NovelToon NovelToon
Pengantin Pria Yang Tak Terduga

Pengantin Pria Yang Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Beda Usia / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:185.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Annami Shavian

Niat hati ingin dinikahkan dengan kekasihnya, Rania justru dinikahkan dengan Dave, ayah kekasihnya tanpa sepengetahuan nya.

Suatu hari. Pernikahan Rania hampir saja batal, sebab pengantin prianya kabur entah kemana. Ketika Dave meminta maaf pada keluarga Hamid Malik atas kelakuan putranya, Hamid justru memaksanya untuk menikahi Rania menggantikan putranya, Kevin.

Dave tak punya pilihan lain selain menuruti keinginan Hamid. Selain Hamid mengancam Dave akan menyebarkan scandal putranya dengan putrinya ke media, Dave pun tak tega pada Rania yang konon katanya sudah dirusak oleh putranya.

Lantas, kemana Kevin? Dan apakah Rania menerima pernikahan nya dengan pria tua yang seharusnya menjadi ayah mertuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annami Shavian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Obat perangsang

Rania mengunjungi apartemen Risa, salah satu temannya. Tadi saat di taman, Risa menghubungi Rania mengajaknya datang bersama ke acara ulang tahun wilona di sebuah club. Awalnya, Rania tak ada niatan ikut party bersama teman-temannya karena situasi hatinya tidak sedang baik-baik saja, dan besok akan memberikan sebuah kado saja untuk Wilona. Tetapi karena semua teman-teman Rania memaksa, mau tak mau akhirnya Rania ikut.

Rania mengetuk pintu apartemen yang ditempati oleh Risa. Sebuah apartemen sewa yang sudah ditempatinya sejak masih kuliah. Setelah berulang kali melakukan hal yang sama, pintu itu pun akhirnya terbuka. Keluarlah sosok gadis cantik yang wajahnya sudah dihiasi oleh make up tebal, serta tubuhnya dibalut dengan dress se xi yang mempertontonkan sebagian lekuk tubuh molek nya.

"Hi, Risa!" Rania tersenyum lebar sambil melambaikan tangannya pada Risa yang hanya diam menatap Rania bengong.

Risa tak membalas sapaan Rania melainkan bertanya," apa kamu tidak salah kostum, Rania?" Menelisik penampilan Rania dari atas hingga bawah.

"Salah kostum!" ucap Rania, lalu melihat pada penampilannya sendiri. Celana panjang, kaos, serta dibalut sebuah Hoodie. Rania menghela nafas panjang." Habis gimana. Aku tadi sebenarnya tidak sedang di rumah saat kamu menelpon ku. Makan nya aku tidak sempat berganti pakaian," keluh Rania.

"Masa ke party pakai Hoodie, kan lucu. Ya sudah kamu pakai dress ku saja. Yuk masuk!" Risa langsung menarik tangan Rania membawanya masuk ke dalam apartemennya. Dan Rania hanya menurut saja saat Risa membawanya ke sebuah kamar yang ukuran nya tiga kali lipat lebih kecil dari ukuran kamar Rania.

"Nih, kamu pilih saja dress mana yang mau kamu pakai." Risa menunjukan belasan dress yang tergantung di lemarinya yang tak terlalu besar.

"Kamu serius?" Tanya Rania ragu.

"Serius lah. Sudah cepat dipilih."

Rania mengangguk tanpa bertanya ulang. Kemudian, Rania mulai memilih-milih dress milik Risa. Tapi sayangnya, dari belasan dress itu tak ada satu pun yang nyantol di hati Rania. Bukan karena dress-dress nya tidak bagus, melainkan semua dress Risa terlalu terbuka, dan Rania tak pernah memakai pakaian yang terlalu terbuka di tempat umum.

"Kenapa diam saja? Ayok cepetan dipilih. Waktunya sebentar lagi lho," kata Risa, saat melihat Rania hanya diam dan menatap dress-dress miliknya.

"Apa kamu tidak punya dress yang agak panjangan dan tertutup dikit gitu?" Tanya Rania.

"Hahaha"

Risa malah tertawa terbahak, menertawakan pertanyaan Rania yang menurutnya kampungan.

