NovelToon NovelToon
Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / CEO
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Alena Rahmawati tidak pernah menyangka bahwa menemukan dompet seorang pria asing di tengah bioskop tengah malam yang akan akan mengubah kehidupannya.

Demi biaya sekolah adiknya Dimas, Alena menerima tawaran aneh dari Arven Alfarizi, seorang CEO muda yang tampak memiliki segalanya. Sebagai imbalan sejumlah uang, Alena harus membuat Arven jatuh cinta kepada dirinya dalam waktu tiga puluh hari.

Awalnya semua hanya kesepakatan. Namun seiring berjalannya waktu, batas antara sandiwara dan perasaan yang sesungguhnya mulai menghilang. Saat Alena benar-benar jatuh cinta, ia baru mengetahui rahasia yang selama ini Arven sembunyikan.

Mampukah Alena membuat Arven jatuh cinta ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16 ( Melawan Waktu )

Arven menemui Dokter Reza pagi pagi, awalnya Reza merasa khawatir karena kondisi Arven.

Namun saat Arven datang, justru wajah pria itu terus tersenyum kepada dirinya.

" Jujur nih jujur, awalnya gue tuh khawatir banget pas lo mau ketemu gue pagi-pagi Ar " ucap Dokter Reza

Namun Arven tetap tersenyum

" Gue mau bertahan lebih lama, bisa kan ? "

Tanya Arven dengan antusias

" Bisa, bisa banget. Asalkan lo dengerin apa kata gue "

" Gue dengerin apapun itu Za "

" Bagus, emang sih ya jatuh cinta itu bisa bikin orang jadi berubah "

Arven tak membantah ucapan Dokter Reza, tapi ia hanya tersenyum kepada dokter itu.

....

Sejak pagi tadi Bayu melihat Arven yang nampak lebih ceria dibandingkan biasanya.

Diam-diam Bayu mengambil beberapa foto Arven, ia pun mengirimkan kepada Dokter Reza.

[Bayu : Lo ga salah kasih obat ke Arven kan ? ]

[Dokter Reza : Enggak, kenapa emang ? Arven baik-baik aja kan?]

[Bayu : foto]

[Bayu : Ga gila kan dia Za ? ]

[Dokter Reza : Ohh, maklumin aja lagi jatuh cinta itu ]

[Dokter Reza : Kankernya kalah sama jatuh cinta]

[Bayu : Bagus dong, biar ga mikirin mati terus itu manusia satu]

[Dokter Reza : Kabar baiknya itu]

Bayu pun menyimpan foto itu, ia berencana untuk memberikan foto itu kepada Alena nanti.

....

Selesai kelas Alena pun langsung pergi untuk menemui Arven.

Ia membawa beberapa buah untuk ia berikan kepada Arven nanti.

Saat Alena hendak masuk, Bayu memanggil dirinya untuk berbicara.

" Kenapa Mas Bayu ? "

" Saya cuma mau bilang, hati-hati hari ini sama Arven "

Alena pun merasa bingung

" Hati-hati kenapa mas ? Arven baik-baik aja kan ? "

" Kayaknya sih engga "

" Maksudnya Mas Bayu ? "

Bayu menunjukkan foto yang ia ambil tadi kepada Alena.

Alena pun ikut tersenyum melihat foto Arven itu.

" Makasih Alena "

Ucap Bayu dengan tulus

" Makasih untuk apa Mas ? "

" Makasih karena kamu, Arven jadi berubah sekarang "

Alena tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan.

Setelah selesai berbicara dengan Bayu, Alena pun masuk kedalam ruangan Arven.

Namun begitu Alena masuk, pria itu sedang melakukan meeting online di ruangannya.

Alena tersenyum sambil melambaikan tangan, Arven pun membalas dengan memberikan senyuman kepada Alena.

Alena mendekati meja kerja Arven, ia melihat Kalender meja Arven yang penuh dengan coretan disana

Alena mengusapnya..

Arven pun telah selesai dengan meetingnya, ia langsung menyingkirkan laptop miliknya.

" Lo setiap hari coret ini ? "

tanya Alena

" Hmm, menandakan gue masih hidup "

" Gue pinjem pulpen dong "

" Buat apa ? "

" Kepo banget, mana cepet "

Arven pun memberikan pulpen miliknya kepada Alena.

Alena pun melingkari tanggal hari ini, dan menuliskan sesuatu disana.

