NovelToon NovelToon
Aku Menyerah!

Aku Menyerah!

Status: tamat
Genre:Pelakor jahat / CEO / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Brilliante Brillia

Ayra menjalani pernikahan yang tidak pernah benar-benar ia inginkan. Menikah karena perjodohan, ia berusaha menjalani perannya sebagai istri dengan sebaik mungkin. Dan kehamilan yang datang kemudian, justru membuatnya berusaha lebih kuat, meski pernikahan itu perlahan menunjukkan sisi gelapnya.

Saat mengetahui Rayyan mendua, Ayra tidak mendapat pembelaan apa pun. Suaminya justru lebih memilih wanita itu dibandingkan dirinya yang sedang mengandung. Tekanan batin yang berat membuat Ayra mengalami keguguran. Kehilangan anaknya menjadi pukulan terbesar dalam hidupnya.

Dikhianati, disudutkan, dan tidak lagi dihargai, Ayra akhirnya sampai pada titik lelah. Ia menyerah, bukan karena kalah, tetapi karena tak ingin menyia-nyiakan hidupnya untuk bertahan dalam hubungan toxic.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Brilliante Brillia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pesona Bos Baru

Ayra dengan sopan meraih belanjaan Eugenia dan menentengnya di tangan yang satunya.

"Berat nak, biar ibu saja." Kata Eugenia merasa tidak enak.

"Nggak apa-apa Bu, saya kuat kok."

"Kamu masih sekolah?" Tanya Eugenia. Ayra terdiam. Dia ragu untuk menjawab. Tapi kalau tidak dijawab, tidak sopan juga.

"Seharusnya sekarang saya sudah lulus sarjana, Bu. Tapi karena saya keburu menikah dan hamil, akhirnya saya ambil cuti dulu."

"Oh, kamu sudah menikah. Tapi nggak kelihatan. Kamu masih seperti anak ABG." Ucap Eugenia dengan tatapan kaget.

"Ah, Ibu bisa saja. Saya jadi malu."

Ayra tertunduk sambil terus berjalan mengikuti langkah Euginia.

Tak terasa perjalanan mereka sudah tiba di tempat mobil Eugenia diparkir. Sang sopir dan seorang bocah laki-laki tampan keluar dari mobil.

"Tante cantik..." Pekiknya sambil menghambur ke arah Ayra dan memeluk kaki wanita itu.

"Loh, Kenzie? Kok ada di sini?" Tanyanya kaget, sambil menurunkan kresek belanjaan ke lantai hotmix parkiran. Lalu berjongkok dan memeluk balik anak itu.

"Kenzie, cucu saya." Kata Euginia tersenyum haru. Tidak biasanya Kenzie seantusias itu pada orang lain.

"Oh, ya Allah... ternyata benar dunia itu sempit." Kekeh Ayra sambil geleng-geleng kepala, seakan nggak percaya dengan kejadian ini.

"Ibu juga kaget saat tadi kamu menyebut namamu Ayra. Ibu pikir, tidak mungkin ini Ayra yang dibicarakan Kenzie. Tapi ternyata benar." Ujar Eugenia membuat tawa di antara mereka pecah dengan aura kebahagiaan.

"Tante, dede bayinya mana? Kok pelut Tante nggak gendut lagi?" Tanya bocah polos itu sambil mengusap perut Ayra pelan. Raut wajah Ayra langsung berubah.

"Dede bayinya sudah pergi ke surga, sayang." Jawab Ayra pelan. Suaranya bergetar dan matanya mulai berembun. Melihat itu Eugenia langsung meraih tangan Ayra dan meremasnya lembut, seakan ingin menyalurkan kekuatan.

"Sama dong sama Mama Tia, mamanya Kenzie udah ke sulga sama ade bayi."

Diusapnya lembut lepala bocah itu, sambil menoleh pada Eugenia dan diangguki wanita bule itu.

"Ya sudah, ayok kita pulang. Ayra kamu bawa kendaraan sendiri?"

Ayra menggeleng. "Saya naik ojek, Bu."

"Kalau begitu, kamu ikut kami. Kita akan anterin kamu pulang."

