NovelToon NovelToon
Cinta Terakhir Sang Kolonel

Cinta Terakhir Sang Kolonel

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Dulu, demi ambisi karier militer, Kolonel Victor melepaskan Ayu, cinta sejatinya. Lima tahun berlalu dalam penyesalan, takdir seolah mempermainkan Victor saat keluarganya justru mualaf setelah Ayu telanjur menikah dengan pria lain.

Dipertemukan kembali dalam satuan Markas Militer yang sama. Victor harus menelan pil pahit melihat Ayu yang kini begitu anggun berhijab dan setia pada suaminya. Namun, takdir tidak pernah benar-benar berhenti berputar. Lalu, sebuah masalah besar telah terjadi. Ketika pertemuan dadakan yang tak pernah Victor bayangkan membuatnya berpikir.

Akankah ini menjadi kesempatan kedua bagi Victor untuk menebus dosa masa lalunya? Sanggupkah ia meruntuhkan benteng hati Ayu yang terlanjur mati rasa akibat kekecewaan masa lalu? Ataukah Victor harus mengikhlaskan bahwa beberapa dermaga memang hanya diciptakan untuk disinggahi, bukan untuk menjadi pelabuhan terakhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34: PERSIDANGAN

Sesuai dugaan Ayu, malam ini tidak akan berjalan dengan tenang begitu saja. Saat jarum jam dinding asrama mulai bergerak melarut menembus angka sembilan malam, ponsel pintar di atas nakasnya bergetar hebat. Sebuah nama kontak bertuliskan 'Ibu' tertera di layar.

Begitu tombol hijau digeser, suara lembut sang ibu di seberang pulau sana langsung menyapa, menuturkan kabar yang membuat dada Ayu berdesir hangat sekaligus merinding. Ibunya bercerita dengan nada suara yang menahan buncahan bahagia, mengatakan bahwa sepasang suami istri paruh baya dengan pembawaan yang sangat teramat terhormat—siapa lagi kalau bukan Ibu Hedy Mari dan Bapak Reins—baru saja datang bertamu ke rumah utama keluarga Ayu dengan membawa niat yang teramat baik, memohon restu pembuka untuk meminang putri mereka.

Ibu, ayah, maupun keluarga besar Ayu sebenarnya tidak pernah sekali pun melarang atau membatasi langkah Ayu untuk bergerak maju menatap masa depan. Malahan, dalam obrolan telepon malam ini, ibunya kembali mengulang nasihat lama yang selalu membuat Ayu berkaca-kaca. Beliau menyuruh Ayu untuk fokus membahagiakan dirinya sendiri dan mengabaikan mulut-mulut berisik di luar sana. Toh, buat apa terus meratapi masa lalu? Mantan suami Ayu yang dulu saja hidupnya sudah seperti manusia yang tidak tahu diuntung. Pria itu sibuk dengan dunianya sendiri, bahkan untuk sekadar menanyakan kabar atau mengirimkan uang susu untuk Arkan, putranya sendiri, intensitasnya sangat jarang dan nyaris tidak pernah.

Ayu memutuskan sambungan telepon dengan napas yang berembus perlahan. Ia membalikkan badannya di atas kasur, menatap lekat-lekat wajah putra kecilnya yang sudah tertidur lelap di sampingnya dengan sisa aroma bumbu ayam krispi yang tadi ia makan dengan lahap. Wajah polos Arkan saat memeluk guling mini itu terlihat begitu damai. Ayu mengusap pipi gembul anaknya dengan ibu jari. Apakah keputusannya kali ini menerima Victoria sudah benar? Apakah Arkan akan bahagia memiliki Ayah Besar sebagai ayahnya kelak?

Di tengah-tengah pergulatan batin yang sunyi itu, tiba-tiba perhatian Ayu teralih oleh sebuah ketukan pintu depan yang ritmenya terdengar tidak sabaran dan cenderung rusuh.

TOK! TOK! TOK! TOK!

Ayu mengernyitkan dahi. Siapa pula yang bertamu bertingkah ajaib malam-malam begini di kompleks perwira yang menjunjung tinggi etika senyap? Pikirnya heran. Dengan langkah jengkel bercampur penasaran, Ayu bangkit dari kasur, membetulkan letak jilbab instannya, lalu berjalan ke depan untuk membuka selot pintu rumah dinasnya.

