NovelToon NovelToon
Dilema Selingkuhan

Dilema Selingkuhan

Status: tamat
Genre:Model / Selingkuh / Cinta pada Pandangan Pertama / Pelakor / Dijodohkan Orang Tua / CEO / Tamat
Popularitas:127.7k
Nilai: 5
Nama Author: viaviana97

Pandangan pertama seorang Aditya Pratama dengan model cantik bernama Kimberly Edelina Agatha membawa Aditya ke dalam perasaan yang tak dapat dijelaskan. Ketertarikan, obsesi ingin memiliki, atau mungkin jatuh cinta yang sesungguhnya. Pesona Kimberly membuat Aditya tak mampu melepaskan pandangan darinya. Hingga akhirnya, Kimberly luluh oleh karisma, segala perhatian, dan sikap manis Aditya padanya.

Kimberly harus menerima kenyataan getir setelah hatinya telanjur terpaut. Mengetahui Aditya ternyata pria beristri dan beranak satu, Kimberly mulai dilema.

Akankah Kimberly memilih bertahan dengan statusnya sebagai selingkuhan alias orang ketiga? Siapa yang jadi prioritas Aditya dalam hidupnya? Bisakah Aditya menolak pesona sang selingkuhan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon viaviana97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dipaksa Berhenti

“Kimy, are you ok?” Sang CEO meraih tangan Kimy dan mengelusnya lembut.

Kimy tersentak. “Ah, iya, Mas. Kenapa?”

“Kamu kenapa? Tiba-tiba ngelamun gitu. Kamu ngelamunin apa, Sayang?”

“Em, ngelamun? Ah, gak, Mas. Gapapa.” Kimy memilih melanjutkan menyendok makanannya.

“Apa semua baik-baik aja? Ada yang lagi kamu pikirin?”

“Ya, Mas. Aku baik-baik aja. Gak mikirin apa pun, kok. Gak ada masalah.”

“Sure? Terus kenapa tiba-tiba ngelamun gitu, hm? Kim, kalo ada sesuatu, bicaralah sama mas.”

“Mas Ditya, beneran gak ada apa-apa. Udah, kita lanjutin makannya aja, ya.”

Kimy tak mau membahas ini dengan Aditya sekarang. Ia merasa tak enak hati kalau Aditya harus mengetahui lamunannya tadi karena keraguannya atas hubungan mereka. Ya, meski sudah mengaku yakin kepada Ice maupun Aditya, nyatanya obrolannya dengan Ice di pesta kecil tadi cukup masih mengganggu pikirannya. Bagaimana Kimy ini? Sebenarnya sudah betul yakin atau belum?

Setelah selesai dengan makannya, Kimy membereskan sisa peralatan makan. Sementara kekasihnya harus menelepon seseorang. Entah itu masalah pekerjaan atau kewajibannya mengabari istri dan putrinya, Kimy bahkan tak tertarik untuk tahu. Begitu selesai beberes, gadis itu naik ke kamarnya dan justru melanjutkan lamunannya di dekat balkon sambil menikmati udara malam dan pemandangan langit malam juga lampu-lampu kota.

Aditya yang sudah selesai menelepon, mencari gadisnya di dapur. Karena tak menemukannya, ia yakin Kimy pasti sudah berada di kamar. Dalam pikirannya, Aditya sudah berpikiran setelah ini akan menikmati malam dengan bermesraan, bercinta dengan Kimy.

Benar saja, pria itu mendapati kekasihnya sedang berdiri di dekat balkon. Namun, gadis itu sama sekali tak merespons panggilan Aditya. Aditya memilih menghampiri sang kekasih, mendekatinya, dan memeluknya erat dari belakang.

“Em, eh—

“Sayang, mas dari tadi panggil kamu. Kamu kenapa?”

“Ah, apa iya? Maaf, Mas.”

“Sayangku kenapa? Bohong banget kalo kamu bilang gak lagi mikirin apa-apa. Ada apa, sih? Bisa kasih tau mas, kan?”

“Gak ada, Mas.”

“Kamu tadi ngelamun di meja makan, sekarang di sini. Mas gak sebodoh itu. Mas tau kamu lagi kepikiran sesuatu. Kenapa gak mau cerita sama mas, hm?”

Aditya mengecup pipi Kimy dari samping. Kimy masih bergeming. Aditya mengeratkan pelukannya, tetapi Kimy justru perlahan melepaskan kaitan tangan Aditya dari tubuhnya.

Mereka kini berhadapan. Aditya menatap Kimy dengan tatapan penuh pertanyaan. Yang ditatap justru berusaha mengalihkan topik.

“Mas Ditya gak pulang?” tanya Kimy.

Sang CEO menangkup wajah Kimy dengan kedua tangannya sambil sesekali jemarinya mengusap lembut pipinya. “Kim, malem ini, mas mau bermalam di sini. Sama kamu aja.”

