NovelToon NovelToon
Sembilan Phoenix Agung : Jalan Kultivasi Terlarang

Sembilan Phoenix Agung : Jalan Kultivasi Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Lin Chen, seorang pemuda yang dianggap sampah karena memiliki Meridian Spiritual rusak, secara tidak sengaja menyentuh Phoenix bayi yang sedang bereinkarnasi. Pertemuan itu justru memberinya warisan terlarang tertinggi — "Sembilan Ikatan Phoenix Abadi".

Teknik kultivasi ini mengharuskan ia menikahi dan melakukan kultivasi ganda dengan Sembilan Phoenix Agung. Semakin banyak Phoenix yang ia taklukkan, semakin kuat ia. Namun, teknik ini dianggap melanggar tatanan langit, sehingga seluruh dunia kultivasi ingin membunuhnya.

"Dunia bilang aku terlarang? Baiklah… aku akan menikahi semua Phoenix dan membakar langit ini hingga hangus!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 : Malam di Antara Batu Batu Kuno

Mereka memutuskan bermalam di dalam lingkaran batu kuno itu.

Awalnya, keputusan tersebut diambil karena alasan yang sederhana. Formasi batu itu cukup kokoh untuk menjadi tempat berlindung dari angin malam dan memberikan posisi yang mudah dipertahankan jika ada ancaman yang datang dari luar.

Namun, setelah malam benar-benar turun dan Hutan Songhua tenggelam dalam keheningan yang pekat, keduanya menyadari bahwa tempat ini jauh lebih istimewa daripada yang mereka duga.

Sesaat setelah cahaya terakhir matahari menghilang dari langit, sesuatu mulai berubah.

Lingkaran batu itu terasa hidup.

Bukan hidup seperti makhluk bernyawa, melainkan seperti peninggalan kuno yang kembali mengingat fungsinya setelah ribuan tahun terdiam.

Simbol-simbol yang terukir di permukaan batu mulai memancarkan cahaya redup.

Sangat redup.

Hampir tidak terlihat jika seseorang tidak memperhatikannya dengan saksama.

Namun bagi Lin Chen dan Huo Ling'er yang memiliki indera Qi jauh lebih tajam daripada kultivator biasa, perubahan itu terasa sangat jelas.

Cahaya tersebut mengalir dari satu batu ke batu lainnya, membentuk jalur-jalur yang saling terhubung.

Semua membentuk pola yang rumit dan teratur.

Huo Ling'er duduk bersila sambil memperhatikan cahaya itu.

Ekspresinya tampak lebih serius dari biasanya.

"Ini formasi kuno," ujarnya.

Lin Chen mengangguk. "Tapi bukan formasi pertahanan."

"Bukan juga formasi serangan."

Tatapan Huo Ling'er mengikuti aliran cahaya yang bergerak di antara batu-batu. "Lebih mirip tempat penyimpanan."

Ia terdiam sesaat sebelum melanjutkan.

"Atau sarana komunikasi."

"Kemungkinan keduanya."

Lin Chen duduk di tengah lingkaran batu, tempat aliran energi terasa paling kuat.

"Dalam banyak peninggalan kuno, kedua fungsi itu sering digabungkan. Informasi disimpan dalam formasi, lalu dikirimkan ke tempat lain ketika syarat tertentu terpenuhi."

Huo Ling'er menoleh. "Syarat seperti apa?"

Lin Chen menatap simbol yang bersinar di bawah kakinya. "Misalnya seseorang dengan Qi Phoenix memasuki tempat ini."

Keheningan sejenak menyelimuti mereka. "Kalau begitu..." kata Huo Ling'er pelan, "berarti ada kemungkinan seseorang tahu kita berada di sini."

"Atau setidaknya akan tahu."

Nada suara Lin Chen tetap tenang. "Orang yang menciptakan tempat ini mungkin sudah lama menghilang. Tapi sistem yang mereka tinggalkan belum tentu ikut mati."

Huo Ling'er memandang sekeliling lingkaran batu.

Cahaya redup terus bergerak di antara simbol-simbol kuno seperti aliran sungai yang tak terlihat.

"Dan Istana Surgawi?"

Lin Chen tersenyum tipis. "Mereka memiliki cara sendiri untuk memantau perubahan besar dalam aliran Qi dunia."

"Maksudmu tempat ini bisa terdeteksi?"

"Mungkin." Jawaban singkat itu sudah cukup.

Huo Ling'er menghela napas panjang.

"Hebat. Jadi sekarang kemungkinan orang yang memburu kita semakin banyak."

"Ya."

"Kau terdengar terlalu tenang."

Lin Chen memandangi langit malam yang terlihat di sela-sela dedaunan. "Karena mengkhawatirkannya tidak akan mengubah apa pun."

"Lalu?"

"Kita hanya perlu menjadi lebih kuat sebelum mereka datang."

Huo Ling'er mendengus pelan. Entah setuju atau kesal. Mungkin keduanya.

Malam semakin larut.

