NovelToon NovelToon
Terlempar Ke Zaman Kuno Di Tolong Pemburu Tampan

Terlempar Ke Zaman Kuno Di Tolong Pemburu Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Isekai
Popularitas:52.3k
Nilai: 5
Nama Author: Tasya Chuky

"Bujur buset!"

​Bukan sulap, bukan sihir. Dinda yang seharusnya sudah 'metong' dihantam mobil tronton, nyatanya masih bernapas. Alih-alih terbangun di rumah sakit dengan tubuh hancur, ia justru mendapati dirinya terduduk di tengah rimbunnya hutan belantara.

​Ia masih mengenakan setelan santai jalan-jalannya lengkap dengan sling bag yang masih tersampir di bahu. Isinya pun masih lengkap: ponsel, uang tunai, set peralatan make-up, hingga parfum sweet vanilla kesukaannya.

​"Gila, gue di mana? Masa iya ketabrak mobil, terus kelemparnya sejauh ini?" gumamnya panik.

​Dinda merogoh ponselnya dengan tangan gemetar, berharap bisa menghubungi seseorang. Namun, saat layar menyala, ia justru mematung. Ponselnya terasa asing—seolah baru keluar dari kotak—kosong, bersih tanpa jejak data, tanpa sinyal, tanpa sisa.

​Tiba-tiba, suara dedaunan kering yang terinjak dari balik semak membuatnya tersentak. Dinda menoleh cepat ke belakang.

​Di sana, ia terpaku. Seorang pria berbadan tegap berdiri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tasya Chuky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 Anggur.

​"Gila...! Ini bener-bener gila dan di luar nalar," ucap Wira lirih dengan napas memburu, masih berusaha mengumpulkan kesadarannya yang sempat terguncang akibat perjalanan lintas dimensi barusan.

​Namun belum sempat rasa takjubnya mereda, udara di depannya kembali berdesir pelan. Wuzzzh! Dinda muncul kembali tepat di hadapannya dengan senyuman ceria. Kedua tangan lentik gadis itu tengah membawa dua tangkai besar buah anggur ungu kehitaman yang tampak mengilat sempurna tanpa cela.

​"Anggur? Kamu dapat dari mana buah seperti ini?" tanya Wira penasaran, refleks mengubah gaya bicaranya menjadi lebih kasual setelah tahu mereka berdua berasal dari zaman yang sama.

​"Dari dalam ruang ajaib tadi," jawab Dinda panjang lebar dengan binar mata antusias. "Hebat, kan? Kamu tahu enggak, semua kebutuhan yang kita perlukan itu seolah-olah ada semua di dalam ruang itu. Sayuran, buah-buahan segar, semuanya tersedia melimpah. Kayak ada sistem yang sengaja tahu kalau kita bakal butuh barang-barang ini buat bertahan hidup di sini."

​Wira tersenyum tipis mendengarnya. Rasa penasaran mengalahkan logikanya. Tangan kekar sang pemburu terulur, memotek sebutir buah anggur bulat berukuran besar dari tangkainya, lalu perlahan memasukkannya ke dalam mulut.

​Kresss!

​Bunyi kunyahan yang renyah seketika terdengar di dalam keheningan kamar. Kedua kelopak mata Wira bahkan sampai terpejam rapat, menikmati setiap sensasi kunyahan yang meledakkan rasa manis legit dan limpahan air yang teramat segar di dalam mulutnya.

​"Ehm... enak banget. Ini beneran luar biasa, rasanya jauh lebih enak dan segar daripada anggur yang biasa aku beli di toko buah dulu," puji Wira jujur setelah menelan buah tersebut.

​"Betul, kan? Bukan cuma anggurnya saja, semua jenis buah ada di sana, dan kualitas rasanya bener-bener memuaskan banget!" sahut Dinda bangga seolah tempat itu miliknya sendiri.

​Tangan Dinda ikut terulur memotek sebutir anggur, memasukkannya ke dalam mulut, lalu mengunyah perlahan menikmati kesegaran cairan manis yang memanjakan lidahnya. "Eummm... manis banget, asli!" gumam Dinda ketagihan.

