NovelToon NovelToon
Hot Policeman

Hot Policeman

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / TKP / Tamat
Popularitas:509.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Desau

Dibenci atasan dan rekannya, itulah Rangga. Dia memang seorang polisi yang jujur dan baik, Rangga semakin disukai masyarakat karena paras tampannya.

Inilah kisah Rangga yang siap dan bekerja keras menyelesaikan berbagai kasus kejahatan. Suatu hari sebuah kasus menuntunnya pada titik terang menghilangnya kakak iparnya. Kasus itu juga membawanya kembali bertemu dengan kakak kandungnya. Maka saat itulah Rangga menyusun rencana balas dendam. Ia tak akan peduli dengan siapapun, bahkan atasannya yang bobrok dirinya hancurkan kalau perlu. Bagaimana ceritanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15 - Kebenaran

"Sudah berapa tahun umur anak Kakak?" celetuk Rangga.

"Jalan empat, lagi masa lucu-lucunya," jawab Dita sembari menatap Safea. Ia tersenyum lembut.

Rangga menatap Dita dan melihat senyuman itu. Baru kali ini dia merasa senyuman Dita membuat hatinya sakit.

"Apa Kak Dita masih nyanyi?" tanya Rangga.

"Aku sudah berhenti, Dek. Udah lumayan lama," sahut Dita.

Rangga tertunduk dan membisu. Bertepatan dengan itu, semua orang yang ada di kelas Clarisa keluar. Termasuk dosen yang diduga Rangga adalah suaminya Dita.

Rangga sontak segera mencari Clarisa. Menajamkan matanya ke segala arah.

"Kau ada yang ditunggu juga, Dek?" tanya Dita.

"Iya," jawab Rangga. Ia memanggil salah satu mahasiswa yang keluar kelas dan menanyakan tentang Clarisa. Rangga lantas langsung diberitahu yang mana Clarisa. Kebetulan gadis itu tampak beru keluar dari kelas.

"Clarisa!" panggil Rangga refleks.

"Siapa dia, Dek?" Dita penasaran.

"Aku tinggal dulu ya, Kak. Ada urusan bentar." Rangga tak menjawab pertanyaan Dita dan pergi begitu saja menghampiri Clarisa.

Sementara itu, dosen yang mengajar tadi mendekati Dita. Sosok Safea langsung memeluk ayahnya.

"Kau kenapa?" tanya Kemal. Dia melihat Dita mengabaikannya dan terpaku menatap ke arah Rangga.

"Nggak apa-apa," jawab Dita.

"Adi aku cama Mama etemu a'a tanteng. Ia atanya cautaya auh Mama," ucap Safea. Logatnya yang cadel membuat Kemal dam Dita gemas.

"Cautaya?" Kemal mengerutkan dahi sambil menahan senyum. Ia tak mengerti.

"Saudara, Mas. Aku tadi ketemu mantan adik iparku," ungkap Dita.

"Benarkah? Rangga? Mana dia?" tanggap Kemal. "Aku penasaran sama orangnya. Hampir tiap hari kau memandangi fotonya," tambahnya.

Dita terdiam dan kembali menatap Rangga. Dia melihat cowok itu tampak bicara dengan seorang gadis muda cantik.

"Sebaiknya kita pergi saja, Mas!" ajak Dita.

"Kenapa? Kau nggak mau bicara dulu sama--"

"Nggak usah. Rangga kayak lagi sibuk sama urusannya," potong Dita cepat.

Kemal lantas mengangguk. "Ya udah, ayo kita makan siang. Makanan di kantin enak banget," usulnya sembari beranjak bersama Dita dan Safea.

Di sisi lain, Rangga baru memperkenalkan dirinya pada Clarisa. Dia juga tak lupa menyinggung perihal Pak Alun. Namun Rangga tak langsung bilang kalau Pak Alun telah meninggal.

"Pak Alun? Kau tahu dimana dia? Aku sudah tidak mendapat kabarnya selama hampir seminggu ini," ungkap Clarisa.

"Bisakah kita bicara di tempat yang nyaman dulu?" ujar Rangga.

"Boleh. Kita duduk di sana ya!" Clarisa menunjuk gazebo di halaman kampus.

