NovelToon NovelToon
Cinta Tak Bertepi

Cinta Tak Bertepi

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Patahhati / Tamat
Popularitas:242.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Sari N

CINTA TAK BERTEPI adalah sebuah cerita dari seorang gadis bernama Reya Agustiana Dewi.

Berawal dari saat dirinya remaja. Karena sang ayah yang dipecat membuat dirinya harus pindah sekolah ke sebuah desa kecil. Disana dia berteman dengan seorang laki-laki bernama Rama dan saling jatuh cinta. Namun sayang, hubungan yang baru saja seumur jagung itu harus terpisahkan oleh maut dan membuat Reya sedikit trauma untuk kembali mengenal cinta.

Tapi bukankah setiap manusia memang sudah memiliki jodohnya masing-masing?

Begitupun dengan Reya. Saat usianya dewasa, rasa cinta kembali mengetuk hatinya lewat seorang polisi bernama Seno. Tapi sekali lagi, hubungan diantara mereka tidak selurus jalan tol. Banyak sekali ujian di dalam hubungan mereka. dan banyak juga misteri yang muncul sejalan kasus yang sedang dihadapi oleh AKP Seno Pramudya.

Akankah cinta Reya dengan Seno akan berujung ke dalam sebuah pernikahan???

Selamat membaca sahabat... 😄😄😄

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sari N, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENGINAP (3)

Lampu dimatikan. Membuat seisi ruangan itu tampak gelap. Hanya tampak cahaya dari sebuah home teater dan tv yang ukurannya cukup besar. Iya, setelah asyik makan malam, mereka melanjutkan acara dengan menonton film horor. Sebenarnya dari semua orang yang ada disana, hanya Reya yang penakut. Dia sama sekali paling tidak mau menonton film-film horor. Namun kali ini dia terpaksa harus menontonnya. Dia tidak enak jika harus menolak Naura. Dan satu lagi tentu saja Rama.

Mereka duduk berjejer di satu kursi panjang. Entah ini nasib buruk untuk Reya ataukah nasib baik. Kenapa? Nasib buruk karena dia duduk paling pojok. Khayalannya bermain kesana kemari. Bagaimana kalau sampai ada penampakkan tangan di samping kursi itu? Atau bagaimana jika tiba-tiba saja ada hantu yang berdiri di samping kursi itu. Wajah Reya benar-benar pucat memikirkan hal itu. Beruntungnya di satu sisi lainnya ada Rama. Inilah nasib baik bagi Reya karena bisa duduk berdampingan dengan Rama. Ya, walaupun tidak berdua. Tapi setidaknya Rama kini duduk di sampingnya, bahkan sangat dekat. Jika di urut maka posisi duduk mereka diawali dengan Dean, Ayisha, Alex, Naura, Rama, dan terakhir Reya.

Selang beberapa saat, film pun berputar. Awalnya hanya horror-horror komedi dan mereka pun menikmati film itu sambil memakan cemilan dengan santai. Sesekali tertawa melihat reaksi sang tokoh utama yang menurut mereka tampak kocak saat melihat hantu. Lama-lama adegan film pun semakin menyeramkan. Suasana ruangan menjadi lebih mencekam dari sebelumnya. Bagi mereka berlima, semakin mencekam maka semakin seru. Akan tetapi berbeda dengan Reya. Semakin mencekam suasana disana semakin membuatnya ingin menangis dan ingin cepat-cepat mengakhiri acara ini.

Reya mencoba untuk tetap menonton film itu. Baginya semakin kesini adegan film tersebut semakin menyeramkan.. semakin menyeramkaaaann.... semakin menyeeeerraaammkkaannn, dan tiba-tiba

“AAAA”

Semua orang disana menjerit kaget ketika sang hantu tiba-tiba muncul di tengah-tengah adegan seram. Dengan

refleks tangan Reya langsung melingkar pada lengan Rama. Wajahnya ia sembunyikan dibalik bahu Rama, matanya terpejam. Rama yang melihat hal itu benar-benar kaget. Namun dia membiarkan Reya menyembunyikan pandangannya dibalik bahunya karena dia pun entah kenapa menyukai hal itu.

