NovelToon NovelToon
Cinta Sang Penguasa Hidden

Cinta Sang Penguasa Hidden

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:545
Nilai: 5
Nama Author: Deddy kris

​Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dituduh melakukan kejahatan yang tidak pernah ia lakukan oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa menjadi menantu numpang di keluarga kelas menengah, Reno diperlakukan seperti pelayan, dihina oleh ibu mertuanya, dan dianggap suami "tidak berguna" oleh orang-orang di sekitarnya. Namun, satu-satunya alasan Reno bertahan dan berpura-pura menjadi orang miskin adalah untuk melindungi istrinya, Alya, perempuan polos yang pernah menyelamatkan nyawanya.
​Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan Alya dengan seorang pria kaya raya yang sombong. Di hari yang sama ketika surat cerai disodorkan ke wajahnya, organisasi rahasia terbesar di dunia—Grup Naga Hitam—akhirnya menemukan keberadaan Reno.
​Ternyata, Reno bukanlah orang biasa. Dia adalah Tuan Muda Penguasa Tunggal dari keluarga terkaya di benua ini yang sengaja menghilang untuk menyelesaikan misi rahasia.
​Begitu batasan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31: Takhta dan Kehangatan

Kemenangan mutlak atas Sirkuit Ouroboros dan peluncuran resmi Program Investasi Sosial senilai seratus triliun rupiah telah mengukuhkan posisi Konsorsium Naga Hitam di puncak tertinggi dunia. Kini, tidak ada satu pun klan atau konglomerat global yang berani memandang sebelah mata. Panggung penyamaran Reno telah sepenuhnya berganti menjadi panggung kekuasaan absolut yang diakui oleh seluruh belahan dunia.

Di lantai teratas Istana Naga Hitam, sinar matahari pagi memancar lembut menembus dinding kaca raksasa. Suasana di dalam suite pribadi itu terasa begitu tenang dan hangat—sebuah kontras yang indah dibandingkan dengan dunia luar yang terus bergetar oleh pengaruh nama besar Naga Hitam.

Alya berdiri di depan cermin besar, merapikan kerah blazer merah marun yang dikenakannya hari ini. Penampilannya memancarkan aura kecerdasan, ketegasan, dan keanggunan seorang wanita karir tingkat tinggi, sekaligus Permaisuri dari penguasa terbesar.

Dari arah belakang, sepasang lengan tegap merangkul pinggang Alya dengan lembut. Reno menyandarkan dagunya di bahu Alya, menatap pantulan bayangan mereka di cermin. Sepasang mata cokelat gelap milik Reno—yang biasa memancarkan intimidasi dingin kepada musuh-musuhnya—kini dipenuhi oleh pendar kehangatan dan rasa cinta yang begitu murni.

"Kamu tampak sangat cantik hari ini, Permaisuriku," bisik Reno dengan suara rendah yang menenangkan.

Alya tersenyum manis, memegang tangan Reno yang melingkar di perutnya. "Terima kasih, Reno. Hari ini adalah rapat perdana alokasi dana bersama para perwakilan dari lima negara. Aku harus memastikan semuanya berjalan sempurna."

Reno mengelus jemari Alya, merasakan kehangatan cincin emas putih sederhana yang melingkar di jari manis istrinya. "Aku tahu kamu pasti bisa mengelolanya dengan baik. Tapi ingat, jangan terlalu lelah. Kamu memiliki seluruh sumber daya Naga Hitam di belakangmu."

Alya memutar tubuhnya di dalam dekapan Reno, menatap lurus ke dalam mata suaminya. "Aku tahu. Bersamamu di sisiku, aku merasa tidak ada hal yang tidak bisa kuselesaikan."

Reno mengulas senyum tipis yang memikat, lalu mengecup kening Alya dengan penuh kasih sayang. Momen kehangatan rumah tangga ini adalah hal yang paling berharga bagi Reno, jauh lebih bernilai daripada triliunan harta atau takhta yang ia genggam.

Satu jam kemudian, Alya tiba di ruang rapat utama Gedung Konsorsium Naga Hitam. Ruangan megah berselimut marmer dan kayu mahoni itu sudah dipenuhi oleh para direktur eksekutif, diplomat, dan perwakilan mitra bisnis internasional dari berbagai negara.

Ketika Alya melangkah masuk, seluruh peserta rapat langsung berdiri secara serentak, menundukkan kepala mereka 90 derajat sebagai tanda hormat yang mutlak. Alya bukan lagi sekadar eksekutif biasa; ia adalah Permaisuri Naga Hitam yang memegang wewenang penuh atas dana sosial terbesar di dunia.

"Selamat pagi, semuanya. Silakan duduk," ujar Alya dengan suara yang merdu, tenang, namun memancarkan wibawa kepemimpinan yang tegas.

Rapat berlangsung dengan sangat dinamis. Alya memaparkan rencana kerja strategis untuk pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan di wilayah berkembang dengan sangat lugas. Ketelitian dan kecerdasannya membuat para diplomat asing terpukau.

Namun, di tengah perjalanan rapat, seorang perwakilan investor dari klan bisnis Eropa—seorang pria paruh baya bernama Richard—mengangkat tangannya. Wajahnya menunjukkan sedikit keraguan.

"Nona Alya," ujar Richard dengan nada bicara yang tampak sopan, namun tersirat intrik bisnis di dalamnya. "Kami sangat mendukung program mulia ini. Namun, mengenai pembagian pengawasan logistik di kawasan Eropa Timur, klan kami merasa memiliki jaringan yang lebih berpengalaman. Apakah tidak lebih baik jika wewenang penuh pengawasan di area tersebut diserahkan kepada kami?"

