NovelToon NovelToon
Dalam Pelukan Dosa

Dalam Pelukan Dosa

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Anak Genius / One Night Stand / Romantis / Hamil di luar nikah / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:26.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ifah Latifah

“Gue ngelakuin itu tanpa ada rasa ke lo, Na.”

Hidup Alana yang sempurna berubah drastis ketika dia hamil anak mantan kakak kelasnya, Rayyan.

Mimpi Alana sudah di depan mata yaitu untuk kuliah di Seoul National University. Sedangkan Rayyan, laki-laki itu punya pacar yang sangat dicintai. Tapi bagaimana dengan bayi dalam rahim Alana?


Update hari jumat, sabtu, dan minggu!

Happy Reading, Guys

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ifah Latifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33 - Martabak

Seperti biasa, Rayyan baru pulang saat malam hari. Saat Rayyan pulang, Alana juga sedang menonton televisi di ruang tengah. Sebenarnya Rayyan sudah bisa pulang sejak jam 9 malam, tapi Rayyan memang memilih untuk pergi nongkrong dulu. Rayyan pikir Alana akan merasa tidak nyaman jika Rayyan ada di rumah.

Rayyan berjalan mendekati Alana dan duduk di sebelahnya.

“Kok belom tidur, Na?” 

Alana menggeleng pelan. 

Rayyan menghela napas pelan. Sejak beberapa hari yang lalu, Alana menjadi sangat pendiam. Bahkan beberapa kali, Rayyan memergoki Alana menangis malam-malam. Tapi saat ditanya kenapa, Alana selalu menjawab tidak apa-apa. 

Seperti sekarang, Rayyan juga dapat melihat ada bercak air mata di pipi Alana, yang berarti Alana habis menangis lagi.

Rayyan menyandarkan punggungnya di sandaran sofa, memejamkan matanya sebentar. Kepalanya terasa pusing hari ini, banyak kerjaan yang harus dia selesaikan, belum lagi tugas-tugas kuliahnya.

Alana menoleh pada Rayyan, cowok itu masih memejamkan mata. Alana juga dapat melihat wajahnya terlihat lelah.

“Ray, tidur di kamar aja,” ucap Alana pelan.

Rayyan membuka mata, menatap Alana sebentar, kemudian mengangguk.

“Gue mandi dulu, terus langsung tidur aja.”

Alana kembali mengangguk, membiarkan Rayyan pergi.

Alana menghela napas pelan.

Seperempat jam kemudian, setelah mandi, Rayyan benar-benar langsung tidur. Alana sendiri masih duduk diam di depan televisi menonton drakor. Hingga satu jam berlalu, Alana masuk ke dalam kamar. 

Saat masuk ke dalam kamar, Alana melihat Rayyan yang suda terlelap dalam tidurnya. Alana ikut berbaring di atas kasur, memejamkan mata.

Hingga beberapa menit kemudian, Alana belum juga bisa tidur. Berkali-kali dia mengubah posisi untuk mencari posisi tidur yang nyaman, tapi tidak berhasil.

Alana memutuskan untuk bangun. Dia menghela napas pelan sambil melirik Rayyan yang masih tidur di bawah. Alana meraih ponsel. Pukul 11.15. 

“Nggak papa kali ya?”

Alana turun dari kasur, mendekati Rayyan. Dengan gerakan pelan, Alana mencoba membangunkan Rayyan yang masih tertidur lelap.

“Ray, bangun, Ray,” panggil Alana pelan.

“Hmm.” 

Rayyan hanya bergumam pelan tanpa membuka matanya.

“Ray, gue pengen martabak.”

“Besok aja, Na. Ini udah malem,” jawab Rayyan dengan suara serak. Rayyan memiringkan tubuhnya.

“Tapi gue pengen sekarang, Ray,” ucap Alana lagi.

“Hmmm.”

Alana menghela napas pelan. Rayyan sepertinya sudah terlelap kembali dalam tidurnya. Alana mengusap perut datarnya.

“Mana gue pengen banget martabak lagi.” 

Alana bangun, duduk di kasur sambil mengambil ponsel. Alana menatap jam yang ada di ponselnya.

“Masih jam 11. Keknya di depan ada martabak deh, apa gue beli sendiri aja. Mumpung masih jam 11, belum malam-malam banget.”

