Putri kerajaan yang hidup sebagai rakyat biasa dengan kisah asmara rumit, penuh perjuangan, dan pengorbanan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dikAtHa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33
Fara langsung mematikan telfonnya, ia pun pergi mandi untuk sedikit meredakan amarah dihatinya.
Gabriel melihat dimeja makan Fara belum juga datang. Ia pun berfikir jika Fara masih marah dengannya. Tak ingin menerka-nerka saja, Gabriel mendatangi Fara dikamarnya.
Di Sekolah.
Sewaktu pelajaran sedang tidak ada guru Bella terus saja terlihat cemberut. Desy yang heran dengan sikap temannya itu langsung menghampirinya.
"Bel, kamu okay?" tanya Desy.
"Iya" jawab Bella.
"Terus kenapa cemberut aja?"
"Ya terserahkulah" ketus Bella.
"Yaudah"
"Hay, Des" sapa Arka yang baru datang.
"Hay, pangeran" jawab Desy yang meledek.
"Hahaha... ada-ada aja kamu Des"
"Aku pergi dulu" pamit Bella.
"Kemana?" tanya Desy.
"Terserahku" ketus Bella yang lalu pergi.
"Dia marah kali sama aku" ujar Erix.
"Marah gara-gara apa?" tanya Desy.
"Gak tahu" jawab Erix.
"Sikapnya semakin aneh Arka, ada apa dengannya?"
"Iya, Desy. Aku pikir kau benar, kita tak bisa pungkiri ini. Bahkan dia juga posesif terhadap Fara. Melebihi aku terhadap kekasihku"
"Sudahlah Arka, aku akan coba membujuk Bella nanti. Siapa tahu dia akan mau cerita mengapa dia seperti ini"
"Oke, aku pergi dulu kalau gitu" pamit Arka.
"Iya"
Arka lalu pergi ketempat duduknya, setelah mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dari Bella. Saat Arka kembali, ia didatangi oleh Rossa.
"Arka" panggil Rossa.
"Iya" jawab Arka.
"Ada apa denganmu?"
"Aku kecewa saja dengan Bella, tampaknya dia tidak suka kalau aku berhubungan dengan Fara" keluh Arka.
"Aku menduga sesuatu Arka"
"Apa itu Rossa?"
"Apa kau merasa jika Bella itu suka dengan Fara, dalam kutip cinta layaknya sepasang kekasih"
"Husst" Arka membungkam mulut Rossa. "Kau ini bicara sembarangan saja, bagaimana kalau dia dengar?"
"Kamu logika saja Arka, dia sudah berlebihan. Ingatkah saat dia mencurigai pesan dariku dan menuduh ayahku, mungkin saja berkhianat. Lalu dia marah-marah denganmu tanpa sebab dan alasan yang jelas. Dan keinginannya mendapat perhatian yang lebih dari Fara. Apa itu tak cukup untuk menjadi bukti Arka?"
"Sudah hentikan Rossa, aku tidak mau mendengar apapun darimu sekarang"
"Baiklah, terserahmu Arka. Percaya dan tidak percaya itu hakmu"
Rossa lalu pergi meninggalkan Arka yang sedang berfikir mengenai perkataannya.
Di Kamar.
Fara baru selesai mandi, dengan rambutnya yang basah. Ia langsung menyisirnya tanpa menghandukinya. Tak lama Gabriel masuk, melihat adiknya baru sedang menyisir rambutnya yang basah. Ia lalu berinisiatif untuk membantu Fara menghanduki rambutnya itu.
"Lihat bajumu yang belakang, basah karena rambutmu yang belum kau keringkan dengan handuk" ujar Gabriel yang sambil menghanduki rambut Fara.
"Aku tidak sempat" ketus Fara.
"Tak masalah, biasanyakan kamu ada pelayan yang membantu. Sini aku bantu"
"Tidak perlu, berikan saja hair dryermu. Akan aku keringkan sendiri"
"Aku tak punya, kalau kau mau nanti aku belikan"
"Tidak perlu"
"Ketus banget, awas nanti kalau terlalu galak Arka pergi lo" ledek Gabriel.
"Sudah hentikan, aku bisa sendiri" tegas Fara.
"Sudah selesai kok, kamu ganti baju saja. Takutnya kalau masuk angin, sebab ini punggungmu basah karena rambutmu yang masih basah tadi"
"Ya, tunggulah diluar" pinta Fara.
"Iya"
Gabriel lalu pergi dengan wajah yang kecewa. Saat akan keluar Gabriel tergelincir karna lantai yang licin. Fara menarik tangan Gabriel dengan tepat. Fara pun mendorong Gabriel kekasur, karna tidak kuat menopang lama tubuhnya.
"Aahhh... " rintih Gabriel yang merasa sakit pada perutnya.
"Aku akan panggil suamimu" ujar Fara.
