NovelToon NovelToon
Rintik Hujan

Rintik Hujan

Status: tamat
Genre:Obsesi / Beda Usia / Nikahmuda / Cerai / Penyesalan Suami / Cintapertama / Tamat
Popularitas:85.3k
Nilai: 5
Nama Author: @nyamm_113

"Jadilah kuat untuk segala hal yang membuat mu patah."
_Zia


"Aku mencintai segala kekurangan mu, kecuali kepergian mu."
_Darren

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @nyamm_113, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SIAPA???

...RINTIK HUJAN...

...“Dia tidak bisa ku ceritakan dengan kata kata. Namun, dia istimewa ketika namanya ku ceritakan pada sang pencipta.”

...

Dua keluarga sedang mengadakan makan malam di salah satu resto yang terkenal di daerah ibukota Jakarta, mereka memesan ruang VIP.

“Aduh senang yah jeng, bisa kumpul-kumpul lagi.” Ujar Reani.

Mereka duduk melingkar mengikuti bentuk meja.

Anggita ikut tersenyum. “Alhamdulillah mbak, lebih senang lagi kalau ada cucu disini. Hahah.”

Uhuk, uhuk.

“Minum Zia, pelan-pelan saja.” Ujar Darren. Membantu Zia dengan gelas yang dia pegang, dia juga ikut kaget dengan ucapan mertuanya. Namun, dia pandai mengendalikan eksperi wajahnya.

“Umi.” Kesal Zia.

“Loh memang kenapa nak? Jadi kapan nih kalian mau ngasih kita cucu, iyakan mbak?” Tanya Anggita degan senyum.

Reani tentu mengangguk dengan semangat. “Betul, disegerakan yah anak-anak. Kita udah tua loh, mau cepat-cepat momong cucu. Benar ngak ayah?” Tanyanya pada Aron.

Aron hanya mengangguk. “Iya lah.”

“Proses bunda, kita tidak buru-buru. Lagi pula Zia juga baru lulus.” Jawab Darren tenang.

Zia menganggk setuju, untuk saat ini memiliki keputusan untuk memiliki anak haruslah dipikirkan secara matang. Memiliki anak adalah keingin semua pasangan yang telah menikah, namun bukan cuman itu yang harus dipertimbangkan.

“Benar umi, lagian kami juga tidak buru-buru kok.” Jawab Zia. Merasakan tangannya digenggam oleh tangan besar milik suaminya.

“Baiklah, tapi kami tetap menunggu kabar baiknya dari kalian.” Tutur Abraham. Tersenyum mengusap lembut ubun-ubun anaknya.

“Yasudah, ayok lanjut lagi makannya.” Lanjutnya.

Zia menatap Darren yang ikut melahap dengan tenang

makanan yang telah disajikan, mereka berdua tak pernah memikirkan dalam waktu dekat untuk memiliki anak. Zia ingin melakukannya jika suaminya sendiri yang meninta dengan dasar cinta.

Drettt, drettt

Nada dering panggilan masuk mengalihkan perhatian semua orang, menatap Darren yang sibuk mencari ponselnya.

“Saya permisi dulu, ada telpon. Kalian lanjut saja makannya.”

Setelah mengatakan itu dia beranjak keluar untuk mengangkat panggilan itu, semua orang kembali melanjutkan makan malam mereka.

“Abi, semuanya. Aku pamit ke kamar kecil dulu yah, udah ngak tahan. Heheh.” Ijin Zia dengan wajah polosnya. Dia tak bisa menahan sesuatu yang hendak keluar.

“Baik, jangan lama-lama.” Ujar Abraham.

Zia mengangguk. “Iya abi.”

Zia dengan cepat berjalan keluar untuk kekamar kecil menuntaskan panggilan alamnya, saat selesai dari kamar kecil. Zia dapat melihat dari dalam resto yang memiliki dinding kaca hingga dapat melihat keluar jalan.

“Itu mas Darren?” Tanya Zia. Memicingkan matanya untuk memperjelas penglihatannya. “Benar itu mas Darren, tapi dia bicara dengan siapa?”

Darren tak menerima telpon, dia terlihat mengobrol dengan seseorang yang Zia tak bisa lihat karena terhalang oleh mobil.

Hingga Zia dengan jelas melihat Darren menggiring orang itu untuk memasuki salah satu mobil, dan mobil itu milik Darren sendiri.

“Lo perempuan? Mas Darren bareng perempuan? Berdua didalam mobil?” Cecar Zia. Masih berdiri di tempatnya.

Berjalan cepat saat melihat Darren kembali masuk kedalam resto. Zia tepat didepan pintu ruangan VIP yang dipesan keluarga mereka.