“Lagi?”

“Ya. Di sini, tempat yang mas suka. Karena ada kamu yang selalu bisa buat mas nyaman. Mas cuma ingin bersama kamu setiap malem, setiap saat.”

“Em—

Kimy mengabaikan Aditya begitu saja. Gadis itu justru beralih duduk di ranjangnya dengan ekspresi dan pandangan yang tak bisa dijelaskan. Aditya makin bingung. Pria itu masih mau berusaha mencari tahu. Apa yang salah dengan dirinya dan kekasihnya malam ini? Tadi siang bahkan mereka baru melewati moment makan siang yang romantis. Lalu, mengapa mood Kimy seperti berubah secepat ini?

CEO itu duduk di samping Kimy, sengaja mengambil posisi sedekat mungkin dengan kekasihnya. Diraihnya jemari tangan Kimy, ia genggam, lalu dikecupnya.

“Kim, Sayang, kasih tau mas, yuk. Ada masalah apa? Apa yang kamu pikirin? Plis, bilang sama mas, Kim.”

Kimy hanya menggeleng.

“Apa ini ada kaitannya sama mas? Ini soal hubungan kita? Jadi, keraguan kamu ke mas masih ada?” tebak Aditya.

“Mas Ditya, aku ... maaf, Mas.”

“Kenapa, Sayang? Waktu itu kamu bilang sama mas kalo kamu udah yakin sama mas, yakin sama keputusan kamu buat kembali bersama mas. Hubungan kita udah kembali membaik, kan. Lalu, kenapa sekarang kamu berubah ragu lagi? Apa yang bikin kamu begini, Kim? Apa mas buat kesalahan? Apa yang harus mas lakuin buat lebih meyakinkan kamu? Kasih tau mas, Kimy.” Aditya kembali mengelus lembut pipi Kimy.

“Ini ... Mas gak buat kesalahan apa pun. Tapi, entahlah, Mas. Aku sendiri yang ngerasa—mungkin keyakinan itu belum sepenuhnya. Aku masih kepikiran tentang banyak hal yang mungkin bisa terjadi ke depannya nanti. Hubungan aku sama Mas ini ... terlalu berisiko.”

“Hey, udah mas bilang, kan. Kamu jangan cemas. Gak perlu khawatir akan apa pun. Segala risiko itu, biar mas yang tanggung.”

“Gak bisa begitu, Mas. Gimanapun juga, itu akan berpengaruh ke aku juga. Apalagi di sini, aku pihak wanitanya. Dalam kasus kayak gini, kebanyakan orang selalu nyalahin dan cuma nyorotin pihak wanitanya.”

“Mas gak akan biarin itu, Kim. Mas akan hindarkan kamu dari semua kemungkinan itu. Mas akan selalu jaga kamu dan lindungin kamu. Percayalah. Gak akan seburuk pikiran kamu. Okey.”

“Aku—

“Kim, lihat mas! Tatap mas sekarang! Sayang, plis... buang jauh-jauh segala keraguan kamu. I love you, Kimberly.”

Begitu mereka saling tatap, Aditya mencuri kesempatan untuk mencumbu mesra bibir Kimy. Aditya memainkan bibir dan lidahnya dengan lihai. Begitu menikmati ciumannya sampai ia sesekali memejamkan mata. Kimy pun tak menolaknya. Sepertinya, gadis itu terbuai dengan permainan lembut Aditya.

Aditya menuntun gadisnya untuk berbaring di ranjang bersamanya tanpa melepaskan sentuhan bibir mereka. Pria itu mencumbu dengan lebih berhasrat. Sesekali terdengar lenguhan keduanya bergantian. Sang CEO masih enggan berhenti. Gairahnya mulai meningkat. Perlahan, tangan Aditya meraih kancing kemejanya sendiri dan melepaskannya satu per satu. Sebelum benar-benar menanggalkan kemejanya, sambil tetap menjaga irama kecupan bibirnya, ia mulai menarik ke bawah dress lengan pendek yang Kimy pakai, berusaha membuka area dada gadisnya perlahan.

“Eughhh emmphh ehh,” lenguh Kimy.

“Emhh ssttt, Kimm.”

Belum sampai dress Kimy benar-benar terlepas, Kimy langsung mendorong tubuh Aditya cukup keras. Memaksanya menjauh dari atas tubuhnya. Secara otomatis ciuman bibir mereka pun terlepas. Kimy kembali dalam posisi duduknya sambil membenarkan pakaiannya. Sementara itu, Aditya yang penyaluran hasratnya terpaksa berhenti, ikut duduk sembari mempertanyakan sikap refleks Kimy barusan.

“Sayang? Why? Ada apa? Kenapa harus berhenti?”

