NovelToon NovelToon
Mertua Dan Menantu

Mertua Dan Menantu

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Cinta Terlarang / Romansa / Tamat
Popularitas:399.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: LaQuin

Lyra mencoba untuk bertahan meski ia terluka oleh kenyataan pahit yang baru saja ia ketahui setelah 6 bulan lamanya. Suami tercinta tega menduakan cintanya dan bermain api dengan Ibunya sendiri.

Rumah Tangga seumur jagung bagai neraka untuk Lyra. Lantas bagaimana ia harus menghadapi situasi ini?

Baca kisahnya yuk readers...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30. Pulang Dadakan

Bab 30. Pulang Dadakan

(POV Author)

Lyra masih pingsan ketika di bawa ke klinik. Bertepatan dengan itu, handphone-nya berdering dengan nama 'Onta Jago' tertera di layarnya.

"Di kata Abang onta ayam Jago apa?!" Ejek Mita kemudian mengangkat panggilan itu.

"Assalamualaikum Cil."

"Waalaikumsalam, Gue Mita Bang."

"Lah Bocil mana Mit?"

"Lagi tepar Bang, di klinik. Masih belum sadar juga. Ini lagi di infus. Tadi habis kejar-kejaran sama suaminya dikampus. Terus Ndoro terjatuh, eh tahu-tahu pingsan. Kata dokter kelelahan, kurang istirahat." Jelas Mita tanpa jeda.

"Terus suaminya dimana sekarang?"

"Tadi itu suaminya berantem sama cowok yang demen ma Ndoro. Mungkin sekarang lagi di kantor Polisi, karena tadi beberapa mahasiswa lain ikut melerai."

"Oke tetap jagai Lyra dulu ya Mit, mungkin Abang sampe Jakarta malam nanti."

"Lah, nggak jadi besok Bang?"

"Dipercepat. Oke Mit, ntar kabari lagi aja kalau ada apa-apa. Abang siap-siap dulu. Assalamualaikum..."

"Waalaikumsalam... Untung Lo nemu ayam Jago coba kalau Lo nemu ayam kampus, ikutan dijual Lo ntar." Ujar Mita kepada Lyra yang baru saja mengerjapkan matanya, sadar dari pingsan.

Lyra tidak menanggapi, ia sibuk mengingat apa yang terjadi terakhir kali. Lalu ia baru menyadari keberadaannya setelah mengamati seisi ruangan yang serba putih serta bau khas obat-obatan.

"Lo belum pindah alam, tenang aja." Ujar Mita mendekat lalu memberikan handphone Lyra kepada pemiliknya.

"Tadi Onta Jago Lo nelpon, katanya ntar malam sampai di Jakarta." Ujar Mita kembali.

Belum juga kondisi Lyra fit sepenuhnya, ia harus kembali cemas memikirkan bagaimana nanti Umi si Abang ontanya melihat dirinya yang tinggal di rumah anaknya.

"Lo kok pucat lagi?"

Lyra menggeleng pelan dan membuang napas berat.

"Abang akan datang sama orang tuanya nanti."

Pada akhirnya Lyra menceritakan apa yang menjadi kegelisahan hatinya kepada Mita.

"What?! Apa mereka mau ngelamar Elo?"

"Ish, mana mungkin Abang mau memperistri Gue yang masih sah bini orang."

"Terus?"

"Gue takut di usir sama Uminya Abang. Tadi malam Vc-an, Umi nya ngeliatin. Terus katanya, kok kayak kenal sama ruangan di belakang Gue. Selama ini Gue tinggal di Apartemen Abang tanpa sepengetahuan orang tuanya. Jadi karena itu Gue kepikiran dan nggak bisa tidur."

"Ampun Ndoroooo, itu aja Lo pusingin. Kalau Lo nggak boleh tinggal di Apartemen Abang, kita ngekos aja tinggal berdua, bereskan."

