NovelToon NovelToon
Aku Dan Anakku Bisa Hidup Tanpamu

Aku Dan Anakku Bisa Hidup Tanpamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Penyesalan Suami
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Ketika suaminya berselingkuh hingga menghamili wanita lain, tak ada lagi kata maaf yang tersisa di hati Nadia.

Dengan tekad yang bulat, ia mengajukan gugatan cerai. Tanpa menoleh ke belakang, Nadia memilih meninggalkan rumah megah yang selama ini menjadi tempat tinggalnya, beserta segala kemewahan yang pernah ia nikmati.

Baginya, harga diri dan ketenangan batin jauh lebih berharga daripada hidup bergelimang harta bersama seorang suami yang telah mengkhianati kepercayaan dan cinta yang selama ini ia jaga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

Perdebatan di media sosial kembali memanas. Banyak warganet mempertanyakan mengapa Nadia justru berulang kali meminta agar persoalan itu dihentikan jika memang tujuannya hanya untuk menjatuhkan Reno. Bagi mereka, sikap Nadia yang memilih menarik diri dari sorotan publik justru membuat tuduhan Karin terasa janggal. Perlahan, opini publik kembali berpihak kepada Nadia.

Dila menyandarkan tubuhnya di kursi sambil membaca perkembangan itu dari layar ponselnya. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum kecil. "Makanya jangan macam-macam," gumamnya pelan.

Meski demikian, jauh di dalam hatinya, Dila sadar bahwa perang opini di media sosial bukanlah akhir dari persoalan. Yang paling ia harapkan bukanlah melihat siapa yang menang atau kalah di dunia maya, melainkan memastikan Nadia dan Kian benar-benar dapat menjalani hidup dengan aman, tanpa terus dihantui oleh masa lalu yang berkepanjangan.

Sore itu, begitu Reno pulang dengan wajah kusut, Karin langsung menghampirinya. Sejak kabar terbaru kembali viral, suasana rumah mereka berubah menjadi tegang. Karin tak lagi bisa menyembunyikan emosinya. Ia melempar ponsel ke atas meja, menampilkan berbagai komentar warganet yang kembali menyerangnya. Dengan mata memerah karena marah, Karin menatap Reno tajam. "Kamu mau nidurin Nadia? Kamu masih berharap sama dia? Kamu mau mengkhianati aku?"

Reno terdiam. "Kamu datang ke rumahnya diam-diam. Jangan bilang cuma buat ngobrol!" Nada suara Karin semakin tinggi. "Jujur sama aku, Reno! Kamu masih cinta sama Nadia, kan? Makanya kamu nekat datang ke sana!"

Reno memijat pelipisnya yang berdenyut. "Aku memang datang menemui Nadia."

"Kenapa?"

"Aku minta dia kembali."

Kalimat itu membuat wajah Karin seketika memucat. "Kamu... apa?"

"Aku minta dia kembali menjadi istriku."

Tubuh Karin gemetar menahan amarah. "Jadi selama ini aku cuma pelarian?" Reno tidak menjawab. Keheningan itu justru menjadi jawaban paling menyakitkan bagi Karin. Ia tertawa lirih, tetapi air matanya mulai jatuh. "Lucu sekali... waktu mengejar aku, kamu bilang Nadia sudah tidak berarti. Sekarang, saat bisnismu hancur, kamu malah ingin kembali kepadanya." Reno menundukkan kepala. Karin menggeleng pelan. "Aku akhirnya mengerti."

"Mengerti apa?"

"Kamu tidak pernah benar-benar mencintai siapa pun." Reno mengangkat wajahnya. "Kamu hanya mencintai dirimu sendiri." Kalimat itu menggantung di udara, membuat Reno tak mampu membalas sepatah kata pun.

Karin benar-benar kehilangan kendali. Wajahnya memerah, napasnya memburu, sementara air mata terus mengalir tanpa henti. Ia menyapu semua barang yang ada di atas meja hingga berjatuhan ke lantai. Gelas pecah, bantal terlempar, dan suasana rumah yang semula sunyi berubah menjadi kacau. "Aku nggak mau!" teriaknya. "Aku nggak akan membiarkan kamu kembali ke Nadia!"

Reno hanya berdiri mematung.

Karin menghampirinya, mencengkeram kerah bajunya dengan kedua tangan. "Kamu yang datang ke hidupku! Kamu yang bilang sudah nggak mencintai Nadia! Kamu yang berjanji akan membahagiakan aku! Sekarang, setelah semuanya hancur, kamu mau meninggalkan aku begitu saja?"

Reno melepaskan tangan Karin perlahan. "Karin, dengarkan dulu..."

"Nggak! Aku capek dengar alasanmu!" Tangis Karin semakin pecah. "Aku sudah kehilangan semuanya demi kamu! Nama baikku hancur, orang-orang menghujatku setiap hari, keluargaku malu, aku ikut menanggung boikot bisnis ini. Sekarang kamu bilang mau balik ke Nadia? Enak saja!" Ia menatap Reno dengan sorot mata penuh amarah. "Kalau memang kamu masih mencintai Nadia, kenapa dulu bawa aku masuk ke hidupmu?"

