NovelToon NovelToon
Cerita Tak Berkisah

Cerita Tak Berkisah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Kisah cinta masa kecil / Romansa-Teen school
Popularitas:21.8k
Nilai: 5
Nama Author: fifizulfaa

Bercerita tentang seorang perempuan yang membuat janji kepada dua orang sahabatnya. Janji itu cukup tidak masuk akal dan mereka membuat penjanjian itu di umur yang masih kecil. Akankah janji itu terus berjalan hingga mereka beranjak dewasa? atau justru mereka melupakan semua dan menjadikan perjanjian itu tak berkisah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fifizulfaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menghindari Bunda Nita

Hari sudah larut malam dan jam menunjukkan pukul 21.00. Di dalam mobil Kayla terus saja menguap tanpa henti sedangkan Daniel yang berada di kemudi tidak memperdulikan itu. Setelah siang tadi membeli telur gulung di taman, Daniel terus saja mengemudikan mobil tanpa tujuan yang jelas. Mereka hanya berhenti di kala lapar, selebihnya Daniel terus berkeliling. Tidak lupa ditemani dengan banyaknya balon gas yang memenuhi jok belakang bahkan hingga bakasi mobilnya.

“Daniel, udah ah pulang ya, lagian kita udah lewati perempatan ini tujuh kali loh.” ungkap Kayla.

“Ini juga arah jalan pulang, lagian udah malam.”

“Dari tadi juga udah malam, kamu aja baru sadar.” sinis Kayla memalingkan wajahnya ke jendela mobil.

“Maaf ya, Ay.”

Wanita itu seketika menoleh mendengar penuturan Daniel, “Buat apa?”

“Ngrepotin kamu seharian ini.”

“Enggak kok.”

“Kalau enggak tuh diem, kamu dari tadi ngrengek aja minta pulang.” Saat itu juga Kayla langsung memberikan tatapan tajamnya pada Daniel dan tentu saja lelaki itu tahu, namun dihiraukan. Kayla yang tidak bisa berkata-kata lagi memalingkan wajahnya kembali sambil memejamkan mata, tidak ingin meladeni omongan Daniel.

Di kemudi justru Daniel malah tertawa kecil melihat tingkah Kayla yang selalu terlihat menggemaskan di matanya. Sebenarnya Daniel memang mempunyai rasa bersalah karena seharian membawa Kayla, namun bagaimana pun dia menghindari bertemu dengan Bundanya terlebih dahulu. Ia bingung harus bersikap seperti apa nantinya.

“Kayla.” panggil Daniel lirih tanpa menoleh dan tetap fokus pada jalanan.

“Hm?” sahut Kayla malas dengan posisi yang sama.

“Kok kamu nggak tanya apa-apa soal masalah tadi pagi.”

“Kenapa harus tanya kalau kamu bisa cerita sendiri tanpa disuruh.”

“Tapi kan aku belum cerita apa-apa.”

“Berartikan kamu belum siap.”

Daniel diam tidak lagi menyahut perkataan Kayla, mungkin iya dia memang belum siap menceritakan masalahnya. Mengingat penjelasan Om Brata padanya tadi pagi saja sudah membuat dirinya tak berdaya, apalagi harus mengulang pembicaraannya.

Kayla membuka matanya dan menoleh pada Daniel, ia mengusap lembut bahu lelaki itu. “Nggak harus sekarang kok, kamu bisa cerita kapan aja kamu mau. Aku selalu ada dan siap dengerin semuannya.” ucapnya.

Lelaki itu menanggapinya dengan senyuman yang begitu tulus. Sebetulnya Kayla sudah tahu masalah apa yang tengah dialami Daniel, karena tadi pagi telinganya begitu jelas mendengarkan pembicaraan Daniel dan Om Brata. Akan tetapi di depan Daniel ia memang sengaja berpura-pura tidak tahu apapun. Ia ingin Daniel mengutarakan sendiri padanya, agar setidaknya beban yang dimiliki lelaki itu bisa berkurang dengan menceritakan kepada dirinya.