Sepertinya nyali Reya sudah habis untuk menonton film itu. Akhirnya sampai film selesai, dia masih tetap mendekap di tangan Rama. Matanya sama sekali tidak terbuka walau hanya sesaat saja. Rasa takutnya sudah menguasai dirinya sehingga dia tidak sadar kalau sedang  memeluk lengan Rama. Sesaat kemudian lampu di

ruangan tersebut kembali menyala. Reya yang menyadari kalau selama ini dia memeluk sambil bersandar di bahu Rama, langsung melepaskan tangannya sebelum ada orang lain yang melihat. Tangannya yang sedikit bergetar karena gugup, dia gosok-gosokkan, tatapan wajahnya mencoba menghindar dari Rama. Pandangannya kesana kemari seperti sedang mencari-cari sesuatu padahal Rama tau jelas kalau Reya sedang gugup. Melihat tingkah laku Reya yang seperti itu, membuat bibir manis Rama kembali tersenyum.

***

Hari sudah semakin gelap. Akhirnya mereka semua masuk ke dalam kamar masing-masing. Reya dan Ayisha tidur di kamar Naura, sedangkan Dean dan Alex tidur di kamar Rama. Semakin malam suasana di dalam rumah itu sudah semakin sepi, mungkin karena semua penghuni sudah pada tidur. Naura yang merasakan haus, terbangun dari tidurnya. Dia berjalan keluar dengan sangat perlahan karena tidak ingin membangunkan Ayisha dan Reya yang tampak sangat lelap dari tidurnya.

Setelah sampai di dapur, dia membuka lemari es dan mengambil sebotol minuman putih dingin. Dia meneguknya sampai habis setengah botol. Karena dirasa, rasa hausnya menghilang, dia pun berjalan lagi hendak kembali ke dalam kamar dan melanjutkan mimpinya. Akan tetapi langkahnya terhenti ketika matanya melihat seseorang sedang duduk di ayunan taman depan. Dengan perlahan Naura mendekati sosok tersebut. Semakin dekat.. semakin dekat.. dan akhirnya dia pun dapat melihat dengan jelas siapa orang yang sedang bermain ayunan malam-malam.

“Rama. Kirain hantu,” ucap Naura yang dibalas senyum oleh Rama.

“Ngapain kamu disini?” lanjut Naura dan langsung duduk di samping Rama.

“Aku belum bisa tidur. Kamu kenapa belum tidur?”

“Haus. hehehe,” jawab Naura.

“Kamu lagi mikirin apa? Sampai gak bisa tidur gini?” tanya Naura sambil bersender di bahu Rama.

“Oh iya, gimana filmnya seru?” jawab Rama tidak nyambung.

“Jangan mengubah topik pembicaraan. Apa yang sedang kamu pikirkan?” bentak Naura yang kini dibarengi dengan tatapan serius.

“Tidak ada. Aku hanya tidak bisa tidur saja.”

“Reya...”

“Apa?” Rama terkejut karena ternyata Naura masih saja bisa membaca pikiran seperti dulu.

“Kamu memikirkan Reya, kan?”

“Tidak  a...akkuu...” jawab Rama gugup.

“Kamu bisa membohongi siapa saja tapi tidak denganku, Ram. Ceritakan padaku apa yang terjadi!” potong Naura.

“Kamu menyukai Reya, kan?” lanjut Naura yang sekali lagi membuat Rama sangat terkejut. Dia tersenyum melihat

mimik wajah Rama yang tampak begitu tegang. Dia pun melanjutkan pembicaraannya.

“Sebenarnya dari awal aku melihat gerak-gerik kalian, aku sudah tahu kalau kalian saling menyukai. Tapi yang aku tidak mengerti, kenapa kalian saling menyembunyikan perasaan kalian? Ada apa dengan kalian? Apa diantara kalian ada masalah pribadi?”

“Aku takut Ra.. Hubungan masa lalu kami telah membuatku ragu padanya. Beberapa penipuan yang dia lakukan padaku dibalik  senyum manisnya, berdampak fatal bagi kehidupanku. Dan itu benar-benar membuatku trauma untuk mempercayainya kembali.”

“Kasus kamu mabuk?” ujar Naura tersenyum yang sekali lagi membuat mata Rama melotot kaget.

“Dari mana kamu tahu tentang kejadian itu?”

