Bagaimana mungkin pria yang ia hormati sebagai ayah dari sahabat nya tiba-tiba menikahinya karena sebuah permintaan yang cukup berat diterima Serena.
---
Nayla, sahabat Serena sejak SMA gadis itu menderita sebuah penyakit dan berakhir meninggal dunia sebelum menghembuskan nafas terakhirnya nya Nayla mempunyai satu permintaan kepada Serena dan Ethan, ayah Nayla.
Karena sebuah permintaan itulah yang mengharuskan Serena dan Ethan menjadi terikat satu sama lain dan mempunyai tanggung jawab besar dalam kehidupan baru mereka.
Terlepas dari adanya cinta atau tidak itu akan menjadi urusan belakang yang mungkin akan menjadi penyesalan atau sebuah kebahagiaan diakhir kisah mereka.
MURNI KARYA AUTHOR MOHON MAAF JIKA ADA KESAMAAN DENGAN KARYA ORANG LAIN YANG TIDAK DI SENGAJA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adelita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 32
DI SISI LAIN....
" Mas! " panggil Maya menghampiri suaminya yang tampak begitu santai di ruang kerjanya.
" Kenapa Mas tega mengusir anak sendiri! " ucap Maya marah.
" Salahnya memilih wanita itu, Papa sudah memperingatinya sejak mereka pacaran dulu kalau sampai dia nekat menikahi wanita itu konsekuensinya adalah dia harus angkat kaki dari rumah ini dan dia menyetujuinya dan itu yang dia mau seperti sekarang. " jelas Papa santai.
" Dia anak mu Pa! tega banget anak kandung sendiri di usir, seandainya itu ada diposisi Papa bagaimana? apa Papa akan tetap meninggalkan nya demi keluarganya pastinya Papa akan nekat menikahinya kan. " ucap Maya.
" Tidak! lebih baik Papa lepaskan, orang tua Papa lebih tahu yang terbaik untuk anaknya. " ucap Papa tegas.
BRAK....
Pintu dibuka kasar dari luar Ethan menatap Papa dan Mamanya.
" Ke-kenapa Papa mengusir Kak Ed? " tanya Ethan tidak percaya.
" Keluarlah May, aku harus bicara empat sama sama anakmu. " ucap Papa.
" Baiklah, tapi jangan bersikap kasar Ethan. " ucap Maya mengingatkan wanita itu segera meninggalkan kedua lelaki kesayangan nya dalam ruangan kerja suaminya.
" Ap-apa karena Kak Ed akan menikahi ceweknya yang gak sebanding sama kita? " tanya Ethan sekali lagi saat pertanyaan nya tidak di gubris.
" Tidak Ethan, Papa melakukan semua ini agar lelaki itu jera dan memilih keluarga kita tapi lihatlah dia lebih memilih wanita berbisa itu dari pada keluarganya. " ucap Papa.
" Papa jahat! " ucap Ethan menatap penuh kebencian Papanya.
" Papa melakukan semua ini untuk menjauhkan keluarga kita dari musuh-musuh. " ucap Papa tegas.
" Bukan berarti cewek Kak Ed adalah termasuk musuh tersembunyi Papa jugakan? " ucap Ethan.
" Tidak ada seorang pun yang tahu musuh dalam selimut Ethan, bisa saja dia berniat jahat dan licik menghancurkan keluarga kita. " ucap Papa tegas.
" Tapi kenapa harus mengusirnya! " seru Ethan.
" Itu demi kebaikan keluarga kita Ethan, persiapkan diri kamu mulai sekarang penerus Papa hanya kamu seorang." ucap Papa dingin.
" Tidak! penerus Pertama Papa hanya Kak Ed aku tidak ada niatan menjadi pengganti Papa saat Pensiun nanti, aku ingin menjadi seorang dokter bukan Pemimpin perusahaan. " pekik Ethan lantang.
" SAMPAI KAPAN PUN PAPA TIDAK AKAN SETUJU ETHAN! HANYA KAMU ANAK SATU-SATUNYA PAPA SEKARANG! BEGINI KELAKUAN KAMU SAMA ORANG TUA! " hardik Papa menarik kerah kaos baju anaknya.
" Ya! memang seperti ini sifat asli kelakuan anak mu Pa! yang tidak suka di kekang, dipaksa sama orang tuanya. " ucap Ethan membalas tatapan Papanya tidak kalah tajam.
Papa lepaskan cengkraman nya kasar membuat Ethan termundur beberapa langkah dari jarak pintu yang sedikit jauh.
" Semua ini gara-gara pergaulan kamu yang gak benar, bergajulan serampangan. mulai malam ini papa akan mengirim mu Amsterdam kamu akan Papa kuliahkan private. " titah Papa tanpa bantahan.
" GAK! AKU GAK MAU! AKU PUNYA PILIHAN PENDIDIKAN DAN KEHIDUPAN SENDIRI PAPA GAK BERHAK MENGATUR KU! " teriak Ethan melangkahkan kakinya besar keluar ruangan kerja.
" PAPA TIDAK PERDULI ETHAN! KAMU HARUS TETAP PERGI KE Amsterdam SEKARANG! " ucap Papa marah besar.
Pria itu memanggil beberapa anak buahnya menghadang Ethan dan Papa menghubungi sekretaris dan asisten nya menyiapkan tiket pesawat.