Memasuki kompleks Daniel mulai memelankan kecepatan mobilnya. Akan tetapi bukannya pulang ke rumah Daniel justru memarkirkan mobilnya di pekarangan rumah Kayla.

“Kok malah ke sini, nggak kamu balikin sekalian aja mobilnya.” ungkap Kayla keheranan.

“Males, jauh.” sahut Daniel bersikap acuh yang segera turun dari dalam mobil.

“Apasih cuma depan situ lho rumah kamu.”

“MALESSS!” teriak Daniel memasuki rumah Kayla lebih dulu, meninggalkan Kayla yang masih berada di dalam mobil.

“Daniel tungguin ini balonnya gimana? Ish, nyebelin banget sih tu anak.” Kayla turun dan menutup pintu mobil dengan geram.

Setelah masuk ke dalam rumah Kayla celingukan karena sudah tidak melihat Daniel. Malah sebaliknya Bi Minah yang menghampiri dirinya.

“Non teh baru pulang dari mana atuh?”

“Nemenin Daniel Bi.”

“Kenapa ey?”

“Nggak papa kok, Daniel mana Bi?” tanya Kayla mengalihkan pembicaraan.

“Naik ke atas.”

“Ke kamar aku?” Setelah mendapat anggukan dari Bi Minah, Kayla segera berjalan ke atas untuk menemui Daniel.

Begitu Kayla membuka pintu ia mendapati Daniel tengah tengkurap memenuhi kasur kecilnya. Ia mendudukkan tubuhnya di bibir ranjang degan pelan tidak ingin mengganggu ketenangan lelaki itu. “Dan, kamu nggak mau pulang dulu.”

“Males.” singkat Daniel.

“Kasianlah pasti Bunda di rumah sendirian.”

Daniel terdiam begitupun dengan Kayla dan suasana pun mulai canggung, tapi tidak berlangsung lama Daniel membalikkan tubuhnya menatap langit-langit kamar lalu berganti ke Kayla. “Kamu jadi ngantuk nggak? Kalau iya sini tidur.” ucap Daniel dengan santainya.

Kayla menarik guling dan menghadiahkan pukulan ke tubuh Daniel. Namun bukannya mengaduh justru Daniel malah tertawa yang membuat Kayla semakin jengkel. Ia berdiri berjalan menuju ke lemari pakaian untuk mengambil setelan baju tidurnya.

Sedangkan Daniel dengan posisi yang masih sama mengamati setiap gerak yang dilakukan Kayla, hingga wanita itu akan membuka pintu untuk keluar dari kamarnya. “Mau kemana? Nggak tidur sama aku aja. Dulu waktu kecil kamu suka lho tidur sama aku.” celetuk Daniel menghentikan langkah Kayla.

Tapi Kayla malah mematikan lampu, lantaran sakelarnya berada dekat dengan pintu. Lalu ia keluar dan membanting pintu dengan keras. Setelah kepergian Kayla, Daniel langsung termenung, mendudukkan tubuhnya untuk bersandar pada kepala ranjang. Ia kembali mengingat setiap ucapan yang Brata katakan.

Malam ini ia sengaja untuk tidak pulang ke rumahnya, hatinya sama sekali belum siap jika harus melihat Bundanya. Apalagi Daniel tipikal laki-laki yang tidak suka meihat wanita menangis.

Di kamar Bi Minah, Kayla juga termenung memikirkan masalah Daniel hingga lupa kejadian disekolah kemarin yang juga membuatnya menjadi canggung dengan Ardan dan Monica. Ia menoleh ke samping melihat Bi Minah yang sudah terlelap lebih dulu. Akhirnya ia ikut menarik selimut kemudian memejamkan matanya.