"Iya, boleh. Ayo kita duduk dulu," ajak Rangga. Dia dan Clarisa melangkah bersama menuju gazebo.

Sesampainya di gazebo, Rangga dan Clarisa duduk berhadapan.

"Sebelum itu... Bolehkah akh bertanya mengenai hubunganmu dengan Pak Alun?" imbuh Rangga.

"Aku anaknya mendiang Pak Mursyid. Pak Alun dan ayahku adalah sahabat dekat. Saat ayahku meninggal, aku nggak punya siapa-siapa. Dan Pak Alun yang selalu membantuku. Bahkan membayarkan uang kuliah. Dia baik banget..." Clarisa bercerita dengan mata yang berkaca-kaca. Tapi dia berusaha tidak menangis.

Rangga terdiam sejenak. Dia merasa lega karena gosip perselingkuhan Pak Alun terbukti tidak benar. Namun di sisi lain dirinya merasa sedih karena orang sebaik Pak Alun harus meninggal dengan cara seperti itu. Kesedihan tampak jelas di wajah Rangga.

"Kenapa, Mas? Jadi gimana? Pak Alun baik-baik saja kan? Mas siapanya ya?" cecar Clarisa penasaran.

"Aku rekan kerjanya Pak Alun. Aku dari kepolisian. Kenalkan namaku Rangga," ungkap Rangga.

Clarisa menanggapi dengan anggukan.

"Aku membawa kabar buruk tentang Pak Alun..." lirih Rangga. Dia segera memberitahu Clarisa yang sebenarnya.

1
Cui Lan Seng
aneh ini Kapan Dita dan Safeea migrasi ke rumah kontrakan Rangga?
Cui Lan Seng
kapan Rangga beli mobi Thor? mereknya apa ya? Motornya diparkir dimana?
Cui Lan Seng
ah mana ada Kantor Polres pangkat tertinggi Jendral? ya AKBP lah. Baru di Polda ada Brigjend, Irjen, Komjend
Cui Lan Seng
polisi udah janji beli sate malah ga dibeliin
Susi Setiawati
suruhan firza
Ning Suswati
seru banget pengantin baru tp belum malam pertama
Ning Suswati
akhirnya datang juga derita yg selama ini dia buat sendiri, semua demi uang sampai adik dan isteri diterlantarkan demi jabatan, kekuasaan dan uang
Ning Suswati
firza sdh di atas awan jadi mau berbuat apapun sdh pasti, apalagi hanya seorang serangga, kecil bagi firza, namun mereka belum tau ada kelompok yg sdh siap sedia
Ning Suswati
gila kau rangga, gk mikir akan nasib orang2 terdekatnya, terlalu mudah ditebak kalau rangga yg melakukannya
Ning Suswati
jangan sampai rangga dijadikan tumbal oleh manusia bejat swpwrti firza, dan tujuan rangga bisa lancar dan selamat
Ning Suswati
aq ingin firza mendapatkan karma yg sangat pedih, masa enak2an, sekarang yoranya kemana y🤔 apa dia selingkuh juga
Ning Suswati
semoga saja firza tdk jahat dan iri lagi dg adik sendiri, kan sekarang sdh berada di posisi puncak, uang jabatan dan kekuasaan
Oaow Hwhe
dita
Ning Suswati
yg sabar rangga, kakakmu sdh menjadi petinggi di jajarannya, bukan musuh cuma dg adu otot, gk bakalan menang
ferry gamal
rangga dan Astrid
ferry gamal
pelakunya maling
Ning Suswati
baguslah ada pendekar bayangan yg akan mengusut semua kejahatan yg dilakukan oleh oknum aparat
Ning Suswati
issshhh jadi ikutan nyesek pengen nangis, suatu pengorbanan yg sangat besar, bahkan yg melakukannya orang lain, bahkan mantan ipar, bukan saudara atau keluarga
Ning Suswati
nah kena kau kak dita, polisi mau dikibulin
Ning Suswati
makin ribet aja, masalah astrid, dita yg hilang ditelan awan, udah deh rangga jadilan polisi sesuai SOP, gk usah menentang pimpinan, kau bisa masuk polisi karena suap juga, pegorbanan dita jgn sampai sia2, sok2an jadi orang suci
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!