"Gue nggak mau ngerepotin Elo terus Tong. Selama ini Lo sering bantu keuangan Gue."

"Jangan nggak nyaman sama Gue, kalau Lo merasa berat anggap aja Lo lagi minjem sama Gue. Gue nggak nagih, kapan waktu Lo bisa bayar ya bayar. Kalau nggak pun nggak apa-apa." Tegas Mita.

"Ya udah, Gue anggap pinjem ya. Ntar kalau Gue dah kerja, Gue ganti."

"Terserah Lo. Gue nggak akan nagih. Lo udah enaknya belum?"

"Gue pengen istirahat di Apartemen Abang aja, kalau udah bisa pulang." Pinta Lyra.

"Pasti bisalah. Bentar, Gue bilang dulu sama perawatnya." Ujar Mita.

Mita mendekati perawat yang bertugas. Lalu mengatakan kalau Lyra ingin pulang saja mengingat kondisinya pun sudah membaik.

Setelah membayar biaya perawatan, Lyra dan Mita akhirnya pulang ke Apartemen. Ke duanya duduk di sofa ruang tamu.

"Tong, gimana kalau besok Mas Andi datang lagi nyariin Gue?"

"Mau nggak mau kita ngumpet-ngumpet besok. Nggak mungkin juga kan dia buat huru hara di kampus berulang-ulang."

"Semoga aja besok dia nggak datang ke kampus." Gumam Lyra seakan melemah dengan membayangkan jika besok Andi akan datang lagi mencarinya.

"Kita pesan makanan aja ya? Gue mager mau masak." Ujar Mita.

"Serah Lo deh."

Mita mengutak atik hapenya di sebuah aplikasi online berlogo hijau yang sempat dipakai seorang selebriti ternama untuk bertukar pesan dengan selingkuhannya.

Kedua wanita itu merebahkan diri di sofa sambil menunggu pesanan mereka tiba.

"Ndoro, gimana kalau setelah makan kita masak yang enak buat nyambut ortunya si Abang. Siapa tahu hatinya luluh dan Lo nggak di usir dari sini."

"Eh, iya ya. Boleh juga tuh ide."

Wajah Lyra yang kusut mendadak seperti mendapat angin segar atas ide yang diberikan Mita. Ia pun mengeluarkan handphone-nya dari dalam tas, dan mengirimkan pesan kepada Teguh, untuk memastikan jam berapa lelaki itu akan tiba di Apartemen.

Lyra : Assalamualaikum, Abang. Kata Mita Abang hari ini pulang?

Lyra meletakkan handphone-nya di atas perutnya karena pesan yang di kirim masih berwarna abu-abu walau centang 2.

Sambil melamun memikirkan menu apa yang akan di masak nanti, notif pesan yang ia tunggu berbunyi. Lyra segera membaca isi pesan itu.

Teguh : Waalaikumsalam, Cil. Abang udah di bandara, siap-siap cek in, pulang ke Jakarta.

Deg, benar apa yang di katakan Mita kalau Teguh akan pulang hari ini. Entah mengapa Lyra merasa berdebar menantikan kepulangan Teguh.

Lyra : Ortu Abang jadi ikut?

Teguh : Jadi Cil. Sudah dulu ya. Abang mau naik pesawat sekarang.

Lyra : Oh, oke Bang.

Lyra meletakkan handphone-nya di dada sambil membuang napas seolah-olah ia sedang membuang beban yang cukup berat.

***

Sementara itu, di rumah orang tua Lyra.

Luka lebam di pelipis, pipi serta di dekat bibir Andi, sedang di obat Kamila. Lelaki itu sedikit meringis ketika Kamila menyentuh bagian luka yang berdarah akibat bogem brutal dari Baim, teman kampus Lyra dan Mita.

"Kenapa bisa begini?" Tanya Kamila prihatin.

"Akan aku balas anak cunguk itu!"

"Apa kamu nggak melaporkannya ke pihak berwajib?"

