NovelToon NovelToon
Cinta Dan Belenggu

Cinta Dan Belenggu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Romansa Modern
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Lenny Utami

"Cinta yang seharusnya membuat Layla merasa bebas, justru menjadi rantai belenggu yang mengikat erat dirinya. Di antara kekuasaan dan luka masa lalu serta hasrat panas membara, ia terjebak di kobaran asmara yang gelap. Bayangan kelam masa lalu masih menghantuinya. Akankah ia bisa memilih melepaskan diri dari belenggu yang menyiksa batinnya atau memeluk belenggu itu selamanya?"


[DARK ROMANCE]
[OBSESI]
[CEO]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CBD 32

Ponsel Riri bergetar pelan di atas meja. Nama yang muncul di layar membuatnya menghela napas sebelum akhirnya menerima panggilan itu.

"Halo..." sapanya lirih.

Ia melirik ke arah Layla yang masih terlelap di ranjang rumah sakit. Tak ingin mengganggu istirahat sahabatnya, Riri melangkah keluar hingga ke depan kamar.

Beberapa saat ia hanya mendengarkan suara dari seberang telepon.

"Maaf, aku belum bisa pergi sekarang. Layla sedang butuh seseorang di sisinya, dan aku nggak akan ninggalin dia sendirian."

Tanpa menunggu balasan, Riri mengakhiri panggilan itu.

Baru saja hendak kembali duduk, suara lirih memecah keheningan kamar.

"Hendi..."

Tubuh Layla bergetar. Keningnya dipenuhi peluh dingin, sementara bibirnya terus mengucapkan permintaan maaf yang terdengar patah-patah.

"Maaf... Hendi... maaf..."

Riri membeku di tempat. Dadanya sesak melihat sahabatnya kembali terperangkap dalam mimpi buruk yang sama.

Tangannya mengepal erat hingga buku-buku jarinya memutih.

"Zhao Lee..." gumamnya pelan dengan nada penuh kesal.

Sejak pria itu hadir dalam hidup Layla, luka lama yang hampir mengering seolah kembali terkoyak.

Layla membuka mata dengan napas memburu. Air mata masih membasahi kedua pipinya.

Tanpa berkata apa-apa, Riri segera memeluknya.

"Tarik napas pelan... lalu hembuskan. Ulangi terus sampai kamu merasa lebih tenang."

Layla menurut. Beberapa kali menarik napas dalam sebelum akhirnya isak tangisnya perlahan mereda.

"Kalau suatu hari nanti kamu ingin bercerita... aku akan selalu mendengarkan," ucap Riri.

Setelah tenang, barulah Layla mengucapkan terimakasih.

"Nah sekarang kita ngapain ya biar asik lagi," ucap Riri semangat.

"Cepet banget moodnya berubah," ucap Layla.

"Zhao Lee enggak ngirim makanan lagi?" tanya Riri penasaran.

"Kenapa? Mau di bawa pulang?," sindir Layla.

"Eh iya deh kalo boleh," ucap Riri santai.

"Bisa tolong ambilin ponsel ku enggak. Udah lama aku enggak ngobrol sama Lisa dan Alif," ucap Layla sambil tersenyum.

"Mereka siapa?" tanya Riri penasaran.

"Anak-anakku," ucap Layla.

Kemudian ponsel terhubung ke vidio call dengan Lisa dan Alif.

"Hallo anak-anak ibu. Apa kabar kalian? Ibu kangen banget deh sama kalian," ucap Layla kepada mereka.

"Lisa sama kak Alif juga kangen banget sama ibu. Ibu di mana? ibu sakit ya," celoteh Lisa si anak bontot.

"Ia sayang, ibu Lagi sakit. Tapi enggak apa-apa kok sebentar lagi juga sembuh. Kak Alif kemana kok enggak keliatan?," ucap Layla.

"Kak Alif lagi belajar, katanya mau lomba olimpiade. Lisa sebel kak Alif sibuk belajar terus enggak mau main sama Lisa," ucap Lisa cemberut sambil memperlihatkan kakanya yang masih berkutat dengan tumpukan buku.

Layla tertawa kecil melihat tingkah dua anaknya. Kesedihan di hati Layla hilang sirna di gantikan cahaya mentari yang hangat.

