NovelToon NovelToon
MY LOVELY BRONDONG

MY LOVELY BRONDONG

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Nikahmuda
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lel

Calon suaminya tak datang saat hari H pernikahan, Pevita menangis dan malu sekali. Ditambah amarah sang papa sangat terlihat jelas, keluarga dokter dipermalukan sampai begini tentu tak terima.

Keajaiban justru datang dari Kalandra, keponakan ibu tiri Pevita, dengan berani maju, berniat menggantikan sang pengantin pria. Jelas saja Pevita tak mau, tapi melihat kesungguhan Kalandra, papa Pevita pun menerima.

"Kamu tuh bocil, kenapa sok-sok an mau menikahiku segala sih?" protes Pevita setelah rangkaian pernikahan selesai malam itu.

"Namanya juga jodoh, tidak akan salah alamat kan," Pevita hanya memutar bola mata malas mendengar ungkapan hati sang suami yang terpaut usia 2 tahun lebih muda darinya.

Dunia Pevita siap gonjang-ganjing karena pemuda brondong ini. Alamak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KESIBUKAN BARU

"Peluk aku dong, Sayang!" pinta Kala manja, pulang kuliah bukannya langsung mandi, malah berlagak manja pada sang istri. Pevita sendiri baru sampai setengah jam yang lalu dari kampus. Berniat istirahat sebentar setelah sholat ashar, eh malah harus meladeni manjanya suami brondong.

"Dih, kayak yang capek kuliah situ doang!" ceplos Pevita, masih gengsi untuk bersikap lembut pada Kala. Ia akan mempertahankan istri jutek di depan Kala.

Kala yang sudah tengkurap di atas kasur, hanya berdecak sebal mendengar komplain sang istri. Ia terduduk dengan wajah lelah. "Gak hanya capek kuliah sih, tapi capek kerja juga!" ucap Kala lirih. Mendengar kata bekerja, Pevita langsung menatap lekat sang suami.

"Kerja? Kamu sudah diterima kerja?" tanya Pevita memastikan, dan pria muda itu mengangguk lemah. "Sejak kapan?"

"Tadi jam 9 dapat WA kalau aku memenuhi kriteria tim proyek. Kemudian jam 2 tadi ikut briefing!"

"Bolos kuliah?" todong Pevita dan Kala menggeleng.

"Kelasku bubar jam setengah 2, namanya rezeki mungkin ya, semua pas pada waktunya," bibir mengucap syukur karena dipermudah, tapi ekspresi wajah malah cemberut. Pevita bingung, mau kasih selamat atau membesarkan hati.

"Ya kalau diterima kerja, harusnya senang dong!"

"Iya, tapi lihat deadline dan tagihan untuk proyek berat banget, bisa gak ya aku mengerjakannya sambil kuliah!" rasa pesimis itu muncul, menilai kemampuan diri antara tanggung jawab pendidikan dan peran sebagai suami. Pevita pun mendekat, merebahkan diri sama persis dengan yang dilakukan Kala.

"Menyesalkah?" tanya Pevita memalingkan wajah, menatap gurat lelah sang suami.

"Enggak! Gak bakal menyesal menikah muda, kalau bayarannya sensasi luar biasa sama kamu," ujar Kala dengan senyum tengil, tak lupa tangannya langsung melingkar ke pinggang sang istri, dan wajah lelahnya ia letakkan di ceruk leher Pevita yang wangi, sangat menenangkan sekali. Bagaimana bisa menyesal kalau imbalannya begitu membahagiakan jiwa muda pada diri Kala.

"Bisa gak sih, gak kepikiran ke situ?" protes Pevita, dan Kala hanya terkekeh.

"Sok sok an protes, kalau lagi on berisik," ledek Kala kemudian beranjak untuk segera mandi, tak lupa memberi kecupan singkat di bibir sang istri.

Pevita tersenyum tipis, salting juga diperlakukan manis oleh suami ciliknya. Tak dapat dipungkiri cinta yang dianggap mustahil untuk pria itu, perlahan mulai muncul, terkesan gampang sekali move on dari Refan, tapi kenyataannya memang begitu. Kesalahan Refan sangat fatal, cinta yang bersemayam berganti menjadi benci, sedangkan Kala memberikan act of service yang dibutuhkan oleh Pevita.