Begitu daun pintu kayu itu ditarik terbuka sempurna, Ayu seketika mematung dengan mulut yang sedikit menganga. Berdiri di ambang pintu, ada dua manusia paling ajaib di ksatrian Bukit Raya yang sedang memamerkan deretan gigi mereka dengan senyuman lebar yang sangat mencurigakan. Ya, manusia itu tidak lain dan tidak bukan adalah Shaneen dan juga Yunita!

Ayu belum sempat mengeluarkan sepatah kata interogasi pun, namun kedua wanita itu sudah menyosor masuk begitu saja ke dalam rumah dinasnya tanpa permisi, layaknya rumah nenek mereka sendiri. Shaneen bahkan langsung mengempaskan pantatnya di sofa abu-abu dengan wajah penuh kemenangan, diikuti Yunita yang langsung menaruh sekotak martabak manis di atas meja tamu tanpa berdosa.

"Akhirnyaaaa...! Kapten intelijen kita roboh juga pertahanannya malam ini! Merdeka!" ucap Shaneen dengan nada bahagia yang teramat lelah namun penuh kemenangan, mengangkat kedua tangannya ke udara seolah baru saja memenangkan tender proyek raksasa.

Ayu yang melihat kelakuan ajaib kedua sahabatnya itu hanya bisa menghela napas panjang, lalu mengangkat tangan kanannya untuk memijit pangkal hidungnya yang mancung. Kepalanya yang sudah pusing sejak siang tadi kini mendadak bertambah pening dua kali lipat melihat rombongan sirkus ini mendadak mampir di jam tidur.

"Katakan, Ayu... Apakah taktik gerilya dari suamiku yang tampan itu berhasil seratus persen di ruang kerja Mako Atas tadi siang? Hah?" tanya Shaneen dengan mata yang berkedip-kedip jahil, mencondongkan tubuhnya ke depan demi menagih gosip terpanas minggu ini.

Ah, benar saja! Detik itu juga, sebuah bola lampu imajiner menyala di dalam kepala kecil Ayu. Otak intelijennya baru tersadar akan satu momen penting yang terlewatkan olehnya sejak siang tadi. Secara struktur birokrasi militer yang saklek, harusnya kan yang menyidang dan memanggil dirinya saat ada kesalahan input berkas laporan komando adalah Letkol Reyes selaku Dandikba, komandan langsungnya! Lalu, kenapa jalurnya bisa langsung melompat drastis menghadap ke Kolonel Victor selaku Danpusdikmil?

Ayu melipat kedua tangannya di dada, menatap Shaneen dengan pandangan menyipit penuh selidik. "Jadi... semua ini kelakuan suamimu? Dan kamu—"

"Benar sekali, Sahabatku tersayang." potong Shaneen tanpa rasa berdosa sedikit pun, bahkan ia tertawa cekikikan sembari menepuk tangannya sendiri dengan gemas. "Aku itu selalu saja cerita dan mengadu ke Reyes tentang riwayat kalian berdua. Aku bilang kalau kalian itu pernah dekat banget, tapi karena ya ada sesuatu kesalahpahaman jadinya break total, lalu takdir malah mempertemukan kalian kembali di ksatrian ini dengan status yang berbeda. Ah... suamiku yang tampan dan berpangkat Letkol itu memang paling layak diajak bekerja sama dalam urusan mencoblangkan kakak iparnya sendiri!"

Ayu hanya bisa menepuk jidatnya sendiri. Pantas saja Letkol Reyes dengan tega membiarkan lembar buram berisi tulisan tangan 'curhat pada Tuhan' miliknya lolos begitu saja ke meja Victor tanpa disaring terlebih dahulu. Ternyata, di balik konspirasi tingkat tinggi itu, ada otak licik dari seorang dokter militer bernama Shaneen yang menyetir dari belakang!

"Sudahlah, Yu. Jangan cemberut begitu, mukamu jadi mirip kanebo kering," timpal Yunita sembari membuka kotak martabak manis rasa cokelat keju dan menyodorkannya ke depan wajah Ayu. Tatapan mata Yunita berubah melembut, penuh dengan ketulusan seorang sahabat karib yang ingin melihat Ayu terlepas dari jerat masa lalu.