Setelah berpikir sejenak, Alana memutuskan untuk membeli martabak sendiri. Pun Alana tidak akan bisa tidur jika belum makan martabak. Rayyan sepertinya tidak bisa diganggu.

Alana segera mengambil sweater dan memakai celana panjang. Tidak lupa, dia juga membawa ponsel dan dompet. Alana keluar dari rumah.

Alana keluar dari apartemen, menyusuri trotoar jalan yang ada di depan. Alana ingat di sekitar sana ada yang jualan martabak tapi Alana lupa dimana. Setelah beberapa saat mencari, Alana sampai di tempat jualan martabak, tapi sayangnya tempat itu tutup.

Alana menghela napas pelan.

“Tutup lagi. Apa gue balik aja, tapi tanggung, udah keluar. Nanti kalau balik juga gak bisa tidur, belum makan martabak.”

Alana diam sebentar, berpikir. 

“Tanggung deh, gue cari ke depan lagi aja.”

Alana menyusuri jalan mencari martabak, sambil mengingat-ingat tempat jualan martabak yang pernah Alana lihat. Alana berjalan semakin jauh dari apartemen, masuk ke sebuah lorong yang terang dan lebar. Alana berjalan pelan memasukinya, tapi semakin masuk, Alana merasa tempat itu semakin sepi. Saat awal masuk gang itu, Alana masih berjumpa dengan beberapa orang, tapi semakin lama, hanya tersisa Alana sendiri.

Alana mulai merasa khawatir. Dia sempat berbalik badan berniat kembali keluar, tapi tanggung. Alana sudah cukup jauh, di depan sana juga ada jalan raya yang pasti ramai. 

Alana menghembuskan napas, memantapkan hatinya untuk terus berjalan maju. Hingga beberapa menit kemudian, Alana berpapasan dengan orang lain. Dua laki-laki dewasa berjalan dari arah yang berlawanan dengan Alana. Mereka berjalan sempoyongan sambil masing-masing membawa satu botol bekas minuman keras.

Tubuh Alana seketika mematung. Dia mengedarkan pandangan, tapi tidak menemukan orang lain lagi. Alana meremas ujung bajunya.

“Halo, cantik.”

...***...

Rayyan menggeliat pelan, kemudian membuka mata. Rayyan merasa haus. Dia segera berdiri, saat itu dia tidak melihat Alana di kasur. Rayyan mengerutkan kening heran.

Mungkin Lana di kamar mandi.

Rayyan keluar dari kamar, menuju dapur untuk mengambil minum. Tatapannya sejak tadi tertuju pasa pintu kamar mandi yang tertutup rapat.

Kok Lana gak keluar-keluar? Lana di dalam kamar mandi kan?

Karena curiga dan khawatir, Rayyan memutuskan untuk membuka pintu kamar mandi itu. Saat terbuka, Rayyan tidak menemukan siapapun di dalamnya.

“Loh, Lana kemana?” tanya Rayyan panik.

“LANA!” Panggil Rayyan.

Rayyan memutari seisi rumah, tapi tidak juga menemukan Alana. Rayyan semakin dibuat panik saat dia tidak menemukan sandal Alana di rumah.

“Lana pergi kemana? Apa? Apa dia cari martabak diluar?!”

Tanpa pikir panjang, Rayyan segera mengambil kunci motor dan berlari keluar dari rumah. Dia segera mencari keberadaan Alana di luar. Rayyan mengendarai motor menuju tempat-tempat jualan martabak dan mencari-cari Alana, tapi tidak kunjung ketemu. 

Rayyan tidak putus asa, dia tetap berkeliling untuk mencari keberadaan Alana. Hingga saat dia sedang melewati jalan tikus untuk mencari Alana, Rayyan menemuka Alana sedang bersama dua laki-laki asing.

Rayyan menggertakkan rahangnya saat melihat mereka menyentuh wajah Alana. Sedangkan Alana hanya bisa memejamkan matanya sambil menangis ketakutan, tubuhnya bergetar hebat.

Rayyan menghentikan motor, membuang helmnya ke sembarang tempat, kemudian langsung memukul laki-laki itu.

“ANJING LO!”

Bugh!

