NovelToon NovelToon
Obsesi Papa Mertua

Obsesi Papa Mertua

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Dark Romance / Cinta Terlarang
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: MissSHalalalal

Dua minggu pernikahan menjadi neraka bagi Freya Arunika. Ia baru menyadari dirinya hanya dijadikan tumbal saat memergoki perselingkuhan suaminya, Sean Ravindra, dengan Bianca—adik tirinya sendiri. Sejak rahasia itu terbongkar, hidup Freya sepenuhnya terkekang.
Namun, takdir berputar liar ketika Ravael, ayah kandung Sean sekaligus sosok penolong masa lalu Freya, kembali dari luar negeri. Jatuh cinta pada pandangan pertama tanpa tahu identitas Freya, obsesi Ravael justru semakin membara setelah mendapati wanita itu adalah menantunya.
Kini, Freya terjebak di antara dua pria sedarah: suami kejam yang membencinya, dan papa mertua berkuasa yang terobsesi memilikinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2.

Isak tangis Freya mengalun pilu, memecah keheningan kamar yang masih menyisakan bau gairah menjijikkan itu.

Tubuhnya yang mungil meringkuk di atas lantai dingin, bergetar hebat menahan badai rasa sakit yang menghantam dada.

Dunia seolah runtuh menimpanya. Segala penolakan, bentakan, dan sikap dingin Sean selama dua minggu ini akhirnya terjawab dengan kenyataan yang jauh lebih kejam dari kematian.

​Sambil menghapus darah di sudut bibirnya dengan tangan yang gemetar, Freya mendongak susah payah. Matanya yang sembap menatap dua sosok di depannya dengan tatapan kosong namun penuh luka.

​"Aku... aku akan melaporkan ini," bisik Freya, suaranya serak dan nyaris habis. "Aku akan memberi tahu Papamu di luar negeri... Aku juga akan bicara pada media tentang kebusukan kalian... Pernikahan ini... kalian melakukan penipuan..."

​Mendengar ancaman lirih itu, tawa mengejek Bianca langsung terhenti. Sementara Sean, wajahnya seketika berubah menjadi sangat dingin. Kilat berbahaya terpancar dari sepasang matanya yang hitam legam.

​Brak!

​Sean melangkah maju, mencengkeram rahang Freya dengan satu tangan kuat hingga wanita itu terpekik kesakitan. Jari-jari Sean menekan urat rahang Freya begitu keras, memaksanya untuk menatap langsung ke dalam sepasang mata iblisnya.

​"Kau mengancamku, jalang kecil?" desis Sean, suaranya begitu rendah namun bergetar oleh amarah yang mematikan. "Buka telingamu lebar-lebar. Jika kau berani mengeluarkan satu kata saja pada media, atau mencoba menghubungi Papaku di luar negeri..." Sean sengaja menggantung kalimatnya, mendekatkan wajahnya hingga jarak mereka hanya tersisa beberapa senti.

​"Aku bersumpah demi nyawaku, Freya... aku tidak hanya akan menghancurkanmu, tapi aku akan memastikan ayah kandungmu membusuk di penjara atas kasus korupsi perusahaan yang selama ini kusembunyikan. Aku akan melenyapkan sisa keluargamu sampai tak bersisa. Kau mau mencobanya?"

​Freya terengah-engah, air matanya menetes mengenai punggung tangan Sean. Tubuhnya lemas, nyaris tidak punya kekuatan lagi untuk mempertahankan harga dirinya. Ancaman Sean bukanlah gertakan sambal. Pria di hadapannya ini memiliki kekuasaan dan kekejaman yang tak terbatas untuk mewujudkan ucapan itu.

​"S-Sean... kumohon..." rintih Freya lemah, mencengkeram lengan jubah mandi Sean, memohon belas kasihan yang mustahil ia dapatkan. "Kenapa kau sekejam ini..."

​"Karena kau tidak lebih dari sekadar alat, Freya!" bentak Sean kasar, lalu menghempaskan wajah Freya hingga wanita itu kembali tersungkur ke lantai.