​Melihat respons Wira yang tampak begitu menikmati, sisi usil Dinda mendadak bangkit. Gadis itu kembali memotek sebutir anggur. Bukannya menyodorkannya dengan tangan, Dinda justru menjepit buah anggur manis itu di antara belahan bibirnya yang ranum, menahannya dengan sedikit gigitan agar tidak terjatuh.

​Dengan tatapan mata yang berkedip iseng dan menggoda, Dinda memajukan wajahnya, menyodorkan buah anggur di bibirnya itu tepat ke depan wajah Wira.

​Wira yang seketika tersadar dengan tingkah nakal dan manja gadis di hadapannya tidak menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut. Alih-alih menggunakan tangan, Wira justru memajukan wajah tegasnya dengan cepat. Ia langsung melahap buah anggur manis itu langsung dari sela bibir Dinda, dan bersamaan dengan itu, Wira menautkan bibir mereka, mengecup lembut dan melumat singkat bibir manis Dinda dengan penuh perasaan.

​"Ish! Kamu nakal banget sih!" ucap Dinda pura-pura cemberut dengan pipi yang mendadak merona merah pekat akibat serangan kejutan dari Wira.

​Wira tertawa kecil, suara baritonnya terdengar begitu renyah dan lepas—sebuah tawa yang jarang sekali ia perlihatkan selama hidup sebagai Wirandu yang kaku di desa ini.

••••••••••••

​"Gila...! Ini bener-bener gila dan di luar nalar," ucap Wira lirih dengan napas memburu, masih berusaha mengumpulkan kesadarannya yang sempat terguncang akibat perjalanan lintas dimensi barusan.

​Namun belum sempat rasa takjubnya mereda, udara di depannya kembali berdesir pelan.

Wuzzzh!

Dinda muncul kembali tepat di hadapannya dengan senyuman ceria. Kedua tangan lentik gadis itu tengah membawa dua tangkai besar buah anggur ungu kehitaman yang tampak mengilat sempurna tanpa cela.

​"Anggur? Kamu dapat dari mana Anggur ini?" tanya Wira penasaran, refleks mengubah gaya bicaranya menjadi lebih kasual setelah tahu mereka berdua berasal dari zaman yang sama.

​"Dari dalam ruang ajaib tadi," jawab Dinda panjang lebar dengan binar mata antusias. "Hebat, kan? Kamu tahu enggak, semua kebutuhan yang kita perlukan itu seolah-olah ada semua di dalam ruang itu. Sayuran, buah-buahan segar, semuanya tersedia melimpah. Kayak ada sistem yang sengaja tahu kalau kita bakal butuh barang-barang ini buat bertahan hidup di sini."

​Wira tersenyum tipis mendengarnya. Rasa penasaran mengalahkan logikanya. Tangan kekar sang pemburu terulur, memotek sebutir buah anggur bulat berukuran besar dari tangkainya, lalu perlahan memasukkannya ke dalam mulut.

​Kresss!

​Bunyi kunyahan yang renyah seketika terdengar di dalam keheningan kamar. Kedua kelopak mata Wira bahkan sampai terpejam rapat, menikmati setiap sensasi kunyahan yang meledakkan rasa manis legit dan limpahan air yang teramat segar di dalam mulutnya.

​"Ehm... enak banget. Ini beneran luar biasa, rasanya jauh lebih enak dan segar daripada anggur yang biasa aku beli di toko buah dulu," puji Wira jujur setelah menelan buah tersebut.

​"Betul, kan? Bukan cuma anggurnya saja, semua jenis buah ada di sana, dan kualitas rasanya bener-bener memuaskan banget!" sahut Dinda bangga seolah tempat itu miliknya sendiri.

​Tangan Dinda ikut terulur memotek sebutir anggur, memasukkannya ke dalam mulut, lalu mengunyah perlahan menikmati kesegaran cairan manis yang memanjakan lidahnya. "Eummm... manis banget, asli!" gumam Dinda ketagihan.

​Melihat respons Wira yang tampak begitu menikmati, sisi usil Dinda mendadak bangkit. Gadis itu kembali memotek sebutir anggur. Bukannya menyodorkannya dengan tangan, Dinda justru menjepit buah anggur manis itu di antara belahan bibirnya yang ranum, menahannya dengan sedikit gigitan agar tidak terjatuh.