Tanpa menerima penolakan, Eugenia langsung menarik lembut tangan Ayra ke arah pintu mobil di jok belakang. Akhirnya mau nggak mau Ayra menurut dan masuk ke dalam mobil mewah itu. Ingin menolak pun dia merasa tidak enak karena Eugenia bersikap tulus padanya.

***

"Stop Pak, di depan. Itu rumah saya." Kata Ayra sambil menunjuk rumah yang cukup besar tapi bangunannya masih bergaya kuno. Maklum, semenjak Ayahnya meninggal sepuluh tahun lalu, rumah itu belum pernah direnovasi. Palingan hanya diperbaiki bagian yang bocornya saja.

"Kok lumahnya beda lagi Tante?" Celetuk bocah tampan yang duduk di tengah, antara Ayra dan Euginia, dengan aksen cadelnya. Ingatannya yang tajam bisa membedakan antara rumah ini dengan rumah Rayyan, saat dulu ia dan ayahnya mengantarkan Ayra pulang

"Iya Kenzie, ini rumah peninggalan mendiang orangtua Tante. Kalau yang dulu, itu rumah suami Tante."

"Oh Tante pindah ke lumah ini?"

Ayra hanya tersenyum sambil mencubit gemas pipi cabi yang memiliki dua lesung pipi seperti Zavian itu. Lalu menganggukkan kepalanya.

"Mari Bu, mampir dulu." Ajaknya pada Euginia.

"Apa boleh?"

"Tentu saja." Ayra terkekeh, lalu keluar dari mobil lebih dulu. Sementara pintu di sebelah Euginia dibukakan sang supir.

"Kamu tinggal sendiri di sini, nak?" Tanya wanita patuh baya itu saat Ayra memutar kunci tumahnya.

"Iya Bu." Jawab Ayra singkat. Lalu mempersilahkan kedua tamunya masuk.

"Suamimu tugas di luar kota, ya?" Tanya Euginia lagi setelah mereka duduk di sofa ruang tamu dan Ayra sudah menyajikan minuman.

Sesaat Ayra menunduk, lalu menatap wanita paruh baya itu dengan wajah yang terlihat sendu.

"Saya..." Suara Ayra menggantung di udara. Bibirnya terasa kelu dan kalimat yang ingin dia ucapkan seakan tercekat di tenggorokan.

"Jangan dipaksakan nak, tidak usah dijawab jika itu akan membuat suasana hatimu menjadi tidak enak." Kata Euginia bijak.

"Oh iya, ngomong-ngomong, kamu dan Kenzie ketemu di mana sih? Papanya sampai pusing, karena dia terus merengek minta ketemu kamu."

Euginia segera mengalihkan pembicaraan dan berusaha mengembalikan suasana ceria tadi.

"Kami bertemu di supermarket dan saat itu saya sedang hamil menginjak lima bulan..."

Ayra pun menceritakan pertemuan mereka, saat ia tengah berbelanja dan nyaris tertabrak Kenzie yang tengah berlarian. Tapi tentu saja tanpa menceritakan kalau iapun memergoki suaminya dengan selingkuhannya di sana. Bagian itu sengaja tidak ia ceritakan, karena itu aib. Apalagi Euginia orang yang baru dikenalnya.

Sambil mengobrol mereka tertawa-tawa karena ditimpali celotehan dan tingkah Kenzie yang menggemaskan.

Benar saja, Euginia berhasil mengembalikan suasana hati Ayra yang tadi sempat tidak enak.

Tanpa terasa, sudah lebih dari satu jam mereka mengobrol dan akhirnya Euginia berpamitan pulang karena ia harus menyerahkan belanjaannya untuk dimasa para asisten rumah tangganya untuk makan siang.. Meski Kenzie sempat menolak, tapi karena dijanjikan nanti akan main lagi ke rumah itu bersama ayahnya, bocah itu pun akhirnya menurut.

***

Suasana di setiap departemen kantor ADW Group mendadak berubah menjadi riuh rendah tak lama setelah Zavian Zovano Adiwilaga meninggalkan aula serbaguna. Hampir di setiap meja, topik pembicaraannya seragam, seberapa tampan dan dinginnya bos baru mereka.

"Gila, aura Pak Zavian beda banget ya? Baru lewat aja hawanya langsung kayak di kutub, dingin tapi bikin penasaran!" celetuk salah satu staf admin sambil memperbaiki riasan wajahnya yang sebenarnya sudah tebal.

