NovelToon NovelToon
Bayang Yang Runtuh

Bayang Yang Runtuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:19.6k
Nilai: 5
Nama Author: Shanti_San

Kiara, putri tunggal keluarga terkaya, memilih menikah dengan pria biasa karena cinta yang ia pikir sangat kuat dan abadi. Selama sepuluh tahun pernikahan, Kiara hidup dengan rasa bersalah yang besar—ia tidak pernah bisa mengandung dan melahirkan anak, selalu menyalahkan dirinya sendiri, dan terus meminum obat yang dikatakan suaminya sebagai vitamin penyehat tubuh.

Semua kepercayaan dan kebahagiaannya runtuh dalam sekejap mata. Kiara mengetahui kenyataan pahit, suaminya telah berselingkuh dengan sahabat terdekatnya sendiri.
Lebih menyakitkan lagi, obat yang ia minum setiap hari ternyata adalah pil penunda kehamilan. Sepuluh tahun ia pikir dia kurang subur, padahal dialah yang menjadi korban, dan suaminya sendirilah penyebab ia tidak pernah bisa memiliki keturunan. Puncak kehancuran tiba saat Kiara tahu sahabatnya kini sedang mengandung anak hasil perselingkuhan mereka.

Kiara pun memilih pura-pura tidak tahu, untuk membalaskan rasa sakitnya karena telah di tipu oleh mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33 - Permohonan yang sia-sia

Sementara di sisi Ferdi yang sedang menerima serangan dari Kiara, Emely yang berdiri di pojokan menyaksikan semua dengan geram, rasa amarah karena Kiara sudah merusak nama Ferdi dan namanya di depan para pebisnis.

"Kiara Sialan, kau selalu saja merebut sesuatu yang membuat ku bahagia. Bisa-bisa nya kau melakukan itu pada ku dan Ferdi."

"Aku tidak menyangka kau sangat pandai berpura-pura, jadi selama ini kau hanya pura-pura tidak tahu, kau hanya pura-pura baik pada ku, padahal kau sudah merencanakan semua ini, dasar wanita sialan." Batin Emely yang berada Di sudut ruangan yang agak gelap, Emily berdiri terpaku seolah terpaku di tempatnya. Wajahnya pucat pasi, keringat dingin membasahi telapak tangannya, dan kakinya terasa lemas seolah tidak mampu menopang tubuhnya, namun ada amarah yang ingin meledak. Seluruh rahasia yang selama ini dijaga rapat-rapat, seluruh rencana indah yang ia bayangkan bersama Ferdi, semuanya hancur berkeping-keping hanya dalam waktu singkat. Ia tidak menyangka bahwa malam yang seharusnya menjadi awal kebahagiaan mereka justru berubah menjadi bencana besar yang menampakkan sisi tergelap mereka di hadapan ratusan orang.

"Aku harus pergi dari sini sebelum semua orang menyadari keberadaan ku disini."Gumam Emely yang segera menundukkan kepalanya agar tidak di kenali.

Melihat banyak mata mulai beralih ke arahnya dan bisikan-bisikan yang semakin keras menyebut namanya, ketakutan menguasai hati Emily. Ia tahu bahwa jika ia tertangkap atau diserang oleh amarah orang banyak, nasibnya tidak akan jauh lebih buruk daripada Ferdi. Tanpa membuang waktu lagi, ia berusaha bersembunyi di antara kerumunan, berjalan cepat dengan langkah pelan agar tidak menarik perhatian. Dengan hati berdebar kencang, ia menyelinap menuju pintu belakang gedung, lalu segera melarikan diri ke dalam kegelapan malam, meninggalkan segala ambisi dan harapannya yang pupus begitu saja.

Sementara itu, di tengah ruangan utama, Ferdi masih berdiri terpaku di bawah panggung. Ia merasa seluruh tubuhnya mati rasa, seolah dunia di sekelilingnya berputar kencang. Ia menatap Kiara yang masih berdiri di atas panggung dengan tatapan tak percaya. Perlahan, kesadaran mulai menyusup masuk ke dalam benaknya. Ia baru menyadari satu hal penting yang tidak pernah ia duga sebelumnya: Kiara-lah dalang dari semua ini.

