Yan Kai seorang pemuda sebatangkara sekarat karena menolong temannya saat pulang setelah membeli sebuah ponsel.
Disaat sedang koma dia dikirim ke dunia lain, menghapi pedang dan sihir dan musuh yang kuat untuk menyelesaikan misinya di dunia itu agar bisa menebus kehidupannya kembali.
Dengan wajah tampan dan kekuatan dia mendominasi dunia itu, dia mampu untuk meningkatkan kekuatan orang lain yang dia inginkan.
Lalu dia bertemu dengan seorang gadis yang tanpa dia sadari adalah seorang putri raja, mereka saling jatuh cinta namun hubungan mereka tidak direstui raja karena perbedaan status, dia direndahkan dan dipaksa meninggalkan putri, karena itulah dia bersumpah akan membuat semua raja bertekuk lutut di kakinya.
Ikuti petualangan Yan Kai di PENDEKAR PEDANG KABUT
by: Rendy_Tbr
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rendy_Tbr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEMBALI KE AKADEMI
Selama dua minggu Yan Kai tinggal di lembah Jura sambil berkultivasi dan mempelajari teknik yang baru dia dapatkan, kini kultivasinya sudah menembus tingkat Ancestor tahap awal. Pada siang hari berikutnya Jura memberitahu Yan Kai sebuah tempat yang bagus untuk berlatih sekaligus berburu harta.
"Yan Kai, memahami teknik itu tidak terlalu susah tapi mempraktekkannya itu yang sangat sulit, kau butuh kekuatan yang cukup untuk membuat teknik mu sempurna, jika tidak, itu akan seperti daun kering yang membungkus bara api, kau sendiri yang akan hancur"
"Apa yang harus aku lakukan?"
"Ada sebuah tempat yang bagus untuk mengasah teknik mu itu, tapi tempatnya juga sangat berbahaya, biasanya tempat itu akan dibuka setiap tahun" kata Jura
"Memangnya tempat apa itu?"
"Tempat itu bernama Tanah Leluhur, terletak diperbatasan tiga kerajaan, kerajaan Daxia, kerajaan Qin dan kerajaan Hugo milik ras iblis, kalau kau punya keberanian pergilah kesana, tapi hati-hati, disana mungkin juga berkeliaran ras naga"
"Aku akan memikirkannya nanti, aku harus kembali dulu ke akademi, guruku pasti sedang mencari ku" ujar Yan Kai
"Sepertinya aku akan kesepian lagi? Tapi jika kau pergi, jangan lupa tinggalkan makanan yang banyak untukku"
"Apa kau tidak ingin kembali ke tempat ras naga?" tanya Tan Kai
"Jika tempat itu hanya akan membuat ku sakit, lebih baik aku disini sampai aku mati"
"Kata-katamu seperti guru puisi"
"Ada seseorang masuk ke lembah ini, berani sekali dia memasuki wilayahku tanpa seizinku, akan aku habisi dia" kata jura
"Tunggu! Jangan bertindak tanpa alasan, jika kau tidak mematuhi kebenaran, kau sama saja dengan mereka yang jahat" ujar Yan Kai
"Oh! Hahaha, kau benar juga, dia sedang menuju tempat ini"
Tak lama kemudian terdengar seseorang berbicara diluar rumah.
"Maaf senior kalau aku masuk tanpa izin, tapi aku sedang mengkhawatirkan muridku dan mencarinya sampai kesini"
"Suara ini terdengar tidak asing" kata Yan Kai
"Apa kau mengenalnya?" tanya Jura
"Suara ini seperti suara guruku"
Lalu Yan Kai segera keluar dari rumah dan benar saja itu guru Shi yang sedang mencarinya, guru Shi yang merasakan aura kuat dari Jura tak mampu menoleh ke arah Jura.
"Guru Shi?" panggil Yan Kai
"Yan Kai, ternyata benar kau tinggal disini"
Kemudian Yan Kai mempersilahkan guru Shi masuk dan disuguhkan minuman dingin dari lemari esnya.
"Kenapa guru Shi bisa tau aku disini?"
"Aku menanyakan tempat tinggal mu pada murid yang mengenalmu tapi aku tak menemukannya, akhirnya mendatangi Xia Rui untuk bertanya, lalu dia memberitahukan tempat ini"
"Maaf guru, aku menghilang cukup lama"
"Aku juga mendatangi Meng Ji dan mengancamnya jika terjadi sesuatu padamu"
"Guru Shi memang pemberani sampai mendatangi Meng Ji yang merupakan tangan kanan raja"
"Jangankan Meng Ji, sama raja pun aku tidak akan takut"
"Hehe, guru memang yang terbaik"
"Kalian teruslah ngobrol, aku akan keluar dulu, aku akan kembali saat makan malam" ujar Jura sambil pergi keluar.