“Loh Zia mau kemana kamu?” Tanya Darren.

Zia tersenyum. “Aku mau kekamar kecil mas, sudah angkat panggilannya?” Tanyanya.

Darren mengangguk. “Baik, saya mau pamit. Ada urusan pekerjaan yang mendadak, kamu ngak apa-apa saya tinggal duluan?”

Zia ragu, apakah benar masalah pekerjaan? Atau. Ngak mungkin mas Darren batinya.

“Tidak apa-apa mas, aku bisa ikut abi pulangnya.”

“Hm, saya titip pesan. Bilang kepada ayah bahwa saya harus mengurus pekerjaan diperusahaan, ada Nando juga yang ikut.”

Zia lagi-lagi mengangguk. “In sya Allah mas.”

“Kalau begitu saya pamit dulu.”

Darren meninggalkan Zia dengan perasaan yang sedikit karuan, lalu Zia memandang kepergian suaminya dengan sayu.

“Mas Darren benar-benar mengurus pekerjaannya Zia, jadi tolong jangan terlalu dipikirkan.”

***

Bebebrapa menit lalu Darren menerimah panggilan dari Melinda, mengatakan padanya bahwa dia ada dijakarta dan sedang makan malam di salah satu resto dan kebetulan mereka bertemu diluar.

Darren tentu panik saat mengetahui mereka satu resto, kedua orang tuanya ada disini begitu juga kedua orang tua Zia dan tentu Zia sendiri.

Jadi Darren mengajak Melinda untuk mengobrol diluar saja, itu lebih aman.

Kini mereka berdua tengah menuju apartement milik Darren. Melinda benar-benar tak menjadi model lagi, dia hanya ingin menghabiskan banyak waktu dengan Darren. Menghabiskan uang dari pengusaha sukses ini.

“Sayang aku senang banget tahu, akhirnya kita bisa selalu bareng-bareng. Jadi aku mau nanti kamu lebih banyak ngabisin waktu bareng aku, kalau bisa kamu tinggal bareng aku ajah.” Celetuk Melinda.

Darren menanggapi dengan senyuman tipis. “Hm nanti kita bahas lagi.”

“Sayang aku mau tannya, kamu tinggal dimana sekarang bareng istri sok alim kamu itu?” Tanyanya. Melinda ingin tau.

Darren sekilas menatap Melinda. “Kenapa bertanya?”

“Ya ngak apa-apa, aku cuman penasaran ajah. Lagian boleh dong aku sekali-kali berkunjung kesana.”

“Sabar sedikit, saya pasti membawa mu kerumah itu. Tapi tidak dalam waktu dekat ini, kita liat situasi dulu.”

“Oke, aku bakalan tunggu. Aku mau mulai besok kamu tinggal bareng aku, kalau boleh mala mini kamu ngak usah pulang.”

“Tidak bisa Melinda. Zia pasti.”

“Pasti apa? Khawatir ke kamu? Biarin ajah sih, lagian kamu juga ngak cintakan ke dia? Kalau kamu mau lepas dari dia, kamu harus buat dia sadar kalau kamu itu emang terpaksa nikah sayang.”

“Nanti saya pikirkan.”

Melinda tersenyum senang.

***

Zia kembali kerumah dengan perasaan campur aduk, suaminya belum pulang terbukti dari lampu rumah yang masih padam. Kendarran yang mereka gunakan saat makan malam tadi juga belum ada.

Zia tak bohong jika perasaan khawatir jika Darren benar-benar bermain dibelakangnya, dia dengan begitu jelas melihat suaminya merangkul wanita itu bahkan membukakan pintu mobil untuknya.

“Astagfirullah, lebih aku salat saja.” Ujar Zia.

Saat hatinya merasa gunda dengan prasangka yang tak baik, dia lebih melih untuk salat saja ketimbang berlarut-larut memikirkannya.

Setelah membersihkan diri. Zia menunaikan salat sunah, hal yang sering kali dia lakukan ketika hati dan pikirannya sedang tak baik.

Setelah menunaikan sholat sunah, kemudia dia berdo’a dengan khusyuk.

“Ya Rabb, tolong tutup rasa ingin tahuku terhadap hal-hal yang jika aku mengetahuinya membuatku sakit hati, menangis, bahkan kepikiran berhari-hari. Jauhkanlah dari hal yang seharusnya tidak aku ketahui agar aku merasakan ketenangan.”

Zia menitihkan air matanya, entahlah dia merasakan suaminya kembali membangun penghalang yang dikiranya takkan pernah ada lagi.

“Ya Allah, aku hanya butuh ketenangan dan kedamain hati atas semua kekhawatiran yang ada dipikiranku satiap saat. Aamiin.”

