NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Pria Lebih Tua

Mengejar Cinta Pria Lebih Tua

Status: tamat
Genre:Beda Usia / One Night Stand / Romantis / Cintamanis / Duda / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:160.8k
Nilai: 5
Nama Author: Puppy Bangtan

"Enghhh hentikan," erang Savio dengan kepala yang mendongak ke atas di mana kedua tangannya memegang pinggang ramping Zoe.

Zoe menghentikan sejenak kecupan basahnya pada leher Savio, "Aku tidak peduli dengan usia kita, aku mencintaimu dengan tulus! Aku hanya akan menikah denganmu," pengakuan yang kesekian kalinya Zoe katakan pada Savio.

•••
Pertemuan tidak sengaja di Swiss ternyata menumbuhkan rasa pada gadis remaja yang tidak sengaja bertemu dengan Savio di sebuah cafe.

7 tahun berlalu, mereka dipertemukan kembali dengan usia mereka yang sudah semakin matang. Melihat peluang yang besar Zoe terus bergerak tanpa memandang perbedaan usia mereka yang terpaut sangat jauh.

Sedangkan Savio sendiri, ia ragu dan bimbang untuk menjalin hubungan dengan Zoe yang lebih pantas menjadi menantunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puppy Bangtan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 33

•••

Sedangkan di kantor lain ada Bendic yang begitu kesal dan marah.

Bagaimana tidak marah, Klovi sudah pergi lebih dulu sebelum dia jemput.

Bendic berhenti sejenak kala melihat Klovi tampak bercanda dengan karyawan lainnya.

"Cih ia bahkan selalu tersenyum dengan pria lain," gumam Bendic dengan heran.

Klovi begitu senang dan ceria kala mengobrol dengan rekan kerjanya.

Dan itu membuat mood Bendic langsung turun.

"Kak Bendic," panggil seorang perempuan tinggi dengan wajah yang sedikit baby face.

"Julia," gumam Bendic kala melihat adik sepupunya datang ke kantornya.

Bendic kembali menoleh menatap Klovi yang masih setia mengobrol dengan rekan sampingnya.

Senyum smirk tampak terbit di bibir Bendic.

"Kakak aku sangat merindukanmu. Kenapa kau jarang pulang ke rumah bibi?" tanya Julia yang langsung memeluk Bendic.

Bendic mengusap- usap punggung Julia namun dengan tatapan ke arah Klovi.

"Ck kenapa dia tidak melihatnya," dumel lirih Bendic kala Klovi tidak sedikitpun sadar dengan keberadaan dirinya.

"Siapa yang tidak melihat?" tanya Julia seraya menguraikan pelukannya.

Bendic menghirup dalam napasnya, "Kenapa kau datang kemari?" Julia langsung menunjukkan raut wajah kesalnya.

"Jadi, aku tidak boleh datang?" Bendic menghela napas gusar.

"Siapa yang mengatakan begitu? Aku hanya bertanya, kenapa kamu datang kemari?" Julia langsung tersenyum dan kembali bergelayut di lengan Bendic.

"Aku sangat merindukanmu," ungkap Julia terus terang.

Bendic hanya menghela napas, "Di mana Julio? Jika dia tahu kau kemari dan bolos kuliah, aku akan dimarahi olehnya," Julia langsung menyenderkan kepalanya di bahu Bendic.

"Tidak ada yang bisa memarahimu," ujar Julia dengan percaya diri.

Bendic yang sudah bad mood sejak tadi kini merasa malas untuk melakukan apapun.

"Ayo ke ruanganku, aku masih ada beberapa pekerjaan," Julia mengangguk tanpa melepas gelayutan manjanya di lengan Bendic.

Bertepatan dengan Bendic melewati mejanya, Klovi melihat dia berjalan bersama dengan perempuan.

"Cih, ia bahkan sudah menggandeng perempuan baru. Untung aku berangkat lebih awal, jika menunggunya mungkin aku akan jadi obat nyamuk," gumam Klovi heran dengan sikap player Bendic.

Sebelum menutup pintu ruangannya, Bendic menatap Klovi yang masih mengobrol dengan rekan kerjanya.

