Bagaimana perasaan mu jika setiap tertidur tubuhmu merasakan disentuh dan anehnya tidak ada pelaku yang menyentuh tubuhmu. didalam mimpi kau bercinta dengan pria itu saat kau sadar tubuhmu akan merasakan sakit terutama organ intim.
" lebih baik aku mati dari pada harus bertahan dengan mu monster sepertimu "
- Edrea Leta Leteshia -
" Selama aku masih hidup aku tidak akan membiarkan mu mati begitu saja karena kau sudah ditakdirkan Moon Goddess untuk ku. "
- Achilles Gillis Camilius -
" AKHHH... TIDAKKHH... ASHHHH....AKKKHH" jeritan kesakitan Leta.
" Menjeritlah lagi sayang , aku suka mendengar suara indah mu yang merintih di bawahku" seringai Camilius menatap gadisnya dibawah tubuhnya.
MURNI KARYA AUTHOR MOHON MAAF JIKA ADA KESAMAAN DENGAN KARYA ORANG LAIN YANG TIDAK DI SENGAJA 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adelita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MBW 33
Setelah kejadian di siang hari tadi hingga matahari berganti menjadi rembulan malam Leta belum melihat kehadiran Camilius sejak tadi. saat makan malam pun hanya Leta sendiri yang duduk di meja makan bersama para pelayan yang setia menunggu disana.
Leta menghembuskan nafasnya lelah, ia begitu lelah dengan kehidupan nya yang semakin hari semakin kacau tidak beraturan.
Saat ini Leta duduk di sofa panjang depan jendela yang begitu sangat besar ia memandang kearah bulan yang bersinar terang Leta juga mengelus perutnya yang sedikit sakit.
Entahlah sudah 2 hari ini ia merasakan sakit diperutnya, seperti sore hari ia merasakan hal yang sama di perutnya kemarin, dan hari ini terjadi lagi.
" Ada apa denganmu sayang, kenapa kalian membuat mama kesakitan terus. " gumam Leta mengusap perutnya.
Leta beranjak dari sofa ia mulai mengantuk, saat baru saja berdiri perutnya kembali sakit tapi ini lebih sakit dari sebelumnya. tanpa disadari Leta mengerang begitu keras hingga beberapa pelayan dan kepala pelayan berdatangan.
Termasuk Caroline dan Michael yang memang sejak tadi mereka berada di mansion Camilius, hanya saja mereka masih belum menunjukkan batang hidung nya pada Leta.
KLEK...
" Leta! " pekik Michael dan Caroline buru-buru mereka mengangkat tubuh Leta yang sudah terduduk lemas di atas lantai.
" Egh... perutku sakit sekali. " ucap Leta lirih.
" Cepat panggil Harley. " teriak Caroline pada beberapa pelayan.
Riana yang seorang kepala pelayan menelepon Harley dan juga Camilius agar secepatnya kemari tidak sampai 10 menit mereka berdua datang.
" Apa yang terjadi padanya? " tanya Camilius menatap cemas melihat Leta yang sudah pingsan.
" Entahlah, aku dan Caroline berjaga di belakang taman saat itu. lalu kami mendengar teriakan nya dia sudah terduduk lemas dilantai. " ucap Michael menjelaskan.
" Tapi tidak ada darah atau tanda-tanda kelahiran bayinya. " ucap Caroline.
" Bagaimana kondisinya, kenapa kontraksi nya semakin parah saja sampai dia pingsan begini. apa tidak membahayakan nyawa nya. " tanya Camilius.
" Semua baik-baik saja, ini memang kontraksi yang terjadi disaat wanita akan melahirkan. jadi anda tidak perlu mencemaskannya. " ucap Harley.
" Pergilah. " ucap Camilius.
" Saya permisi dulu. " pamit Harley.
" Kak, apa kau sudah memberitahu kondisi kehamilan nya pada Leta. " tanya Caroline.
" Aku belum sempat mengatakan apapun padanya. " ucap Camilius.
" Sebaiknya kau mengatakan secepatnya Cheles, biar dia bisa berhati-hati dengan kondisi tubuhnya yang akan melahirkan nanti. " ucap Michael.
" Mau sampai kapan kakak tidak memberitahunya?! " tanya Caroline.
" Entahlah, secepatnya akan ku beritahu dia. " ucap Camilius.
" Kami pergi dulu jaga dirimu dan juga Leta. " ucap Michael.
Mereka segera pergi dari sana meninggalkan Camilius yang masih mengusap surai Leta pelan.
Pagi ini Leta tampak tenang menikmati stik daging di depan nya yang dihidangkan para pelayan. sarapan pagi yang begitu mewah sekali kan.
Tentu nya ia tidak sendiri melainkan ditemani Michael dan Caroline, setelah kejadian kemarin malam Leta bertanya kepada Camilius yang memang dia baru mengetahui ia dan Camilius tidur sekamar.
Tapi Camilius seolah-olah menyembunyikan sesuatu darinya terbukti saat ia menanyakan nya lelaki itu menjawab tanpa mau melihat wajahnya.
" Apa kau ingin menambah daging lagi? " tanya Caroline melihat Leta begitu lahap menyantap sarapan paginya.
" Tidak perlu Carl, aku sudah kenyang. biarkan para pelayan memakan juga. " ucap Leta.
" Kau seharusnya makan banyak Leta, wanita lemah sepertimu harus di isi dengan nutrisi sebanyak-banyak nya. " celetuk Michael meletakan potongan daging sapi di piring Leta yang kosong.
