Temmy Lynn, seorang dokter cantik super jenius tapi sangat plenger, ceplas ceplos dan omongannya kadang sepedas seblak level 100. dia bisa menyembuhkan segala macam penyakit tanpa terkecuali. Dia hanya peduli dengan uang, baginya itu sangat realistis.
Kailendra Adyaksa, tuan muda dingin yang mengalami kelumpuhan setelah kecelakaan mobil yang dialaminya dua tahun yang lalu. Dia menolak semua pengobatan dan orang-orang yang mencoba mendekat termasuk orang tuanya. Apa yang terjadi jika kedua manusia beda karakter ini bertemu? Yuk kepoin keseruan mereka di sini guys..!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaeyunie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3
Lynn mengelilingi sekitar pekarangan rumah untuk menghirup udara segar. Sudah lama ia tidak libur. Banyaknya "tawaran" pekerjaan kepadanya menjadikan ia tak punya waktu luang untuk dirinya sendiri. Untung saja dia mengambil job yang ditawarkan Langit, dengan bayaran yang sangat besar dan tempat di pedesaan yang masih asri membuatnya betah di sini walaupun ada drama menghadapi Kailendra tapi itu bukan hal yang sulit.
"Ah.. Nyamannya" ujar Lynn merentangkan tangannya dan menghirup udara pagi yang masih segar. Dia melihat terdapat pohon jambu batu di depan mess pengawal, gadis itu pun mendatanginya dan memetik beberapa buah yang sudah matang.
"Selamat pagi dokter Temmy" ucap salah seorang pengawal.
"Selamat pagi" balas Lynn ramah.
"Dokter kalau mau di belakang ada beberapa pohon strawberry dan mangga yang sudah matang, ambil saja dok" ujar pengawal itu lagi.
Mendengar itu Lynn berbinar.
"Benarkah? Aku boleh mengambilnya?"
"Tentu saja dok, anggap rumah sendiri. Kami yang merawatnya sendiri" terang pengawal tersebut.
"Okay kalau begitu aku tidak akan sungkan, ayo tunjukan padaku" Sang pengawal itu mengantar Lynn ke tempat tujuan.
"Wahh.. Banyak sekali" ucap Lynn excited
"Ambil sebanyak yang dokter mau"
"Oya siapa namamu? Kau kelihatan masih sangat muda" tanya Lynn sambil memakan buah strawberrynya.
"Nama saya Rendra dokter, umur saya sekarang 22 tahun, baru sekitar 6 bulan yang lalu saya bergabung di sini" terangnya.
"Ternyata kau masih sangat muda. Bagaimana kau bisa menjadi pengawal di sini?"
"Aku ikut pamanku, kebetulan beliau kepala pengawal di sini. Aku juga bisa beberapa Ilmu bela diri dan juga gajinya besar tentu saja saya tidak menolaknya"
"Kau kuliah?"
"Sudah tamat dokter, saya sarjana ekonomi tapi ya begini lah jaman sekarang sangat susah dapat kerjaan jadi begitu ada peluang langsung saya ambil yang penting halal" Lynn menganggukkan kepalanya mengerti.
Tiba-tiba Lynn menyerang Rendra. Pemuda itu tidak siap apalagi gerakan Lynn sangat cepat. Rendra bangkit dan balik menyerang Lynn, hal itu ternyata di saksikan oleh pengawal yang sedang berada di mess termasuk pak Harun, kepala pengawal Kailendra. Rendra tampak kewalahan sedangkan Lynn masih tenang menangkis setiap serangan Rendra sambil memakan buah strawberrynya.
"Kewaspadaanmu rendah, gerakanmu mudah dibaca lawan, responmu kurang, pukulanmu juga kurang terarah. Kalau melawan preman jalanan kau pasti mudah menang tapi tidak dengan lawan dari kelompok bawah tanah atau yang lainnya" ujar Lynn. Rendra terlihat kehabisan nafas. Harun dan yang lainnya menghampiri mereka.
"Bu dokter ternyata anda sangat hebat, kami masih jauh dibawah anda" ujar Harun menunduk.
"Tidak usah sungkan begitu paman, ini ambil lah, besok aku temani kau berlatih" ujar Lynn sambil melemparkan botol air minum kepada Rendra.
"Terima kasih dokter" ujarnya.
"Boleh aku bertanya paman? Aku harap paman berkata jujur"
"Tentu saja apa itu?"
"Siapa yang mempekerjakan kalian?" tanya Lynn serius.
"Apa itu penting nona?"
"Tentu saja, aku bekerja secara total paman, jujur saja kalau kita tidak di pihak yang sama atau ada yang mempunyai rencana busuk untuk mengacaukan pekerjaanku menyembuhkan tuan Kailendra, aku tidak segan menyingkirkannya" ucap Lynn tajam.
Harun dan yang lainnya menelan ludah mendengar ancaman Lynn.
"Kami dipekerjakan oleh ayah tuan muda Kai, kami tidak mungkin berkhianat apalagi sampai mencelakakannya. Keluarga tuan Kai sangat berjasa bagi kami" ujar Harun.
"Bagus aku pegang ucapan paman, Oya siapa saja yang suka mengunjungi Kai?"