"Iya enggak papa sayang. Sayang sabar aja nanti kalo kak Alif udah enggak sibuk nanti main sama Lisa ya," kata Layla.

Riri ikut tersenyum melihat kebahagiaan kecil itu muncul di hadapannya.

"Sekarang Lisa mau main sama ibu atau mau cerita sama ibu," Layla membuat pilihan untuk anaknya.

"Lisa cerita aja deh. Eh tau enggak Bu kita berdua dapet beasiswa dari donatur loh Bu. Orangnya baikk banget, ganteng pula. Lisa suka deh," ucap Lisa dengan pipinya yang merona.

"Ihhh Lisa genit," ucap Layla sambil tersenyum

"Kalo Om itu jadi ayah Lisa gimana ya Bu? Abis Lisa sering di ledekin sama temen sering dikatain enggak punya bapak terus sama ibu Lisa TKI," ucap Lisa polos.

Senyum di wajah Layla perlahan memudar. Dadanya terasa diremas.

Selama ini ia hanya sibuk bertahan hidup hingga lupa bahwa kedua anaknya juga memikul luka yang sama. Mereka bukan hanya kehilangan seorang ayah, tetapi juga harus tumbuh jauh dari pelukan ibunya sendiri.

"Kan Lisa masih punya ibu dan memang bener ibu ini TKI. Enggak salah kok sayang jadi TKI, yang penting kerjaannya halal," ucap Layla lembut.

"Abang, ngomong dong sama ibu Lisa laper mau makan," ucap anak berumur 5 tahun itu dengan polosnya.

"Hallo ibu, Apa kabar?" tanya Alif tanpa melihat ke layar ponsel wajahnya terlihat sangat serius menghadapi buku-buku di depannya.

"Alif, kalo capek belajar istirahat ya nak," ucap Layla lembut.

"iya," jawab anak itu singkat.

"Kenapa sih Alif mau belajar sekeras itu?" tanya Layla penasaran.

"Biar ibu bangga sama Alif. Kalo Alif menang olimpiade ini kesempatan Alif masuk beasiswa ke Singapura jadi terbuka lebar. Jadi Alif bisa ketemu ibu deh," ucapnya sambil sibuk belajar.

"Alif kan bisa ketemu ibu, kalo ibu pulang," kata Layla.

"Iya tapi ibu pulangnya lama," ucap Alif.

"Iya maaf. Donatur itu siapa maksudnya lif?" tanya Layla penasaran.

"Ohh jadi waktu itu ada acara di sekolah, nah ada donatur yang datang namanya Pak Lee. Terus donatur itu bilang kalo mau ngebeasiswain anak-anak yatim yang ada di sekolah tapi dengan syarat harus berprestasi nah kebetulan aku salah satunya. Terus enggak tau kenapa Lisa juga ikut di beasiswain. Padahal kan dia enggak bisa apa-apa. Gitu deh cerita nya," ucap Alif.

"Jangan gitu nanti adikmu tersinggung loh, ya positif thinking aja mungkin orangnya emang baik. Terus udah ucapin terima kasih belum sama Pak Lee?" tanya Layla penasaran.

"Udah Bu.., bahkan kita punya kontaknya dan sering komunikasi juga," balas Alif.

Tanpa aba-aba, Riri ikut nimbrung dengan celotehannya. Karena Alif merasa terganggu ia langsung memutus telepon itu. Riri terlihat kesal di buatnya.

"Layla anak mu enggak sopan banget sih," Riri kesal.

"Ya lagian orang lagi belajar kamu malah cerita panjang lebar," Layla tertawa.

Layla memandangi layar ponselnya yang telah menghitam. Senyum kecil masih tersisa di bibirnya. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, dadanya terasa sedikit lebih ringan. Di sisi lain kota, seseorang juga sedang memandang ke luar jendela sambil mengingat awal dari semua obsesinya.

‎Zhao Lee melamar Layla di halte bus dan ditolak. Ia menunduk dan tak sengaja menemukan cincin pernikahan Layla tergeletak di depannya. Kemungkinan Layla tak sengaja menjatuhkan cincin itu yang bertuliskan, "Hendi&Layla". Saat Layla lengah, ia memungut cincin itu dan membawanya pulang.

