NovelToon NovelToon
Mertua Dan Menantu

Mertua Dan Menantu

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Cinta Terlarang / Romansa / Tamat
Popularitas:402.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: LaQuin

Lyra mencoba untuk bertahan meski ia terluka oleh kenyataan pahit yang baru saja ia ketahui setelah 6 bulan lamanya. Suami tercinta tega menduakan cintanya dan bermain api dengan Ibunya sendiri.

Rumah Tangga seumur jagung bagai neraka untuk Lyra. Lantas bagaimana ia harus menghadapi situasi ini?

Baca kisahnya yuk readers...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Sang Penolong

Bab 17. Sang Penolong

(POV Author)

Lyra terkejut bukan main mengetahui bahwa sang Papa ternyata seorang konglomerat. Mamanya selama ini tidak pernah bercerita siapa sebenarnya sang Papa. Apalagi kehidupan yang mereka jalani setelah sang Papa meninggal begitu jauh drastis. Bahkan rumah mereka pun bukan terkesan rumah sang konglomerat. Hanya seperti rumah orang kaya biasa.

"Lo gimana bisa nggak tahu, Almarhum Papa Lo konglomerat?"

"Beneran Bang, Gue nggak tahu. Gue masih SD dulu, masih belum bisa mikir ribet. Gue tahunya Papa tiap pulang pasti bawain boneka. Sampe tiap bulan boneka-boneka itu di sedekahkan ke panti asuhan saking banyaknya."

"Terus suami Lo tahu perihal pembagian harta ini?"

"Tahu Bang. Karena saat kami nikah pengacara Papa datang dan meminta Mas Andi menandatangani sejumlah berkas."

"Mas Andi siapa? Suami Lo?"

Lyra menganggukkan kepala menjawab pertanyaan Teguh.

Teguh akhirnya menyandarkan tubuhnya di kursi. Memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi serta bagaimana ia akan menolong Lyra kedepannya.

"Terus maksud Lo ngajakin Gue nikah?"

"Otomatis harta yang ada di Mas Andi kan jadi terbagi 2 Bang." Jawab Lyra.

"Mana ada begitu aturannya Cil. Klo mau balik itu harta, ya satu-satunya cara harus pisah sama suami Lo. Tapi apa Lo nggak takut gue bawa kabur harta Lo?"

"Gue yakin Abang orang baik. Kalau Abang niat jahat, harusnya dari awal Abang udah jahatin Gue."

"Untung Lo bener Cil. Gue bukan orang jahat. Ngeri Gue bayangin Umi keluar tanduknya kalau Gue sampe jadi penjahat." Ujar Teguh sambil mengusap kedua lengannya karena bulu tangannya meremang.

"Kalau Lo ingat siapa pengacara Papa Lo, akan jauh lebih mudah memproses masalah Lo ini. Kita harus pelajari detailnya perihal surat warisan itu."

"Itu dia Bang, Gue lupa. Gue nggak ingat. Apa Gue tanya Mama aja ya?"

"Jangan dulu Cil."

"Terus gimana Bang?"

Teguh tampak berpikir.

"Lo pulang dulu aja ya Cil. Kumpulkan bukti-bukti perselingkuhan suami Lo. Kalau hanya sekedar kata-kata nggak akan ada artinya."

"Bukti?" Tanya Lyra mengulangi.

Lyra teringat sejumlah CCTV yang ada di rumahnya.

"Ada Bang, Gue punya!" Ucap Lyra yakin.

"Bagus kalau ada. Ntar Gue anterin Lo pulang. Tapi nggak sampe masuk ya. Gue takut mereka bertindak tanpa sepengetahuan, apalagi kalau tahu Gue pengacara." Ujar Teguh.

"Nanti Gue coba cari tahu pengacara Papa Lo. Yang penting Lo pastiin, Lo ingat wajahnya ya Cil." Kata Teguh lagi.