"Hanya nyonya besar dan paman tuan muda Kai, biasanya nyonya besar datang dengan membawa ramuan untuk tuan muda dan kadang beliau menyuruh pengawalnya untuk memotong ayam hitam katanya untuk sop tuan muda, tapi darahnya selalu ditampung dan kami sama sekali tidak boleh mendekat" terang Harun panjang lebar.
Sangat aneh. Begitu fikir Lynn.
"Apa tuan Kai baikan setelah minum obat tersebut?" Harun menggelengkan kepala.
"Kami tidak tahu nona, kami dilarang mendekat bahkan masuk ke rumah oleh nyonya besar maupun tuan Sandy, dan tuan Kai sangat mempercayai nenek dan pamannya itu, karena hanya mereka yang baik kepadanya, bahkan tuan Kai sendiri sangat membenci orang tua dan adik tirinya yaitu tuan muda Elandra. Tuan Kai percaya kalau tuan muda Elandra dan ibu tirinya lah yang mencelakainya, apalagi tuan Elandra sempat merebut pacar tuan Kai.
"Ckckck... Ceritanya lebih dramatis dari pada Drakor ternyata" ujar Lynn.
"Oya apakah kalian sering menemukan hal janggal yang menurut kalian tidak masuk akal?" lanjut Lynn lagi. Sontak pernyataan Lynn membuat mereka tegang.
"Banyak nona, anda juga mengalaminya?" ujar seorang pengawal bernama.Bayu. Lynn pun mengangguk.
"Kejadian yang tak pernah saya dan teman saya Derry lupakan" Ia menunjuk satu pemuda di sana yang bernama Derry.
"Waktu itu kami bertugas patroli sekitar jam 2 malam. Pas melewati kediaman utama kami melihat sekelebat kain berwarna merah di atas pohon palem besar itu. Kami fikir mungkin ada jemuran yang tertinggal, saya dan Derry berinisitip mengambilnya, tapi belum sempat kami menyentuhnya tubuh kami terhempas lumayan jauh, lalu tiba-tiba kain itu berubah bentuk seperti tubuh manusia namun melayang" Bayu menjeda ucapannya.
"Yang lebih mengerikan lagi kain merah tersebut menjelma menjadi seorang wanita dengan wajah yang sangat menakutkan, bukan hancur seperti yang di film, wajahnya malah utuh namun sorot mata tajamnya seperti menguliti kami. Saya dan Bayu saat itu sudah pasrah karena kami tidak bisa bergerak sama sekali, tapi ketika dia menyerang kami ada yang menghalanginya. Wanita juga dengan gaun birunya, entah bagaimana ketika dia menyuruh kami pergi tiba-tiba kami bisa bergerak dan langsung lari" terang Derry. Lynn mendengarkan dengan seksama.
"Dia sosok penunggu di sini sejak jaman Belanda. Namanya Briana, sosoknya sangat cantik seperti nona Belanda" terang Lynn.
"Nona pernah melihatnya?" tanya Rendra penasaran.
"Bukan hanya melihatnya, kita bahkan ngobrol deep talk, heart to heart antar sesama wanita" ujar Lynn mencairkan suasana.
"Ah nona becanda ya? Hahaha"
"Ih gak percaya, mau aku kenalin? cantik lho dia masih muda, kalian banyak yang masih jomblo kan? Siapa tau cocok, palingan mungkin beda umur doang, dia seumur nenek moyang kalian. Pokoknya dia positive vibes banget deh" Lynn seperti sedang mempromosikan Briana.
"Gak ah makasih non, gak papa gak cantik yang penting manusia" ujar Bayu yang disambut gelak tawa oleh mereka semua.
"Perbanyak ibadah paman, usahakan ngaji dan setel murotal, kalau bisa paman lakukan ruqiah mandiri, paman pasti tahu caranya. Mereka memang kiriman untuk membuat tuan Kai lebih parah. Aku akan menyingkirkan meraka, kalian juga harus waspada, mereka pasti akan bertindak pas tahu ada perlawanan. Baik manusia atau pun yang lainnya. Mulai besok kita berlatih bareng" ujar Lynn dan disambut antusias oleh yang lainnya.
"Permisi permisi gorengan kang Asep sudah siap" ujar seorang pengawal berusia sekitar 38 tahunan bernama Asep.
"Wah wangi banget ini mang Asep" ujar Lynn antusias.
"Iya sok atuh neng dokter harus nyobain gorengan mang Asep, pasti ketagihan, sekali kali makan gorengan mah gak apa-apa" kata mang Asep dengan logat sundanya.
"Saya mah segala masuk mang, asal jangan kayu sama batu aja, gabreskeun lah"
"Aih neng teh orang Sunda?"
"Saya mah orang Sumedang mang, matakan sakapeung jiga tahu.(Saya mah orang Sumedang mang, makanya kadang-kadang mirip tahu)"
Jawaban Lynn disambut gelak tawa mereka semua. Ternyata dari awal interaksi dengan Rendra diam-diam Kailendra memperhatikannya dari balkon kamarnya. Kemampuan bela diri Lynn dan caranya bersosialisasi dengan orang lain membuat Kai terkesan. Tapi pria itu tak lantas bisa menerima Lynn karena ia masih curiga kalau Lynn adalah bagian rencana ayahnya dan juga ibu tirinya untuk menyingkirkan dirinya. Walaupun Alan berani menjamin dengan nyawanya kalau Lynn di sana hanya untuk menyembuhkannya.