"Tunggu" pinta Gabriel. "Aw kamu yang dorong aku, kamu juga yang harus tanggung jawab"
"Kalau gitu, harusnya aku biarin aja kamu jatoh"
"Aahhh... sakit Fara"
"Aku akan ambilkan air hangat untuk mengompres perutmu"
"Aaahhhh.... " Teriak Gabriel yang kemudian pingsan.
"Eh kak? bangun" pinta Fara.
"Ada apa ini?" tanya Rangga yang baru datang.
"Istrimu pingsan" jawab Fara.
"Kamu apain istriku?"
"Aku?"
"Iyalah siapa lagi kalau bukan kamu" tuduh Rangga.
"Tadi tuh dia kepleset, aku cuma bantu"
"Kalau kamu bantu kenapa dia sampe pingsan"
"Ya mana ku tahu"
"Pokoknya kamu harus tanggung jawab"
"Yang sopan ya, ingat siapa kamu. Berani-beraninya sama aku"
"Ingat kamu hanya tamu disini" tegas Rangga.
"Jangan lancang dengan putri Fara, atau aku hajar kamu" ancam Arjun yang mendengar junjungannya dihina.
"Sudah, kau menghawatirkan istrimu atau ingin bertengkar saja dengan Arjun" tegur Fara.
"Heh ini kamu yang duluin"
"Syen, Syena!" panggil Fara.
"Iya putri?" jawab Syena.
"Kamu telfonin dokter Vanya, suruh dateng ke sini" pinta Fara.
"Siap none" ujar Syena.
Fara lalu pergi ke ruang tamu menunggu kedatangan tantenya tersebut. Sedangkan Arjun berjaga-jaga didalam, karna belum percaya akan sikap Rangga yang terlihat seperti pura-pura baik.
Aku tak bisa meracuni Intan dalam waktu yang dekat, atau nanti akan terbongkar semua sandiwaraku...batin Rangga.
15 menit berlalu, dokter Vanya pun sampai dengan mobil BMWnya yang terlihat mencolok. Vanya keluar dengan panik dan langsung menghampiri Fara yang ada di ruang tamu.
"Dimana Intan?" tanya Vanya.
"Masuk saja, ada di kamar" ujar Fara.
"Baiklah"
Vanya langsung memeriksa keadaan Gabriel yang terbaring diranjang. Fara yang awalnya diruang tamu, kini ia pergi kehalaman untuk bermain dengan Glen.
Gabriel mulai sadar, ia tak melihat Fara disampingnya.
"Dimana Fara?" tanya Gabriel yang panik.
"Dia ada diruang tamu" jawab Vanya.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Rangga.
"Aku akan menemui Fara" ujar Gabriel.
"Ada apa denganmu?" tanya Rangga yang khawatir.
Gabriel pergi untuk melihat keadaan Fara.
Di Ruang Tamu.
Gabriel terkejut melihat hanya Syena yang ada. Ia tampak gelisah mencari keberadaan adiknya. Syena pun memberi tahu jika Fara sedang ada di halaman, sedang bermain dengan Glen.
Di Halaman.
Fara mendengar keributan dirumah, namun ia tak menghiraukannya. Fara terus melatih Glen sampai sesuai dengan keinginannya. Tak lama Gabriel keluar dan langsung memeluk adiknya tersebut.
"Fara kau tidak kenapa-napakan, tidak ada yang terlukakan?" tanya Gabriel yang lalu memeluk erat Fara.
Ada apa denganmu kak? Jantungmu sampai berdetak kencang dan suaramu ada rasa ketakutan...batin Fara.
"Kenapa kau diam saja Fara? Katakan Fara, bicaralah walau sedikit saja" pinta Gabriella.
"Ada apa dengamu?" tanya Fara.
"Aku sangat senang mendengar suaramu, berada bersamamu, dan menghabiskan waktu denganmu" jawab Gabriel yang melantur.
"Jawabanmu tak sesuai keinginanku, ada apa dengamu?"
"Tak apa, aku senang kau baik-baik saja"
Mungkinkah tante Vanya salah ngasih obat, atau dia bangun disisi yang salah. Ada apa dengan otaknya?...batin Fara.
"Sedikit menjauhlah, aku susah bernafas lega jika kau seperti ini" pinta Fara.
"Oke maaf aku sepertinya sedikit berlebihan" ujar Gabriel.
Semua merasa heran, melihat Gabriel yang bersikap aneh setelah terbangun dari pingsannya. Rangga lalu memanggil istrinya, untuk beristirahat dikamar.
semangatt
mampir ya ke cerita baru aku
2 👍
mampir juga ya kak di novelku judulnya TERSISIH KARENA MENDUA
Lanjut, Thor. 😊
Semangat. 😉
Istriku mantanku
Ternyata Cinta Pertamaku