Esok paginya pukul 04.00 Kayla harus terbangun karena dering telepon yang memekakkan telinga. Tangannya meraba-raba meja di dekat ranjang mencari ponsel miliknya, cepat-cepat Kayla menggeser tombol hijau tanpa melihat si penelepon. “Hallo.” ucapnya parau.

“Kayla, maaf bangunin kamu tidur ya?” ucap orang di seberang telepon.

Kayla yang mersasa familiar dengan suara itu mengangkat ponselnya dan mengeryit membaca nama di layar. “Bunda Nita.” Bangkitlah Kayla setelah membaca dengan jelas.

“Iya Bunda, ada apa ya?”

“Gini Ay, semalam Bunda nungguin Daniel pulang sampai ketiduran, dan pagi ini ternyata Daniel belum pulang juga, kamu tau tidak kira-kira Daniel kemana?”

“Yaampun, maaf Bunda aku lupa kabarin tadi malam, Daniel tidur di rumah aku kok, Semalam pulang larut malam jadi sampai rumah aku juga langsung tidur.”

“Kalau begitu sekarang Daniel ada di rumah kamu?”

“Iya Bun.”

“Syukur kalau gitu, Bunda ke situ sekarang ya.”

“Iya.”

Setelah sambungan telepon terputus Kayla segera bangkit dari tidurnya dan keluar dari kamar untuk mencari Bi Minah. Karena memang setiap pagi petang Bi Minah selalu berada di dapur menyiapkan sarapan untuknya.

Dan benar saja saat ia menuju ke dapur Kayla melihat Bi Minah sedang duduk di kursi memilah sayuran. Ia menghampiri dan duduk tepat di samping Bi Minah.

“Loh! Non kok tumben udah bangun?”

“Iya Bi tadi ada telepon masuk. Ouh iya, pintu depan udah dibuka Bi?”

“Belum atuh.”

“Aku buka ya Bi, Bunda mau ke sini soalnya.”

“Ouh iya sok atuh.”

Kayla mengangguk lantas berdiri dan berjalan keluar untuk membuka pintu. Karena memang di kompleksnya setiap hari pintu-pintu rumah akan selalu terbuka kecuali memang tidak ada orang atapun pada saat malam hari.

Tepat dimana Kayla membuka pintu Nita juga datang dan memberikan senyum padanya. “Bunda, pas banget masuk aja Bun, Daniel ada di kamar aku kok.”

“Iya Bunda samperin Daniel dulu ya.” ucap Nita berlalu masuk, tanpa harus Kayla beritahu Nita sudah sangat hafal seisi rumah Kayla. Karena dulu ia juga yang mengurus Kayla hingga akhirnya bertemu dengan Bi Minah.

“Semoga aja setelah ini keadaan bisa membaik.” lirih Kayla menatap langkah dimana Nita berjalan menaiki tangga untuk menuju ke kamarnya.

1
sunflower
next kak
Nadia
hi kak aku mampir semangat
mommy dha
kak aku mampir membawa 10 like like back yah kak Lastri kembang desa.
silviaanugrah
11 like untuk karyamu thorrr, aku tunggu feedback nya yaa. semangat! 🌟
Aprilianana
wah, kasihan Monica d kasih hukuman😂

Jgn lupa mampir dan dukung karya ku Thor! Rahsia dibalik tirai.😁
Aprilianana
Jejak😁 semangat kak!

"Rahasia dibalik tirai" 😘
🤍
Lanjut lagi.. 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
🤍
Semangat akak.. 👍
nycto°
Lanjutkan kak, semangat!! 😍
TK
next Thor 👍
mey
Semangat, Thor
nycto°
Semangat kak aku mampir!! 👍👌
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat terus
Isma Aji
Semangat Thor, terimakasih, tetap saling dukung 🤗
nycto°
3 like datang kak semangat, jangan lupa mampir juga yah!! 👍
Isma Aji
semangat 🤗
Isma Aji
Sukses Thor 🤗
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat
Isma Aji
Like🤗, semangat
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!