Menepati janji pada pria kaya raya. Harus menebus semuanya dengan menukar salah satu putrinya untuk menikah dengan CEO Terkenal seluruh dunia no 1.
Pria yang akan menjeratnya dengan pernikahan diatas kertas, melahirkan sang pewaris, selain itu ada rencana tersirat di balik pernikahan itu. Dan pastinya yang tidak diketahui oleh si wanita, ia dijadikan istri kedua.
Maaf jika ada sedikit Typo dan cerita nya kurang berkesan atau menarik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon utayi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 33
Di saat Nabilla akan keluar, seketika seseorang membuka pintu kamar mandi itu dan menguncinya dari dalam .
Pria itu menghimpit gadis itu ke dinding dan pria itu ialah Alister. Ia sengaja menyusul istri nya, dikarenakan sudah hampir sejam lebih tidak muncul - muncul lagi .
"Tuan Alister lepas kau mau apa ?" Nabilla terkejut, ia merasa takut akan di ketahui oleh orang.
"Siapa yang suruh kau keluar mansion hah ?! Aku tidak pernah mengizinkan mu keluar jika kau tidak meminta izin padaku!" Bentak Alister dengan tatapan mata yang membara.
Ya, pria itu marah. Marah karena istri nya itu keluar rumah tanpa meminta izin padanya.
"Maaf." Nabilla menunduk. Ia menyadari bahwa dirinya memang salah.
"Kalau berbicara dengan suamimu tatap matanya, bukannya menunduk!" Ketus Alister.
"Iya - iya, maafkan aku." Nabilla menatap wajah suaminya itu meski sekarang jantungnya berdetak sangat kencang. Entah mengapa belakangan ini, ia tidak terlalu bisa menatap Alister apalagi dengan jarak sedekat ini .
"Aku tidak menerima permintaan maafmu."
Baru saja Nabilla merasa bersalah , kini ia menjadi sedikit kesal dengan suami sahnya itu.
"Lalu bagaimana caranya aku memaafkan tuan?" Tanya Nabilla, ia tidak boleh gegabah meneriaki Alister akibat kekesalannya.
"Cium aku." Dengan wajah datarnya, ia sangat lancar mengatakan hal itu padanya. Sementara Nabilla sudah mengumpati suaminya itu dengan kata - kata kasar.
"Tenanglah bil dia itu cuma sekedar mesum padamu . bilang saja suka, tapi dia cuma GeEr ." Gumam Nabilla dalam hati. Ia senyum - senyum tidak jelas dan itu menjadi perhatian Alister .
"Jangan keeran kau kalau aku menyuruh mu menciumku karena aku suka. Itu tidak akan pernah terjadi ."
"Iya - iya aku juga tidak sudi suka sama cowok mesum, galak kayak kamu tuan Alister."
Baru saja Alister akan mengeluarkan suaranya, bibir nya sudah di bungkam oleh bibir Nabilla . Dan ia malah menikmati nya tidak jadi mengeluarkan kata - kata kasarnya pada gadis itu.
Terjadi lah ciuman yang sedikit panas di dalam sana, sampai tangan Alister menyusup masuk ke dalam dress milik Nabilla. Ia sudah tidak tahan lagi, tiba tiba saja ada sesuatu yang keras dan tegang di dalam sana .
"Aku sudah tidak tahan lagi." Batin Alister.
Ia ingin cepat - cepat sampai rumah dan melakukan nya dengan istri nya itu.
Seketika Nabilla melepaskan pagutan mereka, ia tahu apa yang sekarang dirasakan oleh Alister dan itu sudah tidak baik lagi untuknya.
"Aku harus pergi tuan, adikku sudah menunggu ku hampir lama." Ia pun meninggalkan Alister yang sekarang dipenuhu birahi.
"Sial, " umpatnya. Ia terpaksa melakukan solo lagi dengan mbak citra.
Nabilla yang kembali ke meja di mana Nadin menunggunya . Ia duduk di sana, melihat wajah Nadin yang menekuk .
"Maafkan kakak ya lama." Ia tahu bahwa adiknya itu kesal dengan ia pergi sangat lama .
"Tapi kakak harus beliin Nadin es krim sebagai gantinya." Ujar Nadin masih dengan wajah tertekuk kesal.
Bagaimana ia tidak kesal, ia lelah menunggu Kakaknya tidak juga kunjung kembali yang katanya mau ke toilet tapi hampir satu jam- an. Bagaimana lelahnya ia menunggu.
"Iya deh, kakak akan bakalan beliin kamu es krim . tapi jangan marah lagi." Ujar Nabilla.
"Iya aku ngak marah kok. cuma kesal."
"Sama aja."
"Jangan cemberut gitu dong, ayo senyum." Nabilla menarik sudut bibir Nadin membentuk senyuman.
"Nah gitu kan cantik."
*
Jangan lupa setelah membaca tekan tombol like (✷‿✷)
kok amelia nampar dinda?
mulai wkwkw
gemes aku