PROSES REVISI KARENA BANYAK KATA YANG SALAH KETIK DAN SPASI YANG BERLEBIHAN!
Steve Fabian dan Aletta Quenby Elvina terjebak dalam pernikahan yang tak mereka inginkan. Pernikahan Steve gagal karena Clara tunangannya pergi meninggalkannya tiga hari sebelum pernikahan. Kedua orang tua Steve memilih Aletta sebagai pengantin pengganti untuk Steve.
Aletta Quenby Elvina walaupun tidak ada rasa sedikit pun terhadap Steve bagaimana pun mereka kini terikat dalam ikatan yang sakral Aletta tetap menjalankan tugasnya layak seorang istri walaupun Steve Fabian tidak seperti itu terhadapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindita Ningtias, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPSIODE 33
"Assalamualaikum..." Steve memasuki rumah dengan langkah lesu, ia melangkahkan kaki pelan diiringi irama detak jantungnya yang berdegup kencang.
Setelah apa yang tadi ia lakukan kini ia merasa sangat bersalah telah berbuat hal itu. Walaupun dirinya sudah siap untuk menerima amarah dari istrinya itu, tetapi tetap saja ia merasa gelisah.
"Mas, siapa yang sakit mas?" tanya Aletta cemas "Kamu terlihat lesu sekali, apa semua baik-baik saja mas?" tanya Aletta turun menghampiri Steve saat mendengar salam dari pria itu.
Steve tidak bisa berkata apa-apa mulutnya terkunci rapat, ia kaget tak percaya karena wanita yang kini ada dihadapannya tidak marah kepadanya yang telah meninggalkannya pergi begitu saja.
"Mas, semua baik-baik sajakan?" tanya Aletta sekali lagi memastikan keadaan.
Steve membuka lebar tangannya dan menarik Aletta kedalam pelukannya sangat erat, bahkan Aletta kesulitan untuk menerima pelukan itu.
"Maafkan aku. Maaf, aku benar-benar minta maaf" ucap Steve tak henti-hentinya meminta maaf pada Aletta mengeratkan pelukannya.
"Mas maaf, aku nggak bisa nafas" ucap Aletta berusaha melonggarkan pelukan Steve.
"Ada apa mas?" tanya Aletta saat Steve melepaskan pelukannya. Wajahnya masih terlihat cemas akan keadaan Steve yang pulang dengan lesu dan meminta maaf kepadanya.
"Aku tidak apa-apa" ucap Steve tersenyum kecil. Ia merasa tidak sanggup jika harus mengatakan alasan yang sebenarnya.
"Jadi, siapa yang sakit mas?" tanya Aletta menyelidik menatap lekat mata suaminya.
"Teman" jawab Steve singkat.
Aletta yang mendengar jawaban singkat dari Steve memutuskan untuk tidak bertanya lebih lanjut karena sepertinya Steve sedang tidak ingin membicarakan hal itu.
Aletta yang tidak ingin membuatnya menjadi masalah besar pun mengalah, berhenti bertanya saja dan terdengar helaan nafas kecil dari mulut Aletta.
"Malam ini kita makan di luar yuk?" ajak Steve mengalihkan pembicaraan dan ingin menebus rasa bersalahnya serta ia ingin segera berkata jujur kepada istrinya itu.
Aletta menggeleng pelan "Aku makan di rumah saja mas" ucapnya tersenyum tipis menatap kearah Steve.
"Please... Yaa?" pinta Steve
"Maaf mas, aku benar-benar nggak pengen keluar, aku lagi nggak enak badan mas. Udah beberapa hari ini perutku nggak enak" keluh Aletta
"Maafkan aku sayang, belakangan ini aku terlalu sibuk dengan urusanku hingga tidak memperhatikanmu" ucap Steve sambil memegang pipi dan kening Aletta.
"Tidak apa mas, aku hanya butuh istirahat" ucapnya tersenyum manis menatap lembut suaminya itu.
