NovelToon NovelToon
MY ALTER EGO

MY ALTER EGO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Wanita / Wanita Karir
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: FantasiKuyy

Judul: My alter ego

Kehilangan orang tua, pengkhianatan suami, dan terjebak di kantor yang toksik membuat hidup Hira Lione hancur dalam semalam. Namun, saat keputusasaan mencapai puncaknya, sebuah suara misterius muncul di dalam kepalanya.

Demi membalas dendam, Hira membuat kesepakatan berbahaya: menyerahkan kendali tubuhnya pada sosok alter ego yang dingin dan kejam. Hira yang rapuh kini telah tiada, digantikan oleh predator yang siap meruntuhkan hidup siapa pun yang pernah menginjak-injak harga dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FantasiKuyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Tali Kekang Sang Singa

Pintu lift perak terbuka tanpa suara di lantai lima puluh lima.

Hira melangkah keluar. Sepatu hak tinggi merah marunnya mengetuk karpet tebal dengan irama yang sangat konstan. Wajahnya lurus ke depan. Tidak ada sedikit pun perubahan ekspresi yang terlihat, meskipun sebuah rahasia masif baru saja ia bawa naik dari kedalaman basemen tujuh.

Jari-jarinya menggenggam erat tablet digital di tangannya.

{Teran Honigan. Singa arogan yang merasa memegang seluruh kendali.}

Senyum miring yang sangat tipis nyaris tak terlihat terbentuk di sudut bibir Hira.

{Dia memberikan kita mahkota, hanya untuk memenggal kepala kita saat kejaksaan datang. Skenario yang sangat klasik.}

Hira mendorong pintu kayu solid ruangannya. Ia melangkah masuk dan langsung menekan panel pengunci otomatis di dinding.

Bunyi klik berat terdengar. Ruangan berdinding kaca itu kini sepenuhnya terisolasi.

Hira berjalan menuju meja marmer hitamnya. Ia meletakkan tablet digital itu di atas meja, lalu menjatuhkan tubuhnya ke kursi kulit yang empuk.

Matanya menatap lurus ke arah pemandangan kota dari balik kaca raksasa.

Pikirannya berputar dengan kecepatan maksimal. Rencana Teran, "Proyek Kontingensi", terukir jelas di dalam kepalanya. Pria itu menempatkannya di posisi Eksekutif Independen agar seluruh persetujuan pencairan dana haram, pemutihan aset, dan manipulasi pajak tercatat di bawah ID milik Hira.

Sebuah tumbal yang sempurna. Eksekutif baru yang ambisius, gila kekuasaan, dan tidak memiliki koneksi untuk membela diri di pengadilan.

{Kita harus membuat tiruan.}

Alter ego itu berbisik. Nadanya dipenuhi semangat yang sangat mematikan.

{Setiap kali kita menekan tombol persetujuan untuk Teran, kita harus memantulkan jejak digital itu kembali ke perangkat pribadinya. Sebuah cermin yang tidak terlihat oleh auditor manapun, kecuali kita.}

Hira menegakkan punggungnya. Jari-jari lentiknya langsung menari di atas keyboard komputer desktop super tipis di depannya.

Layar monitor raksasa menyala.

[Masukkan ID Eksekutif Independen]

Hira mengetikkan kata sandinya.

Ia mulai membuka lapisan demi lapisan keamanan sistem perusahaan. Berkat akses override yang menaklukkan Viktor di basemen tadi, gerbang logika keamanan internal tidak lagi memblokir langkahnya.

[Membuka Protokol Jaringan Privat]

Hira membuat sebuah skrip perintah baru. Sebaris kode bayangan yang akan menempel pada setiap dokumen digital yang ia tanda tangani.

Setiap kali ID Hira menyetujui transaksi kotor, skrip itu akan menyalin metadata asli transaksi tersebut, lalu menyembunyikannya di dalam cache server yang hanya bisa diakses menggunakan pemindai retina milik Teran Honigan sendiri.

"Kau ingin aku meninggalkan jejak darah di setiap dokumen." Hira menatap barisan kode yang bergerak cepat di layarnya. "Aku akan melakukannya, Teran. Tapi darah itu akan menetes lurus ke arah sepatumu sendiri."

[Skrip Bayangan Berhasil Ditanamkan. Status: Aktif dan Tidak Terlacak.]

Hira menekan tombol Enter dengan dorongan keras.

Ponsel di saku celananya bergetar hebat.

Hira mengambil benda pipih tersebut. Layarnya menampilkan satu nama.

[Panggilan Masuk: Leo]

Hira menyandarkan punggungnya ke kursi. Ia membiarkan ponsel itu bergetar selama tiga detik penuh, mengatur napasnya, lalu menggeser tombol hijau di layar.

"Ya, Leo." Hira menatap pantulan dirinya di layar monitor yang gelap.

"Bu Hira." Suara asisten berkacamata itu terdengar sangat formal. "Pak Teran meminta kehadiran Anda di ruangannya sekarang. Ada dokumen krusial yang membutuhkan otorisasi Anda malam ini juga."