"Yan Kai, dia itu siapa?"
"Dia itu Jura, penguasa dan pemilik lembah ini?"
"Apa? Jura? Penguasa lembah terlarang ini" ujar guru Shi agak gemetar
"Jangan khawatir guru, dia tidak akan berbuat apapun selama kita menjaga sikap"
"Ngomong-ngomong rumah ini sangat berbeda dengar rumah yang pernah aku lihat, benda-benda disini juga berbeda" kata guru Shi
"Rumah ini dibuat dari bahan langka dan modelnya unik, Jura punya selera yang unik"
Mereka terus ngobrol hingga sore hari, kemudian Yan Kai langsung memasak makanan untuk makan malam mereka, guru Shi terpesona dengan alat memasak yang digunakan dan keahlian memasak Yan Kai, dia terus berdiri memperhatikan Yan Kai hingga selesai memasak.
"Aroma masakan mu membuat perutku langsung lapar" ujar Jura yang baru datang
Kemudian mereka menikmati makan malam bersama.
"Dua minggu yang lalu Yan Kai datang kesini dalam keadaan terluka parah, jika terjadi sesuatu padanya, akan aku ratakan akademi dan istana raja"ujar Jura
"Saat itu aku juga sedang ada urusan diluar, aku hanya mendapat kabar saat kembali pada sore hari" ucap guru Shi
"Ini tidak ada hubungannya dengan akademi" ucap Yan Kai
"Kalau kemaren kau sampai mati, mungkin aku akan mencari adik angkat baru" canda Jura
"Tapi kau tidak akan pernah makan enak lagi"
"Benar juga, makanya kau harus jaga diri baik-baik"
"Untuk apa? Jadi tukang masak?" tanya Yan Kai
"Ya untuuuuk.... Untuk mencapai impianmu, bukankah kekasihmu itu sedang menunggumu" ujar Jura
"Apa hubungan mereka ini sebenarnya? Ini seperti obrolan teman seusia, tapi yang satu naga dan yang satunya lagi manusia" ujar guru Shi dalam hati sambil menyantap makanan
Setelah guru Shi menginap semalam, keesokan harinya Yan Kai pamit pada Jura untuk kembali ke akademi. Dalam perjalanan pulang Yan Kai bertanya pada guru Shi.
"Guru! Apa guru tau dengan tanah leluhur?"
"Tentu saja aku tau, itu tempat yang bagus untuk berpetualang tapi juga tempat yang sangat berbahaya"
"Aku ingin pergi kesana, Jura bilang itu baik untukku"
"Tidak! Aku tidak akan mengizinkan mu untuk pergi kesana, tempat itu juga disebut kuburan masal, jarang ada yang kembali dari sana"
"Tapi guru, aku ingin menjadi kuat secepatnya, aku ingin meremukkan tulang orang yang bernama Meng Ji itu"
Mendengar itu guru Shi menjadi bingung antara mengizinkan atau tidak.
"Aku tau apa yang ada di hatimu, tapi jika kau tak bisa kembali dari tempat itu maka kau juga kehilangan semuanya" ujar guru Shi
"Untuk itulah aku harus bisa kembali dari tempat itu"
"Sekarang kau sudah berada di tingkat Ancestor, nanti aku akan memberimu artefak pedang terbang"
"Terima kasih guru"
"Sepertinya aku harus melakukan sesuatu untuk Yan Kai dan Xia Rui" ujar guru Shi dalam hati
Setelah beberapa waktu akhirnya mereka sampai di puncak spiritual. Sementara itu beberapa hari kemudian di istana raja Daxia, Xia Rui menemui ayahnya.
"Ada apa Rui sampai menemui ayah disini?"
"Ayah, sebentar lagi adalah pembukaan tanah leluhur, aku ingin memasuki tanah leluhur untuk mengasah kemampuan ku"
"Tapi tempat itu sangat berbahaya, jika kau ingin pergi, harus ada yang menemanimu, ayah akan meminta pangeran Suo untuk menemanimu"
"Kalau dia mengikutiku, aku akan langsung membunuhnya"
"Kenapa kau masih seperti itu pada pangeran Suo? Dia bukan calon suami yang buruk untukmu"
"Aku tidak ingin membahas hal itu saat ini, aku hanya ingin tau apakah ayah mengizinkan ku memasuki tanah leluhur atau tidak?"
"Ayah akan mengizinkan jika ada yang mendampingi mu, hanya tingkat Nascent Soul kebawah yang bisa masuk kesana, untuk itu kau bisa memilih sendiri siapa yang akan mendampingi mu"
"Terima kasih ayah, aku pamit dulu"
Lalu Xia Rui segera keluar dari ruang ayahnya.
apa tidak ada kelanjutan cerita ini?
bagaimana lanjutan saat yan kai kembali ke kehidupan sebelumnya?