‎"Ia bahkan masih membawa cincin sialan ini," ucap Zhao Lee.

‎Sesampainya di rumah Zhao Lee melempar cincin itu ke tempat sampah di closet room, ia tidak tau bahwa lemparannya meleset. Cincin itu hanya bersembunyi di dekat lemari besar menunggu sang pemilik menemukannya.

‎Paman Chen masuk ke kantor Zhao Lee membawa map informasi yang di minta Zhao Lee waktu itu.

‎Zhao Lee membuka map itu yang berisi informasi segalanya tentang Layla dan kelemahan Layla serta traumanya tentang kecelakaan yang menyebabkan calon anak dan suaminya meninggal. Ia bahkan tau kartu AS untuk menaklukkan Layla, jika rencananya tidak berjalan sesuai dengan yang di harapkan. Yaitu Alif anak laki-laki Layla dan si kecil Lisa yang manis anak perempuan Layla.

‎Tak disangkanya, di balik kehidupan Layla yang sederhana, ia menemukan sebuah berlian yang belum diasah. Alif, anak  laki-laki Layla. Ia mempunyai kecerdasan di atas Zhao Lee, sehingga membuatnya semakin tertarik memiliki Layla seutuhnya.

‎Alif adalah kandidat sempurna untuk penerus perusahaan Zhao Lee. Ia berpikir, dari pada ia memoles tanah menjadi berlian, lebih baik ia memoles berlian yang masih tertutupi lumpur ini menjadi berlian yang sempurna.

‎Zhao Lee menyeringai tipis..

‎"Jackpot," ucapnya.

Zhao Lee menutup map itu perlahan.

Sudut bibirnya terangkat tipis ketika kembali menatap foto keluarga kecil Layla.

"

Mulai hari ini... mereka juga akan menjadi tanggung jawabku."

Di luar sana, Alif dan Lisa sama sekali tidak menyadari bahwa sosok yang mereka kenal sebagai donatur baik hati perlahan sedang memasuki kehidupan mereka.

Bukan sebagai orang asing, melainkan sebagai seseorang yang telah menyusun langkahnya jauh sebelum mereka mengenalnya.

****************

‎Ini novel pertama ku semoga kalian enjoy bacanya ya temen-temen.

Terimakasih yang udah dukung aku

semoga hidup kalian lancar jaya..❤️

Jangan lupa like, komen, share, gift juga boleh, kasih bintang juga boleh...☺️

1
james
semua aku dirayakan ~Nadin
Mingyu gf😘
caramu salah zhao lee, kali ini aku mendukung layla membencimu
Mingyu gf😘
gak usah marah marah atuhh
Mingyu gf😘
aduhh baik banget rekan rekam baru kamu layla
james
akal-akalan cindo
james
untung saja dikasih
james
akit sih/Sweat/
RahmaYesi
Yok Monggo Layla, bawa aja Zhao Lee ke neraka sekalian
RahmaYesi
waduhhhh 🫣
RahmaYesi
Benar banget, Zhao Lee curang
RahmaYesi
Loh loh loh....
Lenny Utami: ngapa mak
total 1 replies
Lenny Utami
Layla kamu yakin baik² saja?
Lenny Utami
Layla dah move on🤧
رزقي سانتوسو
berpikir positif: mungkin lagi sakit🙃
Lenny Utami: ayolahh traveling lahh 🤣🤣
total 1 replies
arsyila putri
waw, fantastis nilainya
Mutia Kim🍑
Dan tuan muda itu nanti bakalan jadi kurus dan ganteng, terus cari Layla🥰
Lenny Utami: iya ...
total 1 replies
Lenny Utami
gombal cap musang birahi kak🤭
Lenny Utami
sama aku juga... dia cantik banget lohh knp di sia²in.../Sob/
mama Al
kenapa sih banyak banget karakter cowok kayak gini di novel.
menyebalkan, memaksakan kehendak mentang dia kaya.
Lenny Utami: wah GK bisa jawab aku /Sweat/
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
senyum penuh kemenangan ya zhao
Lenny Utami: Yoi 😁😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!