"Hello! kamu hidup di jaman apa sih, Ran? ini sudah tahun 2024, lho! Kamu nyadar tidak sih. Masa iya masih pakai dress-dress jaman emak kita. Ya sudah sini biar aku saja yang pilihkan dress mana yang cocok buat kamu."

Tanpa persetujuan Rania, Risa memilihkan dress untuknya.

"Nih, ini cocok buat kamu, Ran," ucap Risa, memperlihatkan dress pilihannya pada Rania.

Rania menggelengkan kepalanya." Terlalu terbuka. Aku tidak mau."

Risa mendengus kesal." Ya ampun, Ran. Sampingkan dulu kealiman mu itu. Ini waktu nya sebentar lagi, lho. Mungkin teman-teman lainnya sudah menunggu kita disana."

Setelah dibujuk berulang kali oleh Risa, mau tak mau Rania akhirnya memakai dress pilihan Risa.

Satu jam kemudian. Rania dan Risa tiba di lokasi yang dipilih Wilona sebagai tempat party ulang tahunnya. Sebuah club malam di tengah kota.

Sepanjang memasuki club, selama itu pula Rania terus menarik-narik dress mini yang sama sekali tak membuat dirinya nyaman memakainya. Selain itu, Rania juga menutupi bagian dadanya yang terbuka lebar dengan sebelah tangannya. Tadi, Rania sempat menutup tubuhnya dengan Hoodie nya. Tapi, Risa membuangnya dengan paksa. Rania sempat kesal, Risa malah balik kesal pada Rania. Akhirnya, Rania mengalah dari pada berbuntut kemarahan lalu berakhir permusuhan.

Dentuman musik di club itu begitu memekakkan bagi siapa saja yang mendengarnya termasuk Rania. Namun tidak dengan sebagian besar pengunjung club yang justru menikmati setiap hentakan musik yang dimainkan oleh seorang disc jockey.

Lirikan-lirikan mata pria hidung belang pun mulai teralih ke arah Rania. Tak hanya penampilan Rania saja yang menjadi pusat perhatian para lelaki itu, melainkan sikap Rania yang berbanding terbalik dari gadis di sampingnya. Ya, sejak pertama kali masuk club itu, tubuh Risa meliuk liuk mengikuti alunan musik sambil berjalan.

"Tuh, mereka di sana!" ucap Risa dengan suara keras. Tangannya menunjuk ke arah sekumpulan orang dengan jarak yang tak terlalu jauh.

Rania mengikuti langkah Risa mendekati sekumpulan orang-orang tersebut.

"Hi.....sorry ya telat. Nih, nungguin tuan putri dulu," kata Risa pada sekumpulan orang yang rata-rata memegang sloki. Lalu cipika cipiki satu persatu.

Rania yang merasa tuan putri itu sindiran untuk dirinya pun langsung melebarkan senyum ke arah semua orang yang menatap padanya. Orang-orang yang Rania kenal, namun ada pula beberapa orang yang tak Rania kenal.

Renata mendekati Rania, lalu memegang bahunya. Tatapan Renata menyapu penampilan Rania dari bawah hingga atas.

"Wah, kamu cantik banget malam ini, Rania," puji Renata.

Rania hanya tersenyum canggung.

"Iya, dong cantik. Siapa dulu yang menyulap si tomboy ini jadi wanita cantik!"

Semua tatapan beralih ke arah Risa.

"Tadi sebelum ku sulap jadi cantik dan ku pinjemin dress ku, si Rania cuma pakai celana panjang sama Hoodie."

"Apa!!!" ucap Renata dan Wilona serempak. Lalu... "hahahaha" mereka tertawa terbahak. Tak hanya Renata dan Wilona saja yang menertawakan nya. Orang-orang yang tak Rania kenal pun ikut tersenyum mengejek. Tapi, ada satu gadis yang sama sekali tak berekspresi apa apa, yaitu Agatha. Agatha hanya diam menatap Rania sambil sesekali memainkan ponselnya.

"Apa orang tua mu sudah jatuh miskin, Ran. sampai dress saja di pinjemin sama Risa?" Tanya Wilona diiringi senyuman ejek nya.

Rania tak menjawab pertanyaan Wilona, melainkan semakin menundukkan pandangannya.

"Eh, aku dengar. Waktu kita ditraktir karoke waktu itu. Si Rania malah menggadaikan mobilnya," celetuk Renata.