Menikah di usia muda, tak melulu dipikirkan secara berat karena di belakang mereka ada keluarga yang punya pondasi finansial kuat, jadi Pevita dan Kala bisa fokus pada pendidikan tanpa memikirkan biaya hidup. Kala sendiri mulai menjalani proyek, setiap hari ada deadline dari grup WA terkait target proyek. Dia mengerjakan di sela-sela pergantian mata kuliah, dan sepulang kuliah, kadang kalau capek, dia tidur dulu, bangun tengah malam.

Seperti malam ini, tak seperti biasanya, Kala fokus pada laptop semenjak pulang, menyapa Pevita saja ala kadarnya, berhenti hanya untuk makan dan sholat saja. Pevita mulai cemberut, sampai jam 10 malam, Kala masih di depan laptop, dengan jari yang menari di atas keyboard dan mouse.

"Mending gak usah kerja kalau gue dianggurin terus," protes Pevita sembari menutup tubuhnya dengan selimut hingga kepala. Pelukan Kala sudah menjadi kewajiban yang harus ada sebelum perempuan itu memejamkan mata. Namun, malam ini tak kunjung muncul. Terlebih Pevita sudah bersih dari tamu bulanan, biasanya Kala bakal memancing untuk melepas rindu.

"Ck, gak peka!" sewot Pevita, menyibakkan selimut dan melihat Kala dengan sebal. Ia menurunkan ego, mendekati Kala bahkan langsung memeluk sang suami.

"Bentar ya Sayang, besok deadline soalnya!" ucap Kala masih fokus di laptop, tak membalas pelukan Pevita. Mau sebal, tapi pekerjaan ini menjadi pijakan pertama sang suami menyusun portofolio, terpaksa Pevita yang harus mengalah. Kurang bersyukur apa, pekerjaan pertama Kala masih di rumah, dan dalam pantauan Pevita.

"Lanjutin aja, tapi aku mau tetap di sini!" ujar Pevita manja, matanya langsung terpejam setelah menghirup aroma tubuh sang suami. Untung Kala masih konsentrasi pada deadline proyek, padahal posisi Pevita sangat membahayakan bagi area bawah.

"Kalau saja gak ada deadline, mungkin kita begadang sambil berkeringat," gumam Kala sembari mengecup kening sang istri. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 3 dini hari, sudah submit, dan tubuh Kala sudah tak mampu untuk pindah ke ranjang. Alhasil posisi mereka masih sama, dan Kala pun memejamkan mata saja sekalian.

Pevita terbangun setelah mendengar dering ponsel, kaget juga karena Kala juga ikut tidur sambil duduk. "Acil, bangun, pindah ke ranjang, yuk!" Pevita membangunkan sang suami, dan beranjak dari pangkuan pria itu.

"Jam berapa?" tanya Kala, dengan menggerakkan badannya, sampai bunyi kretek, area punggungnya mungkin kebas setelah tidur dengan duduk semalaman, memangku istri juga.

"Setengah 5!" jawab Pevita, segera mengangkat ponselnya. Ternyata, sang papa.

"Iya, Pa?" jawab Pevita.

"Kak, kasih tahu Bunda ya. Bawakan kemeja ke rumah sakit, papa gak bisa pulang, ada operasi lagi nanti jam 7an. Ini papa mau tidur sebentar, sayang kalau bolak-balik pulang!" ucap papa yang memang malam kemarin ada operasi, dan memakan waktu lama.

"Oke, Pa!" jawab Pevita, tiba-tiba terdiam. Memikirkan kesehatan sang papa, kemudian beralih ke sang suami yang masih melanjutkan tidur setelah begadang.

"Kok cuma aku yang gak kerja, yang paling gampang ngambek, suka jajan dan belanja, tapi gak menghasilkan uang. Juara buat menghabiskan, padahal papa sampai menginap di rumah sakit, terus sekarang Kala kurang tidur karena bekerja, ingin bertanggung jawab menjadi suami. Kenapa aku baru sadar, kalau hidupku mewah tanpa kerja keras? Jahat banget kalau aku tak membantu papa dan suamiku," Pevita mewek, tak tega. Dua laki-laki penting dalam hidupnya, begitu getol mencari cuan. Sedangkan dirinya, si paling menghabiskan.

Selama kuliah, otak Pevita sangat berisik, memikirkan apa yang bisa ia lakukan, demi meringankan tanggung jawab sang papa dan suami perkara nafkah. "Key, kalau kamu jadi istri nanti, kira-kira kamu kerja gak?" tanya Pevita, pada akhirnya minta pendapat pada temannya.

