NovelToon NovelToon
ANOMALI SEKTOR LIAR

ANOMALI SEKTOR LIAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:792
Nilai: 5
Nama Author: Zapdos

Dunia yang tidak hanya dihuni oleh manusia, kini juga terdapat "Astra" yang dapat membantu setiap orang mencapai kesuksesan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zapdos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SUPERIORITAS

​Badai salju magnetik yang sempat mengamuk semalaman akhirnya meluruh menjadi kabut putih tipis saat fajar Hari ke-11 menyingsing di perbatasan Wilayah Dalam Sektor Liar Utara. Arkan melangkah keluar terlebih dahulu dari celah gua es isolasi, diikuti oleh Sky yang merapikan jubah putih peraknya. Aliran udara di sekitar mereka tidak lagi terasa membekukan; konsumsi Mata Air Esensial Purba semalam tidak hanya menghilangkan dehidrasi, melainkan telah merevolusi total kepadatan saku jiwa manusia mereka ke tingkat yang jauh lebih tinggi.

​Namun, kedamaian fajar itu langsung terkoyak. Tanah di depan mulut gua mendadak merekah hebat, menyemburkan bongkahan es dan batu sedimen ke udara.

​SHIIIII—!

​Sesosok monster berwujud Lipan Es Raksasa dengan panjang tubuh mencapai 8 meter melesat keluar dari dalam tanah, menghalangi jalur pendakian mereka. Tubuhnya dilapisi oleh cangkang chitin berwarna biru gelap sekeras baja tempa, dan sepasang taringnya meneteskan cairan asam pembeku yang sangat korosif.

​Arkan melirik lencana digital di dadanya yang menampilkan status musuh dengan kaku: [ TARGET LIAR: LIPAN BENTENG ES ] - [ LEVEL 24 ].

​"Monster elite Wilayah Dalam," Sky berkata sambil bersiap mengangkat kipas peraknya, namun Arkan langsung mengangkat tangan kirinya, memberikan isyarat agar Sky tetap di posisinya.

​"Biar aku yang maju, Sky. Aku butuh samsak hidup untuk menguji sistem saraf baruku," Arkan berucap dengan nada santai.

​BZZZZZT!

​Arkan memicu 70% resonansi petirnya, memadamkan percikan listrik eksternal, dan mengaktifkan katup Aura Statis Putih di sekujur kulit manusianya. Seketika itu juga, efek pasif dari jurus Lightning Reflex miliknya bekerja secara instan. Di dalam persepsi otak Arkan, gerakan terkaman cepat dari Lipan Es Level 24 yang biasanya berkecepatan tinggi itu mendadak melambat drastis laksana sebuah rekaman video berkecepatan lambat. Arkan bisa melihat dengan sangat jelas setiap pergeseran sendi chitin dan arah semburan asam musuh sebelum serangan itu bahkan dilepaskan.

​Dengan satu gerakan geser kaki yang teramat bersih, Arkan bermanuver melewati titik buta semburan asam Lipan tersebut. Tubuh manusianya bergerak laksana bayangan kilat putih yang tidak kasat mata.

​BOOM!

​Satu pukulan fisik murni berselimut aura statis frekuensi tinggi dihantamkan Arkan tepat ke arah sambungan tubuh nomor 3 sang lipan. Pukulan itu tidak memicu ledakan listrik besar, melainkan menyalurkan getaran kinetik internal yang luar biasa padat. Saku jiwa Arkan merasakan bahwa densitas petir putihnya kini telah meningkat sekitar 45% lebih padat dari kemarin.

​CRACK... PYAAAAR!

​Cangkang chitin Level 24 yang setebal 10 sentimeter itu hancur berkeping-keping menjadi butiran debu halus hanya dalam sekali jotos. Lipan raksasa itu menjerit kesakitan, mencoba mengibaskan ekor berdurinya, namun Arkan dengan refleks saraf barunya melompat tinggi ke udara, memberikan kode mental kepada Volt.

​Volt yang kini kokoh di Level 18 melesat turun dari angkasa dengan ukuran fisik yang jauh lebih besar dan gahar. Cakar-cakarnya yang kini dilapisi lapisan listrik statis permanen mencakar habis kepala lipan raksasa tersebut hingga hancur total menembus lantai beton es di bawahnya.

​Monster elite Level 24 itu mati kutu dan hancur menjadi serpihan cahaya spiritual dalam waktu kurang dari 15 detik tanpa sempat menyentuh seujung jaket Arkan sedikit pun.

​"Luar biasa, Arkan," Sky berjalan mendekat sambil melipat kipasnya, sepasang mata abu-abunya memancarkan rasa kagum yang murni. "Kecepatan gerak dan persepsi refleksmu tadi benar-benar sudah berada di level yang berbeda. Kamu bahkan tidak perlu menggunakan jurus aktif besar untuk menghancurkan monster Level 24."