"Aku segera ke sana."

Hira memutuskan panggilan.

{Dokumen krusial. Ini dia. Umpan pertama sudah dilemparkan.}

Hira berdiri. Ia merapikan kerah blus hitamnya. Tidak ada sedikit pun ketakutan. Darahnya justru mendidih. Adrenalin memompa kuat di setiap nadinya.

Ia mengambil tablet digitalnya, membuka kunci pintu ruangan, dan melangkah keluar menuju lift.

Ting.

Lift membawanya melesat kembali ke lantai puncak.

Koridor melingkar itu sangat sunyi. Tidak ada lagi keributan dari para dewan direksi senior. Hanya ada Leo yang berdiri mematung di depan pintu ganda ruang pribadi CEO.

Asisten itu membukakan pintu tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Hira melangkah masuk.

Ruangan Teran Honigan memancarkan aura kekuasaan yang absolut. Gelap, luas, dan didominasi oleh perabotan kayu solid berwarna hitam. Teran berdiri membelakangi pintu, menatap gemerlap lampu kota dari balik jendela kaca raksasa yang membentang dari lantai hingga langit-langit.

Pria itu memegang sebuah gelas kristal berisi cairan berwarna kuning keemasan.

"Darmawan sudah resmi ditahan oleh pihak berwajib di lobi bawah sepuluh menit yang lalu."

Teran memutar tubuhnya perlahan. Es batu di dalam gelasnya berdenting pelan.

"Dan keluarga Herman sedang mengemasi barang-barang mereka di Spanyol. Rekening mereka sudah sepenuhnya beku."

Hira berjalan mendekati meja kerja Teran. Ia berdiri dengan postur sempurna.

"Pembersihan yang sangat efisien untuk hari pertama kerja." Hira menyilangkan kakinya, menatap lurus ke mata pria itu. "Apa target kita berikutnya?"

Teran tersenyum. Pria itu berjalan mendekat, meletakkan gelas kristalnya di atas meja.

Sebuah flash drive tebal berlapis baja diletakkan di samping gelas tersebut.

"Audit dari kejaksaan agung akan dimulai awal bulan depan." Teran menumpukan kedua tangannya di atas meja, mencondongkan tubuhnya ke arah Hira. "Mereka akan menyisir setiap celah transaksi perusahaan selama lima tahun terakhir."

Hira hanya diam, mendengarkan dengan ekspresi yang sangat terkendali.

"Darmawan dan Herman meninggalkan banyak lubang di dalam buku besar kita. Triliunan rupiah yang tidak bisa dijelaskan asal-usulnya." Teran mengetuk flash drive baja itu dengan jari telunjuknya. "Di dalam sini ada ratusan dokumen kontrak pengadaan fiktif yang sudah direkayasa oleh tim legal bayangan saya."

Teran menatap Hira lekat-lekat.

"Jika dokumen-dokumen ini diotorisasi secara resmi malam ini, seluruh lubang triliunan rupiah itu akan tertutup rapat. Kejaksaan hanya akan melihat kerugian operasional biasa, bukan penggelapan."

{Dan tebak siapa yang harus menandatangani semuanya?}

Alter ego Hira tertawa sangat keras di dalam kepalanya. Tawa yang penuh dengan ironi dan kebrutalan.

"Anda ingin saya menggunakan ID Eksekutif Independen untuk mengesahkan seluruh kontrak fiktif ini." Hira memiringkan kepalanya. Nada suaranya terdengar sangat mengerti.

"Tepat." Teran menegakkan tubuhnya. "Otoritasmu berada di luar radar para dewan direksi yang tersisa. Tidak akan ada yang berani mempertanyakan keabsahan dokumen yang kau setujui."

Hira menatap flash drive baja tersebut.

Jebakan itu disajikan dengan sangat indah. Dibungkus dengan rasa percaya dan kekuasaan mutlak.

"Jika kejaksaan menelusuri riwayat digitalnya, namaku yang akan berada di garis depan."

"Kamu takut?" Teran memicingkan matanya.

"Aku hanya memastikan bahwa risiko yang aku ambil sepadan dengan apa yang akan aku dapatkan, Teran."

Teran mendengus pelan. Ia merogoh saku dalam jasnya, mengeluarkan sebuah dokumen tipis, dan meletakkannya di sebelah flash drive.

[Sertifikat Kepemilikan Saham Eksklusif - 15%]

"Lima belas persen dari total valuasi perusahaan ini akan dipindahkan ke nama barumu segera setelah kejaksaan agung menutup kasus ini bulan depan." Teran memberikan penawaran mutlaknya. "Kamu akan menjadi pemegang saham individu terbesar kedua setelah saya."

Hira menatap barisan angka di dokumen tersebut.

{Tentu saja. Dia menjanjikan separuh kerajaan untuk seseorang yang akan berakhir di balik jeruji besi sebelum kerajaan itu bisa dinikmati.}

Hira mengulurkan tangannya. Jari-jari lentiknya menyentuh permukaan baja flash drive itu. Dingin.