Sementara itu, Liztha berjalan menyusuri koridor menuju departemen keuangan dengan langkah yang sengaja dibuat lebih anggun. Ia sempat berpapasan dengan beberapa rekan kerjanya, namun pikirannya tertuju pada satu target. Ia tahu, pria seperti Zavian tidak akan bisa ditaklukkan hanya dengan senyuman manis biasa.

"Liz, kamu lihat kan tadi cara dia menatap? Tajam banget!" bisik salah seorang teman sejawat Liztha saat mereka berada di depan mesin kopi.

Liztha hanya tersenyum tipis, menyesap kopinya perlahan.

"Tatapan seperti itu justru yang paling menyenangkan untuk dijinakkan," jawabnya dalam hati.

Di sisi lain, Rayyan terlihat lebih tegang dari biasanya. Sebagai manajer keuangan, ia tahu betul bahwa di bawah kepemimpinan Zavian, segala sesuatunya akan menjadi lebih ketat. Ia sibuk merapikan beberapa laporan di mejanya, berusaha tetap terlihat profesional meski kabar pembahasan tentang "pesona" CEO baru itu terus berdenging di telinganya. Dan kelhawatiran yang mengusik hatinya, jika Lizrha pun akan tergoda pesona sang CEO.

Sementara itu suara langkah kaki yang tegas terdengar di koridor utama. Seketika itu juga, semua percakapan berhenti. Para karyawan yang tadinya berkerumun mendadak kembali ke kursi masing-masing dan pura-pura sibuk dengan layar komputer mereka.

Zavian melintas begitu saja tanpa menoleh ke kiri atau kanan, diikuti asistennya yang membawa tumpukan dokumen. Hanya aroma parfum maskulin yang mahal yang tertinggal di udara, cukup untuk membuat para staf wanita menahan napas selama beberapa detik.

"Hari pertama saja sudah begini, bisa-bisa produktivitas kita turun karena semua orang sibuk curi-curi pandang ke ruang CEO," gumam salah satu staf pria yang merasa tersaingi.

Sore itu, suasana kantor mulai sepi, tapi tidak dengan pikiran Liztha. Saat sedang merapikan meja kerjanya, sebuah pengumuman muncul di layar komputer. Semua manajer dan perwakilan dari tiap departemen diminta berkumpul di ruang rapat besok pagi jam delapan tepat untuk rapat perdana bersama CEO baru.

"Besok adalah harinya," gumam Liztha dengan senyum penuh arti. Ia sudah menyusun rencana di kepalanya. Baginya, rapat besok bukan sekadar urusan pekerjaan, tapi panggung untuk menarik perhatian Zavian.

1
antha mom
keren 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Nurlisa
cerita nya bagus Thor, sempet ke hapus aplikasi ini jadi baca dr awal🤭
antha mom
judul novel "aku menyerah" tapi yang dibaca serasa film action yang pemeran utama nya Marissa 🤣🤣
Brilliante Brillia: itu berarti anda tidak memahami isinya. 🤣🤣
total 1 replies
Suhadi
thor, jangan bikin nama sama thor, kirain Marissa si pengacara sama orangnya sama adik ipar zavian..
Suhadi
nggak apa lah jdi janda muda, toh udah dapat duit..buat cari laki baru, kamu yg bodoh Rayyan...😄😄😄🤭🤭
Suhadi
suka perempuan pintar kayak gini, drpd yg meninggalkan rumah tanpa bawa apa2, cuma bawa daster rombeng karna harga diri, bravo ayra...💪💪
Lendra
ceritanya bagus, tapi tidak semua tokoh ahirnya diceritakan. seperti rayyan dan anindya ahirnya seperti apa, ibu, ayah serta adik2nya rayyan, tapi keseluruhannya aku suka
Inooy
ini cerita bagus banget klo menurut aq, kenapa?? karena ini novel perdana bagi ka othor tp udh bagus bangeeett...👍👍
kebanyakan nya novel perdana yg pernah aq baca, hampir 75% amburadul, selain alur nya loncat2 banyak bertebaran typo yg bikin kepala puyeng..d tambah terkadang cerita nya suka kluar jalur....
tp yg iniiii,,bintang 5 rasa nya kurang utk sekelas novel perdana..cerita nya bagus, alur nya jelas minim typo lg pokok nya totalitas bgt cerita nya,,dn yg bikin aq suka bangeeett..cerita generasi selanjut nya d bikin satu novel, g kaya novel2 lain yg suka bikin cerita tersendiri..yg terkadang bikin aq males baca nya....😁
dengan cerita sebagus ini, aq curiga nih kaka othor nya lulusan bahasa ato penulis prof...🤭