​"Metode Guru Joshua terbukti mutlak, Sky. Kepadatan energi petirku kini terasa jauh lebih terpusat," Arkan menjawab tenang sambil memadamkan auranya. Volt kembali masuk ke dalam saku jiwanya dengan patuh.

​BEEP! BEEP! BEEP!

​Baru saja Arkan hendak membersihkan sisa debu spiritual di lengannya, lencana militer di dada mereka berdua kembali berkedip cepat, memancarkan frekuensi darurat yang berbunyi pendek namun konstan.

​[ PERINGATAN: SINYAL DARURAT SOS TERDETEKSI ]

[ JARAK: 400 METER DI DEPAN. FREKUENSI: AKADEMI ASTRA ]

​"Sinyal marabahaya dari murid akademi?" Sky mengerutkan alisnya, memeriksa kompas digitalnya yang kini telah berfungsi normal kembali. "Frekuensinya terdaftar atas nama tim ekspedisi Kelas 3-S."

​Arkan menyunggingkan senyuman tipis yang sarat akan ironi. "Tim senior Baskara. Tampaknya ucapan mereka di kereta kemarin berbalik menyerang mereka sendiri. Ayo, Sky. Kita lihat seberapa keras kepala para senior itu di ambang kematian."

​Membelah kabut es dengan kecepatan tinggi, Arkan dan Sky hanya membutuhkan waktu kurang dari 2 menit untuk tiba di sebuah ceruk sempit yang dikenal sebagai Lembah Tengkorak Es. Pemandangan di dalam ceruk itu sangat mengenaskan. 4 orang murid tingkat akhir Kelas 3-S yang kemarin bertindak angkuh di dalam gerbong kereta, kini sedang sekarat bersandarkan dinding gletser yang membeku.

​Baskara memegangi lengan kanannya yang patah dengan wajah yang pucat pasi akibat kehabisan energi spiritual. Pakaian taktis mereka robek parah dipenuhi noda darah, sementara 2 ekor Astra elemen api mereka telah redup di ambang batas kematian. Di depan mereka, seekor beruang es Ursus Frost raksasa berstatus [ LEVEL 25 ] bersama belasan kawanan Serigala Frost [ LEVEL 21 ] sedang mengepung mereka dengan raungan lapar, siap melakukan pembantaian final.

​"S-Sialan... pelindung energi kita sudah habis!" Baskara berteriak frustrasi, saku jiwanya terengah-engah kehabisan pasokan energi akibat badai magnetik semalam.

​Tepat saat cakar raksasa Ursus Frost Level 25 itu terangkat untuk meremukkan kepala Baskara, sebuah desingan angin yang teramat nyaring memotong keheningan lembah.

​WUUUUUUSH—!!!!!

​Sebuah bola meriam angin bertekanan udara sangat tinggi melesat dari arah atas tebing, menghantam telak dada beruang raksasa itu dengan kekuatan impak kinetik yang luar biasa bersih.

​BOOM!

​Tubuh Ursus Frost Level 25 yang memiliki berat hampir 2 ton itu terpelanting sejauh 10 meter ke belakang, menghantam dinding es hingga retak. Itu adalah aplikasi dari jurus aktif baru milik Sky yang memanfaatkan kepadatan atmosfer berlipat ganda dari level barunya.

​Baskara terbelalak horor, menoleh ke arah atas tebing es setinggi 15 meter di mana Arkan dan Sky berdiri berdampingan dengan ekspresi santai, menatap para senior mereka dari ketinggian seolah sedang menonton pertunjukan hiburan yang murah.

​"K-Kalian?! Bocah Kelas 1?!" Baskara berteriak histeris dengan suara yang bergetar antara syok, tidak percaya, dan malu yang teramat sangat.

​Sky melompat turun dengan keanggunan angin murni yang menahan bobot tubuh manusianya, mendarat tepat di depan Baskara sambil membuka kipas peraknya. Lencana digital Sky berkedip singkat memancarkan status terkininya ke sistem jaringan lokal terdekat:

​[ STATUS ASTRA: ZEPHYR ]

​Level: [ LEVEL 16 ]

​Atribut: Angin Hampa Udara

​Melihat angka Level 16 terpampang nyata di dada seorang anak Kelas 1, Baskara dan seluruh anggota tim Kelas 3-S miliknya langsung membeku di tempat dengan rahang yang hampir jatuh ke tanah. Hanya dalam waktu kurang dari 24 jam sejak mereka berada di kereta, bagaimana bisa seorang murid Kelas 1 mengalami lonjakan level gila-gilaan hingga menyamai standar elit tingkat akhir?