"Kamu mau sampai kapan hidup merana karena tidak enakan dengan omongan orang asrama? Kamu mau sampai kapan ditertawakan secara tidak langsung oleh mantan suamimu yang tidak tahu diri itu? Lihat dia di seberang sana, hidupnya sudah bahagia melangkah maju, bahkan anak dari istri barunya saja sekarang sudah tumbuh besar, Yu. Lalu kamu? Mau mengurung diri terus di dalam goa ketakutanmu sendiri padahal ada berlian sebesar Kolonel Victor yang siap pasang badan lahir batin untukmu dan Arkan?" lanjut Yunita, menatap Ayu dengan binar mata yang mendadak berkaca-kaca karena haru.

Shaneen yang tadinya tertawa jahil, kini ikut bergeser duduk mendekati Ayu. Ia meraih jemari tangan Ayu, menggenggamnya dengan sangat erat dengan sentuhan keibuan yang hangat. "Ayu... maafkan aku ya soal tadi siang di ruanganmu. Aku sengaja membanting pintu dan memarahimu semata-mata karena aku sudah tidak tahan melihatmu terus-menerus menyiksa hatimu sendiri. Aku sayang sama kamu, Ayu. Ibuku juga sayang sekali sama kamu. Kami tidak pernah menganggap status jandamu sebagai beban, justru kami ingin menjadi pelindung barumu."

Mendengar rentetan kalimat tulus yang dibungkus dengan aksi-aksi kocak nan ajaib dari kedua sahabat belas tahunnya itu, benteng ketahanan Ayu kembali bergetar. Setitik air mata keharuan menyembul di sudut matanya, namun buru-buru ia seka dengan ujung jari sebelum Shaneen sempat meledeknya cengeng.

"Kalian berdua ini... benar-benar manusia paling menyebalkan dan tidak ada sopan santunnya ya," gerutu Ayu di sela-sela senyum tipisnya yang akhirnya terukir pasrah.

"Tapi martabak manisnya boleh juga, buruan tuang air minum, aku lapar karena siang tadi tidak nafsu makan gara-gara dijebak oleh komandan kalian yang otoriter itu!" timpal Ayu yang langsung disambut oleh sorak-sorai kemenangan dari Shaneen dan Yunita yang memenuhi ruang tamu malam itu. Malam sejarah kepasrahan Kapten Ayu kini resmi dirayakan dengan sekotak martabak manis dan tawa hangat persahabatan yang menggemaskan.

1
Deuis Lina
waduh gak terasa bacanya udah tamat aja,,,terimakasih kak atas ceritanya
Deuis Lina: sama2 kak
total 2 replies
Deuis Lina
kasihan sekali yah pak d usir,,
Niken Dwi Handayani
penutup cerita yang so sweet. Episode nya tidak banyak tapi meninggalkan kesan bagi pembaca. Ditunggu judul novel terbarunya thor🙏
Nuna Bae: Halo 😍 Terimakasih ya kak 😍🙏
total 1 replies
Deuis Lina
dasar pasangan terabsurd udah sama2 cinta masih aja suka berdebat,,,
Deuis Lina
akhirnya luruh juga yah yu
Deuis Lina
seberat itukah melepas masa lalu,,
Niken Dwi Handayani
Coba - coba baca dan woooo....cara penulisan nya, pemakaian kata - katanya, suka saya tuh .. 🥳👍. dilanjutkan sampai tamat ya thor
Nuna Bae: Halo 😍 Terimakasih ya 😍🙏
total 1 replies
Deuis Lina
tentunya punya jurus terakhir ya komandan rencana A gagal pasti ada rencana B
Deuis Lina
duh Arkan kamu bahagianya punya ayah besar yg sangat menyayangi mu
Deuis Lina
wah kekuasaannya keluar tuh ayah besar,,
Deuis Lina
lanjuut
Deuis Lina
makasih upnya
Deuis Lina
aku kasih vote mingguannya kak,,semangat teruuus
Deuis Lina: sama2 kak
total 2 replies
Deuis Lina
mengandung bawang banget ceritanya
Deuis Lina
lanjuuut
Deuis Lina
ayu oh ayu,,,
Deuis Lina
lanjuut,,
Deuis Lina
lanjuut,,
Deuis Lina
kayaknya ada yg senyum merekah nih,,,
Deuis Lina
lanjuut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!