Arnet tiba-tiba saja mendapatkan sistem yang mengubah hidupnya.
[Ding!]
[Selamat Host mendapatkan hadiah 100.000.000.000]
Suara itu muncul di pikirannya,disaat kejadian itu langsung mengubah hidupnya menjadi lebih baik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. Kehadiran Tuan David
"Arnet." ucap lirih Amanda yang tiba-tiba saja menangis.
"Terimakasih Arnet, telah memberikan kesempatan itu untukku,aku tak menyangka nasibku akan berubah seperti ini dan semuanya berkat dari bantuanmu." jawab Amanda yang menangis bahagia memiliki sahabat yang begitu peduli dengannya.
"Kenapa kamu malah menangis, seharusnya bahagia." protes Arnet pada Amanda yang tiba-tiba terjadi drama sedih.
Amanda mendekati Arnet,"Aku ini bahagia,bukan sedih." protes balik Amanda yang akhirnya keduanya saling berpelukan karena persahabatan mereka membawa kebahagiaan dan Amanda adalah orang yang Arnet bisa percayai.
"Oh iya, setelah ini aku ingin mengajakmu keluar." ucap Arnet yang langsung mengajak Amanda pergi dengannya.
"Oke bos." jawab Amanda yang keduanya langsung pergi keluar bersama, Arnet diam-diam sudah mempersiapkan sesuatu untuk Amanda.
Akhirnya mereka berdua berdiri tepat di depan showroom,"Kamu mau beli mobil lagi?"tanya Amanda pada Arnet.
"Jangan banyak tanya, Ayo kita masuk ke dalam."pada akhirnya mereka berdua masuk ke dalam showroom dan langsung disambut oleh salah satu pelayan.
"Selamat datang Nona."sapa pelayan itu dengan senyuman.
"Ayo ikut aku."Arnet langsung mengajak Amanda memasuki ruangan tengah, yang di mana di dalam sana ada banyak beberapa jenis mobil mewah.
"Kamu pilih apa yang kamu suka."Seketika Amanda terlihat bingung dengan apa yang Arnet ucapkan.
"Maksudnya?
"Kamu pilih mobil yang kamu suka nanti aku yang bayar intinya seperti itu, Kamu mengerti tidak apa yang aku katakan."Amanda benar-benar terkejut, tiba-tiba saja Arnet memiliki niat untuk membelikan mobil untuk dirinya.
"Kamu tidak bercanda kan, atau aku hanya mimpi?"Tanya balik Amanda yang masih tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Arnet.
Tiba-tiba saja pundak Amanda ditepuk oleh Arnet."Aku ini serius, cepat pilih mobil yang kamu suka setelah itu mobil itu kamu gunakan untuk selama kamu bekerja."jawab Arnet yang sudah menjelaskan sekian kali.
"Beneran?"tanya Amanda yang masih tak percaya jika dirinya dibelikan mobil oleh sahabatnya.
"Kamu masih tak percaya dengan apa yang aku katakan ini."Seketika Amanda langsung memeluk Arnet.
"Makasih Arnet."ucap Amanda yang menangis bahagia akhirnya ia memiliki mobil pribadi.
Amanda langsung memilih salah satu mobil di tempat showroom itu sedangkan Arnet duduk sembari menunggu Amanda memilih mobil yang ia sukai.
Setelah Amanda selesai memilih mobil yang ia pilih, Arnet langsung mengurus administrasi dan membayarnya di hari itu juga.
Pada akhirnya mobil itu sudah menjadi milik Amanda, dan tugas Arnet selesai di hari itu juga.
"Itu hadiah dariku, gunakan sebaik mungkin." pesan Arnet pada Amanda, sebagai motivasi untuk dia lebih giat bekerja.
"Oke bos,kalau begini aku akan semangat bekerja." jawab Amanda yang membalas dengan senyuman dan akhirnya ia bisa mewujudkan impiannya menjadi orang sukses dengan hasil kerja kerasnya.
Setelah itu mereka berpisah,dan Amanda kembali ke tempat kerjanya sedangkan Arnet kembali ke penthouse miliknya.
Tiba-tiba saja terdengar suara dari sistem
[Ding!]
[Selamat Nona, Anda mendapatkan tambahan poin 1000 dengan hadiah uang senilai 200.000.000.000 ]
Arnet membalasnya dengan senyuman,"Terimakasih sistem." ucap Arnet yang merasa sistem itu mulai merubah semua kehidupannya,dan kini tak menyia-nyiakan kesempatan emas yang sudah ada ditangannya.
Di tempat lain
Alex terlihat sibuk dengan setumpuk dokumen yang harus ia periksa di atas meja kerjanya.Tiba-tiba saja terdengar suara ketukan dari arah pintu kerjanya.