"Kita ke dokter aja yah? Kamu buruan ganti baju atau mau aku panggilin dokter aja?" tanya Steve cemas.
"Nggak perlu kok mas, aku cuma butuh istirahat aja. Ntar juga baikan seperti biasanya" ucap Aletta tersenyum.
"Kamu yakin?" tanya Steve memastikan dan diangguki oleh Aletta.
"Ya udah, ayo kita kekamar" ajak Steve.
Setelah kurang lebih 2 jam tertidur, Aletta pun bangun dari tidurnya dengan keadaan jauh lebih baik dari sebelumnya dan terlihat lebih segar.
"Kamu udah bangun sayang?" tanya Steve yang baru datang masuk kekamar lalu keluar lagi.
Aletta merasa heran melihat suaminya yang baru saja masuk tapi tiba-tiba sudah keluar kembali bahkan ia belum sempat menjawab pertanyaan suaminya itu.
Saat Aletta bersandar di tempat tidurnya, Steve kembali masuk membawa segelas teh hangat dan sepiring kue "Kamu sudah enakan sayang?" tanyanya.
"Udah kok mas, kita jadi makan di luarkan mas?" tagihnya tertawa kecil mengingat tingkah suaminya sebelumnya.
"Iya sayang, jadi kok" ucap Steve membelai rambut hitam Aletta.
***
Mereka kini tengah berada di salah satu tempat makan yang ada di dalam mall, mereka berada di mall setelah Steve dan Aletta selesai berbelanja ria.
Malam ini Steve berencana untuk memberitahukan semuanya kepada Aletta. Ia berniat jujur.
"Sayang, aku ingin mengatakan sesuatu" ucap Steve memantapkan dirinya untuk berkata jujur.
"Hmm? Ada apa mas?" tanya Aletta bingung.
Ia sudah memantapkan hatinya ingin jujur mengatakan semuanya, ia tidak ingin perikahannya menjadi berantakan karena ketidakjujurannya.
Jantungnya kini semakin berdegup kencang. Saat ia sudah memantapkan hatinya justru saat ingin mengatakan segalanya hatinya kembali diliputi keraguan antara jujur atau menyembunyikan kebenaran tentang Clara.
"Hei Dek!" sapaan seseorang dari belakang sana membuat Steve tersentak kaget.
Resty yang tengah mencari tempat kosong tidak sengaja matanya menangkap sosok yang ia kenal tengah berada disana juga.
Ia dan Andrew memutuskan untuk bergabung dengan Aletta dan Steve. Setelah selesai makan-makan mereka kembali berkeliling bersama berbelanja ria.
Kehadiran mereka yang sangat tidak terduga itu, membuat Steve tidak jadi mengatakan kebenarannya karena keberaniannya kini telah lenyap.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
ini salah ciri2 wanita munafik dan kita bisa lihat dari karya nya
*intrkasi suaminya dengan wanita lain dipandang menjijikan tapi intraksi nya dia (istri) dengan lelaki lain dibenarkan dengan berbagai alasan (menjijikan) anggap adalah, saudara lah (muak)
dan ini buktinya intraksi steve dan clara kalian laknat tapi intraksi aletta dengan reyhan kalian bela dan benarkan
*steve baik pada clara kalian laknat tapi aletta kegatelan pada reyhan kalian bela dan benarkan
*steve baik pada clara kaian laknat tapi reyhan yang menjijikan mencari perhatian pada istri orang kalian benarkan
*pelakor kalian laknat tapi pebinor kalian puja2 (ini adalah pemikiran wanita munafik), reyhan kalian spesialkam, bisa kontak fisik dengan istri orang, selalu dibela, kelakuan selalu dibenarkan, bisa memprovokasi suami orang, bebas memukul suami orang dan tidak dianggap salah,
pokoknya novel ini adalah novel wanita munafik