"Teman-temannya semua bersaksi aku berbuat kasar pada Lyra, dan dia beralibi menyelamatkan Lyra. Ah, sial!" Umpat Andi geram.

"Jadi kalian berdamai gitu saja?"

"Aku sudah menyatakan aku suaminya, tapi tetap saja aku disalahkan."

"Kita harus mencari cara agar dia mau kembali."

Kamila tampak berpikir sejenak.

Pasti tidak akan mudah meminta Lyra untuk kembali kerumah itu. Apalagi merek telah menorehkan luka yang sangat dalam bagi Lyra.

"Pasti ada yang bisa membuat anak itu kembali." Ujar Kamila yakin meski ia belum menemukan caranya.

"Pengacara itu masih belum tahu bukan?" Tanya Andi.

"Iya. Sampai saat ini masih berjalan normal. Jatah bulanan Lyra baru saja masuk ke rekeningku." Ujar Kamila tersenyum.

"Baguslah. Ayo kita lupakan masalah ini sejenak. Aku butuh hiburan." Ujar Andi dan Kamila tahu apa maksudmya.

Wanita itu terkekeh.

"Bukankah kamu sedang tidak fit?"

"Ck! Kamu meremehkanku. Hanya wajah dan tubuh yang lebam sedikit. Tapi dia nggak terluka sedikitpun. Bahkan dia sudah mulai bangun. Kamu mau lihat?"

Lagi-lagi Kamila terkekeh.

Andi tidak tahan untuk menunggu jawaban Kamila. Ia langsung membuka celana panjangnya yang mulai terasa sesak.

Benar saja, sesuatu yang dikatakan Andi itu tampak berdiri tegak. Tanpa malu dan ragu, Kamila mendekat lalu memanjakannya. Andi melenguh menikmati permainan Kamila.

Bersambung...

1
Ulfayanty Syamsu Rajalia
tolol nangis aj trus sampai kiamat bego banget si knp gk manggil warga bego
Deuis Hilmatussa'dah
Kecewa
Deuis Hilmatussa'dah
Buruk
74 Jameela
manusia berhati iblis tuuh andi😠
74 Jameela
lyra...cemungut yooooo..
hempaskn para bunga bangkai itu
74 Jameela
kyok jallang dech jd ny si clara..
maksain diri amiiiittttt
74 Jameela
waduh..gaswat..
salah sangka..tiwas berbunga hati tryt berbunga bangkai
74 Jameela
Luar biasa
74 Jameela
kaget aq
Vindy swecut
uuwwooowww/Gosh//Gosh//Gosh/
Vindy swecut
sumpah ngakak banget...lucu banget si onta timur ini...gemes deh/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ristieriswanharti
terbangun haus air minum lewat depan kamar mamah dapur suara desahan miling 😂
Sivia
/Facepalm/
Akbar Razaq
Rasain di culik bener bener ya gak bs di bilangin di cemasin orang gak bs jaga diri juga tapi ngeyel sukurin.
Akbar Razaq
mendadak minta di kawinin gatal ya...urusan aja lo gak bs apa apa klo gak ada temem sama teguh.duh lemot amat ya Si Lyra gemes deh
Akbar Razaq
untung ketemu orang baik klo enggak habis lo.agak kesal sih sama Lyra yg agak.bodoh juga.
Akbar Razaq
Nah kenapa gak sekalian.lo undang orang orang buat lihat secara life kelakuan mereka.li bodoh juga sih
Akbar Razaq
Bodoh.mereka jadi hati hatikan??
harus nya selidiki diam diam saat mereka mengira kamu gak curiga klo gini kan mereka waspada dasar. Polos apa goblok. gregeten akunya 😄
Akbar Razaq
Beneran Lyra mmg terlalu polos harusnya di selidiki mana ada maling yg ngaku.dodol?
Akbar Razaq
Ya ampun ternyata othor belum kasih jalan smua ini blum terkuak.😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!