Kimy meraih tangan Aditya dan menggenggamnya. “Maafin aku, Mas. Aku gak bisa. Tolong, aku perlu waktu. Kasih aku waktu sendiri dulu malem ini. Aku ... aku perlu pikirin semuanya.”

“Why? Kenapa kamu perlu waktu berpikir lagi, Sayang?”

“Maaf, Mas. Mas lebih baik pulang aja sekarang. Aku mau sendiri dulu.”

“Kimy, mas mau di sini sama kamu. Mas gak mau pulang.”

“Plis, Mas. Kali ini aja. Aku mohon.”

Aditya paling tidak bisa memaksa Kimy, terlebih Kimy sudah sampai memohon seperti itu. Ia tak berdaya. Percuma saja. Lagi pula, pria itu tak mau menikmati permainannya seorang diri. Ia ingin Kimy juga menyukainya. Sudah nasib, hasrat sang CEO harus ditahannya sendiri malam ini.

“Baiklah. Kalo itu yang kamu mau. Kamu bisa pikirin semuanya. Kuatkan keyakinan kamu untuk mas, Sayang. Mas harap, besok-besok kamu gak akan usir mas lagi. Mas mencintai kamu. Istirahatlah, Kim. Kalo ada apa-apa, kabarin mas.”

Setelah memberi satu kecupan di kening Kimy, Aditya merapikan kemejanya. Ia mengambil kembali jasnya dan berlalu meninggalkan apartemen Kimy.

Kimy berbaring di ranjangnya. Gadis itu mungkin takkan bisa tidur nyenyak malam ini. Ada kegelisahan yang menunggu untuk diselesaikan. Juga ada keyakinan yang perlu ditumbuhkan untuk pria yang baru saja terusir olehnya dalam keadaan tersiksa gairah sendiri.

1
Yuliana 123
semngt thor ceritanya bgus bnget
G.I
Ngapain anda tanya happy ending...anda goblok....anda yang nulis anda tanya...
Aina love: buset dah...
kasar amat
gak pernah sekolah kali yak
cuma ampe paud
total 1 replies
Noerlina
Lumayan
Noerlina
Kecewa
Nova Susanti
ya ampun Kim,mimpinya panjang bnget,smpai bikin spot jantung😀
Devi Aviana Putri: Hahaha 😄
Iya, Kakk. Makaasihh udah baca sampe akhir, Kakak. 💜
total 1 replies
Nova Susanti
benar benar kaget sekrang pas tau Adit seorang psikopat 😱
November
lanjut
amaze min1
bisa2 nanti naya ikutan dibuang jg karna masih nggak mau terima kimmy
Devi Aviana Putri: Waduhh. Kita lihat nanti ya, Kak. Btw, rencananya sekitar dua bab lagi tamat. Hehe. 😁
total 1 replies
amaze min1
jahat banget aditya kalau sampe bunuh sasa cuma gara2 mau nikahin kimmy😠 semoga adit dan kimmy kena karma berlipat ganda dahh 😠😠
Devi Aviana Putri: Wkwkwk. Sabar ya, Kakakk. 😇
total 1 replies
Yunita
up nya kok lama sih thor
Devi Aviana Putri: Hehe, iya, Kak. Besok-besok diusahain up tiap hari deh. Sebenernya ini juga tinggal beberapa bab aja, kok. Bentar lagi mau author tamatin, ehehe. Makasih udah mampir dan selalu nunggu kelanjutan cerita author ini, Kakk. 🙏💜
total 1 replies
amaze min1
kimmy dan adit keterlaluan mentang2 nggak ada penghalang lg main seenak nya aja, nggak mikirin perasaan ortu sasa sedikit aja
amaze min1
Hadeh.. kapan dah karma nya ni dua orang nggak punya hati
November
lanjut
Endah Nigel Moms Nigel
author ini gmn eaa pelakor di belain
amaze min1
adit benar2 nggak punya perasaan untuk sasa. dia ngak sedih sasa meninggal, sedih nya karna bingung gimana jelasin ke anak nya kalau maam nya udh nggak ada
Devi Aviana Putri: Ehehe sabar ya, Kakk. 🤗
total 1 replies
amaze min1
senang kan lu dit nggak ada penghalang buat bersatu sama kimmy, semoga aja anak nya nggak mau sama kimmy biar tau rasa
amaze min1
kimmy nggak punya hati ya bisa2 nya senang di saat seorang anak kehilangan ibu nya 😠
amaze min1
yahh sasa nya meninggal 😥 makin senang lah adit sama kimmy 😑
November
lanjut
amaze min1
lepasin aja sa walaupun sakit, tp nunggu kimmy sama adita kena karma dulu baru tinggalin si adit biar nyaho
Devi Aviana Putri: Wkwkwk yg sabar ya, Kakk.
Kita lihat aja nanti mereka maunya gimana.
Makasih udah mampir komen, Kakak. 😇💜
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!