NovelToon NovelToon
Pengasuh Tuan Muda Lumpuh

Pengasuh Tuan Muda Lumpuh

Status: tamat
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Angst / Romansa / Pengasuh / Tamat
Popularitas:502.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: cemaraseribu

"Sudah saya katakan, keluar!". Lee sudah kehilangan kesabarannya. Semenjak lumpuh ia menjadi tempramental.
" Saya tidak akan keluar Tuan. Sekarang Tuan adalah tanggung jawab saya. Saya akan merawat Tuan". Kei tetap kekeh dalam pendiriannya untuk merawat Tuan Mudanya itu.
"Apa yang kamu inginkan?!". Lee menatap nyalang Kei. Ia begitu gusar karena kedatangan Kei sebagai orang yang merawatnya.
" Saya menginginkan untuk merawat Tuan. Jadi mohon kerjasamanya. Saya juga butuh uang saat ini, Tuan". Kei memelas, ia memang butuh uang untuk membayar angsurannya.
"Butuh berapa? Cepat katakan!". Lee benar benar membentak Kei. Kei malah memandangi Tuannya lamat lamat.
" Kenapa Tuan menanyakan itu?".
"Supaya kamu cepat pergi. Saya tahu kamu seperti pengasuh sebelumnya. Hanya menginginkan uang".
Lee sangat meremehkan tekad Kei. Kali ini Kei tidak tergoda dengan iming iming uang itu.

Akankah Kei bisa melunakkan hati Tuan Muda Lee yang sangat tempramental itu? Atau justru akan menyerah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cemaraseribu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

6 bulan kemudian

Tuan Muda Lee sudah menunjukkan perubahan yang sangat signifikan dari bulan bulan sebelumnya.

Tuan Muda Lee giat untuk berlatih dan terapi dan Kei selalu mendampinginya. Walaupun terasa berat bagi Tuan Muda Lee, tapi dirinya sungguh bersyukur.

Tuan Muda Lee berhasil mematahkan prediksi dokter yang mengatakan bahwa dirinya lumpuh permanen. Berangsur-angsur sekarang mulai bisa berjalan.

"Ayo Mas, kamu pasti bisa." Kei yang berada di klinik itu pun terus menyemangati kekasihnya. Tuan Muda Lee tampak tersenyum karena Kei selalu menyemangati dirinya.

Perlahan ia melepaskan pegangan itu dan akhirnya...

"Ya Allah Mas, kamu bisa berdiri." Kei membulatkan matanya, kini matanya mulai berbinar menyaksikan hal tersebut. Dirinya sangat bahagia.

Tidak hanya Kei yang bahagia, tapi juga Tuan Muda Lee. Ia begitu antusias saat ini. "Honey! Aku bisa berdiri lagi! Honey, ini nyata rasanya. Terimakasih ya Allah."

Tuan Muda Lee juga memekik kesenangan. Dirinya tidak menyangka akan secepat ini bisa berjalan. Tumbuh secercah cahaya di dalam hidupnya lagi.

"Iya Mas, kamu bisa berdiri. Coba jalan Mas." Kei memberikan perintah pada kekasihnya. Tentu dokter juga mengawasi.

"Syukurlah Tuan Muda sekarang sudah bisa berjalan kembali. Tapi selama satu minggu ke depan tetap harus terapi ya Tuan."

Dokter yang di sebelah Kei pun menasehati Tuan Muda. Ia turut bahagia saat Tuan Muda Lee sudah bisa berjalan kembali.

"Iya Dok, pasti. Terimakasih." Tuan Muda Lee saking bersyukurnya sampai menitikkan air mata bahagianya.

Bahkan kata kata tidak lagi bisa ia ungkapkan selain hanya bersyukur pada Tuhan. Tentu Mom Angela juga belum tahu soal itu. Jika ia tahu pasti akan lebih heboh lagi.

"Untuk latihan kali ini sudah cukup Tuan. Anda bisa berjalan saat ini tanpa kursi roda lagi. Saya pastikan kaki Tuan sudah kokoh tapi hanya perlu terapi satu minggu itu saja. Untuk harinya Senin, Rabu, Sabtu ya Tuan."

