Setelah menerima donor mata dari kakak nya, Kanaya terpaksa harus menikah dengan laki-laki yang seharusnya menjadi kakak ipar nya sendiri, karena sang kakak meningal akibat kecelakaan yang di sebabkan oleh nya.
Kanaya adalah seorang gadis buta yang berusia dua puluh dua tahun, sejak kecil dia hanya tinggal dengan ibu dan kakak nya, "Aurel" sementara ayah nya sudah meninggal sejak Kanaya masih kecil.
Aurel yang seminggu lagi hendak melangsungkan pernikahan malah meningal karena menyelamatkan Kanaya adik nya yang hampir tertabrak mobil saat hendak menyebrang jalan.
Samuel yang kecewa terpaksa menikahi Kanaya atas permintaan terakhir Aurel, meskipun dia cukup membenci Kanaya karena Kanaya adalah penyebab meningal nya Aurel.
Bagaimana kisah Kanaya dan Samuel yang menikah karena unsur keterpaksaan? Bagaimana perlakuan Samuel kepada Kanaya wanita yang sangat dia benci ini? Ayo baca kisah mereka di sini bersama author Nadia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
"Da,darah,"
Naya gemetar melihat darah yang keluar dari luka di tangan nya, kecelakaan yang menimpa nya sebanyak dua kali membuat dia sangat trauma dengan darah.
"Bodoh, hanya sedikit darah, cepat obati," tutur Samuel yang kemudian berjalan kembali ke tempat duduk nya.
Namun Naya tidak mendengar kan apa yang di katakan Samuel dia hanya bisa diam dan terpaku, di benak nya hanya terbayang kejadian sepuluh tahun yang lalu, bagaimana dia dan ayah nya kecelakaan dan sang ayah terluka parah sampai meningal dunia dengan kondisi yang mengenaskan di depan matanya.
Samuel yang melihat Naya tidak juga bergerak pun merasa kesal. Ia kembali berdiri dan menghampiri Naya, setelah menatap nya dengan seksama, baru lah Samuel menyadari bahwa sekarang Naya bukan sedang berpura-pura, sorot mata nya yang tampak sangat aneh.
Samuel pun segera mengambil kotak obat p3k yang ada di lemari atas dapur tersebut, lalu membawa nya ke dekat Naya.
Tidak banyak bicara, Samuel langsung memegang tangan sang istri, membersihkan luka nya dan meletakkan sedikit obat, lalu membalut nya dengan hansplast.
_"Dia hanya diam? Apa dia tidak merasa perih?" batin Samuel menatap bingung Naya yang terpaku tidak bicara sepatah kata pun kecuali air mata yang menetes perlahan dari mata nya._
"Jangan terus membayangkan darah itu, jari mu sudah ku obati, jangan masak lagi, duduk lah," ucap Samuel yang entah kepada tiba-tiba tidak bisa bertindak kejam kepada Naya kali ini.
"Ma-Maaf kak, eh maksud ku tuan," ucap Naya yang kini duduk di kursi menghadap meja makan sambil menatap Samuel yang saat itu berniat menyelesaikan pekerjaan nya.
"Diam lah, aku akan masak," ucap Samuel singkat dengan sombong nya dia mengulung lengan baju lalu mulai memegang pisau, memotong wortel, kentang dan lain sebagainya.
"Apa tuan bisa membuat sup?" tanya Naya mengernyitkan alisnya.
"Kau meremehkan aku?"
"Tidak bukan begitu,"
"Yasudah diam lah,"
Begitu lah perbincangan singkat mereka berdua sebelum kembali saling diam dan hanya saling memperhatikan.
"Mampus, aku tidak tau apa lagi yang harus aku campur, jika aku salah mencampur bumbunya, pasti rasanya akan aneh," ucap Samuel memegang wadah garam yang sedari tadi sudah dia masukan beberapa kali garam nya ke dalam sup.
"Hahaha, katanya tau, mengapa tuan terlihat bingung?" tanya Naya sambil terkekeh.
"Jangan menertawai aku, aku hanya lupa," jawab Samuel tak mau kalah.
Naya pun kembali diam, meskipun dia tau sedari tadi Samuel hanya memasukkan garam, garam dan garam.
Tidak terbayangkan seberapa asin nya sup ayam yang di buat Samuel itu.
"Tuan astaga cukup, jangan meletakkan garam sebanyak itu," ucap Naya berdiri dan segera menghampiri Samuel lalu menahan tangan nya yang kembali hendak menambahkan garam ke dalam masakan nya.
"Minggir jangan dekat-dekat," ucap Samuel marah karena berfikir Naya akan mengacaukan masakan nya.
"Lihat aku, lihat ya, masukkan ini, ini, dan ini lagi," ucap Naya memberikan tiga bumbu kepada suaminya dan meminta Samuel memasukan nya sendiri.
"Nah iya, aku baru ingat bumbu-bumbu ini lah yang harus aku masukkan," jawab Samuel dengan gaya nya yang berlebihan.
"Baru ingat apanya, jika aku tidak membantu mungkin satu wadah garam sudah masuk ke dalam panci sup ini," celetuk Naya tak kuasa menahan kekesalan nya kepada Samuel.