" Arven senyum sebanyak 10 kali hari ini "

Tulis Alena membuat Arven tertawa kecil

" Lo aja baru ketemu gue Alena, darimana lo tau kalau gue udah senyum sebanyak 10 kali ? "

" Feeling, feeling seorang wanita itu kuat Arven "

" Oh ya ? "

" Iyah, dan feeling gue berkata kalau lo bakal hidup dengan umur yang panjang "

Ucap Alena dengan antusias

Arven pun tersenyum sambil mengangguk.

" Alena "

Panggil Arven lembut

" Hmm "

Alena menoleh

" Kalau gue sembuh gimana ? "

Alena tersenyum

Karena ini kali pertama Arven menunjukkan semangat hidupnya, bukan membahas tentang Kematiannya

" Ya bagus dong "

" Kalau gue bisa hidup sepulang tahun lagi ? "

" Lebih bagus "

" Kalau dua puluh tahun lagi ? "

" Makin bagus dong "

Arven tertawa

" Kalau lima puluh tahun lagi ? "

Alena pun ikut tertawa

" Ya tua bareng kita "

Alena langsung diam setelah menjawab ucapan itu secara spontan.

Arven juga terdiam.

Mereka saling menatap.

Dengan jantung yang sama sama berdebar.

" Ya maksudnya lo tua dan gue juga tua gitu "

" Ya bener kan ? Kita sama sama tua, duh gimana ya jelasinya "

Mendadak Alena merasa gugup

Sedangkan Arven justru melempar senyuman kepada Alena

" Iyah iya Alena, lo lucu kalau gugup "

" Ga biasa aja "

Alena memilih membuang wajahnya

" Jalan yuk "

Ucap Arven

Alena kembali menoleh

" Jalan kemana ? Tumben ? "

" Kemana aja, yang penting ga mikirin kerjaan "

" Hmm boleh "

Alena mengangguk

Arven segera merapikan meja kerjanya, setelah itu ia langsung mengajak Alena pergi.

...

Arven mengajak Alena ke taman terakhir mereka datangi, tempat itu masih sama dengan terakhir mereka datang.

Masih sunyi dan juga angin yang berhembus dengan sejuk.

Selama perjalanan tadi keduanya sama-sama terdiam, bahkan sampai mereka turun pun mereka masih sama-sama terdiam.

" Gimana kuliah, aman kan ? "

Arven mencoba mencari topik pembicaraan

" Aman, aman banget. Kan berkat lo juga "

" Yaudah kuliah yang bener, cepet lulus deh loh "

" Gue juga pengennya gitu kali, nanti kalau gue selesai sidang lo dateng ya ? "

" Iyah, gue bakal dateng "

Langkah Alena terhenti, begitu juga dengan Arven.

" Kalau bukan karena lo, mungkin sekarang adik gue berhenti sekolah, mungkin juga gue berhenti kuliah "

Arven tersenyum

" Kalau bukan karena lo juga, mungkin sekarang gue masih pasrah sama hidup gue bahkan mungkin gue nyerah "

Ucap Arven

" Kayaknya kita sama sama beruntung, cuma waktu aja yang kurang tepat Al "

Alena terdiam dan menatap Arven

" Lo lupa ? Kan lo mau hidup lima puluh tahun lagi Ar "

Arven tersenyum

" Oiya, biar kita tua bareng ya ? "

Keduanya pun tertawa bersama, kemudian mereka kembali berjalan bersama.

....

Malam hari setelah selesai mandi, Arven meraih ponselnya.

Kemudian ia menceklis beberapa point di buku yang Alena berikan kepadanya dan juga memfotonya.

Arven pun mengirimkan gambar itu kepada Alena.

[Arven : Foto]

[Arven : Gue udah punya sahabat]

[Arven : Gue juga udah jalan-jalan tanpa mikirin pekerjaan]

Arven pun menunggu balasan dari Alena

[Alena : Siapa sahabat Lo ?]

Arven tersenyum

[Arven : Orangnya bawel]

[Alena : Dia ga punya nama ? ]

[Arven : Punya, namanya Alena]

Untuk beberapa saat tak ada balasan dari Alena.

Arven pun beralih membuka galeri ponselnya, ia kembali memandangi foto Alena.

" Seperti lucu liat lo tua nanti, Al "

Arven menuliskan sesuatu disana.

" 9. Menikah

Menua Bersama "

Arven tersenyum, dan menutup buku itu.

...

Alena menutup wajahnya dengan bantal miliknya.

Sejak tadi jantungnya terus berdebar karena seorang Arven.

" Kalau gini caranya, gue kalah dari misi ini Arven " ucap Alena

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!