​Sean berdiri, mengambil selembar tisu untuk mengusap tangannya seolah-olah ia baru saja menyentuh sesuatu yang sangat kotor. "Jangan pernah bertingkah seolah kau korban di sini. Kau yang terlalu bodoh karena mudah jatuh cinta. Sekarang, tutup mulut sialanmu itu dan jadilah boneka penurut sampai warisanku turun. Paham?!"

​Bianca yang berdiri di dekat ranjang melipat kedua tangannya di dada, tersenyum puas melihat ketidakberdayaan kakak tirinya. "Sudahlah, Sayang. Jangan buang tenagamu untuk wanita lemah seperti dia. Lebih baik kita lanjutkan yang tadi tertunda," ujarnya manja, melirik Freya dengan tatapan menjijikkan.

​Freya merasa mual. Rasa hina dan kotor merayap di sekujur tubuhnya. Menyadari tidak ada lagi tempat baginya di sini, dan tidak ada lagi gunanya ia mengemis pada pria yang tidak memiliki hati nurani, Freya mengumpulkan sisa-sisa kekuatannya.

​Dengan lutut yang lemas dan tubuh yang terus gemetar, Freya bangkit berdiri. Ia tidak sudi berlama-lama berada di dalam ruangan yang sama dengan sepasang kekasih iblis itu. Sambil memegangi dadanya yang sesak, Freya melangkah mundur, menjauh dari Sean dan Bianca.

​"Aku pergi..." bisik Freya parau.

***

Malam semakin larut, namun hawa dingin yang menusuk tulang tak mampu menandingi rasa beku yang menjalar di sekujur tubuh Freya.

 Ia berjalan terayun-ayun di atas trotoar yang sepi, seperti raga tanpa jiwa. Gaunnya kusut, sudut bibirnya yang pecah mulai mengering dan terasa perih, namun rasa sakit fisik itu sama sekali tak sebanding dengan dadanya yang serasa dihantam godam besar.

​“Aku tidak lebih dari sekadar alat...”

​Kata-kata Sean terus bergeming di kepalanya, berputar bersama bayangan tawa puas Bianca. Freya merosot di sebuah halte bus yang kosong. Ia menekuk lututnya, menyembunyikan wajah di sana, dan membiarkan tangisnya pecah membelah kesunyian malam.

 Mengapa dunia begitu kejam? Mengapa pria yang ia sebut suami, pria yang ia cintai dalam kepolosannya, tega menginjak-injak harga dirinya hingga tak bersisa?

​Baru saja Freya mencoba menenangkan detak jantungnya yang berpacu liar, sebuah mobil hitam mewah berhenti tepat di depan halte. Sorot lampunya yang terang benderang membuat Freya silau dan spontan menutupi wajahnya dengan tangan yang gemetar.

​Pintu kemudi terbuka. Sosok tinggi tegap keluar dari sana, melangkah dengan angkuh mendekati halte.

​Itu Sean.

​Freya tersentak, instingnya langsung menyuruhnya untuk bangkit dan berlari kabur. Namun, tubuhnya yang sudah terlanjur lemas tak mampu diajak bekerja sama. Ia terjatuh kembali ke bangku halte dengan napas memburu panik.

​"Mau lari ke mana kau, Freya?" suara berat Sean menggelegar, dingin tanpa riak emosi sedikit pun.

​"J-jangan mendekat... kumohon, lepaskan aku, Sean..." rintih Freya, menyusut tubuhnya hingga menyentuh sandaran halte, berusaha menciptakan jarak sejauh mungkin dari suaminya.

​Sean tidak peduli. Ia mencengkeram pergelangan tangan Freya dengan kasar, menarik paksa wanita itu hingga berdiri. Freya meringis, memohon agar cengkeraman itu dilepaskan, namun cengkeraman tangan Sean justru semakin mengerat seperti borgol besi.

​"Masuk ke mobil," perintah Sean mutlak, tatapan matanya tajam menusuk.

​"Tidak! Aku tidak mau pulang bersamamu! Lepaskan aku, Sean! Kau menyakitiku!" Freya mencoba memberontak, memukul dada bidang Sean dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki. Pukulan-pukulan lemah yang bagi Sean tak lebih dari sekadar belaian angin.