Leta menatap Michael penuh arti entahlah ada apa dengan sikapnya akhir-akhir ini, saat ini ia bahkan hampir menangis mendengar penuturan Michael padahal ia tidak bermaksud menyinggung Leta hanya saja dia yang terlalu bawa perasaan.
Lemah katanya??? dari segi mana nya seorang Leta dibilang lemah dengan berhasil hidup setelah di perkosa berkali-kali setiap malam, hampir merenggang nyawa karena tragedi penculikan. kenyataan mengerikan yang lebih pahit lagi mama nya meninggal dijadikan tumbal papanya yang gila harta, hamil anak serigala, berjuang hidup dengan bekerja paruh waktu dan dia bilang Leta ' LEMAH ' .
Detik itu juga rasanya air mata Leta akan meluncur dari pelupuknya.
" Kak Michael, kalau aku lemah bagaimana aku bisa bertahan hidup disaat-saat seperti ini. " tanya Leta menyantap potongan daging sapi itu
" Ah... Leta sepertinya kau salah paham, aku tidak bermaksud menyinggung mu tentang fisik. " ucap Michael merasa bersalah.
" Lalu bagaimana maksud kakak?! tapi tadi kau bilang dia lemah. " celetuk Caroline.
" Diamlah Carl, jangan jadi provokator. " ucap Michael mendengus kesal.
" Maksudku, karena kamu manusia dan kami para bangsa Immortal tentu saja secara fisik kita berbeda. " lanjut Michael.
" Lalu, kalau aku manusia emangnya kenapa? " tanya Leta sarkas.
" Hah, karena kau manusia pasti tidak mempunyai kekuatan magis atau apapun itu untuk membela diri sekuat apapun tubuh manusia pasti memiliki batas pertahanan fisik dalam berkelahi. "
" Berbeda bangsa Immortal tanpa makan dan minum pun kami masih bisa beraktivitas dan yang pasti anak-anak yang akan kau lahir kan akan sama seperti ku, jadi bagaimanapun caranya kami harus melindungi mu. " jelas Camilius menghampiri mereka di meja makan.
Leta tidak menjawab ia hanya menganggukkan kepalanya mengerti.
...✿ ✿ ✿ ✿...
MALAM HARI TELAH TIBA.
Seperti senja biasanya Leta kembali meraung-raung kesakitan berakhir pingsan dan tertidur tapi kali ini dirinya tidak terbangun dipagi hari lagi seperti sebelum-sebelumnya melainkan hanya 4 jam saja dirinya pingsan.
" Ada apa dengan perutku, kenapa sering merasakan sakit. padahal hari kelahiran kalian masih sangat lama. " pikir Leta yang menatap ke jendela.
Leta melirik disamping kasur tempat ia tiduri kosong. pria itu yang mengaku-ngaku sebagai suaminya entah pergi kemana.
" Riana. " panggil Leta.
WUSH...
" Ada apa nyonya. " tanya Riana menunduk hormat.
" Kemana tuanmu pergi jam segini. " tanya Leta.
" Tuan pergi berburu makanan nyonya. " ucap Riana.
" Berburu dimana dia. " tanya Leta.
" Di Hutan tempat tinggal kami nyonya. " jelas Riana.
" Pergilah, terimakasih. " ucap Leta.
" Saya permisi nyonya. " ucap Riana segera menghilang.
Semenjak Leta sering merasakan sakit diperutnya Camilius menyuruh Riana untuk menjadi bayang-bayang Leta disaat Leta membutuhkan nya hanya perlu memanggil namanya saja maka Riana akan langsung datang detik itu juga.
" Berburu ya. " gumam Leta sendiri.
Entahlah Leta sendiri tidak tahu seperti apa bentuk perburuan para bangsa WereWolf entah buru manusia atau buru hewan buas.
Seketika terlintas lima huruf dalam otaknya disaat seperti ini. ' SUAMI' Leta tersenyum geli mengingatnya tentu saja seumur hidup nya Leta belum pernah merasakan jatuh cinta tiba-tiba menikah, menikah nya pun sama WereWolf lagi parahnya dia juga sedang hamil anak pria itu.
Kalau orang-orang mendengar cerita Leta mungkin mereka menganggap Leta orang gila yang berkhayal menikah dengan makhluk fiksi tapi itu memang kenyataan nya yang ada. Leta saja hampir tidak bisa mempercayai semua kejadian ini hingga detik ini pun.
Apalagi pernikahan impian Leta sejak dulu adalah menemukan pria yang dia cintai menjalin romansa seperti wanita dan pria pada umumnya sebelum menikah, memiliki anak dan hidup sederhana bersama pasangan nya. hanya itu saja impian nya tidak pernah terbesit dalam benak Leta kehidupan nya akan seperti ini.
Terutama pernikahan megah yang selalu Leta bayangkan eh tapi pria yang saat ini selalu ada untuk Leta walaupun Leta masih belum bisa menerima setengah hatinya tentang ini semua terhadap pria itu tapi ia selalu mengkhawatirkan Leta walaupun sikapnya kasar dan cukup dingin dan tidak bisa ditebak mengatakan padanya mereka sudah menikah dan mereka pasangan suami istri.
Cukup konyol sekali bagi Leta, ia saja tidak pernah diberikan cincin dijari manis nya selama ini.
" Huh! takdir macam apa yang kau berikan padaku tuhan. " gumam Leta.