"Klovi ke ruangan saya sekarang sambil bawa proposalmu," perintah Bendic dengan tegas tanpa ekspresi dan langsung menutup pintunya.

Klovi hanya mengangguk namun dengan dumelan, "Dasar kadal."

Ia lalu bergegas pergi menuju ruangan Bendic.

"Tuan ingin saya mempresentasikan proposalnya sekarang?" Bendic langsung mendorong pelan Julia untuk sedikit menjauh darinya.

Bendic hanya mengangguk membuat Klovi langsung duduk di hadapan Bendic seraya membuka kertas proposalnya.

"Bukankah kau harus pergi kuliah? Sebentar lagi Julio akan menelponku, aku bisa memberitahunya jika kau berada di sini," Julia berdecak, dengan kesal ia menyambar tasnya dan pergi meninggalkan ruangan Bendic.

Setelah dirasa tenang, Klovi langsung membuka penerangan tentang proposalnya.

"Dia tadi sepupuku," Klovi mengangkat kepalanya.

"Lalu apa hubungannya dengan saya?" tanya Klovi sopan dan senyum yang manis.

Bendic tampak kesal dan langsung beranjak dari kursinya menghampiri Klovi.

"Kenapa kamu berangkat lebih awal? Bukankah aku memintamu untuk menunggu tadi?" Klovi masih tersenyum.

"Rasanya tidak sopan jika saya berangkat dengan tuan, bukankah sudah seharusnya ada batasan antara atasan dan karyawan?" Klovi langsung diam kala Bendic mengangkat dagunya dengan jarak wajah yang begitu dekat.

"Bagaimana jika kita menikah sekarang? Agar tidak ada batasan di antara kita?" usul Bendic dengan gamblangnya.

Klovi langsung berdiri lalu mendorong Bendic hingga terduduk di kursi putar.

Dengan berani Klovi sedikit merunduk, mengunci tubuh Bendic dengan kedua tangannya yang bertumpu pada sisi kursi.

"Tuan memang atasan saya, tapi urusan menikah dengan siapa, itu urusan saya. Saya yang berhak memilih pria mana yang harus saya terima sebagai suami saya," ujar Klovi dengan tegas dan penuh penekanan.

Klovi hendak pergi namun dengan cepat Bendic memeluknya erat.

"Tolong jangan menikah dengan pria manapun. Aku akan bersikap baik dan bertanggung jawab untuk bisa menjadi orang yang kamu andalkan," pinta Bendic dengan suara yang serak parau.

Klovi menahan senyumnya, ingin tertawa namun kasihan.

Kenapa dia mendadak bersikap seperti ini?

Klovi hanya mengatakan apa isi hatinya.

Tidak ingin memanas- manasi Bendic.

1
Angelica James
masih muda ituu, tak kirain 40+ 🤭
say't
yiiaaah kok nanggung y 🥺
say't
sdh kutebak zoe nyerah skrng savio ngera ng buat dptin zoe lg 🤣
say't
thanks y astrid berkat dirimu savio makin menunjukkan rasa cemburux n rasa cintax ke zoe 🤣 sena n astrid pastinya
say't
busyet dua bujang lapuk ni kalang kabut jg cz sdh ngrasain miss ✌️ dari kedua cegil ni 🤣
say't
klovi n ben jg pst sdh nglakuin ONS nih 🤣 pas dua cewek muda dpt dua duda 🤣
Ita Listiana
/Facepalm//Scream/
s
menatap
s
hati hati kualat loh jdi saling bucin
s
ada ada saja sebutan mama dan nenek dari mereka /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
s
awas nanti membucin loh/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
s
dasar asisten as teman lucknut /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
s
kau bahkan takkan menolak pesonanya
s
kan di kamar mandi, kok beranjak dari sofa?
Sulasmi
next Thor jg lama lama dung❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Aqil Aqil
lmx br up,sklx up eh...eh..kok cm satu ya thor,lnjt dong smngt.
Mel_San12
elehhhh giliran begini aja mulai nyosor-nyosor kan, kemaren-kemaren kemana aja? sok jual mahal elahh😑🥴
Gabutz
lanjut
Reni Anjarwani
bagus sayang upnya lama
Nur Adam
lnjjt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!