bella harus dipaksa menikah dengan seorang CEO yang terkenal dingin. bella terpaksa mau menikah karena ia harus memenuhi janji yang telah dibuat oleh orang tuanya. akankah CEO tersebut dapat mencintai bella?
yuk simak ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zeykiera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
"Saya membanting handphone kamu karena saya suka kalau kamu berselingkuh dengan orang lain. Saya membanting handphone kamu saat dia menelfon. Dan sebagai hukuman saya tidak akan memberikan uang bulanan mu bulan ini, tapi saya mentransfer uang ganti rugi atas handphone mu yang rusak" Ucapnya dengan rasa tak bersalah
"Wahhh gilaaa lo ya.... Lo kira lo siapa anj*ng.... Jangan mentang-mentang lo yang berkuasa disini jadi lo bisa seenaknya, gausah fitnah deh lo.... Gue gak pernah selingkuh dan lo gak punya hak buat ngancurin HP gue" Ucap bella dengan nada tinggi sambil menunjuk-nunjuk Novan.
Novan bangkit dan memukul meja dengan kedua tangannya. "Brakkkkk".
"Selagi kamu masih istri saya, berarti kamu adalah istri saya dan mengikuti aturan saya... Dan jika kamu berkata tentang HAK, saya punya hak penuh atas diri kamu" Novan marah, nafasnya memburu, dia berusaha agar tidak mengobrak-abrik benda-benda yang ada disana
Bella terdiam membeku di tempat, dia tak berani berbicara lagi. Bella akhirnya memilih keluar dari sana. Tapi tiba-tiba novan menahan tangan Bella. Bella otomatis menoleh ke novan
"Sebelum kamu keluar, lebih baik kamu pakai ini" Novan menyerahkan sebuah syal panjang kepada Bella
"Buat?" Tanya Bella
"Untuk menutupi dada kamu itu" Ucap Novan lalu pergi duluan meninggalkan Bella.
"Emangnya dada gue kenapa" Gumam bella sambil melihat dadanya. Matanya melebar, terkejut dengan apa yang dia lihat. Tanda merah-merah padam ada dimana-mana
"Jadi daritadi gue lewat, keadaan gue kayak gini" Bella pagi ini tidak bercermin, setelah pakai baju dia langsung turun. Bahkan rambutnya masih ada yang basah.
Bella memakai syal itu lalu keluar dari ruang kerja novan. Dan kembali ke kamarnya, sedangkan Novan sudah berangkat ke perusahaan.
Bella duduk termenung di kursi yang ada di balkon, dia memandangi taman rumah belakang yang sudah sangat indah dengan bunga yang dia tanami.
Sungguh sangat indah, lebih berwarna daripada yang sebelumnya hanya ada beberapa pohon dan selebihnya rumput yang lapang.
"Gue harus cari ide supaya bisa keluar' gue cape kalo harus tiap hari dirumah. Jiwa bebas gue meronta-ronta pengen jalan-jalan. Apa gue cari alasan kerja aja ya?" Ucap Bella sambil masih memandangi halaman rumah dari balkon kamarnya.
"Kira-kira Novan setuju gak ya, haduhhhh cape gue, mending tidur aja deh" Ucap Bella lalu bangkit dan pergi ke dalam kamar.
Bella menutup pintu balkon dan pergi ke dekat kasur. Bella merebahkan dirinya disana tengan posisi tengkurap.
"Aaaaaaaa huhuhuhuuuuu... Duit bulanan guee hiksss" Bella berteriak di dalam kamar sambil memukul-mukul kasur.
"Duit bulanan gue kenapa harus di tahan sih..... Dasar Novandra Bagaskara.... Kamu liat aja gue bakal buat elo nyesel karena udah gak kasih gue jatah bulanan gue.... Awas lo ya" Ucapnya sambil memandang poto novan yang ada di atas meja samping kasur.
"Ehh tapi gue bingung deh, yang dia maksud pacar gue siapa ya" Bella membalikkan badannya menatap langit-langit kamar.
"Gue kan gak pacaran" Ucapnya sambil menggaruk kepalanya. "Terus ini apalagi" Bella menunjuk-nunjuk dadanya yang ada bekas merah. "Kalo gue sama Novan gak ngelakuin itu, terus tanda ini dari siapa dong huhuhu", " Gue harus hubungin selly, ehhh gue lupa, gue kan gak punya handphone... Aaaaaaa pusing banget gueee" Ucap Bella menggaruk-garuk kepalanya dengan keras sambil menghentakkan kakinya ke Udara.
"Apa jangan-jangan karena Novan liat tanda ini, jadi dia mikir kalo gue itu selingkuh dari dia. Terus ini tanda dari siapa lagiii" Bella membalikkan badannya. Kini posisi dia tengkurap
"Kayaknya gue harus minta maaf deh sama Novan, sambil bujuk dia supaya gue bebas lagi" Batin bella
Bella tertidur, sepertinya dia pusing karena terlalu banyak berpikir.
Sementara di perusahaan Novan tengah duduk di kursi kebesarannya mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin di perusahaan itu. Tapi tiba-tiba keyla masuk ke dalam ruangan Novan tanpa mengetuk pintu dahulu.
