NovelToon NovelToon
Penguasa Para Dewa

Penguasa Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Angin malam berhembus dingin, membawa aroma pinus yang tajam menyapu halaman belakang sekte pinggiran. Lin Chen duduk bersila di atas batu basal yang dingin, menarik napas panjang. Malam ini terasa berbeda. Setelah bertahun-tahun menderita dan dihina oleh sesama murid, ia akhirnya bangkit dan menyadari satu kebenaran mutlak yang selama ini tertidur di dalam darahnya: tubuhnya sama sekali bukanlah sampah. Meridian yang selama ini tersumbat perlahan mulai beresonansi, menandakan ia telah melangkah mantap di tahap awal kultivasi, yakni ranah Penempaan Tubuh.

Ia membuka mata perlahan. Tepat pada saat itu, dari kejauhan di bawah cahaya bulan purnama yang pucat, pandangannya tertuju pada sesosok gadis yang sedang berdiri di anjungan tebing.

Gadis itu adalah Su Qingyue. Untuk pertama kalinya, Lin Chen melihatnya dari jarak sejauh ini, tampak sangat dingin dan cantik tiada tara, seolah-olah ia bukanlah makhluk yang berasal dari dunia yang fana ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3: Pagi di Sekte Pinggiran

Sinar mentari pagi mulai mengintip dari ufuk timur, mengusir sisa-sisa kabut malam yang menyelimuti hutan. Sisa api unggun semalam kini hanya berupa bara kemerahan. Di sampingnya, Zhu Da tertidur pulas dengan dengkuran yang bersahut-sahutan, seolah sama sekali tidak peduli dengan bahaya hutan buas di sekitarnya. Pemuda gempal itu memang rela menyelinap ke tempat berbahaya di tengah malam buta murni hanya gara-gara ia sangat ingin memakan daging.

Sementara itu, Lin Chen sudah duduk bersila di atas bongkahan batu sedari subuh. Ia memusatkan perhatiannya ke dalam diri. Sejak semalam, ia menyadari dengan pasti bahwa tubuhnya yang selama bertahun-tahun selalu dihina ternyata sama sekali bukanlah sampah. Energi murni mengalir jauh lebih lancar, memastikan pijakannya di ranah Penempaan Tubuh, yang merupakan langkah paling awal dalam sistem kultivasi alam semesta.

"Fokuskan napasmu ke pusat Dantian, Bocah!" Suara serak Tua Hitam mendadak bergema lagi di kepalanya, membuyarkan konsentrasi Lin Chen. "Energi spiritual di zaman ini benar-benar tipis seperti kertas. Kalau di zamanku, bernapas sekali saja sudah cukup untuk menghancurkan gunung!"

Lin Chen hanya menghela napas. Roh kuno yang baru terbangun dari tidur panjang di dalam Cincin Hitam itu memang sangat suka menyombongkan diri. Namun, alih-alih memberinya teknik rahasia atau mantra tingkat tinggi yang berguna, Tua Hitam malah kembali mengalihkan pembicaraan ke arah yang sama sekali tidak masuk akal.

"Dengar, Bocah. Kalau kau sudah cukup kuat nanti, kita harus segera kembali ke tebing tempat gadis es itu berada," celoteh Tua Hitam dengan nada menggurui. "Untuk menaklukkan hati wanita cantik, kau tidak boleh memujinya. Kau harus lewat di depannya sambil membawa kepala naga, membusungkan dada, lalu berteriak menantang langit! Dia pasti akan langsung bertekuk lutut kagum padamu!"

Lin Chen memijat pelipisnya perlahan. Su Qingyue adalah gadis yang sangat dingin seperti es dan memandang semua orang sama saja. Melakukan hal bodoh seperti saran Tua Hitam di hadapan gadis itu hanya akan membuat Lin Chen ditendang jatuh dari tebing sebelum sempat mengucapkan satu kata pun.

"Tua Hitam, bisakah kau diam sebentar? Aku harus membangunkan Zhu Da. Kita harus kembali sebelum lonceng asrama luar berbunyi, atau kita akan dihukum menyapu seluruh halaman sekte," balas Lin Chen secara telepati.

Ia lalu menendang pelan kaki Zhu Da. Pemuda gempal itu terlonjak kaget, mengusap air liur di sudut bibirnya, dan hal pertama yang ia lakukan adalah mencari sisa daging babi tanduk berbulu semalam.

"Ayo kembali," ajak Lin Chen tenang, sambil berdiri dan membersihkan debu dari pakaiannya.

Perjalanan kembali ke asrama sekte pinggiran terasa jauh lebih ringan bagi Lin Chen. Otot-ototnya yang dulu kaku dan lemah kini beresonansi penuh tenaga. Namun, kedamaian pagi itu harus terhenti ketika mereka baru saja melangkah melewati gerbang batu halaman luar.

Tiga orang murid berseragam abu-abu sudah berdiri menghadang jalan. Di tengah mereka, seorang pemuda jangkung dengan senyum meremehkan melangkah maju. Itu adalah Wang Hao, salah satu senior asrama luar yang paling gemar menindas murid-murid lemah untuk merampas jatah pil spiritual bulanan mereka.

"Lihat siapa yang baru kembali dari hutan," cibir Wang Hao, matanya menyipit menatap Lin Chen dan Zhu Da secara bergantian. "Si Sampah Lin dan Si Babi Zhu. Ke mana saja kalian semalaman? Jangan bilang kalian pergi ke hutan untuk mencoba berkultivasi? Hahaha!"

Zhu Da langsung bersembunyi di balik punggung Lin Chen, tubuhnya kembali gemetar ketakutan. Biasanya, dalam situasi seperti ini, Lin Chen akan menundukkan kepala dan meminta maaf demi menghindari masalah yang lebih besar.

Namun, hari ini berbeda.

Lin Chen menatap lurus dan tajam ke arah Wang Hao. Tidak ada lagi keraguan maupun ketakutan di matanya.

1
Bernard
Mantap sekali Thor👍👍
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍💪💪💪👍👍👍
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
GEDE JAYANEGARA
bintang Toedjoe, obt sakit kepla
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
mbono keling
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪
Bernard
Pleaseee.., tolong di lanjut
Sang_Imajinasi: lanjut terus kok kak tiap hari jam 3 sore
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
yoi
Bernard: Sangat bagus.., tolong lanjutkan 🙏
total 1 replies
saniscara_Patriawuha
gasss pollll manggg minnnn..
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
MyOne
Ⓜ️🙎🏻🙎🏻🙎🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🤨🤨🤨Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🔜🔜🔜Ⓜ️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!