NovelToon NovelToon
His Royal Vow

His Royal Vow

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Perjodohan / Penyesalan Keluarga
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Pernikahan megah di Katedral St. George menandai bersatunya Edmund Alistair Blackwood, calon Raja Inggris sekaligus perwira militer, dengan Baxeena Valerio Desmon, wanita independen asal Los Angeles. Bagi publik, ini aliansi sempurna. Namun bagi Baxeena, ini adalah neraka.

Pria yang dipaksa ia nikahi demi menyelamatkan ibunya adalah mantan kekasih masa high school yang paling ia benci. Satu dekade lalu, hubungan mereka hancur akibat tragedi one-night stand Edmund yang berujung kehamilan.

Kini, Baxeena tak hanya terjebak dengan pria yang menghancurkan hatinya, tetapi juga harus menjadi ibu tiri bagi putri Edmund yang berusia 13 tahun—anak hasil pengkhianatan masa lalu yang amat membencinya.

Di tengah dinginnya tembok istana modern, tugas militer Edmund yang kerap memanggilnya ke garis depan memaksa Baxeena menghadapi konspirasi kerajaan dan penolakan sang anak tiri seorang diri. Sebuah reuni emosional yang berbahaya antara luka masa lalu, dendam, dan takdir yang belum usai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

##13

Matahari siang merambat naik di atas langit Cotswolds, mengikis sisa-sisa kabut pagi dan menggantinya dengan semburat pendar keemasan yang menembus celah-celah daun pohon pinus. Di area rumah kaca yang terletak di sayap timur mansion, aroma tanah basah dan kelopak bunga yang sedang mekar memenuhi udara.

Baxeena sedang berdiri di depan deretan pot bunga krisan, memegang gunting kebun kecil untuk merapikan dahan-dahan yang mati.

Di sampingnya, Violet duduk di atas bangku kayu bernuansa klasik. Setelah sarapan pagi yang hangat di dapur tadi, hubungan mereka perlahan melunak. Kehadiran Baxeena yang lugas dan tidak pernah memanjakannya dengan kepalsuan membuat Violet merasa aman—sebuah sensasi asing yang tak pernah ia dapatkan dari Katherine–Ibunya.

"Mommy Baxeena..." panggil Violet pelan, jarinya memainkan celah meja kayu.

Baxeena tidak memutar tubuhnya, namun gerakannya memotong dahan melambat. "Ya, Violet?"

Gadis tiga belas tahun itu menarik napas panjang, tatapannya menerawang ke arah deretan tanaman di depannya. "Aku... aku sedang memikirkan hal-hal yang sering Ibu ceritakan padaku dulu."

"Tentang apa?" tanya Baxeena santai, berusaha tidak membuat gadis itu merasa diinterogasi.

"Tentang Ayah," lanjut Violet, suaranya mengalun pelan, polos namun membawa bobot kepedihan yang ditanamkan secara terencana. "Ibu selalu bilang... dulu Ibu adalah satu-satunya cinta yang dimiliki Ayah. Tapi semenjak Ibu melahirkanku, Ayah berubah. Ibu bilang Ayah selalu ditemani oleh seorang wanita jalang yang mengejarnya sejak masa High School."

Deg.

Gunting kebun di tangan Baxeena berhenti seketika. Jemari Baxeena menegang kaku di atas tangkai bunga.

Violet yang tidak menyadari perubahan atmosfer di sekitarnya melanjutkan ceritanya dengan nada datar, seolah sedang membaca dongeng pahit yang diulang-ulang.

"Ibu bilang, Ibu tidak tahu siapa wanita murahan itu, karena selama ini Ayah sangat pandai menyembunyikan selingkuhannya dari publik dan istana. Dan... Ibu bilang, Ibu yang akhirnya memutuskan untuk bercerai dari Ayah karena Ayah selalu menolak Ibu mentah-mentah... dan selalu membandingkan Ibu dengan selingkuhannya itu."

Darah di dalam tubuh Baxeena serasa berhenti mengalir untuk hitungan detik, sebelum mendadak mendidih hebat naik ke kepalanya.

Di balik wajahnya yang dipaksa tetap tenang, Baxeena mengutuk habis-habisan di dalam hati. Demi Tuhan! Cerita sampah bermuatan racun seperti ini dibisikkan kepada anak kandungnya sendiri yang baru berusia tiga belas tahun?! Katherine benar-benar bukan seorang ibu—dia iblis yang berkedok orang tua!

Namun, di tengah kemarahannya pada Katherine, sebuah kesadaran lain menghantam dada Baxeena bagai pukulan godam.

Selingkuhan? Alistair menyembunyikan wanita selingkuhan? Seperti apa pernikahan mereka?

Kepalan tangan Baxeena di balik gunting kebun makin mengetat hingga buku-buku jarinya memutih.

Kebencian dan rasa jijik yang sempat mereda kini mendadak meluap kembali dalam wujud api cemburu dan kemarahan yang membakar jiwa. Wah, sialan kau, Alistair Blackwood! Jadi selama ini kau bukan cuma pria kaku yang terjebak politik, tapi kau benar-benar pria bajingan yang memelihara wanita lain setelah kita berpisah?!