​Dengan tatapan mata yang berkedip iseng dan menggoda, Dinda memajukan wajahnya, menyodorkan buah anggur di bibirnya itu tepat ke depan wajah Wira.

​Wira yang seketika tersadar dengan tingkah nakal dan manja gadis di hadapannya tidak menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut. Alih-alih menggunakan tangan, Wira justru memajukan wajah tegasnya dengan cepat. Ia langsung melahap buah anggur manis itu langsung dari sela bibir Dinda, dan bersamaan dengan itu, Wira menautkan bibir mereka, mengecup lembut dan melumat singkat bibir manis Dinda dengan penuh perasaan.

​"Ish! Kamu nakal banget sih!" ucap Dinda pura-pura cemberut dengan pipi yang mendadak merona merah pekat akibat serangan kejutan dari Wira.

​Wira tertawa kecil, suara baritonnya terdengar begitu renyah dan lepas—sebuah tawa yang jarang sekali ia perlihatkan selama hidup sebagai Wirandu yang kaku di desa ini.

1
Siti Naimah
cuma bisa membayangkan saja.. Dinda masuk di kehidupan jaman dulu kala..entah di jaman Majapahit atau apa.dimana rakyat pedesaan pada heran melihat minuman kopi teh sachet an.. minuman instan..juga makanan biscuit.. apalagi kompor gas🤭...tentu penduduk desa tersebut cuma bisa bengong.



😄😄😄😄
Tasyacysya: Izin Zaman dulu, Tapi bukan majapahit, semacam dunia lain..😄
total 1 replies
Siti Naimah
Gauri..sadar diri dong🤭
masak pengen merebut Wira dari Dinda...kan masih banyak cowok2 yg laen
Siti Naimah
gak habis pikir dengan apa yg lagi dialami oleh Dinda... betul2 sesuatu yg gak masuk akal🤭...tapi aku suka banget.. mestinya banyak hal aneh2 yg lain... ditunggu kelanjutannya 😄
Siti Naimah
semoga kakak author sehat selalu..
ditunggu karyanya🙏
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
istirahat saja kak... jangan terlalu memaksa diri
Siti Naimah
walah namanya minta sumbangan..dan ngantri gitu aja kok coba2 berniat genit sama Wira...ya tentu aja bikin Dinda jadi sewot 🤭
Siti Naimah
semangat berkarya 💪
Sri rahayu
lumayan jauh Thor 😁😁😁
Siti Naimah
ceritanya Dinda sama Wira bakal menjadi pedagang sembako nih👍
Siti Naimah
kasihan banget prajurit penjaga perbatasan sampai susah untuk mencari makanan.sampai singkong pun tidak dapat.semoga bisa segera mendapat makanan dari Dinda..gak kebayang jika lihat Indomie..tentu pada heran dan bingung.ada makanan aneh tapi enak banget 🤭
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
belum terlalu jauh kok aman
Dewiendahsetiowati
lanjut Thor
Siti Naimah
semoga mpu Barata lekas sembuh..
dan bisa bekerja kembali
Siti Naimah
mpu Barata seperti nya mulai berangsur sembuh dan keadaannya membaik.makanya jadi lapar dan doyan makan
Siti Naimah
ini si lawe juga baru mengenal barang aneh dan asing.tisu basah...itu model barang jaman modern ya lawe..he..he😄
Siti Naimah
bisa membayangkan... betapa senangnya panji menjumpai makanan yang asing..tapi lezat banget🤭
Siti Naimah
Dinda punya jiwa sosial yang tinggi😍👍
Siti Naimah
biscuit merupakan makanan aneh dan mewah di tempat nya panji😄
Siti Naimah
wah membayangkan system nya Dinda kok gak bisa ya🤭jadi bingung sendiri.tapi ya sudahlah yang penting Dinda berhasil 💪
Siti Naimah
rasain lho Lilis..makanya jangan sombong.berusaha supaya bisa menerima hal2 baru dan mengakui kelebihan orang lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!