Bagaimana rasanya dijodohkan dengan pria yang ternyata mencintai adikmu sendiri?
"Maaf Om, Aku tidak bisa bertunangan dengan Clara. Aku mencintai Chila Om" ucap Ethan yang menolak perjodohannya dengan Clara.
Gavin , Papa dari Clara serta Chila hanya menghela nafas berat.
"Menikahlah dengan Clara, setelah kalian mempunyai anak kamu bisa mendekati Chila juga" ucap Gavin yang tidak menerima penolakan Ethan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon airarahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Ada Tempat
Arlan dan Chila yang mendengar teriakan Clara langsung memisahkan diri. Ini pertama kalinya Chila melihat kakaknya menangis.
“Kak Clara” pekik Chila lalu mendekati kakaknya.
Arlan pun juga menghampiri Clara. Arlan hanya bisa menghela nafas saat melihat Ethan menaiki sebuah taxi.
“Apa Ethan melihat kami?” tanya Arlan pada Clara.
Clara pun menganggukkan kepalanya.
“Kak… are you ok?” tanya Chila khawatir. Kakaknya yang tegar dan sama sekali tidak pernah menangis untuk pertama kalinya terlihat menangis hingga sesenggukan seperti ini.
Chila sangat mengerti bagaimana perasaan Clara saat ini.
“Sepertinya Kak Clara sudah sangat jatuh hati pada suaminya?” ucap Chila dalam hati.
“Biar aku yang menyusul Ethan, kalian pulanglah” ucap Arlan.
Clara dan Chila pun kompak menganggukkan kepala.
….
Clara mengguyur tubuhnya di bawah shower. Kepergian Ethan yang entah kemana menyadarkan dirinya kalau tidak ada tempat di hati suaminya untuk dirinya.
“Sampai kapanpun kamu tidak akan bisa membuka hatimu untukku. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Menyerah pun tidak akan bisa. Aku tidak sanggup bila terus-terusan menjadi yang kedua. Apakah sekali saja aku tidak bisa menjadi yang pertama? Hu…Hu…Hu…” Clara sudah tidak bisa membendung air matanya. Sakit sekali rasanya menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana raut kecewa di mata Ethan.
“Tuhan… apakah aku tidak boleh merasakan disayangi sekali saja? Apakah aku tidak berhak untuk merasakannya?”.
“Papa dengan tega memperbolehkan Ethan untuk mendekati Chila bila Aku sudah memiliki anak. Apakah Papa pernah memikirkan perasaan ku? Dan bagaimana dengan perasaan anakku nanti?”.
“Dan kini suamiku sendiri cemburu pada wanita lain. Apakah aku memang tidak boleh dicintai? Apakah aku selalu saja yang tersakiti?”.
“Hu…hu…hu…” Clara kembali mengiba-iba.
“Aku ingin sekali saja merasakan bagaimana rasanya disayangi, dicintai dan diperhatikan. Sama seperti Chila yang selalu Papa sayangi dan manjakan. Apakah Papa sebegitu tidak sukanya padaku?”.
Saat sedih seperti ini , Clara akan kembali mengingat semua kenangan-kenangan buruk yang masih melekat pada hati dan pikirannya. Padahal saat ini yang membuat dia bersedih adalah kepergian Ethan tapi dia menjadi mengingat juga bagaimana Papanya seperti tidak berperasaan saat mengijinkan Ethan mendekati Chila. Mungkin sampai kapanpun Clara tidak akan pernah melupakan hal itu.
“Aku ingin sekali menyerah Tuhan, aku ingin pergi jauh. Aku ingin memulai kehidupanku tanpa sangkut paut Papa dan tanpa pernikahan yang tidak didasari cinta ini. Aku ingin menjadi orang baru dan memulai kehidupanku sendiri sesuai keinginanku. Aku tidak ingin menjadi boneka Papa yang harus menuruti semua keinginannya”.
“Tapi bukankah itu namanya menghindar?”.
“Tapi apakah menghindar adalah suatu kesalahan?”.
“Kalau dengan menghindar kita menjadi lebih tenang apakah itu salah?”
Cukup lama Clara mengguyur tubuhnya di bawah shower. Walau masih enggan terpaksa dia menghentikan kegiatannya. Tidak akan ada yang merawat dan peduli dengan dirinya nanti ketika dia sakit. Tidak ada Mama yang akan menjaganya seperti dulu.
“Ma… Clara sendiri Ma… Clara tidak punya siapa-siapa” keluh Clara. Clara ingin sekali memeluk Mamanya sekarang dan menceritakan bagaimana sakitnya dirinya atas perlakuan Gavin dan juga Ethan. Andai kedua orang itu tidak berharga baginya mungkin perlakuan mereka tidak akan sesakit ini Clara rasakan.
“Ma… Apa benar Papa bukan Papa kandungku? Lalu siapa Papa kandungku ma? Apakah orang itu juga tidak menginginkanku hingga Mama harus menikah dengan Papa?”.
Sebenarnya bisa saja Clara melakukan tes DNA, tapi apakah dia siap melihat hasilnya nanti?.
Bersambung...
pengen baca ceritanya kayaknya bakal seru
semangat Thor