Rania mendongak. Ekspresi wajahnya berubah tegang, dan Rania meneguk air liur nya berulang kali.

Glek

Glek

"Dari mana Renata tahu tentang mobil yang ku gadaikan? padahal, aku tidak pernah cerita sama siapa pun."

"Kamu serius, Ren? pantas saja tadi si Rania ke apartemen ku naik taksi," ucap Risa.

"Apa kalian mau ngobrol saja? kapan acaranya dimulai? Sudah malam banget nih."

Semua mata menyorot ke arah Agatha yang tiba-tiba bersuara keras.

"Okey, okey. Kita mulai deh acaranya," kata Wilona.

Rania menghela nafas lega, saat teman-teman nya tak lagi mengolok olok dirinya. Sejujurnya Rania ingin hengkang dari tempat itu, tapi mengingat suaminya sedang bermesraan dengan sugar baby nya, membuat Rania menyampingkan rasa malu dan rasa kesal nya meskipun di olok-olok sedemikian rupa. Rania pikir dengan keberadaan nya di club itu, bisa membuat nya amnesia atas apa yang dirinya lihat di rumah suaminya tadi.

Acara demi acara pun dimulai, sampai berakhir pada semua tamu yang Wilona undang berjoget mengikuti alunan hentakan musik di club tersebut.

"Ran, sini turun!" panggil Wilona. Mengajak Rania untuk bergoyang bersama di tengah kerumunan orang-orang yang semua asik mengikuti hentakan irama musik. Sloki berisi wine pun tak lepas dari tangan Wilona, dan sesekali meneguk nya sambil terus bergoyang tanpa henti. Begitu pula dengan Risa, Renata, serta Agatha. Tapi, Agatha hanya berjoget tanpa meminum wine.

Rania yang sedang duduk di meja bartender, menggelengkan kepalanya menolak ajakan Wilona.

"Biarkan saja si Rania di situ. Sok alim dia," ucap Risa, lalu meneguk wine milik nya.

Rania meneguk minuman non alkohol yang Rania pesan. Minuman berupa sirup rasa buah-buahan itu memang selalu Rania konsumsi jika berkunjung ke club, karena Rania tidak seperti teman-temannya yang menyukai minuman beralkohol.

Tak selang lama, datang seorang pria asing lalu duduk di bangku dekat Rania. Pria itu pun mengajak berkenalan. Rania sebenarnya enggan berkenalan, apalagi berkenalan dengan pria asing yang sama sekali tak pernah dilihatnya. Tapi entah mengapa, perasaan lain yang terasa menjalar di tubuhnya, membuat Rania tak dapat menolak pria itu.

"Kenapa tubuhku seperti ini? kenapa panas sekali? Kenapa rasanya seperti ini?"

Rania rasanya ingin membuka seluruh dress nya. Tapi, akal waras nya masih dapat menolak apa yang ingin Rania lakukan. Untuk pertama kalinya Rania merasakan hal seperti ini dan Rania tidak tahu apa yang sedang terjadi padanya.

"Kenapa nona cantik?" tanya pria asing itu.

Rania menggelengkan kepalanya diiringi dengan wajah kegelisahan. Tangannya memelintir berulang kali dress bagian bawah paha, seolah menahan rasa yang bergejolak kian membuncah.

Pria itu tersenyum mesum menatap paha Rania yang terbuka lebar. Rasanya sudah tak sabar untuk menikmati tubuh molek wanita di hadapannya itu.

Sementara di tengah sekumpulan orang-orang yang sedang asik berjoget, sepasang mata menatap ke arah Rania sambil tersenyum menyeringai. Namun, tubuhnya tetap meliuk liuk mengikuti irama musik DJ.

Tapi, ada pula sepasang mata yang menatap Rania cemas. Dia meyakini, pria yang sedang mendekati Rania memiliki maksud yang jahat. Dia juga heran melihat tingkah laku Rania yang tak biasa.

"Gimana kalau kita pindah ke lain tempat saja? mungkin tempat ini kurang nyaman untuk kamu." Pria itu mulai merayu Rania. Rania yang merasa sudah tak tahan lagi pun langsung mengiyakan nya saja.