Ruangan rapat mendadak hening sejenak. Beberapa direktur saling bertukar pandang. Itu adalah usaha halus dari klan luar untuk mengikis sedikit wewenang kontrol Naga Hitam atas dana raksasa tersebut.

Alya tidak panik. Ia mengulas senyum tipis yang sangat anggun, lalu menatap Richard dengan pandangan mata yang jernih dan tajam.

"Tuan Richard," jawab Alya dengan nada suara yang tetap ramah namun dingin menembus. "Konsorsium Naga Hitam menghargai pengalaman jaringan Anda. Namun, transparansi dan kontrol terpusat adalah pilar utama dari program ini. Seluruh pengawasan logistik tetap berada di bawah kendali langsung Divisi Pengembangan Sosial Naga Hitam. Kami membuka pintu kerja sama, bukan penyerahan wewenang."

Jawaban Alya yang sangat tegas dan tidak dapat diganggu gugat itu membuat Richard membeku. Pria itu menyadari bahwa di balik kelembutan paras Alya, terdapat ketegasan seorang pemimpin sejati yang tidak bisa dimanipulasi oleh intrik politik bisnis apa pun.

"P-pilihan yang sangat bijaksana, Nona Alya. Kami tunduk pada keputusan Anda," jawab Richard cepat seraya membungkuk hormat, tidak berani mendebat lebih jauh.

Sementara itu, di lantai teratas, Reno menyaksikan jalannya rapat tersebut melalui layar pemantau di ruang kerja pribadinya. Bagas berdiri tegap di samping meja kerja Reno.

Melihat bagaimana Alya menangani intrik halus dari klan luar dengan begitu elegan dan tegas, senyuman bangga terbit di bibir Reno.

"Nona Alya telah tumbuh menjadi sosok Permaisuri yang sangat luar biasa, Tuan Muda," puji Bagas dengan tulus. "Beliau tidak hanya anggun, tetapi juga memiliki ketegasan yang disegani oleh para pimpinan bisnis global."

"Alya memang selalu memiliki potensi itu," jawab Reno pelan, suaranya sarat akan rasa bangga. "Dia hanya membutuhkan panggung yang tepat dan rasa aman untuk menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya."

Reno berdiri dari kursi kebesarannya, merapikan jas hitamnya. "Bagas, bagaimana dengan situasi sisa-sisa pergerakan di luar?"

"Seluruh jaringan bisnis yang pernah terhubung dengan Cendana dan Ouroboros telah dibersihkan secara total, Tuan Muda," lapor Bagas tegap. "Tidak ada lagi ancaman yang tersisa. Dunia bisnis internasional sepenuhnya berada di bawah kendali dan pengaruh Konsorsium Naga Hitam."

Reno mengangguk puas. "Bagus. Pastikan keamanan Alya tetap menjadi prioritas utama tanpa mengganggu kebebasannya."

Sore harinya, setelah seluruh agenda rapat yang padat selesai, Reno menjemput Alya secara pribadi di ruang kerjanya. Pria penguasa dunia itu membiarkan para pengawal menunggu di luar, memilih untuk menikmati momen berdua bersama istrinya.

Mereka berjalan bergandengan tangan menyusuri taman pribadi di atap Istana Naga Hitam. Angin sore yang sejuk membelai lembut wajah mereka, menyajikan pemandangan matahari terbenam yang memancarkan warna keemasan di atas langit ibu kota.

Alya menyandarkan kepalanya di bahu tegap Reno saat mereka berhenti di dekat pagar pembatas taman.

"Hari ini rapat berjalan sangat lancar, Reno," bisik Alya manis. "Aku merasa sangat bersyukur bisa melakukan sesuatu yang berdampak besar bagi banyak orang."

Reno merangkulkan lengannya di pinggang Alya, menarik wanita itu lebih dekat ke dalam dekapannya. "Aku bangga padamu, Alya. Kamu menangani intrik para investor tadi dengan sangat luar biasa."

Alya terkekeuh pelan, menatap Reno dengan mata berbinar. "Aku belajar dari pria terbaik di dunia. Kamu mengajariku bahwa kebaikan harus dibentengi oleh ketegasan."

Reno menatap wajah Alya yang merona terkena pendar sinar matahari terbenam. Rasa cinta yang begitu mendalam memenuhi dada sang Penguasa Naga Hitam. Segala perjuangan, masa-masa penyamaran yang penuh hinaan, hingga peperangan melawan klan-klan musuh... semuanya terbayar tuntas saat melihat senyuman bahagia di wajah Alya.

"Alya," panggil Reno lembut.

"Ya, Reno?"

"Terima kasih karena telah bertahan bersamaku, dari masa-masa tergelap hingga kita berdiri di puncak dunia ini," ujar Reno tulus.

Alya menggeleng pelan, mengusap pipi Reno dengan jemarinya yang lembut. "Bukan, Reno. Akulah yang harus berterima kasih. Kamu adalah pelindungku, cintaku, dan takdir terbaik dalam hidupku."

Reno mendekatkan wajahnya, mengecup bibir Alya dengan lembut dan penuh kehangatan di bawah naungan langit sore yang indah. Di puncak kejayaan Naga Hitam, di atas kekuasaan yang tak bertepi, cinta mereka berdiri kokoh—abadi, tak tersentuh, dan menjadi legenda paling indah yang akan dikenang sepanjang masa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!