Lyra tampak sedih mendengar kata harus pulang ke rumahnya. Dalam hati Lyra masih terasa sakit mengingat perselingkuhan sang Mama dan suaminya. Apalagi harus berhadapan lagi dengan mereka.

"Lo harus kuat, harus sabar. Ngadepin urusan begini memang nggak mudah. Butuh hati yang sabar dan kuat. Setelah Lo dapetin bukti itu, Lo bebas ninggalin rumah itu."

"Terus kita nikah Bang?"

"Nikah bukan perkara mudah Cil. Soal nikah nanti kita bahas lagi kedepannya. Setelah Lo berhasil mendapatkan bukti-bukti itu. Oh ya Cil, waktu Lo nikah, pengacara itu bagaimana bisa tahu?"

"Kayaknya Mama yang ngasi tahu Bang. Kan yang mengurus apa-apa waktu Papa meninggal, Mama."

"Kuncinya ada di Mama Lo berarti Cil. Ya sudah, Lo siap-siap deh Gue antar balik. Gue bukan ngusir Cil, tapi Lo dan Gue, laki-laki dan perempuan takut ada yang ngintilin kita. Terus takut jadi fitonah juga."

"Fitonah apaan Bang?"

"Fitnah."

"Oh..."

Setelah dirasa cukup diskusi hari itu, mereka pun bersiap meninggalkan Apartemen. Teguh pun mengantarkan wanita yang dua malam ini menginap di Apartemennya.

"Bang, bisa ke arah Cengkareng dulu nggak Bang? Gue pengen kerumah teman Gue dulu ngasi kabar ke dia." Pinta Lyra.

"Boleh, Lo arahin aja kemana."

"Baik Bang."

Teguh mulai melaju membawa mobilnya sesuai arahan Lyra. Walau Lyra sempat memberikan arahan yang salah, namun pada akhirnya mereka tiba juga di rumah Mita.

"Tunggu sebentar ya, Bang."

Kenapa Gue jadi mirip taxi online ya? Batin Teguh.

"Tong... Tong!"

"Ceklek!"

"Ndoro!!"

Seru Mita ketika membuka pintu dan melihat siapa yang bertamu ke rumahnya.

"Gue cariin Lo ke kampus, tapi Lo nggak dateng. Gue penasaran gimana hasilnya kemarin?!"

"Sesuai dugaan Tong." Jawab Lyra yang terlihat pasrah.

"Hah, jadi beneran? Sepandai-pandainya mereka nutupin, hari apes nggak ada di kalender memang. Jadi sekarang Lo gimana?"

"Gue mau cerai. Dan akan Gue beri mereka pelajaran. Gue nemu orang yang bisa bantu Gue. Bang, sini Bang?!!"

Lyra melambaikan tangannya memanggil Teguh yang mengamati mereka dari dalam mobil. Hal itu tidak luput dari perhatian Mita.

Teguh pun keluar dari dalam mobilnya. Dengan santai dan percaya diri, ia mendekati kedua wanita itu.

"Ndoro, Lo nemu onta high class ini dimana?" Bisik Mita.

"Gue nemu dijalan. Kemarin Gue kabur dari rumah. Keren kan?" Balas Lyra berbisik.

"Hooh keren." Jawab Mita masih terpana akan tampilan Teguh yang rupawan.

"Calon laki Gue."

"Oh..., WHAT!!!"

Mita terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar.

"Lo dah gil...."

Ucapan Mita terputus karena Lyra menutup mulutnya.

"Bang kenalin ini Mitong sabahat Gue." Ujar Lyra.

"Mita Bang, bukan Mitong." Ujar Mita setelah berhasil menyikirkan tangan Lyra.

"Oh, saya Teguh. Salam kenal..." Ujar Teguh mengulurkan tangannya.

Mita pun meraih tangan itu.

"Jadi kemarin-kemarin si Ndoro nginep rumah Abang?"

"Ya begitu lah." Jawab Teguh.