Baxeena meletakkan gunting kebun di atas meja dengan dentang keras yang membuat Violet terkejut. Baxeena memutar tubuhnya, menatap Violet dengan binar mata yang mencoba ditata serekat mungkin agar tidak menakuti anak itu.

"Violet," kata Baxeena, suaranya terdengar begitu dingin dan dalam. "Tetap di sini bersama pengasuhmu. Aku punya urusan mendesak yang harus diselesaikan dengan ayahmu."

Tanpa menunggu jawaban dari Violet, Baxeena berbalik dan melangkah lebar-lebar meninggalkan rumah kaca.

****

Baxeena menerobos koridor utama Cotswolds Estate bagai badai yang siap meratakan apa saja di depannya.

Semua protokol kesopanan, aturan etiket kerajaan, dan keanggunan formal yang biasanya ia jaga ketat mendadak lenyap tanpa bekas. Amarah dingin seorang wanita Los Angeles yang merasa dibodohi sepenuhnya mengambil alih.

Dua orang perwira pengawal yang berdiri di depan pintu ruang kerja pribadi Alistair sempat bermaksud membungkuk hormat, namun Baxeena langsung mendorong pintu kayu ek tebal itu hingga membentur dinding dengan suara ledakan yang nyaring.

BRAK!

Di dalam ruangan berpanel kayu gelap itu, Alistair sedang berdiri di depan meja kerjanya, memegang cangkir kopi sembari memeriksa peta kekuatan militer bersama seorang ajudannya. Suara dobrakan pintu yang dihantamkan Baxeena membuat ajudan itu refleks memegang sarung senjatanya, sementara Alistair menaikkan alisnya dengan raut terkejut.

"Keluar," desis Baxeena tajam, menunjuk pintu dengan jarinya tanpa menatap sang ajudan.

Ajudan militer itu melirik Alistair, meminta petunjuk. Alistair memberi isyarat pelan dengan lambaian tangannya. "Tinggalkan kami, Kapten."

Ajudan itu membungkuk cepat dan tergesa-gesa keluar dari ruangan, menutup pintu rapat-rapat di belakangnya, meninggalkan Alistair dan Baxeena di dalam ketegangan yang mendidih.

Alistair meletakkan cangkir kopinya di meja. Wajahnya kembali kaku, mencoba membaca situasi. "Baxeena... ada apa? Apa yang terjadi di—"

"Apa benar Katherine yang meminta cerai dari pernikahan kalian?!" potong Baxeena tanpa basa-basi, melangkah maju hingga berhenti tepat di depan meja mahoni Alistair. Matanya memancarkan amarah yang siap meledak.

Alistair tertegun. Kerutan di dahinya makin dalam mendengarkan pertanyaan yang terlempar begitu tiba-tiba tanpa konteks. Ia menatap Baxeena dengan raut kebingungan yang nyata.

"Apa?" tanya Alistair pelan. "Siapa yang mengatakan hal konyol itu padamu?"

"Jawab saja pertanyaanku, Alistair Blackwood!" seru Baxeena, suaranya meninggi, menolak diperlakukan dengan diplomasi kaku. "Apakah wanita itu yang meminta cerai darimu karena kau menolaknya dan memelihara selingkuhan mu selama kalian menikah?!"

Alistair memejamkan matanya sejenak, menghela napas panjang yang sarat akan kelelahan jiwa. Pria itu melangkah mengitari meja kerja, mendekati Baxeena dengan gerakan yang tenang namun tegas.

"Tidak ada yang meminta cerai secara emosional seperti cerita fiksi itu, Baxeena," ujar Alistair, suaranya bariton, bernada lurus tanpa ada kebohongan yang tersisa. "Pernikahanku dengan Katherine adalah aliansi politik murni yang dirancang oleh dewan dinasti. Sejak awal, ada kertas tertulis bahwa setelah Violet lahir dan aliansi finansial keluarga Desmon selesai, kami memang harus berpisah secara hukum. Tidak ada perselisihan soal 'permintaan cerai' di antara kami."

Baxeena menyilangkan tangannya di dada, menyunggingkan senyum sarkastik yang amat beracun. "Oh, benarkah? Lalu bagaimana dengan bagian 'selingkuhan' yang kau sembunyikan dengan sangat rapi itu? Kau tidak pernah—"

"Aku tidak pernah apa, Baxeena?!" potong Alistair tiba-tiba.

Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, Alistair menaikkan nada suaranya.

Ketenangan kaku dan topeng formalitas Pangeran Kerajaan yang selalu ia pakai mendadak runtuh sepenuhnya. Matanya yang biasanya dingin kini memancarkan kepedihan, amarah, dan penderitaan mentah yang selama bertahun-tahun ini ia kunci di dasar jiwanya.

"Aku tidak pernah menyentuhnya selama pernikahan kami!" tegur Alistair, suaranya bergetar hebat di dalam ruangan yang hening itu.

Baxeena membeku di tempatnya.

Alistair melangkah dua tapak lebih dekat, memangkas jarak di antara mereka hingga ia bisa menatap tepat ke dalam iris mata Baxeena. Dadanya yang tegap naik turun secara tidak teratur, napasnya memburu.

