NovelToon NovelToon
Orang Malas? Tidak Saya Adalah Immortal

Orang Malas? Tidak Saya Adalah Immortal

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Xianxia / Mengubah Takdir
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Pencari Dao Sejati

​"Kultivasi energiku memang kembali jadi kecoa, tapi dengan fisik dewa ini... jika ada master yang mencoba meninjuku, tangannya sendiri yang akan patah menjadi tebu!"
​Seratus tahun disiksa dan dibuang ke kolam darah Gunung Ming akibat konspirasi kejam di masa lalunya, Lin Ling akhirnya berhasil bangkit. Melalui ritual terlarang yang membakar habis basis kultivasi Nascent Soul-nya, ia melebur esensi Ular Purba Mahayana dan Kristal Dao Agung untuk menciptakan sebilah wadah kedewaan baru.
​Namun, takdir bercanda dengannya. Tubuh barunya menjelma menjadi monster dengan kekuatan fisik murni ranah Mahayana Lapisan 1, tetapi dantian spiritualnya kosong melompati segala bentuk Qi. Karena bakatnya terkunci di Akar Spiritual Kelas Menengah, Lin Ling terpaksa harus merangkak kembali dari dasar bumi—ranah Body Tempering lapisan pertama.
​Trauma masa lalu? Dendam yang meledak-ledak? Tidak ada waktu untuk itu! Lin Ling yang baru telah menjelma menjadi sosok Immortal yang bebas, konyol, super santai

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pencari Dao Sejati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menuju Alam Rahasia

Tiga bulan masa persiapan telah berlalu dalam sekejap mata. Hari yang dinanti-nantikan oleh seluruh warga Sekte Bangau Abadi akhirnya tiba—hari di mana gerbang dimensi menuju Alam Rahasia Kuno akan dibuka kembali setelah puluhan tahun terkunci.

​Atmosfer di Alun-Alun Giok Putih yang terletak di pusat sekte terasa begitu megah, riuh, dan dipenuhi ketegangan yang pekat. Ribuan murid dari berbagai penjuru berkumpul dengan formasi yang rapi, menciptakan lautan warna jubah khas yang sangat kontras di bawah siraman cahaya pagi.

​Di satu sisi, tampak barisan murid Fraksi Pedang (Puncak Ketujuh) yang berdiri tegak berbalut jubah Biru Putih, memancarkan hawa dingin dan ketajaman batin yang mengintimidasi. Di sudut lain, para murid Fraksi Alkimia Obat (Puncak Kedua) dengan jubah Hijau Corak Merah sibuk memeriksa pasokan kantong penyimpanan pil mereka. Berdampingan dengan mereka, terlihat kemegahan mistis dari gaun Ungu para murid Fraksi Pengendali Binatang (Puncak Kelima), ketegasan jubah Hitam Putih milik Fraksi Hukum (Puncak Ketiga), serta kesegaran seragam Hijau Muda dan Putih dari Fraksi Pengumpul Sumber Daya (Puncak Kedelapan). Semuanya berkumpul demi satu tujuan: memperebutkan warisan purba di dalam Alam Rahasia.

​Namun, ketenangan formasi tersebut mendadak terusik ketika perwakilan dari faksi yang paling dihinakan di sekte muncul di ujung alun-alun. Kedatangan tim dari Puncak Kesembilan—Fraksi Urusan Luar dan Logistik—langsung menarik perhatian massal dan memicu riak bisik-bisik ejekan yang bising.

​Kondisi tim bentukan "kontrak kerja paksa" ini benar-benar menguji batas kesabaran visual siapa pun yang melihatnya.

​Di barisan paling depan, Jian Chen berjalan memimpin dengan jubah Biru Putih faksi pedangnya yang agung. Namun, tidak ada lagi aura kesombongan seorang jenius di wajah tampannya; yang tersisa hanyalah tatapan mata yang luar biasa lelah, layu, dan tertekan akibat siksaan mental selama tiga bulan penuh melatih dua orang cacat kultivasi. Di belakangnya, si Gendut Wang Ba berjalan santai sambil mengunyah camilan buah kering, membuat jubah putih logistiknya terlihat semakin ketat dan berguncang di bagian perut buncitnya.