"Baik Dok"

Tuan Muda Lee memeluk Kei dengan eratnya. Rasanya baru pertama kali ia kembali berjalan lagi. Benar! Jika kita mau berusaha dan berdoa dan selebihnya kita pasrahkan pada Tuhan, pasti Tuhan Maha Tahu atas segalanya yang dibutuhkan hambanya.

"Mas, selamat ya. Aku turut bahagia." Bodoamat masih di klinik, mereka asyik berpelukan sementara disana juga masih ada dokter.

Setelah sekian lama akhirnya mereka lepaskan pelukan itu. "Mas, jangan lama lama, malu dilihat Dokter." Kei mengurai pelukan itu dengan wajah yang bersemu merah.

"Tidak apa apa Nona. Wajar karena Tuan Muda sangat bahagia. Saya paham akan hal itu." Dokter itu begitu sabar dan ramah pada pasiennya.

*****

"Mas, kita bakalan ke mansionnya Mom Angela hari ini?" Kei bertanya pada Tuan Muda Lee. Mereka sudah berada di dalam mobil. Kali ini Tuan Muda Lee yang menyetir sendiri.

"Iya Honey kita harus kabari Mom dan Dad. Mereka pasti senang. Tidak lupa kita mengabari Akash juga. Aku banyak salah juga dengannya dengan menudingnya sebagai adik tidak tahu diri."

Tuan Muda sadar akan kesalahannya yang selalu memojokkan Akash. Waktu ia lumpuh, pikiran jernih dalam dirinya seolah menghilang begitu saja. Jadi, apapun di matanya terlihat salah, termasuk Kei.

"Iya Mas, kamu harus minta maaf. Tuan Akash sangatlah baik, dia sekarang sudah berubah. Tidak seperti dulu yang suka mengganggu hubungan kita."

Kei memandang Tuan Muda Lee yang sedang menyetir itu. Ada seulas senyum yang terbit dari wajahnya.

"Iya Honey" Tuan Muda melirik sekilas ke arah Kei yang semakin hari semakin cantik itu.

******

"Kei, Ya Allah. Kamu kok tidak bilang bilang mau kesini, Sayang?" Mom Angela yang tahu bahwa Kei kesini langsung memeluknya.

"Iya Mom, maaf ya." Kei membalas pelukan hangat dari Mom Angela.

Tapi Mom Angela sadar, putranya belum juga nampak. Ia mengurai pelukan dari Kei. "Mana putra Mom Kei?"

Merasa aneh saja jika Kei hanya sendiri. Kei mengulas senyum manisnya. "Oh Mas Lee ada kok. Dia ada di mobil Mom, aku panggilkan ya."

Kei nampak bersemangat berbicara pada Mom Angela. Mom Angela mengernyit. "Bukannya harus dibantu ya Kei?" Mom Angela tahunya bahwa putranya itu belum bisa berjalan.

"Mas, keluar deh." Kei agak berseru memanggil Tuan Muda. Dengan gagahny Tuan Muda langsung turun dari mobilnya.

Auranya yang selama ini hilang sekarang sudah kembali lagi.

Tuan Muda menampakkan dirinya. Mom Angela kaget dengan perubahan itu. Begitu pula Daddynya yang baru saja bergabung dengan istrinya

Baik Mommy dan Daddynya membelalakkan mata mereka. Seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Mereka masih mematung.

"Apa ini nyata Kei?" Sempat sempat nya Mom Angela bertanya seperti itu. Kei mengangguk.

Mom Angela dan Daddy langsung memeluk Tuan Muda Lee. Rasa syukur atas semua yang telah dilewati itu.

"Mom, Dad, aku bisa jalan kembali." Tuan Muda Lee juga sangat antusias. "Iya Boy, ya Allah. Mom tidak menyangka. Tuhan Maha Baik Boy."

"Dad juga terharu dengan perubahan ini. Kita patut bersyukur atas segala yang diberikan oleh Tuhan."

Melihat keluarga yang saling berpelukan seperti itu, hati Kei menghangat. Ada perasaan haru yang timbul di hatinya. Mungkin tahun lalu mereka masih dalam keterpurukan, tapi tahun ini? Mereka sudah kembali seperti sediakala.

"Kei, sini." Mom Angela melambaikan tangannya tanda Kei juga harus mendekat dan memeluk Tuan Muda Lee.

Kei mendekat dan mereka saling berpelukan. Sementara itu, Akash masih di kantornya. Jadi ia tidak tahu menahu soal kakaknya yang sudah bisa berjalan itu.

