Di dalam sebuah kamar sewaan yang sempit dan berbau lembap, seorang pemuda tiba-tiba tersentak bangun. Napasnya memburu, matanya yang tajam memancarkan kilatan cahaya keemasan sebelum akhirnya meredup dan berubah menjadi hitam pekat.
"Ini... di mana?"
Fang Yuan melihat kedua telapak tangannya. Halus, kurus, dan tidak ada bekas luka. Ini bukan tubuh kedagingan seorang Sovereign yang bisa menghancurkan galaksi dengan satu pukulan.
Dia menoleh ke meja belajar. Sebuah ponsel jadul menunjukkan tanggal: 20 Juni 2016.
Fang Yuan tertegun, lalu tawa pelan keluar dari tenggorokannya. Tawa itu semakin lama semakin keras, menggema di dalam kamar sempit tersebut.
"Hahaha! Kesengsaraan Surgawi sembilan warna ternyata tidak menghancurkanku! Aku, Fang Yuan, Sang Penguasa Surgawi Cangqiong, justru kembali ke masa usiaku delapan belas tahun?!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15.Pembersihan Kutukan
Rumah Sakit Pusat Jiangnan, Paviliun VVIP Sembilan Naga. Seluruh koridor di lantai tertinggi ini telah dikosongkan dan dijaga ketat oleh puluhan pengawal bersetelan jas hitam dari Konsorsium Su. Tidak ada satu pun dokter atau suster yang diizinkan masuk tanpa persetujuan.
Di dalam kamar rawat yang mewah dan steril, seorang wanita paruh baya berwajah pucat namun memiliki garis wajah yang anggun sedang terbaring lemah di atas ranjang medis. Dia adalah Tang Xiu, ibu kandung Fang Yuan.
Fang Yuan berdiri di samping ranjang, menatap wajah ibunya yang tertidur. Jas desainer hitamnya telah dilepas, menyisakan kemeja longgar yang memperlihatkan siluet tubuhnya yang tegap. Di belakangnya, Su Ruyi berdiri dengan setia, memegang jubah luar milik sang Penguasa Surgawi.
"Tuan Muda Fang, tim dokter mengatakan detak jantung Nyonya Tang semakin melemah setiap kali suhu udara drop," bisik Su Ruyi dengan nada khawatir.
"Tentu saja melemah. Mereka menggunakan logika medis fana untuk mengukur kutukan spiritual," ucap Fang Yuan dingin.
Dia melangkah maju, lalu meletakkan telapak tangan kanannya beberapa sentimeter di atas dada ibunya. Mata kirinya seketika menyala dengan kilatan cahaya keemasan yang luar biasa pekat, sementara rambut biru keputih-putihannya bergerak tanpa embusan angin.
"Kutukan Sembilan Yin... hancurlah!"
*Wusssss!*
Fang Yuan mengaktifkan *Sutra Pembalik Langit Sembilan Jiwa*. Energi *Qi* murni yang hangat dan masif mengalir dari telapak tangannya, merangsek masuk ke dalam urat nadi Tang Xiu. Di bawah pandangan mata batin Fang Yuan, energi hitam berbentuk rantai berduri yang mengikat jantung ibunya mulai bergetar hebat.
*KRETEK! KRETEK!*
Rantai hitam kutukan itu tidak mampu menahan kemurnian energi Penguasa Surgawi dan langsung retak, lalu hancur lebur menjadi abu spiritual. Perlahan, rona merah segar kembali mengalir di pipi Tang Xiu, dan garis wajahnya yang semula menegang karena menahan sakit kini menjadi sangat rileks.
Grafik mesin penunjuk detak jantung di samping ranjang yang tadinya tidak stabil, mendadak kembali normal dan kuat.
Fang Yuan menarik kembali tangannya, senyum nakal yang tipis terukir di wajah tampannya. "Dalam beberapa jam, Ibu akan terbangun dengan kondisi tubuh yang jauh lebih sehat dari sebelum dia jatuh sakit."
Su Ruyi yang menyaksikan hal itu dari dekat kembali dibuat takjub hingga menahan napas. Penyakit yang divonis tidak bisa sembuh oleh puluhan profesor medis, diselesaikan oleh Fang Yuan hanya dalam waktu kurang dari lima menit!
*BUMMM!*
Tiba-tiba, suara dentuman keras terdengar dari arah pintu masuk koridor VVIP di luar, disertai dengan teriakan-teriakan tertahan dari para pengawal Keluarga Su yang terpental dihantam kekuatan besar.
Fang Yuan tidak terkejut sama sekali. Dia hanya merapikan kerah kemejanya dengan santai. "Tikus-tikus dari Keluarga Wei rupanya lebih memilih mati daripada menyerahkan aset mereka."
"Tuan Muda Fang, biar saya periksa—" Sebelum Su Ruyi sempat menyelesaikan kalimatnya, pintu kayu ek tebal kamar rawat tersebut hancur berkeping-keping akibat hantaman energi murni dari luar.
Sesosok pria paruh baya berjubah abu-abu tradisional melangkah masuk dengan tangan di balik punggungnya. Sepasang matanya yang sipit dan tajam bagai elang langsung mengunci sosok Fang Yuan. Di belakangnya, Wei Jingshan mengikuti dengan senyum penuh kemenangan yang licik.
"Kamu yang bernama Fang Yuan?!" suara pria berjubah abu-abu itu—Master Han—bergaung berat, membuat kaca-kaca jendela kamar bergetar redup. "Berani-beraninya mengatasnamakan gelar Grandmaster untuk memeras Keluarga Wei-ku di Jiangnan! Hari ini, aku, Hanba, akan menunjukkan kepadamu apa artinya kekuatan bela diri kuno yang sesungguhnya!"
Wei Jingshan melangkah maju dari balik punggung Master Han, menatap Fang Yuan dengan pandangan penuh kebencian. "Fang Yuan! Kemarin malam kamu begitu sombong karena tidak ada Master Han di sini! Hari ini, seluruh aset yang kamu minta tidak akan pernah kamu dapatkan, dan nyawamu akan berakhir di kamar rumah sakit ini!"
Su Ruyi langsung melangkah di depan Fang Yuan, wajah cantiknya menegang. "Wei Jingshan! Berani sekali kamu membawa orang untuk membuat keributan di sini?! Apakah Keluarga Wei ingin berperang total dengan Konsorsium Su?!"
"Konsorsium Su?" Master Han mendengus kharisma penuh keangkuhan, mengibaskan lengan jubahnya. "Gadis kecil, di hadapan seorang *Half-Step Grandmaster* sepertiku, Keluarga Su-mu tak lebih dari sekadar tumpukan tanah yang bisa kuratakan dalam sekejap. Menyingkirlah jika kamu tidak ingin ikut hancur!"
Fang Yuan perlahan berjalan melewati Su Ruyi. Dia berdiri di depan Master Han dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celana. Rambut biru keputih-putihannya membingkai wajah tampannya yang sangat tenang—terlalu tenang, hingga memancarkan aura superioritas yang mutlak.
"Half-Step Grandmaster?" Fang Yuan menatap Master Han dari atas ke bawah seolah sedang melihat serangga yang menggeliat di atas tanah.
Senyum nakal yang sedingin es muncul di sudut bibir tampannya.
"Hanya karena kamu berhasil mengumpulkan sedikit *Qi* kotor di tubuh fanamu, kamu berani menyebut dirimu seorang Master?" Fang Yuan menggelengkan kepalanya perlahan dengan nada meremehkan yang amat sangat. "Makhluk rendahan seperti kalian... benar-benar tidak tahu seberapa luasnya langit di atas kepala."