“Aku tahu semua. Om Bima, ayahmu, selalu bercerita padaku tentang apa saja yang sudah terjadi padamu disini.  Aku juga tahu, karena kejadian itu, sampai sekarang Om Bima masih belum percaya padamu. Dia selalu ragu padamu.”

“Apa itu berarti kalau Ayah sudah tahu yang sebenarnya tentang Reya?”

“Tidak!! Dia tidak tahu. Aku tahu dari Bu Salma. Aku bicara padanya sewaktu aku diberitahu oleh Om Bima. Jika aku tidak mengenalmu dengan baik, mungkin aku akan marah padamu karena tidak menceritakan yang sebenarnya pada ayahmu. Kamu bisa saja menceritakan kalau semua ini adalah jebakan Reya. Kamu akan selamat dan Reya akan habis.. Tapi aku tahu, kamu adalah Ramaku. Kamu akan lebih memilih menerima penderitaan ini demi untuk melindungi orang yang kamu sayangi.”

Rama pun tertunduk mendengar penjelasan Naura yang benar adanya.

“Sejak awal aku melihat dia di sekolah, ada rasa yang aneh di dalam hati ini. Aku merasa sangat tertarik untuk bisa dekat dengannya. Akan tetapi, aku terlalu takut untuk mengenalnya lebih dalam. Secara dia adalah seorang gadis yang berasal dari kota besar. Sedangkan aku, hanya laki-laki biasa dari desa. Aku pun memilih cara agar bisa mendekatinya yaitu dengan selalu menganggunya. Dan ternyata cara itu berhasil  juga. Lama kelamaan kami

mulai dekat walaupun dibumbui dengan beberapa emosi yang sebenarnya membuatku tersenyum geli. Sampai suatu ketika, dia pun memberikan senyuman manisnya untukku. Aku pikir, dia sudah mau menerimaku sebagai temannya. Aku sangat mempercayainya. Tapi ternyata.. semuanya berlandaskan penipuan. Aku kecewa. Aku takut. Aku terlalu takut untuk bisa mempercayainya lagi. Aku memang selalu merasa gelisah jika jauh darinya, bahkan aku sangat cemburu melihatnya bersama laki-laki lain, tapi jika aku sedang bersamanya, ingatan tentang penipuan yang dilakukannya terus berputar di pikiranku. Membuatku mundur lagi dan mundur lagi.”

“Dengarkan aku, Ram. Aku bisa melihat ketulusan di mata Reya. Cobalah kamu memberikan satu kesempatan padanya. Aku yakin kalau kalian pasti akan bahagia,” wejangan terakhir dari Naura sebelum ia meninggalkan Rama dalam lamunannya kembali. Sambil berjalan ke dalam, tak sengaja Naura melihat ke atas, ke arah kamarnya. Disana Reya sedang bersembunyi di balik tirai jendela kamar sambil menatap mereka. Bibir Naura pun tersenyum

melihat dua sejoli ini.

###

1
Misyati
good 👍
silviaanugrah
6 dukungannn, ditunggu feedback-nya ya Thor 🌟
hiatus
halooo salam kenal kak, aku baru mampir 😍🥰
Elbi
abseeeen seruuuu kak
Elbi
meninggalkan jejaaaak😘
Affandi
Siswa ga baru🤭 untung bukan siswa abadi🤣
Affandi
hai kak Sarii💕😀
Affandi: aku baca asiyah jadi inget temenku sma yang gak bisa berhenti ngoceh🤣
total 2 replies
Affandi
pfft mulutnya emang kaga ada rem
OP_PRO
selamat kakak 😊 happy ending sesuai yg diinginkan
Ria Diana Santi
Aish, mantap bat puisinya Thor!
Ria Diana Santi: Sama²...🤗🤗
total 3 replies
Bagus Effendik
next upnya
Bagus Effendik
hore hore hehe maaf mas bisanya spam like dulu
Bagus Effendik
like boom like like terus
Bagus Effendik
hadir mampir lagi aku
Bagus Effendik
nitip like dan semangat selalu
Bagus Effendik
nitip jejak dulu
Bagus Effendik
lanjut lanjut
Bagus Effendik
hadir dulu ya
Bagus Effendik
salam swmangat loh dari mas Dalang T O H
Bagus Effendik
aku tim penyemangat dulu ya hehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!