Sosok yang menatap cemas ke arah Rania tadi langsung keluar dari kerumunan saat melihat pria itu membawa Rania. Kemudian membuntutinya. Tapi sayangnya, pria itu sudah memasukkan Rania ke dalam mobilnya dan berlalu.

"Sial" umpatnya kesal.

Di tengah kebingungan nya harus mengejar mobil pria itu dengan apa, tiba-tiba sebuah mobil BMW parkir tak jauh darinya. Tak lama, keluarlah sosok pria dewasa nan tampan rupawan. Seorang pria yang cukup dikenal olehnya.

"Om!" Panggilnya.

Pria itu pun menoleh ke arahnya.

"Apa Om sedang mencari istri, Om?"

Kening pria itu mengkerut." Kamu siapa?"

"Ah tidak penting Om tahu. Tapi aku melihat istri Om tadi dibawa oleh seorang pria dalam keadaan pengaruh obat."

"Apa! Kemana dia membawa istriku?" Tanya pria itu terkejut campur panik.

Kemudian, orang itu menjelaskan ciri-ciri mobil yang membawa Rania. Tanpa berpikir panjang, Pria itu langsung tancap gas mengejar mobil yang membawa istrinya.

Beruntung, mobil yang membawa istrinya itu berjalan dibawah rata-rata sehingga terkejar oleh nya. Mobil mewahnya langsung menyalip dan berhenti di hadapan mobil tersebut.

Ciiittt

"Brengsek!" umpat marah pria yang membawa Rania.

Pria yang menghadang itu langsung keluar lalu mendekati mobil yang dihadang dengan amarah yang meluap-luap.

"Keluar kau brengsek," teriaknya.

Pria yang membawa Rania langsung keluar disertai muka kesalnya.

"Brengsek kau."

Bugh

Bugh

"Aaakkkk"

Belum sempat pria yang membawa Rania mengelak, tiba-tiba dua buah pukulan dari pria yang menghadangnya tadi menghantam perut dan mukanya, sehingga pria itu jatuh tersungkur.

"Brengsek kau berani sekali mau menyentuh istriku. Rasakan in......"

"Om....!"

Pria yang bersiap hendak menginjak perut si pria yang tersungkur pun mengurungkan niatnya saat Rania memanggilnya.

Pria itu mendekati Rania yang masih di dalam mobil.

"Kamu tidak apa-apa?"

Rania tidak menjawab pertanyaan pria itu, melainkan membuka pintu mobil dan duduk dengan kedua kaki menjuntai ke bawah hampir menyentuh tanah. Kemudian menarik kaos pria itu hingga tubuh pria itu mepet pada tubuh Rania yang sedang duduk dengan posisi kedua paha memiliki jarak cukup lebar.

"Tolong aku, Om. Tolong aku, please!" lirih Rania memohon pada pria itu.

1
Lea
Ga ad niatan lanjutin rania nich kak
Rumaisha Alaa
thor kapan lanjutannya ditunggu
Nenden Lasminingsih
kapan up lagi thor,,,ditunggu lanjutannya
RizQiella
lanjut kk
RizQiella
🤣🤣🤣🤣 kasihan gatot
RizQiella
temen2 toxic gitu
RizQiella
Kevin bukan anaknya
RizQiella
wkwkkw makanya jangan So🤣
RizQiella
🤣
RizQiella
kasian di blokir 😂
RizQiella
jangan jangan sama si kep kep
RizQiella
Rania Rania😁
Lea
Buntu nich thor di anggurin aja ga di lanjuutt
Annami Shavian: hehe keasikan ma rubi🤦🤦🤦tunggu rubi ketemu Rexa dulu ya kak😬🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
RizQiella
wah kasihan
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Kak author cantik..., bagaimana kisah Dave dan Rania selanjutnya? masih lanjut atau sudah tamat?
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘: hehehe 🤭😂😂
total 3 replies
Sugiarti
Luar biasa
Lea
Di gantung nich ceritanya mak , ga di selesain
Lea
Hilang fokus thor , fakum lama bgt si dave
Diah Elmawati
Kapan Thor lanjutannya. Aku berharap Thor memberikan hukuman yang setimpal buat Renata yang sudah membunuh kedua sahabatnya dan sekarang menculik Rania
💝F&N💝
kak, kenapa ini kok gak ada konfirmasi lagi.
ayo up lagi, kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!