"Apa katamu?"
"Ah tidak, tidak ada apa-apa tuan, silahkan masukkan," ucap Naya mempersilahkan Samuel membumbui sup tersebut.
Samuel pun memegang wadah bumbu pertama dan meletakkan nya tidak beraturan.
"Astaga," ucap Naya sambil menepuk jidat nya tak habis fikir dengan orang sok tau masak tapi ternyata sama sekali tidak bisa masak.
"Itu kebanyakan, sedikit saja," ucap Naya kembali mengajarinya.
Samuel tidak menjawab, namun dia mendengar apa yang di ucapkan Naya dan kemudian menyesuaikan takaran bumbu yang harus di masukan.
"Nah iya, sebanyak itu saja sudah cukup ya," ucap Naya terus memperhatikan.
Mereka pun perlahan mulai terlihat kompak dan sama-sama memasak. Empat puluh menit berlalu, Naya dan Samuel pun akhirnya selesai memasak.
"Yey! Akhirnya selesai!" ucap Naya mengangkat tangan nya dan mengarahkan kepada Samuel untuk melakukan tos atas kerja keras mereka berdua.
"Sangat puas," ucap Samuel tampa pikir panjang dengan bersemangat melakukan tos bersama Naya. Sepertinya dia tidak sadar.
"Lain kali sudah bisa bikin sendiri kan tuan?" tanya Naya sambil tersenyum manis.
"Tentu saja," jawab Samuel sedikit gugup menyadari apa yang sudah dia lakukan dan bagaimana dia terlihat sangat akrab dengan Naya bahkan bukan karena pura-pura melainkan tampa sengaja.
"Ayo makan," ucap Naya tidak sabar.
"Ayo," jawab Samuel.
Mereka pun akhirnya makan malam bersama, meskipun sup yang di buat Samuel terasa sedikit asin namun rasanya tetap lah enak.
Tidak butuh waktu lama mereka pun akhirnya selesai makan dan berniat untuk kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat.
Setibanya di lantai atas, Naya pun mulai teringat akan apa yang di katakan Samuel sebelum mereka makan malam tadi, Samuel mengatakan bahwa ada sesuatu hal yang ingin dia bicarakan kepada nya.
"Tuan muda maaf," ucap Naya menghentikan Samuel yang hendak masuk ke dalam kamar.
Samuel berbalik menatap Naya sambil mengerutkan keningnya seolah lupa dengan ucapan nya tadi.
"Ada apa?" tanya nya singkat.
"Bukan kah tadi ada yang ingin tuan bicara kepada ku?" tanya Naya dengan tatapan nya yang terlihat sangat lembut menatap wajah Samuel.
_"Tatapan ini," batin Samuel yang merasa terhipnotis dengan tatapan lembut Naya,_
"Tuan, tuan apa kau mendengar ku?" lagi-lagi Naya memanggil Samuel sambil melambaikan tangan ke depan mata Samuel.
Samuel tersentak dari lamunannya dan kemudian angkat bicara.
"Em, aku ingin kau ikut dengan ku ke kota X besok," ucap Samuel.
"Apa? Kota X? Mengapa ke sana? Dan kenapa aku harus ikut?" begitu banyak pertanyaan di lontarkan oleh Naya.
"Bisakah jangan banyak tanya? Lakukan saja apa yang aku perintahkan, ingat kau itu adalah seseorang yang aku benci jadi jangan membuat aku semakin benci dengan kebodohan mu," ucap Samuel yang kemudian masuk ke dalam kamar nya dan menutup pintu dengan kuat.
"Astaga, dia sudah kembali ke mode awal, mulut nya begitu pedas, aku tidak menyangka ternyata dugaan ku benar, dia memiliki dua kepribadian," ucap Naya dengan suara pelan.
Naya yang masih dalam keadaan bingung pun berjalan masuk ke dalam kamar nya, jujur saja dia tidak tau apa tujuan Samuel mengajak nya ke kota X secara tiba-tiba seperti ini, dan hal ini membuat dia khawatir.
Bersambung....
benci nya loe sama Bina ya ada lah kata kata bijak bisa buat panutan jangan sableng tiap kata mengandung racun dunia haduuuhhh jadi bini loe rugi bandar Coyyyu suweerrr,,,salam waras muel,,
💪💪✌️
ga sekalian peluk nay si Aska 🤭
lama lagi pasti bisikin Naya pokonya kepedean loe ,,muel
ingat muel untuk menggeser kedudukan molen loe harus punya Anak dari wanita itu loe tau Nayla itu gadis baik,,,cuma saja sejak kecil tidak di perlakukan baik oleh orang tua nya apa mungkin Naya Anak tertukar ketika melahirkan atau Anak Adopsi,,, kenapa perbedaan nya jauh banget,,,Anak pertama di Anak mas kan tetapi Allah lebih paham keliatan nya maka cepat di ambil. tinggal lah Anak yang selalu di sisihkan sekarang punya suami rada sableng semoga muel berubah jadi satria baja hitam 😂😂😄😄gemes abis,,