Api unggun kecil menyala di tengah lingkaran batu, memberikan kehangatan yang cukup tanpa menarik perhatian dari kejauhan.

Di hadapan Lin Chen terletak Rantai Ikatan Phoenix.

Permukaannya yang merah tua memantulkan cahaya api dengan kilauan redup.

Ia menatap artefak itu cukup lama sebelum akhirnya mengambil keputusan.

"Aku ingin mencoba sesuatu."

Huo Ling'er mengangkat pandangannya. "Jangan meledakkan hutan."

"Aku tidak berjanji."

"Itu bukan jawaban yang menenangkan."

Lin Chen tersenyum tipis.

Kemudian ia meletakkan kedua telapak tangannya di atas rantai tersebut.

Perlahan, Qi Phoenix mengalir keluar dari tubuhnya.

Ia membiarkannya mengalir secara alami menuju artefak kuno itu.

Awalnya tidak terjadi apa-apa.

Kemudian cahaya merah keemasan mulai muncul di antara mata-mata rantai.

Semakin terang.

Semakin hangat.

Dan sesaat kemudian, Dunia di sekeliling Lin Chen menghilang.

Ia melihat langit.

Namun langit itu berbeda dari langit yang pernah ia kenal.

Di atas sana terdapat sembilan matahari yang bersinar bersamaan.

Masing-masing memancarkan warna yang berbeda.

Merah.

Emas.

Putih.

Biru.

Ungu.

Dan warna-warna lain yang sulit dijelaskan.

Lalu muncul pemandangan lain.

Gunung-gunung raksasa yang melayang di udara.

Lautan api yang membentang tanpa batas.

Makhluk-makhluk kuno yang tubuhnya tersusun dari elemen murni.

Ada naga yang terbuat dari petir.

Burung-burung raksasa yang membawa badai, dan makhluk lain yang bahkan tidak memiliki nama dalam era sekarang.

Semua gambar itu melintas begitu cepat hingga hampir mustahil dipahami.

Namun ada satu pemandangan yang bertahan lebih lama.

Sembilan sosok.

Berdiri berdampingan di bawah langit kuno.

Sembilan Phoenix Agung.

Masing-masing memancarkan aura yang mampu mengguncang dunia.

Namun bukan kekuatan mereka yang paling menarik perhatian Lin Chen.

Melainkan hubungan di antara mereka.

Ikatan yang begitu kuat hingga melampaui darah, waktu, bahkan kehidupan itu sendiri.

Kesetiaan.

Kepercayaan.

Dan tekad untuk melindungi satu sama lain.

Untuk sesaat, Lin Chen memahami sesuatu.

Ia memahami mengapa Istana Surgawi begitu takut pada mereka.

Dan mengapa Phoenix Agung rela melawan langit demi mempertahankan ikatan itu.

Lin Chen tiba-tiba membuka matanya.

Napasnya sedikit tidak teratur.

Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.

Di tangannya, Rantai Ikatan Phoenix masih bersinar merah keemasan.

Namun cahaya itu perlahan meredup hingga kembali menjadi hangat dan tenang.

Di seberang api unggun, Huo Ling'er menatapnya dengan serius. "Apa yang kau lihat?"

Lin Chen terdiam beberapa saat.

Sulit menjelaskan apa yang baru saja ia alami.

Sulit merangkai ribuan tahun sejarah ke dalam beberapa kalimat sederhana.

Akhirnya ia mengangkat pandangannya.

Tatapannya tertuju pada langit malam yang membentang di atas Hutan Songhua.

"Aku melihat masa lalu."

Huo Ling'er menunggu.

Lin Chen menarik napas pelan. "Aku melihat alasan mengapa Sembilan Phoenix Agung pernah berdiri bersama."

Api unggun berkelip pelan di antara mereka.

Dan untuk pertama kalinya sejak menerima warisan itu, Lin Chen benar-benar memahami satu hal.

Apa yang mereka lakukan bukan sekadar perjalanan mencari kekuatan.

Mereka sedang berusaha mengembalikan sesuatu yang pernah hilang dari dunia.

Sesuatu yang layak diperjuangkan.

Apa pun harga yang harus dibayar.

1
Green Boy
ayo lanjut lagi thor🙏🙏
Daryus Effendi
bosan bacanya terlalu lambat alzrnya.bertele tele
Hadi Hadi
up up 👍
Hadi Hadi
up up 😍😍
Anonymous
lanjut thor seru ceritanya🙏
Si Suka Baca
Vote meluncur
Ihwan12
mantap lanjut lagi thor💪💪👍👍
Xiao Lin—Gold Author
satu mawar 🌹
Xiao Lin—Gold Author
niceeeee👍👍👍
Xiao Lin—Gold Author
Mantap👍👍👍
Xiao Lin—Gold Author
Suyin mungkin udah ketagihan sama pedang ajaib Wei Hao🤔/Sly//Doge/
Celestial Quill: /Facepalm/
total 1 replies
Xiao Lin—Gold Author
Mantap👍
Shu Qing
Luar biasa
Fatih Al
awal yang bagus👍👍
Green Boy
Bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!