Reno terdiam. Tak ada jawaban yang mampu ia berikan.

Karin tertawa getir. "Aku tahu sekarang. Kamu bukan sedang memilih Nadia." Reno mengangkat wajahnya. "Kamu sedang mencari jalan keluar dari semua masalahmu." Suasana kembali hening. Dengan suara yang mulai serak karena terlalu banyak menangis, Karin menggeleng pelan. "Aku nggak akan mengembalikan kamu ke Nadia." Ia mengusap air matanya dengan kasar. "Kalau aku sudah kehilangan segalanya karena kamu, maka kamu juga harus bertanggung jawab. Jangan pernah berpikir bisa meninggalkanku semudah dulu kamu meninggalkan Nadia."

Ucapan itu membuat Reno semakin terpojok. Untuk pertama kalinya, ia merasakan berada di posisi yang sama seperti Nadia dulu memanen akibat dari keputusan-keputusan yang pernah ia buat sendiri.

Reno tidak menjawab sepatah kata pun. Ia hanya memejamkan mata sejenak, seolah seluruh tenaganya telah habis terkuras oleh masalah yang datang tanpa henti. Sejak pagi ia harus menghadapi laporan kerugian dari setiap cabang Cafe Setia, telepon dari pemasok yang menagih pembayaran, karyawan yang mulai mengundurkan diri, hingga berita tentang dirinya yang kembali menjadi perbincangan di media sosial. Belum lagi penolakan Nadia yang masih terbayang jelas di kepalanya. Semua itu membuat Reno merasa begitu lelah. Bukan hanya tubuhnya, tetapi juga pikirannya. Ia bahkan sudah tidak memiliki tenaga untuk berdebat dengan Karin.

Sementara Karin masih terus menangis dan meluapkan kemarahannya, Reno hanya mengambil kunci mobil yang tergeletak di atas meja. "Aku lagi ngomong sama kamu!" teriak Karin. Reno tetap diam. "Kamu dengar nggak?" Tak ada jawaban. Reno melangkah menuju pintu. "Kamu mau ke mana?"

Pria itu berhenti sesaat tanpa menoleh. "Aku capek." Hanya dua kata itu yang keluar dari mulutnya. Sesaat kemudian, ia membuka pintu dan melangkah keluar. Pintu tertutup pelan, meninggalkan Karin yang masih berdiri di ruang tamu dengan air mata yang tak kunjung berhenti.

Untuk pertama kalinya, perempuan itu merasakan bagaimana rasanya diabaikan oleh Reno. Dulu, ia pernah menjadi perempuan yang dipilih Reno. Kini, ia mulai merasakan bahwa pria itu juga mampu meninggalkan seseorang begitu saja ketika hidupnya dipenuhi masalah.

Di luar rumah, Reno masuk ke dalam mobilnya. Ia tidak langsung menyalakan mesin. Kepalanya disandarkan ke setir, sementara kedua matanya terpejam rapat. Ia benar-benar kehabisan energi. Rasa sesak di dadanya semakin kuat, tetapi kali ini bukan karena penyakit maghnya. Melainkan karena ia mulai menyadari bahwa satu per satu keputusan buruk yang pernah ia ambil kini kembali menghampirinya, seolah meminta pertanggungjawaban tanpa memberinya kesempatan untuk beristirahat.

Sepeninggal Reno, amarah Karin belum juga mereda. Rumah yang tadi dipenuhi tangis kini berganti dengan suara langkah kakinya yang menghentak-hentak. Karena Reno tidak dapat dihubungi, ia memutuskan mendatangi rumah mertuanya. Dalam pikirannya, orang tua Reno harus ikut bertanggung jawab atas semua kekacauan yang sedang terjadi.

Begitu tiba, Karin langsung meluapkan seluruh emosinya. Ia mempertanyakan janji-janji manis yang dulu pernah didengarnya. Bukankah Reno selalu mengatakan akan membahagiakannya? Bukankah ia sudah mengorbankan nama baiknya demi bersama Reno? Kini, ketika bisnis mereka di ambang kehancuran dan Reno ingin kembali kepada Nadia, justru dirinya yang merasa ditinggalkan.

Ibu Reno yang sedang duduk santai di ruang tamu hanya memijat pelipisnya mendengar rentetan keluhan itu. "Haduh... jangan ngamuk-ngamuk di sini."

1
falea sezi
knp jd bertele tele thor😒 kayak ikan terbang🤣
falea sezi
kenapa Fachri jd goblokk🤣🤣 niat bantuin. g sih
Iffanaya 😽
kk aku ikutan mewek...pls Thor bikin kian balik ke ibunya trs bongkar kebusukan karin Thor gk tega liat kian tertekan 😭😭
Muji Lestari
lanjutt thorrr
falea sezi
lanjut
falea sezi
makanya jd istri jangan bego wkt jd istri nabung yg banyak kuras harta sembunyikan klo suami selingkuh qm cerai g susah 😒
Iffanaya 😽
ditunggu lanjutannya kk 🫶
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!