Di hari pernikahannya, seharusnya Leticia menikahi pria yang dicintainya, bukan pria yang terkenal memiliki sifat begitu kejam dan menyeramkan.
Dan Leticia baru menyadari, kalau semua ini permainan dari Ibu dan adik kembarnya yang sejak awal sudah memaksanya untuk memakai penutup mata saat pernikahan berlangsung.
Leticia harus menikahi calon suami sang adik kembar, dan adiknya… Leila menikahi pria yang sangat dicintai oleh Leticia.
Awalnya Letcia ingin mengajukan surat perceraian kepada Maximillan, tetapi pria itu tidak mau dan memaksanya untuk tetap mempertahankan pernikahan yang dari awal sudah salah.
Dan Leticia baru tahu kalau suaminya adalah seorang mafia kejam yang sangat posesif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
Calistha merasa sedikit bersalah kepada putranya, karena sudah mengganggu waktu yang sangat penting. Apalagi sekarang Leticia ikut pulang bersamanya, tidak jadi pulang bersama Max.
“Sayang, nanti kau bujuk Max agar tidak marah ke Mommy ya?” Calistha menatap menantunya yang duduk di belakang.
“Kak Max baik-baik saja, Mom,” ucap Leticia yang memang tidak melihat raut kesal atau marah di wajah suaminya.
“Daddy bisa melihat kalau Max sangat marah tadi,” Daniel yang sedang mengemudikan mobil, ikut membuka suara.
“Tidak apa-apa, kau bisa belajar memahami perubahan Max dengan perlahan. Kalian baru menikah tiga hari dan pasti masih belajar dengan pelan-pelan,” lanjutnya.
Calistha hanya tertawa kecil, karena sang suami kini bisa menjadi penasihat. Biasanya Daniel jarang bicara, kecuali urusan pekerjaan dan juga saat bersamanya.
Wanita paruh baya itu langsung paham, kalau sang suami menerima Leticia dengan baik sebagai menantu mereka.
“Dad, katanya mobilnya sudah datang. Aku sendiri yang akan mengajari Leticia menyetir!” Seru Calistha yang tadi tidak sengaja membaca pesan masuk di ponsel suaminya.
“Iya, kita akan menjemput mobilnya… karna kalau diantar bisa besok,” jawab Daniel yang membuat sang istri menatap ke belakang.
“Sayang, kau sudah siap untuk belajar menyetir mobil? Tenang saja, Mommy akan mengajarimu dengan sangat lembut,” ujar Calistha yang dibalas senyuman manis oleh menantunya.
Calistha merasa gemas melihat wajah menggemaskan menantunya, ia sangat ingin berpindah ke belakang dan memeluk Leticia.
“Andai Vele tidak mirip dengan Daddy, pasti Vele akan menggemaskan seperti Leticia,” Calistha memukul kesal lengan suaminya.
“Gen-ku memang sangat kuat, jadi jangan menyalahkanku!” Kata Daniel sambil menarik tangan sang istri dan membawanya ke bibir untuk dikecup.
Leticia yang sejak tadi memperhatikan keduanya, sedikit terkejut dengan perlakuan Daniel kepada Calistha. Dan ia baru menyadari kalau sikap Max menurun dari sang daddy.
Apa aku bisa seperti mereka, jika nanti aku benar-benar jatuh cinta sama Kak Max?
Leticia jadi penasaran dengan perasaannya sendiri. Apalagi ia merasa bahagia memiliki suami yang begitu pengertian seperti Max.
“Leticia kenapa melamun?” Tanya Calistha yang menyadarkannya kalau mereka sudah sampai di tempat tujuan.
“Tidak ada, Mom,” jawab Leticia dengan senyuman tipisnya.
Calistha mengajaknya untuk turun, menyusul Daniel yang sudah berada di dalam. Leticia juga ikut turun dan perempuan itu langsung digandeng oleh Calistha untuk masuk ke dalam.
“Kau juga bisa melihat-lihat mobil di sini, siapa tahu ada yang cocok denganmu,” bisik Calistha yang membuat pandangan Leticia langsung tertuju pada beberapa mobil mewah yang ada di sana.
Namun saat matanya tertuju pada mobil yang dibelikan Daniel, ia tidak bisa menahan senyuman senangnya. Itu adalah mobil impiannya dan sekarang Leticia bisa mendapatkan mobil itu sebagai hadiah pernikahannya.
“Suka sama hadiahnya?” Tanya Daniel sambil menyerahkan kunci mobil yang sudah menjadi milik menantunya.
Leticia hanya menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat, ia seakan kesulitan untuk mengucapkan kata terima kasih saja… sebab hadiah dari Daniel begitu berharga.