​Sementara itu, Lin Ling berjalan di posisi paling belakang. Meskipun rambut panjangnya kini telah disamarkan dengan sempurna menjadi hitam pekat, dia sama sekali tidak berniat mengubah gaya eksentriknya. Dia mengenakan baju putih longgar yang kancing atasnya sengaja dibuka acak-acakan hingga memperlihatkan dadanya, melangkah dengan postur malas yang terurai bebas. Dan yang paling tidak masuk akal, sebuah sapu lidi kuno entah bagaimana masih tersampir di punggungnya, dibawa dengan gaya angkuh seolah-olah benda itu adalah sebilah pedang pusaka legendaris.

​Melihat komposisi tim yang aneh tersebut, murid-murid dari faksi lain—terutama dari Fraksi Penempa Senjata (Puncak Keempat) yang mengenakan jubah Oranye menyala—langsung memandang mereka dengan tatapan sinis penuh rasa iri yang membara.

​"Lihat faksi sampah itu... benar-benar tidak tahu malu," cibir seorang murid berjubah oranye dengan nada sengit.

​"Cih! Dia mendapatkan bantuan dari murid dalam, bukankah ini tidak adil? Ini seperti orang tua yang ikut campur ke permainan anak-anak!" timpal murid faksi penempa lainnya dengan wajah bersungut-sungut jengkel. Mereka merasa sangat iri karena faksi logistik sekte luar yang biasanya diisi para tukang sapu rendahan, mendadak bisa memiliki seorang kapten sekelas Jian Chen yang berada di ranah Foundation Establishment murni sebagai tameng pelindung.

​Mendengar celetukan pedas dan nyinyiran dari para junior jubah oranye tersebut, langkah kaki Jian Chen mendadak terhenti. Wajahnya yang semula layu seketika menggelap, dan urat di pelipisnya berdenyut kencang menahan kekesalan yang luar biasa.

​Orang tua yang ikut campur?! Sialan, dikira aku sudi menjadi pengasuh dua babi malas ini?! raung Jian Chen dalam hati, meratapi harga dirinya sebagai jenius pedang yang seolah jatuh bebas menjadi bahan lelucon faksi penempa.

​Jian Chen memutar tubuhnya perlahan, menatap tajam ke arah kerumunan murid Puncak Keempat tersebut dengan pandangan sedingin es. Aura tipis Foundation Establishment-nya dilepaskan sedikit, cukup untuk membuat para junior yang bermulut ember itu tersedak ludah sendiri dan langsung bungkam ketakutan. Jika bukan karena aturan sekte yang melarang bentrokan sebelum masuk gerbang, Jian Chen bersumpah sudah akan menusuk bokong mereka satu per satu dengan gagang pedangnya.

​Melihat kaptennya mengamuk menahan gengsi, Lin Ling yang berada di belakang hanya terkekeh konyol tanpa suara, menikmati drama bagus pagi itu.

​Di tengah riuhnya ejekan dan rasa iri dari faksi-faksi sekitar, terjadi dua interaksi spiritual tak terlihat yang sangat menegangkan di atas alun-alun.

​Di barisan elit faksi utama yang berbalut jubah Emas Murni, Lin You berdiri diam. Sebagai seorang jenius agung berlevel Core Formation (Golden Core), indra spiritual batinnya luar biasa pekat. Tepat ketika tim Puncak Kesembilan melintas, sirkulasi Qi di dalam dadanya mendadak bergejolak aneh. Tatapan matanya langsung terkunci pada sosok Lin Ling. Meskipun wajah dan warna rambut pemuda itu hitam dan tampak sangat fana, ikatan darah kembar yang mengalir di tubuh Lin You memberikan sebuah firasat ganjil yang sangat kuat bahwa pemuda malas berbaju longgar itu memiliki keterkaitan dengan misteri kakaknya.

​Pada saat yang sama, di atas altar tinggi tempat para Tetua Puncak mengawasi, mata tajam Tetua Duanmu Rong mendadak menyipit menembus kabut pagi. Sang master alkimia wanita berjubah Hijau Corak Merah itu mengabaikan rambut hitam Lin Ling, namun tatapannya langsung terpaku pada postur tubuh, jubah putih longgar yang terbuka acak-acakan, serta gaya berjalan malas pemuda di belakang Wang Ba tersebut.