​Sean kehilangan kesabaran. Dengan satu sentakan kasar, ia menyudutkan tubuh kecil Freya ke tiang halte, mengunci pergerakan istrinya. Wajahnya menggelap, memancarkan aura dominasi yang begitu pekat dan menakutkan.

​"Jangan memancing amarahku di tempat umum, Freya," desis Sean, suaranya merendah, tepat di depan wajah Freya yang pucat pasi. "Kau pikir kau punya pilihan? Kau adalah istri sahku di atas kertas. Jika kau menghilang sekarang, Papaku akan curiga, dan skenarioku bisa berantakan."

​"Kau... kau hanya memikirkan uang itu! Kau tidak punya hati!" tangis Freya kembali pecah, menatap Sean dengan pandangan kecewa yang teramat dalam. "Bunuh saja aku, Sean... Bunuh aku jika kau memang membenciku, jangan siksa aku seperti ini!"

​Sean menatap bibir Freya yang berdarah akibat tamparannya tadi, lalu beralih menatap manik mata istrinya yang dipenuhi air mata. Bukannya iba, seringai kejam justru terukir di wajah tampannya.

​"Membunuhmu terlalu mudah, Sayang," ucap Sean dengan nada meremehkan yang amat kental. Jari telunjuknya yang dingin perlahan mengusap air mata di pipi Freya, lalu menekan kuat-kuat luka di sudut bibir wanita itu hingga Freya memekik kesakitan.

​"Kau akan tetap tinggal di rumahku, memakai margaku, dan bertingkah seolah kita adalah pasangan yang bahagia di depan pengacara Papa. Ingat apa yang kukatakan tadi? Satu saja langkah salah yang kau ambil, ayahmu yang payah itu akan langsung membusuk di sel tahanan."

​Freya memejamkan mata, membiarkan air matanya mengalir deras. Ia benar-benar kalah. Ia terlalu lemah, terlalu rapuh untuk melawan monster di hadapannya ini. Sean tahu persis di mana titik kelemahannya, dan pria itu memanfaatkan hal tersebut tanpa belas kasihan.

​"B-baik... aku akan ikut..." bisik Freya akhirnya, menyerah pada takdir kelam yang mencengkeramnya.

​Sean tersenyum puas, melepaskan cengkeramannya pada rahang Freya dengan sentakan yang membuat kepala Freya terhuyung. "Gadis pintar. Sekarang, masuk."

*

*

*

JANGAN LUPA LIKE, COMENT, GIFT, DAN VOTE 🙏

🌺🌺🌺

1
ina
buatlah freya rafael happy end
MissSHalalalal
mau doubel up gak nih ... hehehe
+1: mau! tripel juga boleh!
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
+1
uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu 🌚🌚🌚 gelap malamku
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
bongkar kebusukan ibu & adik tiri Freya. . udah sabar bgt nih Freya di bully dan diselingkuhi tinggal cerai aja 🔥🔥🔥
ina
kak plss bikin freya cinta sama rafael saling mencintai
ina: semangat bikin freya rafael bucin 🤭
total 2 replies
Kamsia
kasian freya hdp sendiri dan udh hncr.bnt kak thor buat freya bisa jatuh cinta sama rafael
MissSHalalalal: sudah terlalu sakit hati kak.
total 1 replies
MissSHalalalal
siap, di tunggu ya 🙏😍
ina
up
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Norahsikin Ismail
lanjutkan lg🙏🙏👍
ina
bikin freya cinta sama rafael min
Fifi Afifah
👍
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
semoga aja Freya Nerima Rafael setelah dicerai sean
Mita Paramita
tragisnya nasib Freya terjebak diantara ayah dan anak yang bikin hidup nya kacau
Mita Paramita
Freya di terkam mertua nya🤣🤣🤣 gimana reaksi Sean kalo ketahuan 🤨 Thor novel nya ganti judul ya .
MissSHalalalal: iya nih. 🙏 yang kemaren kepanjangan 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
Freya istri lemah ngapain belain suami laknat begitu 🤨jadi gemes liatnya. lanjut Thor 💪💪💪
Mita Paramita
sean keterlaluan kejamnya 🤨🤨🤨 Freya mending kabur aja
Mita Paramita
kasian banget Freya 😭
Mita Paramita
seru baru episode pertama
MissSHalalalal: terimakasih 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!