"Ayo masuk. Para maid wajib tahu soal ini." Mereka akhirnya ke dalam mansion. Banyak maid yang bersyukur atas keberhasilan survive dari Tuan Muda.

"Tuan Muda selamat ya. Mbok juga ikut seneng dengernya." Mbok Iyem adalah kepala maid disana yang sangat loyal pada keluarga Lee.

"Iya Mbok terimakasih." Baru kali ini Tuan Muda Lee kembali tersenyum selebar itu.

Mereka asyik berbincang hangat satu sama lain. Baik Tuan Muda Lee dan Kei juga menanggapi dengan perasaan yang bahagia.

"Kei, Lee. Dad ikut senang sekarang Lee sudah bisa berjalan normal lagi. Terimakasih kamu sudah mau berjuang untuk bangkit, Lee. Dad bangga padamu. Dan untuk Kei, terimakasih telah menyemangati putra saya. Saya yakin kamu bisa membuat Lee makin bahagia."

Daddy dari Lee hanya bisa bereaksi seperti itu. Sebenarnya ia terlalu euforia tapi bingung mengungkapkannya bagaimana.

"Sama sama Dad, sudah menjadi kewajibanku untuk merawat Mas Lee."

"Bagaimana kalau kalian cepat urus pernikahan kalian?" Mom Angela tiba-tiba berceletuk seperti itu.

"Nikah? Mas Lee belum sunat tapi hahaha" Kei mulai meledek Tuan Muda lagi. Mode tengilnya kembali muncul.

"Honey, kenapa kamu ngebet buat aku sunat."

"Ya biar sehat dong Mas. Itu buat kesehatan kok kenapa sih protes." Kei malah cekikikan.

"Dad! Apakah sakit disunat itu?" Tuan Muda seperti anak TK saja tanyanya.

Daddy hanya tergelak tawa, "Enggak kok, hanya kaya digigit semut. Mending kamu cepat sunat, atau kamu nikah sama Kei dulu baru sunat biar ada yang ngerawat. Ya kan Mom?"

"Iya Dad."

"Emang setelah disunat ehem ehemnya jadi tambah enak ya?" Pertanyaan random Tuan Muda Lee mengundang cubitan maut dari Kei.

"Dasar omes kamu, Mas!"

1
Ruk Mini
ajibbb..sat set .ga ribet..sgt menghibur thorr ..smua tunras..tq d tgg karya2 mu lgi🙏👍👍👍
Fabio Brahma
Kecewa
Fabio Brahma
Buruk
Noorjamilah Sulaiman
🤣🤣🤣
I Dw Ny Manasamadhi
pantaswn sedikit yang vote,,ceritanya jelek banget
I Dw Ny Manasamadhi
masa ya Orang kaya harus parkir mobilnya di sebrang jalan,,Kalau buat cerita yang Mirim-mirip dunia nyata dikit deh,,,,,A
I Dw Ny Manasamadhi
emeh ceritanya remeh nener
Puput
heleh ngomongin IMAN, kalau aja celap celup sana sini, gak usah ngomongin Iman, di agama apapun gak ada yang ngajarin Celap celup sana sini🙄.
reza indrayana
Buruk
reza indrayana
Cerita nya bagus dn menarik...pokoknya komplit dech...Ringan tp Berbobot...👍🏻👍👍🏻💙💙💛💙💙😘😘😘😘
reza indrayana
bikin ngiriinajaa...😘😘😘
Puput
Apakah itu DONI 😂🤭
guntur 1609
mantap. jangan krn cinta kau langsung masuk suatu agama. alangkah baiknya kau pindah agama karna keyakinan hatimu sendiri. lee
Wani Ihwani
key jangan mau sama Akas,,sama tuan muda Lee aja
Wani Ihwani
pekerja aja sombong amat ,lagian yg ngelayani bukan dia
Wani Ihwani
hadehhh perang saudara ni kayak nya
Wani Ihwani
seru si cerita nya walau ad tipo,,lucu si key
Wani Ihwani
tor Denial itu apa??
Wani Ihwani
gak pp se kamar
Wani Ihwani
oh si lele ini, semua orang Memang la butuh uang maka nya dia kerja ,,,,,jangan galak" kamu le nnti ku sumpahin jadi bucin sama si key
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!