"Masuk." ucap Alex yang dimana orang yang masuk diruang kerjanya bukan asistennya melainkan seseorang yang tidak asing ia kenali.
"Papa." ucap lirih Alex.
"Sibuk?"
"Tidak Pa,ada apa Papa kesini?" tanya Alex yang terkejut dengan kedatangan tuan David di tempat kerja putranya.
"Papa datang hanya ingin memastikan tentang berita itu." sekertaris Alex mengernyit dahinya.
"Berita apa ?" tanya balik Alex yang masih tak mengerti.
Pada akhirnya tuan David menjelaskan tentang berita yang beredar diluar sana,sampai akhir Alex menganggukkan kepala mengakui berita itu benar adanya.
"Itu memang benar Pa." jawab Alex yang mengakui jika perusahaan miliknya sudah bekerjasama dengan perusahaan di kota A.
"Apakah dia mulai mengganggumu?" tanya tuan David pada putranya.
"Dia belum menggangguku,tapi setelah dia sudah mendengar kabar ini pastinya dia akan melakukan sesuatu untuk menggangguku lagi."Alex sekedar menebak dengan apa yang akan dilakukan oleh tuan James pada dirinya.
"Jadi begitu, walaupun dia mengganggumu pastinya kamu bisa mengatasinya sendiri." jawab tuan Dan yang yakin sepenuhnya jika putranya bisa menyelesaikan semuanya itu.
"Iya Pa,Alex bisa mengatasinya sendiri." jawab Alex yang tahu betul hanya dirinya yang mampu menyelesaikan permasalahannya dengan tuan James.
"Baiklah, jika kamu bisa menyelesaikannya sendiri." jawab Tuan David kepada putranya.
"Tujuan Papa menemuiku hanya menanyakan perihal itu?"tanya Alex kepada Papanya yang tiba-tiba saja datang di tempat kerjanya.
"Bukan itu saja, Papa hanya ingin memberitahukan mu jika Mamamu Minggu ini belum bisa pulang.Kakekmu masih belum sehat,jadi minggu ini Mamamu belum bisa pulang dan kamu disuruh Mamamu untuk menghadiri acara ulangtahun Laura." ucap tuan David pada putranya, sekedar mengingatkan acara itu.
"Alex sudah tahu Pa,Mama sendiri yang menyuruh Alex untuk hadir disana." jawab Alex yang sudah lebih tahu.
"Ya sudah kalau kamu sudah mengetahuinya,tak perlu lagi Papa katakan padamu untuk kedua kalinya." jawab tuan David yang langsung saja pergi dari tempat itu.
Alex duduk terdiam teringat sesuatu tentang acara itu,"Aku ingat jika aku menawarkan Arnet untuk ikut ke acara itu.Semoga saja dia tak menolak ajakanku." batin Alex yang mengharapkan Arnet bersedia ikut dengannya.
Semoga saja apa yang menjadi harapannya menjadi kenyataan.
Sedangkan di tempat lain, terlihat sosok pria yang terlihat begitu emosi setelah mendapat informasi dari seseorang.
"Berani-beraninya dia mencuri kesempatanku."ucap pria yang tidak lain tuan James yang terlihat begitu emosi setelah mendapatkan informasi tentang Alex yang mendapat kesempatan kerjasama dengan perusahaan dikota A.
"Lalu kita harus bagaimana tuan?" tanya pria itu yang diam-diam memata-matai pergerakan dari Alex.
"Kamu awasi dia,aku yakin ada celah untuk membuat perusahaan miliknya hancur." ucap Tuan James yang begitu besarnya ia dendam pada Alex.
"Baik tuan." pria itu langsung pergi dari tempat itu yang hanya tersisa tuan James yang masih menahan emosinya setelah mendengar informasi itu.
"Aku harus menghancurkan pria itu,aku tak ingin posisiku terancam hanya pria itu.Aku harus mencari cara lain walaupun aku turun tangan menghancurkan semua orang yang ada didekat dia." gumam Tuan James yang tidak bisa mengontrol emosinya.
mudah2an kedepan bisa lbh jeli & teliti lagi, shg cerita2 atw karya2 selanjutnya semakin menarik dan nyaman diikuti.
tetap semangat, lanjuuut... 💪🙏
fatalnya hal itu akan mengubah kalimat jd berlawanan arti.
atau masih hp ceng2po? 😂😂😇🤭
piye too???😇
mungkin ceritanya akan lbh terasa nyata kalo nilai/ jumlah uangnya dibuat 0-nya 6 saja, bkn 9.🙏
(itu seleraku lho gaesss..) 🤭🤭🤭