"Satu malam kesalahan di masa lalu bukan berarti aku akan melakukannya berulang-ulang setelah pernikahan konyol itu!" seru Alistair, suaranya parau, tercekik oleh rasa bersalah yang teramat dalam. "Demi Tuhan, Baxeena... malam itu aku dijebak!"

Kalimat malam itu aku dijebak merayap bagai sengatan listrik di dalam benak Baxeena.

"Apa... apa maksudmu?" bisik Baxeena, suaranya mendadak melunak, goyah oleh emosi mentah yang dipancarkan Alistair.

Alistair mengepalkan kedua tangannya di samping tubuhnya, meremas udara seolah mencoba menahan kehancuran dirinya sendiri. Air mata penyesalan yang tak pernah ia perlihatkan pada siapa pun di dunia ini kini menggenang tipis di pelupuk mata hazel-nya.

"Malam pesta itu..." bisik Alistair, suaranya merendah, memecah ketegangan menjadi kepedihan yang meluas. "Katherine dan politik keluarganya mencampurkan racun penenang dan halusinogen ke dalam minumanku. Aku benar-benar tidak sadar saat dibawa ke kamar hotel itu, Baxeena..."

Baxeena menahan napasnya. Pikirannya mendadak berputar hebat kembali ke masa lalu paling kelam dalam hidupnya—hari di mana Alistair Bahkan menangis meminta maaf karena berada dalam kamar hotel bersama seorang wanita, dan mereka sama-sama hancur.

"Di dalam kesadaranku yang buram malam itu..." Alistair melanjutkan, suaranya bergetar hebat, menahan tangis yang menyiksa tenggorokannya, "...aku melihat dirimu. Aku mengira kau telah kembali dari Los Angeles untuk merayakan ulang tahunku bersama. Aku memanggil namamu, Baxeena! Aku memeluknya karena aku pikir dia adalah kau!"

Jantung Baxeena berdegup begitu kencang hingga dadanya terasa sakit.

"Dan gilanya..." sambung Alistair, menyusutkan jarak hingga ia berdiri tepat di hadapan Baxeena, menatap istrinya dengan keputusasaan yang telanjang, "...setelah aku menyadari bahwa wanita itu bukan kau... aku berusaha keluar dari kamar itu. Tapi Katherine menarikku, membenturkan kepalaku ke sudut meja, dan setelahnya... aku lupa semuanya. Aku tidak ingat apa-apa lagi!"

Alistair menundukkan kepalanya secara mendalam. Bahunya yang tegap meluruh, berguncang pelan oleh keputusasaan yang akhirnya tumpah setelah belasan tahun terendam rahasia kotor dinasti.

"Setelah aku terbangun di pagi harinya..." bisik Alistair lirih, suaranya bagai bisikan dari dalam neraka, "...aku mendapati diriku sendiri dalam jebakan media dan aliansi kotor itu. Dan rasanya... aku sendiri rasanya ingin mati karena telah mengkhianatimu, Baxeena. Aku merasa tidak pantas lagi bernapas atau mengejarmu ke Los Angeles dengan tubuh yang telah dikotori oleh jebakan mereka."

Keheningan yang amat tebal dan menyiksa menyelimuti ruang kerja itu.

Baxeena berdiri terpaku. Seluruh kebenaran yang selama empat belas tahun ini tersembunyi di balik dinding kepalsuan kerajaan akhirnya meledak di depan matanya.

Pria yang selama ini ia benci, pria yang ia anggap sebagai penjahat yang menghancurkan impian masa mudanya... ternyata adalah korban dari konspirasi politik yang sama kotornya.

Tangan Baxeena yang terangkat bergetar tipis di udara. Kebencian yang dipeliharanya bagai perisai baja kini retak dan hancur berkeping-keping, menyisakan duka dan rasa cinta yang tak pernah benar-benar mati di dasar hatinya.

1
Asriani Rini
Demoga biolet bisa membedakan mama yg tulus dan mana yg jahat
Rosdianah 🌷: benar kaa
total 1 replies
nayla tsaqif
Tp ttp aja,, kamu punya ank dr jalang itu pak ali,, jadinya jijik liat kamu bekas jalang,, harusnya baxee janda dulu biar bekas orang jg,, biar impas😩
Rosdianah 🌷: nah iya lagi, harusnya dibikin janda dulu ya🤣🤣🤭
total 1 replies
Adiba Azahra
Haloooo kak izin mengikuti dan nyimak yaaa dari awal hahaha 🙏😁👍 semangat terus pokok nya 😍👍
Rosdianah 🌷: okay ka🫶
total 3 replies
Mia Camelia
ehmm rencana apa sih yg di bikin violet dan katrine 🤔🤔🤔
Mia Camelia
violet baru nonggol udah pingin jitak aja🤣🤣🤣🤣
ayolah baxenna tundukkan si bocil tantrum itu🤭🤭🤭
nayla tsaqif
AJ besanan ama mantan nih,,, 😌
Rosdianah 🌷: wkwkwk🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!