Natasha Bleecker berusia 30 tahun seorang sekretaris CEO tampan bernama Dimas dijodohkan dengan Reza Permadi berusia 26 tahun. Natasha adalah cinta pertama Reza sewaktu kecil dulu. Sedangkan Dimas sangat terobsesi memiliki Natasha membuat jalan perjodohan mereka sedikit rumit. Kerikil kerikil tajam selalu datang dalam hubungan Natasha dan Reza.
Apakah mereka dapat berakhir bahagia seperti cerita pada novel novel romansa lainnya?
Dukung terus Author dengan Like, coment, fav & share. Dengan begitu memberi semangat Author untuk cepat menyelesaikan kisah Natasha dan Reza.
Terimakasih untuk teman teman penyuka noveltoon 🙏😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggraini Gita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33 : Kedatangan Kimi
Brak
Reza membuka paksa pintu kamar mandi. Natasha terkulai lemas dipinggir closet. Reza membopong tubuh istrinya, meletakkan diranjang kembali.
"Sayang..sadarlah. Ada apa denganmu?" Reza menepuk pipi Natasha perlahan.
"Sepertinya asam lambungku kambuh" suara lirih lemas keluar dari mulut Natasha. Reza bergegas memanggil Susi untuk mengambilkan obat.
tok tok tok
"Masuk Susi" Susi masuk dengan membawa obat asam lambung.
"Terimakasih Susi" ucap Reza, Susi segera keluar dari kamar tuan mudanya.
"Sayang ayo bangun, minum dulu obatnya" Reza menopang tubuh istrinya untuk duduk lalu meminum obatnya.
"Istirahatlah" Reza mencium kening Natasha dalam, mendekap istrinya dan kembali tidur bersama.
*****
Malam telah berganti pagi. Matahari yang sudah menampakkan dirinya, menyinarkan sinarnya masuk ke celah celah korden dikamar pasutri yang masih terlelap. Lelah dan kepanikan semalam membuat mereka bangun kesiangan.
"Apa sudah lebih baik?" Reza memeluk istrinya saat terbangun.
"iya sayang" jawab Natasha.
"Astaghfirullah kita kesiangan sayang" Natasha langsung terbangun dan berlari ke dalam kamar mandi. Reza menyusulnya dan mandi bersama.
"Hari ini dirumah saja, istirahat. Oke?" kata Reza saat Natasha sedang memakaikan dasi dan jas.
"Tapi aku..." belum selesai Natasha bicara, Reza lebih dulu memotongnya.
"Tetap dirumah!" Reza tak ingin dibantah. Natasha mengangguk lemas.
Natasha dan Reza berjalan bergandengan tangan ke meja makan. Sarapan bersama. Oma dan Aunty sudah menunggu disana. Saat mereka akan mulai sarapan, terdengar suara sapaan dari seseorang yang sangat Natasha kenal.
"Assalammualaikum oma aunty" wanita itu mendekat lalu cipika cipiki. Natasha dan Reza membulatkan mata mereka sempurna. Saling bertatapan dan timbul banyak pertanyaan.
"Walaikumsalam kimi sayang" oma dan aunty memeluk bergantian.
"Hai Nat, Za" sapa kimi tersenyum manis tanpa rasa sungkan langsung menarik kursi duduk disebelah Reza yang sudah disiapkan oma.
'Ada apa lagi ini? kenapa oma dan aunty kenal kimi? lalu kenapa dia duduk disitu? pantas saja oma tidak biasanya duduk tidak dikursi itu' batin Natasha sambil menatap Kimi.
"Oma yang mengundang kimi untuk sarapan bersama. Gak masalah kan?" Oma melirik tajam pada Natasha. Reza diam karna tidak suka dengan kehadiran kimi.
"iya oma, gak papa kok. Kimi juga temanku" jawab Natasha tersenyum paksa.
"Dia bukan temanmu, Kimi tamuku dan cucu kesayanganku" Oma tersenyum pada kimi dan mengusap lembut tangannya.
"Terimakasih oma, kimi seneng banget ketemu oma dan aunty. Ehemm...juga Reza" Kimi menatap Reza dan mengacuhkan Natasha yang ada dihadapannya. Sungguh tidak tahu malu. Natasha heran dengan perubahan sikap temannya itu.
'Hei, dia suamiku. kenapa kau ingin bertemu dengannya? wajahmu juga kenapa sesenang itu menatap suamiku?' batin Natasha kesal. Reza menggenggam tangan istrinya dihadapan semua, sengaja melakukannya agar Natasha tenang.
"Sama sama sayang, oma juga seneng banget kamu datang. Reza pasti juga seneng" Oma masih saja memicingkan matanya ke Natasha.
Oma memberi kode pada kimi untuk mengambilkan makanan ke piring Reza, sebelum Natasha melakukannya. Kimi dengan sigap langsung meletakkan lauk diatas piring Reza. Reza menatapnya tidak suka. Natasha cemberut, karna kalah cepat dengan Kimi. Lauk yang akan dia letakkan dipiring suaminya, dia alihkan ke piringnya sendiri. Reza yang sudah dipelototin oleh Oma, tidak bisa menolak apa yang dilakukan Kimi padanya.