"Kak Novan" Sapanya dengan senyuman manis
"Sedang apa kau disini, tidak boleh sembarang orang masuk ke dalam perusahaan" Ucapnya dengan nada tegas dan cuek.
"Keyla magang 4 bulan di perusahaan kakak, kak keyla bawa makan siang. Makan siang bareng yuk" Ajaknya
Novan sedikit terkejut dengan penuturan keyla kalau dia diterima magang di perusahaan Novan. Pasalnya Novan tidak mengetahui sama sekali kalau keyla mendaftarkan dirinya diperusahaan Novan.
"Kau saja yang makan" Novan tetap akan membatasi interaksi dengan keyla.
"Ayuk lah kak, kita jarang sekali makan bersama, makannya di kantin perusahaan yuk" Keyla menarik-narik lengan Novan agar Novan mau makan bersamanya.
"Ya baiklah tapi hanya untuk kali ini" Novan memilih menuruti permintaan keyla, daripada keyla terus menggangunya.
"Yeayyy horeee ayuk kak" Keyla mengikuti langkah kaki Novan dari belakang.
"Untung aja kak Novan mau gue ajak makan, kalo gak mau taro dimana muka gue" Batin keyla.
(Flashback on)
Ini adalah hari pertama bagi para peserta magang, mereka sangat antusias akan bekerja di salah satu perusahaan yang terbesar di Negeri ini. Apalagi mereka digaji selama magang di kantor ini, dan gaji di perusahaan ini terbilang besar.
Keyla beserta anak magang yang lain tengah diberikan arahan oleh atasan, agar mereka tahu apa yang nanti akan mereka kerjakan. Keyla juga sudah akrab dengan beberapa anak magang yang lain.
"Kantor ini punya kakakku loh" Ucap keyla
"Ahhh yang bener" Ucap lola
"Beneran, ehh tapi kalian nanti jangan nyebar fitnah kalo gue masuk kantor ini karena gue punya orang dalam' ini murni kerja keras gue" Ucap keyla. Padahal ibu keyla yang ngemis-ngemis minta kepada papa Novan agar keyla di masukkan magang ke perusahaan Novan.
"Keren banget lo, ni perusahaan punya abang lo" Ucap maudy.
"Engga ah biasa aja hehehe" ucap keyla.
"Lo gak boong kan! Ragu gue" Ucap Lidia
"Enggak kok, ngapain aku boong. Kalo kalian gak percaya nanti pas makan siang gue ajak kak Novan makan di kantin bareng" Ucap keyla menyombongkan diri.
"Okee, kita tungguin ya key" Ucap Lidia
"Tapi makannya sama gue doang ya, kita pisah meja hehehe, kak Novan dari kecil gak bisa makan bareng orang yang gak dia kenal" Ucap keyla.
"Kalian udah kenal dari kecil?" Maudy terheran-heran
"Iyalah, kan dia kakak aku" Ucap keyla
"Wah boleh dong tuh" Ucap maudy
"Boleh apaan?" Tanya keyla
"Ya boleh lah, gue jadi kakak ipar lo" Ucap maudy
"Hahaha boleh-boleh aja" Keyla pura-pura tertawa.
"Gila ni cewe, ya jelas-jelas gue lah yang bakal jadi istrinya kak Novan. Berani-beraninya dia ngomong kayak gitu, sok kecakepan lo jir.... Gaya kayak orang kampung sok-sokan mau rebut kak Novan dari gue" Batin keyla.
"Yaudah yuk, lanjut kerja" Ucap lola mengakhiri.
Mereka pun melanjutkan kerjaan masing-masing dengan sebaik mungkin.
(Flashback off)
Novan dan keyla tiba di kantin, mereka berdua menjadi pusat perhatian para karyawan yang berada di sana. Teman-teman keyla ternganga melihat ketampanan Novan, ya mereka pernah melihat poto Novan. Tetapi baru kali ini mereka melihat secara langsung wajah Novan, dan mereka mengakui kalau Novan aslinya sangat tampan.
Mereka berdua di puji cocok sekali sebagai pasangan, bahkan banyak karyawan wanita yang patah hati melihat mereka berdua duduk di satu meja.
Keyla sangat bangga menjadi pusat perhatian, dia senang sekali karena dipuji cocok dengan Novan. Sepertinya setelah ini keyla akan mendapatkan perlakuan khusus.
Beda dengan keyla, Novan justru risih. Walaupun para karyawan mengatakan dengan suara yang pelan, tapi sudah pasti itu terdengar di telinganya. Tapi Novan berusaha menjaga image nya di depan semua orang.
Novan tidak begitu suka menjadi pusat perhatian, tapi ini sudah menjadi resiko ketika ia memimpin perusahaan. Hal sekecil apapun dari dirinya akan jadi sorotan setiap orang.
Selesai makan siang di kantin kantor, Novan langsung pergi tanpa mengatakan sepatah katapun terhadap keyla. Keyla juga tida berani menahan, dia juga tau diri kalau mood Novan pasti tak bagus setelah menjadi pusat perhatian.
Keyla tidak peduli aka hal itu, yang penting setelah ini dia bisa menyombongkan diri kalau dia memiliki hubungan yang dekat dengan CEO perusahaan.