"Kerja lah. Tapi gue gak mau ikut orang. Gue mau jadi bos, makanya gue pilih kuliah yang jelas prospeknya buat buka usaha, punya skill!"

"Buka usaha catering?" tanya Pevita, karena terpikir begitu.

"Iya, tapi gak langsung karena gue gak punya modal, jadi nanti sistemnya open PO dulu, ya misal paket ultah, paket aqiqah begitu lah. Emang kenapa?" tanya Keyla, heran saja Pevita bertanya soal kerja. Dari semua anak kelas, hanya dia doang kuliah di jurusan boga karena gak mau mikir yang berat, dan tak ada niatan untuk kerja. Maklum, dari kalangan orang have.

"Gue lagi melow nih, suami dan papa gue kerja keras demi gue. Tapi gue gak berkontribusi apa-apa pada mereka," curhat Pevita sendu.

Keyla melongo, spontan menempelkan telapak tangannya ke jidat Pevita. "Sejak kapan si princess mikirin kontribusi dan kerja? Dunia mau kiamat nih?" ledek Keyla.

"Sialan!" balas Pevita cemberut.

1
Vivi Zenidar
jangan sampai ribut
Lel: ribut dong
total 1 replies
Vivi Zenidar
cerita nya menarik
Lel: terimakasih
total 1 replies
FiKiBiMi
makasih loh kak. 😍
Humaira izzatunisa
luar biasa
Lel: terimakasih
total 1 replies
Septyana Kartika
Buat mama Kala, ntar sore ikut yuk
nobar , pengajian nya mamah Dedeh
Lel: biar adem
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
protective seorang ibu yg msh melihat anak laki2 nya adalah bayi yg kmrn masih dia susui dan mandikan😍😍 ggp mah kala hebat kok strong d luar ruangan maupun dalam🤣🤣🤣
Lel: hwkwkkwkw mak nya belum rela🤣🤣🤣
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
ish. jebul lg ena2.. nah gini normale after married istri ttp no 1 tggl jg lbh mlh sm istri bukan ibu lagi tp bukan berarti ibu d lupakan cm sdh bkn prioritas lagi dan skrg berjarak🤭
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒: iya, intine hub pasutri nya sehat bs menjalani peran satu sama lain. g d drama mertua yg g rela anak nya hdp sm wanita pujaane..tp dsni mm nya kala apa mmng g suka dg pevita? apa krn anak org kaya yg g biasa hdp susah tkt bebani anak laki2 nya
total 2 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
alhamdulillah dapet hidayah dr acil🤭 anak org kaya tp bisa menghargai hsl krja org lain dan mnydari kkrgan dr sndiri .. y gt deh kl kt g krasa susahw cr duit buang2 enak bgt g mkr beda sm yg susah payah psti akan lbh bijak bkn brti pelit y😌
Lel: harus...dunia berputar
total 1 replies
Vivi Zenidar
wkwkwkwk
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
ini mrp prinsipe sabda arimbi apa mantu nya lupa aq🤭
Lel: aku sendiri lupaaaa🤣🤣🤣
total 1 replies
apiii
akhh akhirnya authornya up lagiii udh kangen loh sama berondongnya akuuu🤭❤️
Lel: hwkwkww suka sama brondonggg🤣🤣🤣
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
oh s pevita mmg balungan sugeh yg g pernah tau susahnya cr uang y, tp bkn anak yg g tau diri juga si mkne lempeng pergaulane
Lel: orang tuanya berpendidikan insyaAllah anaknya tahu batasan
total 1 replies
mamah fitri
nyesel aku telat baca ini...bagus banget.. ga pernah gagal emang karya author nih 😅😍😍
Lel: terimakasih...
total 1 replies
apiii
untung gajadi coba kali jadi gabisa dpt berondong nakal dan hot🤭
Lel: uhuyyy
total 1 replies
apiii
bikin baper aja tuh berondong🤣
apiii
tuh kan si kala emng masih bocahhh
apiii
lebih getol lagi cil godainnya
apiii
saya suka nih yg berondong" 🤣
Lel: awh awh🤭🤭🤭
total 1 replies
Ny Park Jimintul
adi 23th?kan Adi bokapnya si pevita thor🤭 refan kaliiii🤣
Lel: iyaaaaaa typoii mkshhhh👻👻👻
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
kasian bgt km refan..hancur lebur ini krn dasar pribadine jelek rusak karna cem2ane
Lel: sudah kadung basah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!