahu semua karna dulu, Ia sangat mencintai Nadia, Apapun yang mendekati gadis itu, Harus melewatinya dulu.
Bell berbunyi, Menandakan waktu istirahat. Kevian menyudahi catatannya, Sedangkan Axion sudah selesai sedari tadi. Kedua pemuda populer itu berjalan menuju kantin untuk kembali mengisi perut.
Di perjalanan menuju kantin, Beberapa murid kelas Sebelah terlihat ramai, Mereka heboh dan berisik. Bahkan mereka tak menyadari kehadiran Axion.
"Wow lukisan nona Clarissa, indah sekali."
"Siapa yaa yang membuat ini, Bagus sekali."
"Orangnya rahasia."
"Pengagum rahasia mungkin."
"Nona Clarissa cantik sekali."
Beberapa siswa - siswi itu menatap layar handphonenya dengan heboh, Mendengar nama calon tunangannya, Alexion segera mendekat dan mencari tahu apa yang telah terjadi, Apa Nadia membuat ulah lagi?
"Hey, Ada apa ini?" Tanya Kevian, Melihat kedatangan Kevian dan Alexion. Semuanya langsung diam dan melipir ke pojok.
"Kelas kami sedang mempelajari kelas kesenian, Lalu mengambil sebuah karya baru di pameran lukisan, Ternyata ada lukisan baru yang di pamerkan." Ucap salah satunya, Axion menatapnya tajam. Ia segera merebut salah satu handphone siswa itu.
Lukisan yang baru saja di pamerkan itu adalah lukisan dengan gambar seorang wanita yang sangat mirip dengan Clarissa, Dan di sekelilingnya di gambarkan sebuah bunga mawar yang indah. Foto lukisan ini di sandingkan dengan foto lukisan buatan Clarissa untuk nona rosely.
"Siapa yang berani memakai wajah nona Clarissa untuk karyanya, Apa nona Clarissa tahu hal ini?" Ucap Kevian yang ikut melihat, Axion pun mengembalikan handphone siswa itu, Ia akan mencari tahu, Siapa orang yang membuat lukisan itu, Dan apa maksudnya.
...--------------------------------...
Beberapa jam membaca buku, akhirnya yang di tunggu pun tiba, Miss Laura membawa seorang pemuda berumur kisaran 20 tahunan. Pemuda itu memakai sebuah jas rapih dengan wajah yang tampan.
"Selamat pagi adik-adik, Perkenalkan nama kakak Tora Rolan. Hari ini kakak akan membantu kalian memahami cara menanam pohon dengan cara di cangkok, Dan mengenali apa saja bagian tubuh bunga yang lengkap maupun tidak." Ucapnya tersenyum manis.
"Pagi juga kak!" Ucap yang lain.
Mia menatap pemuda itu dengan wajah heran, Karna sepertinya pemuda itu sangat muda untuk ukuran guru yang mengajar, Apalagi tatapnya terkadang kearahnya dan Clarissa.
"Dia kakaknya nona Nola bukan?" Tanya Clarissa, Sebelumnya ia hanya tau namanya saja di dalam novel, Tidak di jelaskan dengan panjang, Siapa itu Tora Rolan.
"Betul, Dia kakak tirinya Nola." Ucap Mia, Clarissa pun mengangguk. Ia tahu sedikit tentang Tora dan Nola. Nola menyukai Tora sebagai seorang pria, Padahal mereka saudara tiri.
"Apa Nola yang menyuruhnya ke sini, Karna dia tidak menyukaiku? Tetapi bukankah ini kejauhan?" Batin Clarissa berpikir.
"Baiklah, adik-adik...mari ikut kakak pergi ke halaman belakang." Ucap Tora, Semua murid bangkit dari duduknya termasuk Mia dan Clarissa.
"Sangat berbeda ya, Kak Tora terlihat sangat baik, Berbeda dengan Nola yang gampang sekali marah." Bisik Riana pada Nasya.
"Mereka kan saudara tiri, Sudah jelas berbeda." Ucap Nasya.
"Nona Clarissa, Nona Mia...ayo kita pergi bersama." Ajak Riana melihat Clarissa dan Mia ingin keluar bersama, Keempat gadis itu pun turun bersama pergi menaiki lift.
TBC
Like dan komen.