Semua kebingungan selama ini terjawab sudah. Sikap Kiara yang dingin namun tetap bersikap tenang, sikapnya yang seolah tidak peduli meski ada hal yang salah, bahkan permintaan maaf yang ia berikan dengan mudah semua itu hanyalah sandiwara. Kiara tidak buta, tidak bodoh, dan tidak hidup dalam kebohongan. Ia sudah tahu semuanya sejak lama, diam-diam mengumpulkan bukti, dan menunggu saat yang paling tepat untuk menjatuhkannya sehina-hinanya.

"Selama ini, dia sudah tahu. Dia membiarkanku merasa aman, membiarkanku merencanakan segalanya, hanya untuk menghancurkan ku saat aku berada di puncaknya." batin Ferdi, rasa malu, marah, dan takut bercampur menjadi satu. Ia merasa menjadi bahan tertawaan terbesar malam itu. Semua orang menatapnya dengan pandangan penuh cemoohan, jijik, dan penghakiman.

"Aku harus bagaimana sekarang, semua nya sudah hancur. Kerja keras ku sudah tidak ada harapan lagi."

Melihat Kiara hendak turun dari panggung, Ferdi bergegas mendekat, lalu tiba-tiba berlutut dan bersujud di hadapan wanita itu di depan semua orang. Suaranya terdengar parau dan memohon.

"Kiara! Tolong dengarkan aku! Aku salah, aku mengaku salah! Maafkan aku, Kiara! Aku tidak bermaksud seperti ini! Tolong tarik kembali semua ini, demi nama baik kita bersama."

"Kiara, lihat lah sedikit pengorbanan ku untuk perusahaan, aku selama ini bekerja keras, aku benar-benar bekerja. Aku tahu aku salah telah mengkhianati mu, tapi aku benar-benar mencintaimu Kiara."

Ia berusaha meraih ujung gaun Kiara, namun wanita itu dengan tenang melangkah mundur, menjauhkan diri seolah takut tersentuh benda kotor. Wajahnya tetap datar dan dingin, tidak ada sedikit pun rasa iba yang terlihat di matanya.

"Menjauh lah dariku," ucap Kiara singkat dan tegas.

Tanpa mempedulikan Ferdi yang masih berlutut memohon, Kiara berbalik dan berjalan menuju tempat orang tuanya berdiri. Pak Edward dan Bu Silvia segera menyambutnya, berdiri di sisi putri mereka seolah melindunginya dari pandangan pria yang telah menyakiti hati keluarga mereka.

Kiara menggandeng lengan ibunya, lalu menoleh sekilas ke arah Ferdi yang masih terjatuh di lantai. Suaranya terdengar jelas dan mantap, cukup keras untuk didengar oleh mereka yang berada di dekatnya.

"Kiara dengar aku, berikan aku kesempatan sekali lagi, aku berjanji akan berubah, aku Kana meninggalkan Emely dan hidup bersama mu berdua saja."Ucap Ferdi lagi dengan suara yang agak lantang agar Kiara yang sudah melangkah pergi mendengar nya.

Namun itu membuat semua orang semakin berisik menjelekan Ferdi karena ucapan nya yang ingin meninggalkan Emely yang padahal lagi hamil.

Langkah Kiara yang sempat terhenti saat teriakan Ferdi lekas tersenyum sinis.

"Kamu tidak perlu memohon maaf lagi padaku. Mulai detik ini, tidak ada lagi hubungan apa pun di antara kita. Tunggu saja surat gugatan cerai yang akan dikirimkan oleh pengacaraku. Segala urusan hukum dan pertanggungjawaban atas apa yang telah kamu lakukan akan segera diproses."

Setelah mengucapkan kalimat itu dengan tenang dan penuh wibawa, Kiara berbalik dan berjalan keluar dari ruangan itu dengan langkah yang anggun dan tegas, diikuti oleh orang tuanya. Ia meninggalkan tempat itu dengan kepala terangkat tinggi, seolah tidak ada beban yang membebani pundaknya.