​Firasat batinnya bergetar keras—postur dan aura gerak-gerik itu samar-samar terasa sangat mirip dengan si cabul rambut putih misterius yang menyusup ke kamar mandi pribadinya malam itu!

​Lin Ling, yang memiliki indra setingkat dewa Mahayana, langsung merasakan sapuan pandangan menyelidik dari sang Tetua wanita ranah Nascent Soul tersebut. Dengan taktik refleks yang sangat konyol, Lin Ling langsung pura-pura bodoh, melepaskan uapan lebar yang malas, lalu dengan sengaja menggeser tubuhnya untuk bersembunyi sepenuhnya di balik punggung raksasa nan lebar milik Wang Ba demi memutus kontak mata.

​BOOOMMMM——!

​Sebelum spekulasi dan kecurigaan berkembang lebih jauh, tanah alun-alun bergetar hebat. Sembilan Tetua Puncak secara serentak mengalirkan energi spiritual raksasa mereka ke pusat formasi kuno di langit lembah. Sebuah pusaran dimensi raksasa berwarna perak keunguan terbuka lebar, memancarkan embusan angin badai dan aura purba yang sangat pekat dari dalam Alam Rahasia.

​"Gerbang telah dibuka! Seluruh murid, masuk dengan formasi taktis!" seru suara menggelegar dari Tetua Pertama, Shen Changfeng.

​Satu per satu, tim-tim elit dari berbagai faksi melompat masuk ke dalam pusaran langit dengan gerakan melayang yang rapi dan indah. Ketika giliran Puncak Kesembilan tiba, Jian Chen menarik napas dalam-dalam dengan pasrah, melirik dongkol ke arah faksi penempa sekali lagi, lalu melompat masuk ke dalam pusaran demi melarikan diri dari rasa malunya.

​"Mamaaa! Tolong aku!" teriak Wang Ba histeris sambil memegangi kantong bakpaonya erat-erat saat tubuh tambunnya ikut tersedot masuk ke dalam gerbang dimensi.

​Lin Ling menjadi orang terakhir dari timnya yang melangkah di tepi pembatas gerbang. Sudut bibirnya perlahan menyunggingkan sebuah senyum konyol yang dingin dan penuh arti. Proses detoksifikasi dantian secara pasif yang dia lakukan selama tiga bulan ini sudah lebih dari cukup sebagai modal awalnya.

​Sambil membetulkan posisi sapu lidi di punggungnya, Lin Ling melompat santai ke dalam pusaran dimensi perak tersebut—siap memulai perampokan sumber daya besar-besaran di bawah hidung para murid elit Sekte Bangau Abadi.

1
yayat
jgn kelamaan up nya thor keburu lupa alurnya
Pencari Dao Sejati: oke😄👍
total 1 replies
bang dul
ceritanya bagus dan ada kata- kata gokilnya, tapi sayang jarang update
Pencari Dao Sejati: makasih hehe😄, saya akan update rutin setelah selesai memindahkan karya
–Dunia Bintang
-Kagilaan Abadi
total 1 replies
yayat
kocak dah kelakuan trio sengklek
Duan Iwan
Lanjoooooooooooot
yayat
apakah adiknya akan menemukn keberan nya tentang lin ling
yayat
haha jian kejebak gara2 jd 3 maling sengklek
Arena Breakout1
Ceritanya menghibur👍👍👍
Arena Breakout1
Hmmm
yayat
wah adenya ga tau klo lin ling kk nya yg dibuangboleh keluarganya apakah lin ling akan memafkn adiknya or mlh ga peduli
Boqin Changing
lanjutkan 🤣
Boqin Changing
mantap
Alia Chans
keren thor
Arena Breakout1
lanjut
Arena Breakout1
mantap ceritanya lebih enak di baca dan alurnya mulai menari👍👍👍
Pencari Dao Sejati
Sekali lagi saya ingatkan untuk membaca ulang buat yang belum baca
Jiwa Kuno
lanjutttttttttt
yayat
lanjut lah kapan terungksp kebenarn lin ling
Jiwa Kuno
Jangan lama lama upnya
Arena Breakout1
lanjut thorrr
Arena Breakout1
bagus juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!