​"Senior Baskara, bukankah kamu bilang saku jiwa anak Kelas 1 akan membeku dalam satu kilometer pertama?" Sky berucap dengan nada santai namun sarat akan sindiran yang menusuk langsung ke harga diri Baskara. "Tapi tampaknya, justru saku jiwa kalian yang membutuhkan pertolongan medis darurat saat ini."

​Sebelum Baskara sempat membalas, kawanan Serigala Frost Level 21 yang marah karena mangsa mereka diganggu langsung mengalihkan target, melompat serempak untuk menerkam Sky dari titik buta kabut.

​"Sky, tutup matamu," sebuah suara dingin terdengar dari arah belakang.

​BZZZZZZZZZT—!!!!!

​Arkan melompat turun dari tebing, memicu lencana digitalnya untuk memancarkan pembaruan status mutlak miliknya:

​[ STATUS ASTRA: VOLT ]

​Level: [ LEVEL 18 ]

​Atribut: Petir Murni

​Kilatan status Level 18 itu laksana petir di siang bolong yang meremukkan seluruh kewarasan mental tim senior Baskara. Sebelum mereka sempat mencerna fakta gila tersebut, Arkan melepaskan seluruh sirkulasi Aura Statis Putih di lengannya. Menggunakan kecepatan saraf dari Lightning Reflex, Arkan bergerak laksana dewa perang kilat. Setiap kilatan putih yang melintas di dalam lembah selalu diikuti oleh jeritan kematian dari kawanan serigala es.

​PANG! CRASH! BOOM!

​Hanya butuh waktu total 12 detik bagi Arkan dan Volt untuk menyapu bersih belasan serigala Level 21 serta mengeksekusi Ursus Frost Level 25 yang baru saja merangkak bangun dengan satu pukulan petir putih vertikal yang membelah beton es lembah sedalam 2 meter.

​Seluruh monster musuh lenyap berubah menjadi butiran debu spiritual hijau yang pekat, yang sebagian besar langsung terserap masuk ke dalam saku jiwa Arkan dan Sky sebagai poin pengalaman tambahan.

​Keheningan total melanda Lembah Tengkorak Es. Baskara dan timnya terduduk lemas di atas tanah dengan tubuh gemetar, bukan karena dingin, melainkan karena rasa takut dan superioritas mutlak yang ditunjukkan oleh dua anak Kelas 1 di depan mereka. Mereka yang tadinya menganggap diri mereka sebagai elit perbatasan, kini menyadari bahwa mereka tidak lebih dari sekadar serangga lemah di depan kekuatan gila milik Duo Badai ini.

​Arkan berjalan mendekati Baskara, menatap seniornya itu dari atas dengan pandangan mata petir putih yang dingin dan datar.

​"Gunakan lencana SOS kalian untuk memanggil helikopter evakuasi medis militer sekarang juga, Senior," Arkan berucap dengan suara yang sangat santai namun sarat akan tekanan mental yang tidak bisa dibantah. "Dan satu hal lagi... jika aku mendengar mulut faksi elit kalian kembali meremehkan Kelas 1 di dalam gerbong kereta setelah hari ini, aku sendiri bersama Volt yang akan memastikan saku jiwa kalian retak secara permanen tanpa perlu bantuan monster Sektor Liar."

​Baskara menelan ludah dengan susah payah, mengangguk cepat dengan wajah pucat pasi tanpa berani mengeluarkan satu kata bantahan pun. Harga dirinya sebagai murid Kelas 3-S telah hancur lebur berkeping-keping di atas tanah es lembah ini.

​Sky berjalan di samping Arkan, memberikan tatapan mata abu-abunya yang anggun sebelum mereka berdua berbalik secara serempak, melangkah meninggalkan Lembah Tengkorak Es menuju ke arah area terdalam Wilayah Dalam yang masih tertutup kabut tebal. Kemenangan mutlak atas monster elite dan pembungkaman total terhadap tim senior Baskara telah mempertegas status baru mereka.

Dengan Volt di Level 18 dan Zephyr di Level 16, Duo Badai Kelas 1-A ini telah resmi membuktikan superioritas mereka, siap untuk menghancurkan dan mendominasi apa pun rintangan ekstrem berikutnya yang berani menghalangi jalur petualangan mereka di kedalaman jantung Sektor Liar Utara.

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Salam Segitiga ∆ 🚬🗿
Zapdos: ∆ nguengg~
total 1 replies
Zapdos
Jangan lupa dibaca, Update bab setiap hari!
pukul 12.00 Wib dan 15.00 Wib. Saran dan dukunganmu sangat membantu karya ini menjadi lebih baik!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!