Sedari tadi Baskara mengamati semua yang terjadi, ia tersenyum puas dengan apa yang Kiara lakukan. Ia sangat puas melihat bagaimana Ferdi di permalukan di depan umum, di depan para pebisnis yang otomatis mencoreng nama nya di dunia bisnis.

"Kiara, kau membuat ku semakin menganggumi mu, aku benar-benar telah salah menilai mu." Baskara sama sekali tidak melepaskan tatapan nya dari wanita itu sejak dari atas panggung hingga ia turun dari panggung.

"Wow, nona kiara sangat keren Tuan." Ucap Leo pada Baskara yang tidak melepaskan pandangannya sejak tadi, tatapan kagum pada sosok Kiara.

"Itu sebab nya aku suka."Terdengar samar hingga Leo menoleh.

"Apa tuan?." Tanya Leo.

"Sudah jangan banyak bicara, siapkan mobil."

Ucap Baskara mengalihkan ucapan nya dari Leo. Dan bergegas untuk keluar dari aula acara.

di atas panggung Ferdi terduduk lemas di lantai, mendengar suara langkah kaki yang menjauh dan bisikan-bisikan cemoohan yang terus menghantui telinganya. Malam yang seharusnya menjadi puncak kesuksesannya justru menjadi malam kehancuran total yang tidak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya.

"Hancur, semua sudah hancur."

1
Teh Yen
cie Kiara udh berani pegang tangan Bagaskara uhuuyyy senengnya pake banget tuh Bagaskara xixiiii
Teh Yen
kapan jadiannya dong kalian ih engg sabar deh liatnya
Teh Yen
iya tapi jangan lama lama.kiara.ntar keburu.d samber ulat bulu lagi gmn dong
Teh Yen
engg akan sadar sadar kynya tuh c Ferdi yah huih 😤
Teh Yen
penyesalan.selalu.datang terlambat yah kan Emily
Teh Yen
trima kasih Aldo kamu terbaik.hihii
Teh Yen
ayo kiara kapan kamu jujur sama bagaskara tentnga perasaanmu ntar keduluan ulet Keket yg kmr kan bahaya bisa d bawa pergi jauh ntar Bagaskaranya gmn dong ???
Teh Yen
Oalah mimpi toh kirain beneran Kiara engg mungkin senekat itu kan hehe 😁
Teh Yen
aaah sayang sekali coba kalau tadi Tidka ada asisten Kiara yg ketuk pintu mungkin kalian sudah....aaah jd senyum" sendiri bayanginnya haha
Teh Yen
baru sadar sekarang Emily hemmm 😏 sudah berulang kali d ingatkan oleh orang tuamu tentang keputusanmu tp kmu yg ttp ngeyel kan
Teh Yen
jangan bersedih Kiara ,,mungkin takdir Tidka menginginkan kamu punya ank dari laki" seperti Ferdi karena nanti itu bisa jadi Tidka baik ,, sudah move on aj.skoga kamu bisa menemukan kebahagian kembali bersama seseorang yg benar" mencintai kamu dengan tulus
Teh Yen
selamat yah Kiara
Teh Yen
yah mulailah hidup yg baru semangat baru jangan ambil milik ornga lain lagi yah
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan yang ga tahu diri kamu itu Emily
Yeni Astriani
lanjut Author
Teh Yen
smoga rencanamu berhasil Kiara ,,dan Ferdi tidak meminta yg aneh" tentunya
Teh Yen
siap siap kamu mempertanggung jawabkan perbuatanmu selama ini Ferdi
Teh Yen
masih punya muka aj tuh c Ferdi mau masuk kantor Wijaya engg tau malu iiih
Teh Yen
ya sudah coba saja Emily apa kamu bisa bertahan d tengah keterpurukan ekonomi hemm 😏 .... aku ragu sih kita liat saja nanti
Teh Yen
wah Emily sepertinya otakmu Tidka bisa berpikir dengan jernih ,, setelah semua yg terjadi kamu masih menginginkan Ferdi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!