“Ayo kita coba!” Calistha menarik tangan sang menantu untuk melihat-lihat isi mobilnya.
“Mom, ini sangat berlebihan… apa aku pantas mendapatkan hadiah seperti ini?” Tanya Leticia saat mereka berada di dalam mobil barunya.
“Sebenarnya ini masih belum seberapa, masih ada hadiah lain dari Daddy… tapi bukan sekarang waktunya kau mengetahui hadiah yang lebih bagus dari mobil ini.”
“Aku sampai tidak bisa mengatakan kata terima kasih, karena terlalu senang mendapatkan mobil yang selama ini hanya bisa aku mimpikan,” jujur Leticia dengan mata yang mulai memerah.
Namun perempuan itu tidak menangis, karena air matanya sudah banyak keluar.
“Itu artinya setiap mimpimu akan menjadi kenyataan,” ucap Daniel yang entah sejak kapan sudah berada di sisi mobil dan pria paruh baya itu juga mendengar semuanya.
“Daddy, terima kasih banyak atas hadiahnya,” ucap Leticia dengan begitu tulus.
Daniel terkekeh pelan dan mengusap puncak kepala sang menantu. “Terima kasihnya bisa diganti dengan cucu yang menggemaskan, Daddy akan menunggu kabar baik itu!”
...***...
Leticia sangat lelah, karena belajar menyetir mobil bersama Calistha. Namun rasa lelahnya bisa terbayarkan, sebab Leticia sudah bisa menyetir mobil.
“Kak Max masih belum pulang?” Perempuan itu melihat ke arah jam, sudah jam sembilan malam dan suaminya belum pulang.
Leticia akan menunggu suaminya di ruang tamu, seperti kemarin. Ia juga sudah menyiapkan makan malam untuk suaminya, karena takut Max tidak sempat makan malam… meskipun menu makan malamnya dibuat oleh Koki.
Suasana Mansion memang sangat sunyi, karena semua pekerja sudah beristirahat… kecuali para penjaga yang bertugas menjaga keamanan Mansion.
Ting!
Leticia keluar dari lift dan pandangannya langsung menyapu lantai satu yang benar-benar sepi.
“Permintaan Daddy sama Mommy sama, mereka mengingkan seorang cucu,” perempuan itu menggigit bibir bawahnya, saat mengingat kembali permintaan Daniel dan Calistha.
Leticia akan merasa sangat jahat kalau tidak mengabulkan permintaan mereka, tetapi ia masih belum siap… karena hatinya masih belum tertuju pada Max, meskipun sudah ada sedikit rasa suka dengan pria itu.
“Belum tidur?” Suara Max mengejutkannya.
Leticia ternyata sejak tadi masih berdiri di depan lift sambil melamun, perempuan itu memejamkan matanya… saat sang suami mengecup keningnya.
“Di garasi ada mobil baru, itu hadiah dari Daddy?” Tanya Max sambil melepaskan dasi yang sudah tidak beraturan itu.
Leticia segera membantu suaminya, “Iya, tadi aku juga sudah belajar menyetir dengan Mommy.”
“Apa sekarang kau sudah bisa menyetir?” Tanya pria itu sambil menarik lembut tangan istrinya untuk masuk ke dalam lift.
“Sudah, tapi masih sedikit kaku. Eh, Kak Max tidak mau makan malam dulu?” Tanya Leticia yang baru sadar kalau suaminya belum makan malam, saat lift sudah tertutup.
“Aku mau mandi dulu, baru nanti makan. Tadi juga sempat beli makanan, jadi perutku masih sedikit kenyang,” jawab pria itu sambil memainkan rambut panjang istrinya.
“Aku akan menyiapkan makan malam, saat Kak Max mandi,” ucap Leticia sambil menatap wajah suaminya yang tampak lelah.
“Pekerjaan di kantor bagaimana? Apa sudah selesai semua?” Perempuan itu tidak tahu harus menanyakan apa, jadi ia menanyakan masalah pekerjaan.
“Belum, masih ada yang belum sempat diselesaikan,” jawab Max, sebelum menarik tangan istrinya untuk keluar dari lift yang berhenti di lantai empat.
“Daddy pasti meminta imbalan, jadi apa yang Daddy minta kepadamu?” Tanya pria itu, saat mereka berada di dalam kamar utama.
Leticia tidak langsung menjawabnya, ia masih menatap punggung suaminya yang tengah melepaskan kancing kemejanya. Max yang tidak mendapatkan jawaban dari sang istri, langsung membalikkan tubuhnya dan…
“Kak Max mesum!” Pekik Leticia saat melihat dada keras suaminya di balik kemeja biru itu.
Bersambung!
🌹🌹🌹☺️
🌹🌹🌹❤️❤️❤️☺️