" Desta! siapkan tiket pesawat sekarang ke Amsterdam dalam 10 menit tiket itu sudah harus ada. " ucap Papa tanpa bantahan.
" Baik Pak, akan saya siapkan. " ucap Desta diseberang sana.
Sedangkan Ethan yang hendak melangkah keluar meninggalkan rumah tubuhnya tiba-tiba dicegat beberapa anak buah Papanya menahan tubuhnya.
" HEI! APA YANG KALIAN LAKUKAN! LEPASKAN AKU PERSETAN! " umpat Ethan beberapa pelayan disana mendengar teriakan Tuan muda mereka salah satu nya Maya yang mendengar teriakan anak bungsu kesayangan nya dari arah dapur.
" Maaf Tuan Muda ini perintah mutlak dari Tuan besar, kami akan membawa anda ke bandara sekarang. " ucap salah satu ketua disana.
" Sialan! aku tidak mau turuti perintah ku! aku juga tuan kalian disini bukan cuman Pak Tua itu saja. " ucap Ethan.
Maya datang menghampiri anaknya saat melihat anaknya dikepung beberapa Bodyguard suaminya.
" Apa yang terjadi Ethan? apa yang diperintahkan suami saya kepada kalian? " tanya Maya kebingungan.
" Tuan Besar ingin mengirim Tuan Muda ke Amsterdam, kami ditugaskan mengantar Tuan Muda. " ucap seorang pria yang Maya ketahui bernama Ben.
" Kenapa suami saya harus mengirim anak saya kesana Ben? " tanya Maya.
" Untuk masalah itu saya kurang tahu Nyonya anda bisa tanyakan langsung ke Tuan Besar atau Tuan Muda. " ucap Ben melirik Ethan yang semakin menjadi memberontak.
" Aku mengirimnya untuk belajar di Amsterdam agar dia jadi pemimpin yang bijaksana dengan pengetahuan ilmu yang lebih baik lagi untuk menggantikan ku. " entah sejak kapan Tuan besar mereka berdiri dibalik pintu ruang kerjanya menghampiri istrinya.
Maya menghela nafas lelah mendengarnya bagaimana ia tidak tensi setiap harinya kalau anak dan bapak selalu membuat masalah dan dalangnya pasti suaminya.
" Kalau Ethan setuju Mama tidak masalah. " ucap Maya.
" Aku tidak setuju Ma! cepat suruh Papa batalkan tiketnya!!!! " seru Ethan memberontak melepaskan pegangan erat dari beberapa Bodyguard.
" Ma! ini demi kebaikan kita loh, harusnya Mama mendukung Papa. " ucap Papa tidak percaya dirinya tidak dibela.
" Mama takut kalau Ethan disana bukannya belajar Malah melakukan sesuatu diluar kehendak kita bagaimana? " ucap Maya khawatir.
" Iya tuh Ma, aku setuju sama pendapat Mama! sekarang lepaskan aku dulu. " ucap Ethan cepat.
" Tidak! keputusan Papa sudah bulat, mau Mama protes atau tidak Papa tetap akan mengirim Ethan kesana agar pendidikan nya lebih bagus lagi. cepat bawa dia ke bandara dan barang-barang mu akan menyusul saat kau tiba di Amsterdam. " titah Papa tegas dan menyeramkan.
Kali ini Maya tidak bisa berkutik apa-apa lagi ia hanya menghembuskan nafas lelah mau tidak mau ia merelakan anak keduanya demi masa pendidikan. jadilah rumah ini terlihat sepi saat Ethan benar-benar dipaksa ah lebih tepatnya hampir digendong karena lelaki itu sejak tadi memberontak.
Maya melihat kepergian Ethan yang terus berteriak meminta tolong padanya, ia sebagai istri harus bagaimana? mau menolong nanti suaminya mengamuk secara dipikir lagi Suaminya ada benarnya juga memberikan pendidikan terbaik untuk anaknya.
Dari pada di kota J, lelaki itu setiap hari sangat membuat Maya stress ia sering mendapat laporan dari teman-teman kampus Ethan yang dekat dengan nya lelaki itu sering palak orang, membuat keributan terkadang anak bungsunya itu sering ikut tawuran begajulan tidak jelas.
Lebih baik begini saja agar anaknya itu tahu bagaimana rasanya tinggal di negara orang tanpa kehadiran kedua orang tuanya, pastinya Papa nya akan membatasi setiap keuangan anaknya itu sebagai hukuman agar anaknya mengerti dan tahu bagaimana susahnya mencari uang dan berhemat tidak menghamburkan uang sembarangan.
Sebenarnya ada rasa takut yang Maya rasakan ia hanya takut anaknya semakin menjadi-jadi diluar sana tanpa pengawasan sama sekali disini saja sudah membuat sakit kepala apalagi di negara orang antah berantah akan seperti anaknya itu nanti?
Belum sampai sana saja anaknya sudah membuat Maya pusing tujuh keliling memikirkan nya, ia hanya berdoa semoga Ethan berubah tidak membuat ulah dan nakal selama masa pendidikannya.
tadi baca cuma angka 3 . itu mksdnya usia papa Nayla 3 thn gitu
tadi bacanya kq cuma angka 3 aja mksdnya usianya 3 thn gitu