Ia mengambilnya.

"Aku akan mengeksekusi semuanya dari ruanganku." Hira memasukkan flash drive itu ke dalam sakunya. Ia mengambil sertifikat saham tersebut dan melipatnya dengan gerakan santai. "Semua jejak akan tertutup sebelum matahari terbit."

Teran mengangkat gelas kristalnya sedikit. Sebuah gestur perayaan.

"Aku tahu aku tidak salah memilih algojo."

Hira membalikkan badan. Ia melangkah menuju pintu keluar.

"Hira."

Langkah Hira terhenti tepat di ambang pintu. Ia menoleh dari balik bahunya.

"Jangan membuat kesalahan." Teran menatapnya dengan intensitas yang mematikan. "Kejaksaan agung bukan sekumpulan manajer bodoh dari kantormu yang dulu. Satu kesalahan kecil, dan kita semua akan hancur."

"Aku tidak pernah membuat kesalahan, Teran."

Hira melangkah keluar. Pintu ganda tertutup rapat di belakangnya.

Sepatu hak tinggi merah marunnya kembali menyusuri lorong menuju lift. Tangannya merogoh saku, menggenggam erat flash drive baja tersebut.

Begitu pintu lift tertutup dan membawanya turun, Hira menundukkan kepalanya. Bahunya bergetar pelan.

Ia tertawa.

Tawa yang sangat dingin, kejam, dan menggema di ruang sempit lift tersebut.

{Dia menyerahkannya langsung ke tangan kita.}

Hira mengeluarkan tablet digitalnya. Ia mencolokkan flash drive baja itu ke port khusus di bagian bawah tablet.

Layar tablet langsung menyala terang. Ratusan baris dokumen ilegal bermunculan dalam hitungan detik.

[Memulai Otorisasi Massal. Eksekutif ID: Hira Lione.]

Hira tidak menekan tombol setuju.

Jari-jarinya beralih ke aplikasi skrip bayangan yang baru saja ia buat beberapa menit yang lalu. Ia menautkan skrip tersebut ke dalam proses otorisasi.

[Skrip Bayangan Terhubung. Target Pantulan: Server Pribadi CEO - Teran Honigan.]

"Matahari tidak akan terbit untukmu, Teran." Hira menatap layar tabletnya.

Jempolnya bergerak melayang di atas tombol eksekusi.

Ting.

Pintu lift berdenting. Lantai lima puluh lima.

Layar tablet di tangan Hira tiba-tiba berkedip merah. Proses sinkronisasi terhenti. Sebuah kotak pesan mendadak muncul, menimpa seluruh sistem otorisasi yang sedang berjalan.

[Pesan Sistem Eksternal: Menarik sekali, Hira. Kau benar-benar berani mengalihkan senjatanya.]

Mata Hira melebar sempurna.

Seseorang baru saja meretas masuk ke dalam skrip bayangan yang baru ia ciptakan. Seseorang yang memantau setiap ketukan keyboard-nya.

[Tapi jangan tekan tombol itu dulu. Temui aku di lobi utama dalam sepuluh menit. Atau aku akan mengirimkan tangkapan layar skrip bayanganmu ini langsung ke ponsel Teran.]

Hira meremas pinggiran tabletnya kuat-kuat. Napasnya tertahan.

{Viktor?}

Bukan. Viktor sudah hancur. Ini entitas lain. Seseorang yang memiliki akses jauh lebih mengerikan dari sekadar sistem pendingin basemen.

Layar tablet kembali berkedip, memunculkan satu baris kalimat terakhir.

[Waktumu terus berjalan, Nyonya Lione.]

1
Kustri
ayo UP lg💪
lg seru nih
Kustri
koq msh siang
jm 9 ketemu dar, trus ketemu her & si botak, trus ketemu taren(lupa) trus ketemu victor, ini ketemu kael🤔 hrs'a sdh sore x thor
Kustri
dilanjut bsk ra, sdh saat'a pulang
Kustri
cepet bgt hira dpt smua info penyelewengan🤔🤔🤔
kodammu luar biasa!
Kustri
💪💪💪thor
Kustri
👏👏👏
🤝
Kustri
vote u hira💪
Kustri
dgn senang hati kutrima tantanganmu presdir💪
Kustri
klo teran cenayang pasti bisa merasakan alter ego'a hira🤣
Kustri
☕dl hira.... semangat💪
Kustri
ketemu jodoh🤣
Kustri
hlaaa... istri'a sdg berduka bukan'a ditemeni ini malah nyari hiburan sendiri, dasar suami durhaka🤣👊👊👊
Kustri
siapa yg kirim foto yaa🤔🤔🤔
Kustri
tunggu... tunggu berarti hira & suami 1 bos gitu thor🤔
ampe qu ulang baca part 1 hlo
JihanSan: betul cekali teman
total 1 replies
Kustri
awal yg menarik
biasa'a dirasuki jiwa lain, ini malah dr diri sendiri, mgkin ini kodam yg memberontak🤭
semangat thor💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!