Ketidaksengajaan membawa Kayla masuk di kehidupan Kenzo. Padahal, betapa bencinya gadis itu kepada Kenzo yang terkenal tengil dan play boy di sekolah.
Untuk berlama-lama dengannya rasanya Kayla enggan, apalagi untuk menjadi pacarnya. Tapi, siapa sangka Kenzo mengumumkan bahwa dirinya adalah kekasih barunya di hadapan teman-teman Kenzo, termasuk Frans, pemuda idaman Kayla.
Akankah Kayla tetap bersama Kenzo? Ataukah ia akan berlari mengejar cintanya pada Frans?
Ikuti kisah ketiganya dalam cerita Di Antara Dua Hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lien Machan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33~Mencari
Alinka tertawa bahagia sembari menggandeng tangan Kenzo dengan posesif. Mungkin gadis cantik itu ingin pamer kepada Dunia bahwa dirinya memiliki seorang kekasih yang tampan juga berpostur tinggi dan gagah seperti Kenzo.
Entah berapa puluh kali Alinka mengambil gambar dirinya sedang bersandar di bahu Kenzo, menyuapi makanan untuknya, serta mencium pipi pemuda itu secara tiba-tiba hingga pemuda itu terkejut.
Jika Kenzo protes, maka Alinka akan berkata, "Sorry!" dengan wajah dibuat seimut mungkin agar hati Kenzo luluh.
Kenzo mengalah dengan menghela nafas panjang, lalu memalingkan wajah ke sembarang arah. Sesungguhnya ia sangat jengah berdekatan terus dengan gadis cantik namun manja itu.
Pemuda itu bahkan seperti risih jika Alinka menyentuh atau bahkan merangkulnya selayaknya kekasih. Kenzo pasti berusaha menghindar agar gadis itu tak menempel seperti perangko padanya.
Jika saja para pengawal tidak membuntutinya, sudah bisa dipastikan bahwa Kenzo akan meninggalkan gadis manja itu saat ini juga.
Haish, menyebalkan!
"Sebaiknya kita pulang aja! Gue ada janji sama temen," ujarnya berusaha menolak saat Alinka mengajaknya lagi ke suatu tempat.
Gadis itu terlihat kecewa atas penolakan dari Kenzo. "Yaaaah, kok gitu sih, Ken! Ayolah!" rengek Alinka bernada manja, bahkan gadis itu memasang wajah sok imutnya di hadapan Kenzo.
"Ya Tuhan. Gue bisa gila ngadepin cewek manja ini," erang Kenzo dalam hati. "Baiklah!" tak bisa menolak, hanya pasrah mengikuti tarikan tangan Alinka menuju ke tempat yang diinginkannya.
Wajah sumringah gadis itu kentara sekali saat langkah Kenzo pasrah mengikuti tarikannya. Sementara Kenzo hanya bisa menggerutu dalam hati sebab tak bisa mengungkapkan kekesalannya kepada Alinka seperti yang biasa dilakukannya kepada orang lain.
•
•
Sementara di Indonesia.
Saat ini Kayla sedang berada di parkiran apartemen mewah milik Kenzo. Ia memarkirkan motor maticnya, kemudian melangkahkan kaki menuju loby yang sedang dijaga dua satpam.
"Siang, Pak." sapa Kayla sopan.
Kedua satpam pun mengangguk. "Siang juga, Neng!" balas keduanya tak kalah sopan. "Mau ketemu siapa?" bertanya ramah.
"Aku mau ketemu ...!" sebelum Kayla menjawab, salah satu satpam datang dan segera memangkas ucapan Kayla.
"Eh, si Neng ini 'kan temennya Den Kenzo!"
Kayla melirik pak satpam yang baru datang tersebut sembari mengingat-ingat sesuatu. Setelah ingat, gadis itu pun menunjuk sambil berkata. "Umm, Bapak ini yang waktu itu bantuin aku nyariin Kenzo ya!" satpam pun mengangguk. "Apa kabar, Pak?" tanya Kayla ramah.
Satpam menjawab jika dirinya baik-baik saja, dan dia pun balik bertanya pada Kayla yang dijawab sama. "Ada perlu apa kemari? Apa disuruh ngambil barang milik Den Kenzo yang tertinggal?" tanya Satpam tersebut.
Kayla mengerutkan dahi mendengar pernyataan pak satpam. Kenapa dirinya harus mengambil barang-barang milik Kenzo yang tertinggal di apartemen? Apakah Kenzo benar-benar pindah seperti kabar yang beredar di lingkungan sekolah?
"Maksudnya yang tertinggal itu apa ya, Pak? Aku gak ngerti," celetuknya menyanggah. "Aku ke sini karena ingin ketemu dia aja," lanjut Kayla menjelaskan.