Rayyan memukul kuat dua laki-laki itu hingga membuat mereka jatuh tersungkur. Alana juga ikut terduduk lemas saat dua laki-laki itu terjatuh. 

Rayyan berjongkok di depan Alana untuk mengecek keadaannya. Alana terisak semakin kuat. Tubuhnya bergetar hebat.

“Na,” ucap Rayyan lemah.

Alana masih terisak dalam tangisnya. Melihat kondisi Alana, kedua tangan Rayyan terkepal kuat. Matanya menyorot marah dua laki-laki yang baru saja bangun dari aspal.

“BERANI-BERANINYA LO SENTUH ISTRI GUE, BRENGSEK!”

Rayyan menyerang dua laki-laki itu dengan membabi buta. Berkali-kali dia menghantamkan pukulan keras ke wajah dan tubuh mereka. Setelah beberapa saat dipukuli Rayyan, dua laki-laki itu berlari tunggang langgang meninggalkan mereka.

Rayyan segera mendekati Alana yang masih terisak dalam tangisnya. Wajahnya disembunyikan dalam lipatan tangan. Badannya masih bergetar ketakutan.

“Na, lo gak papa?”

Rayyan bertanya sambil menyentuh bahu Alana.

“Jangan sentuh gue!”

Rayyan terdiam mendengar teriakan Alana. Dia segera menjauhkan tangannya dan menatap Alana khawatir.

“Jangan sentuh gue,” ucap Alana lagi dengan suara lemah.

Rayyan diam. Tidak bisa berkata atau melakukan apapun. Rayyan ikut duduk di sebelah Alana sambil terus menatap Alana khawatir.

Alana masih terisak kuat, memeluk tubuh mungilnya erat-erat. Pikiran Alana benar-benar kacau. Alana takut, sangat takut. Alana takut kejadian beberapa bulan yang lalu terjadi lagi. Alana takut dilecehkan lagi. Alana takut.

Rayyan masih diam, menatap Alana dengan rasa bersalah. Tindakan Rayyan pasti meninggalkan trauma bagi Alana. Apalagi Rayyan sudah mengubah hidup Alana. Melihat Alana yang gemetar ketakutan seperti itu, Rayyan jadi berpikir, mungkin saat kejadian malam itu, Alana juga ketakutan seperti ini.

Maaf, Na.

Sepuluh menit berlalu dengan lama. Alana sudah mulai tenang. Dia mendongakkan kepala dan menghapus air mata di pipinya. Alana menoleh pada Rayyan yang duduk di sebelahnya dalam diam. Rayyan menatap wajah Alana yang sembab.

“Kita pulang ya sekarang,” ucap Rayyan.

Alana mengangguk pelan.

...***...

1
Che Putri Badar
semangat thor ..
lanjuuuut..
Eva Marlina siboro
jngan sampai alana keguguran ya thor,,, 🙏
Eva Marlina siboro
lnjt dong thor,,, 🙏
Eva Marlina siboro
😮‍💨😮‍💨😮‍💨
Ani Shofia
bagus ceritanya lanjutkan
Endah Ekayanti
bagus banget
Dev
semangat Thor lanjutin sampai end..ceritanya pas (gk berlebihan) dan realistis banget..
Chillzilla: Ditunggu lanjutannya yaa
total 1 replies
Dev
kurang komunikasi sih sepasang manusia ini..
Dev
cerita ini cukup menguras emosi Thor..keren ceritanya..
mayang sari
seru ceritanya🙂😚
mayang sari
duarrrr🤯
mayang sari
rayyan, rayyan, harusnya kamu ngerasa bersalah
mayang sari
duuh si rayyan😔
mayang sari
kenapa pintu kamar hotel gak dikunci Alana?
Aura Al
kasihan lana di tinggal sendiri trus
Aura Al
mobil papa padil pasti lagi ngitai
Aura Al
rayan kurang peka terhadap lana
Aura Al
bagus banget cerita thor seru
Chillzilla: makasii... ditunggu kelanjutannya yaa
total 1 replies
Kamiblooper
Wih, seruu banget nih ceritanya! Jangan lupa update ya thor!
Cô bé mùa đông
🤩Bikin baper banget deh si author ini, jangan jangan dia nyasar jadi scriptwriter
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!