Anna memiliki kehidupan yang paling sempurna. Kehidupan yang membuat semua orang iri padanya. Dia mempunyai paras yang cantik, tubuh yang indah, kekayaan yang berlimpah. Yang terpenting baginya adalah dia telah memiliki seseorang yang dia anggap sebagai belahan jiwanya.
Namun sebuah pengkhianatan membuat kehidupan sempurnanya hancur. Dia dibohongi, dipermainkan, dan dibuang ke tempat yang jauh lebih buruk daripada neraka. Dia diusir dari keluarganya dan dikurung di rumah sakit jiwa, tempat yang menghancurkan kedua sayapnya.
Lima tahun kemudian, Anna kembali dengan satu tujuan. Dia menyerahkan tubuhnya kepada Cedric, seorang CEO yang terkenal paling kejam. Sebagai gantinya, Cedric akan membantunya mencapai mimpinya: BALAS DENDAM!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rembulan11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Mendengar nama Jason, Anna merasa sedikit senang. Dia tidak berani bertanya langsung tentang wanita dalam kehidupan Cedric, tapi dia bisa bertanya kepada asistennya.
Cedric tidak memperdulikan apa yang memikirkan Anna saat ini. Saat memikirkan seorang anak sedang menunggu, dia memilih pergi.
Tak lama setelah Anna mandi, Jason datang dan mengetuk pintu. Anna menyambutnya dengan gembira dan memintanya ke kamar.
Sebelum Jason sempat bereaksi, Anna mendorongnya dan menjepitnya ke dinding.
Jason juga pria normal. Ia tersipu malu saat melihat wanita cantik Anna melakukan hal ini padanya.
Apa yang wanita ini lakukan?
Saat pertanyaan itu terlintas di benaknya, Jason menghindari Anna. Wanita ini spesial bagi bosnya.
Jelas baimana bosnya melindungi dan memanjakannya.
Dan Anna, wanita yang pernah menginjakkan kaki di ruangan bosnya.
Semua itu sudah cukup untuk menunjukkan status Anna.
Dia tidak ingin dipecat oleh bosnya karena wanita ini!
Melihat Jason yang panik, Anna tersenyum manja. Tangannya mencengkeram lengan Jason seperti ular yang melingkar. Dia mengurung kepalanya dan bertanya. “Jason, apakah bosmu punya pacar?”
"Ya." Jason mengangguk.
Kenapa Anna menanyakan hal itu? Bukankah dia kekasih bosnya?
Setelah menjawab, Jason ingin mendorong tubuh Anna. Tapi Anna menggenggamnya erat-erat. Dia tidak ingin memperlakukan Anna terlalu kasar karena takut akan murka bosnya.
Namun situasi ini juga bisa membuatnya mendapat hukuman mati.
Akhirnya, keduanya membeku dalam keadaan ini...
Mendengar jawaban Jason, Anna mengerutkan keningnya karena kesal. "Apakah dia cantik?"
"Cantik..."
Jason benar-benar tidak berdaya. Dia hanya bisa menjawab semua pertanyaan Anna.
Saat mendengar ini, kerutan di dahi Anna semakin dalam. “Apakah dia lemah lembut? Apakah dia bisa memasak? Bagaimana Cedric memperlakukannya?”
Dia menyerang Jason dengan pertanyaan demi pertanyaan.
Ia harus mengetahui bagaimana lawannya agar tidak kalah di medan pertempuran.
Anna tidak mau duduk dan menunggu kematiannya.
"Lembut?" Jason memandang Anna lalu menenangkan kepalanya. "TIDAK..."
Tidak lembut. Ternyata Cedric tidak menyukai wanita yang lemah lembut. Mungkin dia sedang mencari pasangan yang sama kejamnya dengan dia.
“Saya tidak tahu tentang memasak… Tapi jika anda bertanya apakah bos memperlakukannya dengan baik…”
"Bagaimana?"
Mata Anna berbinar menunggu jawaban dari mulut Jason.
"Sangat baik. Bos saya tidak pernah sebaik itu terhadap wanita.”
Jason hanya mengatakan yang sebenarnya.
Tapi kenapa Anna yang kesal dengan jawabannya. Kenapa Anna kesal?
Dia hanya menjawab semua pertanyaan dengan jujur.
Memang benar Anna cantik meski tidak lembut. Jason tidak tahu apakah Anna bisa memasak atau tidak karena dia baru bertemu dengannya beberapa kali.
Dan bosnya juga memperlakukan Anna dengan sangat baik.
Bukankah seharusnya Anna senang dengan semua itu?
Anna melepaskan tangan Jason dan berpikir keras. Rupanya, wanita itu berada dalam situasi yang sama dengannya.
.....
Dia tidak tahu apakah dia wanita yang baik atau tidak.
Dia hanya tahu bahwa dia tidak lembut. Jason tidak tahu apakah dia bisa memasak atau tidak, tapi jika itu untuk memuaskan Cedric, dia bisa melakukan apa saja.
Dan yang terpenting, Cedric memperlakukannya dengan sangat baik.
Anna menarik napas dalam-dalam sambil memegang tangannya. Dia berpikir sangat keras.
Ternyata dia bukan satu-satunya wanita yang dimiliki Cedric.
Jason meletakkan sarapan yang dibawanya di atas meja. Setelah menatap Anna dengan bingung, dia segera pergi.
...
Di sisi lain, Cedric bergegas kembali ke perusahaan setelah mengantar putranya ke rumah miliknya di kota.
Bukan karena dia ingin segera bekerja atau masih banyak pekerjaan yang belum dia selesaikan. Ia bergegas kembali ke kantor karena ingin segera bertemu dengan Anna.