Kini giliran ke tiga satpam itu yang mengerutkan dahi sampai ketiganya saling melirik satu sama lain. "Lho, emang Neng ini gak tahu ya kalo Den Kenzo udah enggak tinggal di sini lagi?" Kayla menggelengkan kepalanya. "Den Kenzo udah pindah dari sini, Neng. Kemarin ayahnya sendiri yang mengurus kepindahannya," jelas satpam tersebut lagi.
Kayla hanya diam mematung atas pernyataan satpam tersebut. Sesungguhnya dirinya memang benar-benar tidak tahu apapun tentang Kenzo apalagi kehidupan pribadinya. Yang ia tahu hanyalah Kenzo berasal dari keluarga kaya raya dan terpandang di negara ini.
Melihat gadis itu terdiam, satpam tadi pun bertanya. "Lho, bukankah kalian ini adalah teman dekat?" Gadis itu hanya tersenyum sebagai jawaban. Satpam tersebut menggeleng lalu menjelaskan, bahwa waktu itu Kenzo dijemput oleh beberapa orang berbadan besar dengan mobil pribadi. Mungkin itu suruhan orang tuanya. Karena dia mendengar bahwa Kenzo sudah ditunggu ayahnya di bandara. Katanya, hari itu juga dia harus berangkat ke luar negri.
"Apa? Keluar negri?" Kayla tampak terkejut mendengar penuturan pak satpam. Dia tak tahu dan tak pernah tahu jika ternyata Kenzo sudah dipersiapkan pindah ke luar negri. Padahal, ujian hanya tinggal satu minggu lagi.
"Memangnya Den Kenzo gak bilang sama Neng kalau dia sudah nggak tinggal di sini lagi dan mau pergi?" tanya satpam tersebut serius.
Kayla sontak menggelengkan kepala karena terkejut atas perkataan yang disampaikan satpam. Lagi-lagi ia dibuat terkejut tentang kebenaran dari pemuda yang selalu mengusik hidupnya dan kini mengusik pikirannya itu.
Kayla tampak diam, menerawang ke dalam lamunannya mengingat semua kejadian kemarin saat para fans fanatik Kenzo berkumpul. Wajah-wajah kecewa mereka benar-benar terlihat dan membayang-bayangi pikirannya. Berarti yang sedang diperbincangkan anak-anak di sekolah itu bukan cerita hoax melainkan fakta kebeneran, jikalau si Markoho jelek itu ternyata keluar dari sekolah tercinta ini.
"Neng ... Neng ... kok malah melamun sih!" Satpam sampai harus menepuk lengan Kayla karena gadis itu malah merenung .
"Ah, eh, i-iya Pak. Terima kasih, Pak!" ujarnya kemudian. "Umm, kalau begitu, aku permisi pulang ya Pak. Sekali lagi, terima kasih atas informasinya!" Kayla pun melangkah pergi setelah berpamitan kepada ketiga satpam tersebut.
Perasaan Kayla saat ini tak karuan. Dia terus memikirkan apa yang terjadi dengan Kenzo. Apa Kenzo dipaksa ayahnya untuk pindah ke luar negri? Ataukah si markoho jelek itu hanya mempermainkan dirinya saja supaya mau menerima permintaan konyol yang kemarin itu? Tapi, kenapa teman-temannya, Frans, Bagas, dan Devian tidak mengetahui hal itu?
Ah, tidak mungkin!
Mungkin mereka sudah merencanakan itu semua agar terlihat sempurna di mata semua orang. Tapi, apa untungnya? Ketiga teman Kenzo kompak mengatakan tidak tahu walaupun Kayla berusaha bertanya serius.
Gadis itu pun pulang kembali ke tempat kontrakannya, lalu merebahkan tubuhnya di atas tikar yang sengaja digelar untuk tidur.
"Apa dia beneran pergi?" gumamnya lirih.
Pikiran Kayla terus tertuju pada pemuda yang beberapa minggu lalu selalu saja mengganggunya. Seharusnya ia senang dengan kepergian Kenzo, bukan malah memikirkan hidup pemuda tengil itu!
Lagi pula bukankah jika Kenzo pergi dari sini, dirinya tidak akan diganggu oleh si markoho jelek itu lagi. Tapi, kenapa sekarang dia malah memikirkannya?
"Arrggghhh ... apa urusanku jika dia pergi atau nggak! Haahhh, aku pusing mikirin si jerapah burik itu." Kayla mengeluh.
Semua pikiran tentang Kenzo pun ditepisnya sejauh mungkin. Dia tidak mau terganggu dengan urusan pemuda jahil itu, apalagi semua itu tak ada hubungan apapun dengan dirinya.
Walaupun Kayla sudah menepisnya sejauh mungkin, tapi tetap saja hatinya tak tenang dan memikirkan keputusan yang diambil Kenzo.
"Argh, apaan sih aku. Ngapain juga mikirin dia, sampai-sampai nyari ke apartemennya? Bikin malu aja," desisnya geram pada diri sendiri.
...Bersambung ......
Kenzo ungkapin cinta nya🥰🥰🥰