"Kenapa nggak kerumah Gue?" Tanya Mita menatap Lyra.

"Udah. Lo nya nggak ada."

"Oh, mungkin pas Gue sama Sita ke pergi ke rumah Mama. Bang, makasih ya dah mau jagain anak kucel ini." Ujar Mita.

"Pas kebetulan aja ketemu. Jadi apa kamu mau di antar disini atau gimana?" Tanya Teguh kepada Lyra.

"Ini ada apa?" Tanya Mita.

"Gue mau ambil bukti rekaman CCTV ke rumah. Cuma kalau sama Bang Teguh, takut mereka curiga."

"Kenapa memangnya Bang Teguh?" Tanya Mita masih belum nyambung.

"Bang Teguh bekerja sebagai pengacara." Jawab Lyra.

"Pantes Lo ngajakin nikah, Udah keren, mapan pula." Bisik Mita.

Lyra hanya tersenyum-senyum mendengar bisikan itu.

Sejujurnya Teguh memang memikat. Tapi tujuan utama Lyra adalah merebut haknya kembali.

"Gue temenin, bisa jadi alasan juga Lo kabur nginep di rumah Gue." Kata Mita lagi.

"Baiknya memang begitu. Jangan bikin mereka was-was. Usahakan mereka jangan sampai tahu, kalau masalah ini berurusan dengan pengacara." Ujar Teguh.

"Oke Bang." Jawab Mita. "Untung Lo ketemu orang baik, Ndoro. Akhirnya ada juga yang bisa nolongin masalah Lo." Ujar Mita lagi.

Setelah berdiskusi singkat tanpa sempat masuk ke dalam rumah, Teguh pun akhirnya pulang ke Apartemennya. Sedangkan Mita dan Lyra, bergerak menuju rumah Lyra.

Bersambung...

1
Ulfayanty Syamsu Rajalia
tolol nangis aj trus sampai kiamat bego banget si knp gk manggil warga bego
Deuis Hilmatussa'dah
Kecewa
Deuis Hilmatussa'dah
Buruk
74 Jameela
manusia berhati iblis tuuh andi😠
74 Jameela
lyra...cemungut yooooo..
hempaskn para bunga bangkai itu
74 Jameela
kyok jallang dech jd ny si clara..
maksain diri amiiiittttt
74 Jameela
waduh..gaswat..
salah sangka..tiwas berbunga hati tryt berbunga bangkai
74 Jameela
Luar biasa
74 Jameela
kaget aq
Vindy swecut
uuwwooowww/Gosh//Gosh//Gosh/
Vindy swecut
sumpah ngakak banget...lucu banget si onta timur ini...gemes deh/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ristieriswanharti
terbangun haus air minum lewat depan kamar mamah dapur suara desahan miling 😂
Sivia
/Facepalm/
Akbar Razaq
Rasain di culik bener bener ya gak bs di bilangin di cemasin orang gak bs jaga diri juga tapi ngeyel sukurin.
Akbar Razaq
mendadak minta di kawinin gatal ya...urusan aja lo gak bs apa apa klo gak ada temem sama teguh.duh lemot amat ya Si Lyra gemes deh
Akbar Razaq
untung ketemu orang baik klo enggak habis lo.agak kesal sih sama Lyra yg agak.bodoh juga.
Akbar Razaq
Nah kenapa gak sekalian.lo undang orang orang buat lihat secara life kelakuan mereka.li bodoh juga sih
Akbar Razaq
Bodoh.mereka jadi hati hatikan??
harus nya selidiki diam diam saat mereka mengira kamu gak curiga klo gini kan mereka waspada dasar. Polos apa goblok. gregeten akunya 😄
Akbar Razaq
Beneran Lyra mmg terlalu polos harusnya di selidiki mana ada maling yg ngaku.dodol?
Akbar Razaq
Ya ampun ternyata othor belum kasih jalan smua ini blum terkuak.😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!