Reza menggenggam erat tangan Natasha, mengusap usapnya. Natasha membalas senyuman, berkata dengan matanya bahwa dia baik baik saja.
'Hahaha...aku menang. rasain loe' batin Kimi bahagia melihat Natasha yang tak berkutik.
Selesai sarapan pagi yang menyebalkan bagi Natasha dan Reza. Reza siap berangkat ke kantor. Reza langsung sigap memeluk pinggang istrinya dan berjalan ke arah mobil. Tentu membuat ketiga orang itu kepanasan.
Bani sudah berdiri didepan pintu mobil yang dibukanya. Reza mencium kening, pipi dan ciuman lembut dibibir istrinya. Bani langsung membuang pandangannya, jiwa jomblonya bergejolak.
'Sampai kapan aku harus liat pemandangan ini Tuhan? hiks...' batin Bani.
"Tetaplah bersama Raya, kalau ada sesuatu langsung hubungi aku. Oke?" pesan Reza sambil mengusap pipi Natasha.
"Iya sayang. Hati hati dijalan" Natasha melambaikan tangannya, dibalas lambaian oleh Reza.
******
Natasha terus memandang mobil Reza hingga menghilang dari pandangan. Membuang nafasnya kasar, menyiapkan diri untuk melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah. Entah apa yang akan terjadi didalam. Natasha heran dengan perubahan sikap Kimi. Memang setelah resepsi kemarin dia tidak bertemu lagi ataupun bertukar pesan.
'Tapi kenapa sekarang dia dekat dengan oma dan aunty? apa yang mereka rencanakan?' gumam Natasha sambil terus berjalan masuk ke dalam rumah.
Natasha enggan bergabung dengan mereka di ruang keluarga. Ia memilih ke taman belakang melewati pintu samping.
"Raya, apa kau sudah sarapan?" Natasha menghampiri Raya di meja makan camp pekerja.
"Sudah nona" Raya langsung menegakkan tubuhnya.
"Kalau begitu, temani aku ya?" lantas Natasha berjalan ke taman belakang diikuti Raya. Pekerja yang lain membungkukan badan saat Natasha melewati mereka.
Natasha duduk di kursi taman belakang, melamun, memikirkan sebenarnya apa yang sedang terjadi. Pagi ini benar benar membuatnya syok melihat Kimi datang dan bertingkah aneh.
"Nona, apa ada sesuatu? kenapa nona sedaritadi melamun" tanya Raya yang duduk bersebelahan dengan nona mudanya. Memang Natasha suka dengan kehangatan dan keakraban pada siapapun, meski itu pelayan atau pekerjanya tanpa membeda bedakan.
"Raya, apa tadi kau lihat wanita yang datang lalu sarapan bersama kami?" Natasha mengalihkan pandangannya pada Raya.
"Nona Kimi?" jawab Raya cepat. Natasha terkejut kenapa Raya sampai tahu namanya juga.
"Saya kenal dengan nona Kimi sepupu bos Dimas" Natasha lagi lagi terkejut.
"Sepupu?? ah yang benar saja kamu Raya" Natasha menyenggol lengan bodyguardnya, merasa Raya hanya bergurau.
"Iya nona, saya dulu pernah bekerja dengan bos Dimas"
"Hah?? tapi kenapa aku tidak pernah melihatmu? aku dulu sekretaris Dimas" Natasha semakin pening mendengarnya.
"Saya bertugas menjaga Nyonya besar Cintya nona"
"Tunggu! jadi Dimas sepupu Kimi?"
'Kenapa mereka menutupinya? Ada apa sebenarnya?' batin Natasha terus berkecamuk. Selama ini ia dibodohi oleh teman dan mantan bosnya.
"Iya nona, setau saya memang mereka berdua sepupu. Nyonya besar dan Ayah nona Kimi kakak beradik" terang Raya kembali, Natasha menggelengkan kepalanya tak menyangka dengan kenyataan ini.
"Terimakasih Raya untuk informasinya. Tadi aku hanya ingin menanyakan soal kedatangan Kimi. Dia temanku, sahabatku dulu dikantor. Tapi pagi ini dia datang atas keinginan oma. Mereka juga sangat akrab. Dan tiba tiba dia menggoda suamiku, Raya" hati Natasha sedang bimbang.
"Hati hati saja nona, saya tadi juga melihatnya. Sepertinya mereka bertiga merencanakan sesuatu. Kita harus berhati hati nona" bisik Raya. Raya dapat merasakan ada yang sedang mengawasi mereka berdua.
"Kenapa kau berbisik Raya?" suara Natasha lirih. Dia juga mengetahui perubahan tingkah Raya. Pasti ada sesuatu, jadi Natasha mengikuti apa yang Raya lakukan.
"Ada yang mengawasi kita nona. Sebaiknya jangan membicarakan mereka. Bersikaplah seolah olah kita tidak tahu apa apa nona" Raya berbisik lagi, dibalas anggukan Natasha.
******
Reza Permadi & Natasha Bleecker