makasih banyak2 kaka udh bikin karya sebagus ini, aq benar2 terhibur walaupun d bikin tegang dengan kesadisan nya 😁
sukses teroos y kaa dn semangat teroos bikin cerita2 indah nya 💪🙏❤️❤️❤️❤️❤️
Inooy
akhir nya tamat jg!!!
aq suka banget cerita nya, d awal aq pernah mengatakan klo nih cerita baru aq temuin karena tokoh utama nya seorang praktisi hukum..ternyata ini novel kedua


aq yg cerita nya beda dengan novel kebanyakan, yg pertama aq baca yg punya nya ka Icha..maaf y ka Ichaaa 🙏🤭
Brilliante Brillia: kl itu gak tau
total 3 replies
Inooy
koq aq ngebayangin Kenzie itu bocil imut yg jatuh hati ama mama Ayra 🤭..aq selalu gagal fokus d saat Kenzie panas2an ama Alara 😁

sumpah ka othor..otak aq g bisa d ajak kerjasama niih klo urusan nya ama Kenzie yg skarang 😂
Inooy
baru kemarin Kenzie manggil Ayra tante cantik,,skarang udh sah jd suami wanita cantik....
hidup g ada yg tau, kemarin Kenzie masih manja2an ama mama Ayra..masih suka ngintilin mama Ayra, skarang udh harus bertanggung jawab akan hidup seorang wanita cantik yg berpredikat istri.....
sebelum predikat mu berubah jd seorang suami,,tingkah mu terkadang nyeleneh..skarang jadilah seorang suami yg penuh tanggung jawab, contohlah papa Zavian,,skalipun banyak wanita cantik yg menggoda..tp hati papa Zavian hanya utk mama Ayra....

seneng nya aq, akhir nya Kenzie mendapatkan wanita selevel mama Ayra 🥰
Inooy
devinisi wanita g bersyukur kamu mah Sheer, hidup harus selalu d atas, kerjaan nongkrong d kafe dn shooping, tiap hari foya2 g mo ngebantu kerjaan suami...🤦‍♀️
sejelek jelek nya celengan semaaar, uups!!! dia itu suami mu Sher..kamu bisa hidup enak jg karena Gagah walaupun d jadiin istri yg k-3,,tp setidak nya kamu g terlunta lunta d jalanan..apalagi kamu jg udh d pecat ama Kenzie, lagian biarpun celengan semar dia g perhitungan lhoo,,yg penting kamu jd istri penurut!!

emg y klo dasar nya sombong dn suka ngerendahin orang, d kasih celengan semar jg g bersyukur,,padahal dia bisa memenuhi smua kebutuhan mu Sher..apalagi klo kamu nya penurut, kamu bisa jd kesayangan nya celengan semar lhoo 🤭
Inooy
gitu dong Aal,,jangan pernah menolak pria yg benar2 tulus terhadap qta..apalagi kluarga nya menyambut qta dengan tangan terbuka tanpa meliat dr mana qta berasal...dengan kamu menerima Kenzie, k depan nya kamu bakalan bahagia 🥺

inilah buah dr kesabaran mu Al,,Kenzie yg jatuh cinta ama kamu tanpa syarat..kluarga nya pun mo menerima kamu tanpa melihat status kamu...bonus nyaaa, Kenzie bukan pria sembarangan!!!
Ds Phone
akhir nya dapat jumpa ibu nya
Ds Phone
muking betul itu anak nya
Ds Phone
berlagak lagi dalam hidup
Yunita Sophi
klo dulu jujur apa kamu masih mau manerima Ayra...
Ds Phone
kena lah terima
Ds Phone
semua nya jadi tongan terbalik
Ds Phone
dia betul betul buat apa yang di acakap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!