Zia mengusap wajahnya, bahkan keseluruh tubuhnya. Tanpa melepaskan mukenahnya dia berjalan ketempat tidur, merasakan tubuhnya kelelahan.

Ting

Zia mengambil ponselnya di atas meja kecil, lalu melihat siapa yang mengirimkannya pesan.

“Mas Darren?”

Ya itu pesan dari suaminya. Dengan kecepatan kilat Zia membuka pesan itu.

Mas suami

Zia saya tak bisa pulang malam ini, saya lembur di perusahaan. Kunci pintu dan hubungi saya jika sesuatu terjadi.

Selamat malat istri.

Zia tentu saja bernafas dengan lega, suaminya memberinya kabar bahkan mengucapkannya selamat malam.

“Di panggil istri sama suami? Aduh jantung aku Ya Allah!”

Zia baper. Berguling kenasa kemari, bahkan mukenahnya sudah jatuh kelantai. Malam ini hanya dengan kalimat ucapan selamat malam dari kekasih halal bisa membuatnya sebahagia ini.

Dilain tempat, dalam suatu ruangan yang gelap hanya menampilkan cayaha dari bulan yang bersinar terang malam ini.

Dua anak munusia tengah menikmati malam yang panjang, mereka benar-benar telah dikuasai oleh nafsu setan.

Entah sadar atau tidak sadar meraka melakukan hal yang mungkin saja membuat mereka menyesal suatu hari nanti, kehancuran pasti datang pada mereka.

“You are absolutely perfect darling, do you like it?” Tanyanya. Menindih sosok waniti cantik, dan menatapnya dengan pandangan gelap.

Wanita itu mengangguk. “Yes I like it darling.”

Kepercayaan adalah sesuatu yang sulit dibangun. Sangat rapuh hingga perlu dijaga, begitu kepercayaan hancur berkping-keping, maka sangat sulit untuk membangunnya kembali.

1
🐌KANG MAGERAN🐌
salam kenal kak, semangat
Anagata_aa113: salam kenal juga, terimakasih karena sudah mampir.

semoga betah ya di lapak aku
total 1 replies
MyPooh
Ceritanya agak aneh ya, kdg Daren berubah religius, bisa sholat, tau ngucap Masya Allah, tp makan Ba*i, kl nakal dan minum alkohol msh okelah, tp sampe makan Ba*i kyknya ga biasa bgt Thor.
Nancy Nurwezia
Luar biasa
Arieee
👍👍👍👍👍👍🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Rita Riau
Alhamdulillah,,, ending nya bahagia.
dan akhirnya cerita pun tamat.
moga ada karya yg lain ya Thor 🙏🥰
Rita Riau
setelah kdrt yg hampir bikin Zia tinggal nama,kini Darren jadi dibikin bucin oleh Zia. moga bahagia seterusnya 🤲😍
Rita Riau
duh, jadi penasaran,,, apa sih yg di tulis Zia pada kertas yg dibaca Darren. moga author cepat update nya 🙏🏼
Rita Riau
ya udah,bikin Darren bucin sebucin bucin nya Thor. karena Zia juga masih cinta sama pak mantan,,
Rita Riau
Zia memang punya hati seluas samudera,,,, walau Darren hati nya jahat, masih lagi ada cinta untuk Darren,,
Rita Riau
moga Darren cepat bangun dari koma nya,dan ini akhir dari perbuatannya yg jahat dulu.
Rita Riau
mungkin ini akhir karma yg Darren terima, dan selanjutnya akan menjemput bahagia bersama anak istri nya. disini lah kalo author masih baik. Darren akan bucin ke Zia
Rita Riau
nasib yang belum di izinkan bertemu ada aja halangan nya. belum cukup karma yg di terima Darren,,, tapi ya semoga Darren ga parah" amat
Rita Riau
good job Zia,,, jgn lemah, kasih pelajaran ke Darren yg sama sakit nya seperti yg dulu ia berikan pada mu.
muhammad affar
jangan luluh dia, enak aja si daren
Rita Riau
rasain kamu Darren,,, itu lah hasil dari bibit yg kamu taman. kamu begitu jahat dulu sama Zia,,, jgn goyah Zia,,siksa dulu Darren dgn sikap mu tak berdosa juga
Rita Riau
ga sabar nunggu pertemuan antara Zia dan Darren, kayak nya seru dah
lanjut Thor,,,
Rita Riau
akhirnya bertemu ayah dan anak,,,
moga Darren bener" insyaf ga ada lagi kdrt.
Arieee
memang😭😭😭😭😭😭😭😭
Rita Riau
itu anak mu yg tak kamu ingin kan dulu Darren.
Arieee
mantap 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!