Sebuah Jiwa tersesat dan masuk ke tubuh seorang wanita. Jiwa dari Dunia lampau itu menempati tubuh dari seorang putri keluarga ternama, Quesha Aquena Tesla dari Keluarga Tesla.
Jiwa itu bernama Queen.
Setelah menempati tubuh itu, Queen tidak menyangka jika tubuh yang ditempatinya ternyata telah memiliki anak, bahkan tidak hanya satu melainkan dua.
Kehidupannya yang dia kira akan nyaman dan damai di Dunia barunya ternyata tidak seperti yang diperkirakan. Banyak yang menginginkan kematiannya dan kedua putranya, yaitu musuh dari Kakek angkatnya. Musuh dari Keluarga kandungnya dan Tunangan ayah dari kedua putranya.
Mampukah Queen menghadapi mereka semua demi melindungi kedua putranya, dirinya dan kembali berkumpul dengan keluarga kandungnya?
Ikuti cerita lengkapnya di MY MOM IS MY SUPER HERO
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saadahrafael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33. (King Menyerang Markas ZAPATA)
King saat ini mengetahui bahwa Queen dalam bahaya dan dengan cepat langsung meminta Rosa untuk memanggil bawahannya yang mengawasi Queen. Kenapa anak buahnya ini bodoh sekali sampai kecolongan seperti ini? Bagaimana jika nyawa Queen dalam bahaya? King tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri karena gagal menjaga Queen.
"Panggil badjingan itu kemari!," perintah King dengan nada yang sangat marah.
"Baik Tuan."
Rosa dan langsung menghubungi orang yang selalu mengawasi Queen di mana pun Queen berada. Setelah beberapa detik menghubungi orang tersebut, pria yang selalu mengawasi Queen kini berada di hadapan King yang wajahnya sudah gelap.
Bugh....
King menendang pria itu sampai terjungkal.
"Apa aku mengerjakan mu hanya untuk main-main?" marahnya dengan suara yang keras. Suara itu memenuhi rumahnya.
Pria itu bersujud dan memohon pengampunan. Takut akan kemarahan Tuannya dan berakhir mati. "Ampuni saya Tuan. Ampuni saya," mohon pria itu berulang-ulang.
Bugh....
Bukannya mengampuni, King kembali menendang tubuh pria itu dan membuatnya tersungkur kembali. Kemarahan King sudah di puncak ubun-ubun. Anak buahnya ini sangatlah tidak berguna dan hanya kematian yang pantas untuknya.
"Dasar tidak berguna! Sebenarnya apa yang kau lakukan saat Cucuku dalam bahanya?"
Pria itu tidak menjawab, hanya diam saja. Takut akan kemarahan Tuannya yang mengerikan. Pria itu yakin King pasti akan membunuhnya. Menjelaskan atau tidak tetap akan sama saja, kematian yang akan didapatkan nya.
King mengambil Pistol yang dibawa oleh Rosa. Mengambilnya dan menembakkan nya tepat di kepala pria itu.
Door....
"Cih! Dasar sampah, "
Pria yang selalu ada di sekitar Queen kini tergeletak tak bernyawa dengan darah yang mengalir dari kepala. Tidak peduli alasan pria itu apa, tapi bagi King tidak berguna tetaplah tidak berguna. Dan hanya kematian yang pantas di dapat.
King mengumpulkan anak buahnya yang ada di sekitar rumah.
"Aku tidak mau tahu, kawal cucu ku dengan benar dan lindungi dia sebaik mungkin. Jika terjadi sesuatu hal yang sama seperti sekarang, aku tidak akan segan membunuh kalian semua," .
"Baik Tuan," jawab sebagian dari mereka dan kini langsung pergi ke rumah sakit untuk menjadi pengawal bayangan di sekitar Queen.
Mereka berpikir nyawa Tuannya adalah yang lebih penting, tetapi dugaan mereka salah. Ternyata Qieen lebih dari segala dari yang mereka tahu.
----------------
Markas ZAPATA.
Arno marah besar mengetahui anak buahnya gagal membunuh Queen. Arno berpikir keras, siapa yang membantu wanita itu sebenarnya.
"Siapa yang berani ikut campur dengan urusan ku,"
Rahangnya mengeras, matanya memerah karena marah akan pihak yang berani ikut campur dalam urusannya.
"Kami tidak tahu Tuan. Hanya saja kelompok itu sepertinya sangatlah terlatih. Terbukti mereka dengan mudah membunuh anggota kita dengan cepat,"
"Sialan! Siapa mereka semua? Selidiki siapa mereka secepatnya. Aku ingin segera mengetahuinya,"
"Baik Tuan," Jawab mereka dan akam melakukan tugas, mencari informasi yang membantu Queen.
Di tempat King.
Salah seorang anak buah King yang menyelidiki siapa di balik penyerangan itu kini memberikan informasi pada King. King yang mendengar langsung mengirimkan sisa anak buahnya untuk pergi ke tempat orang tersebut. Dengan jumlah yang cukup banyak, anak buah King kini sudah berada di tempat Markas ZAPATA dan akan membalaskan perbuatan mereka.
"Jangan sisakan satupun dari mereka," perintah King yang benar-benar marah. Ya, saat ini King ikut bersama anak buahnya, ingin melihat siapa tang berani mengganggu keluarganya.
Arno tidak mengetahui kedatangan satu kelompok yang ingin membunuhnya. Arno pikir yang melindungi Queen hanyalah sekelompok orang yang baru saja mengalahkan anak buahnya, tidak memikirkan bahwa ada kelompok lain yang juga melindungi Queen dan kini siap untuk meratakan dan menghancurkan dirinya.
Beberapa mobil hitam yang dikendarai Anak buah Queen melaju, mendobrak pintu gerbang Markas ZAPATA dengan paksa, membuat pintu itu langsung jebol dan rusak.
Anak buah Arno dan melihat dan mendengar sangat terkejut. Ada sekelompok orang datang menyerang Markasnya.
Semua anak buah King turun dari mobil sambil memegang senjata di tangannya. Dan tanpa menunda mereka langsung menyerang dan menembakkan senjatanya ke arah buah Arno yang terlihat.
Door....Door.....Door.....
Suara tembakan beruntun menggema di Markas ZAPATA, membuat penghuni Markas panik dan balas menyerang kelompok King.
Arno yang berada di dalam Markas mendengar suara tembakan dari arah luar terkejut. Sebenarnya apa yang terjadi?
Seorang anak buahnya datang melaporkan apa yang terjadi di luar Markas. Orang itu melaporkan bahwa ada sekelompok orang tak dikenal datang menyerang Markas.
"Tuan, ada sekelompok orang yang menyerang markas kita. Kelompok itu sama sekali tidak kami kenal. Hanya saja kelompok itu sepertinya ingin menghancurkan Markas kita."
"Siapa Mereka? Berani sekali datang ke Markas ku. Aku akan melihatnya,"
Arno ingin melihat siapa yang berani mencari masalah dengannya. Tapi niat Arno ditahan oleh bawahannya, tidak memperbolehkannya untuk muncul di depan musuh yang datang.
"Tuan, jangan pergi. Jika anda pergi mungkin saja mereka akan membunuh anda. Lebih baik sekarang anda bersembunyi untuk menyelamatkan nyawa anda. Biarkan kami yang menghadapi mereka."
"Tapi..."
"Ini demi keselamatan anda Tuan,"
Orang itu membawa Arno untuk keluar dari markas agar Tuannya bisa selamat dari tangan sekelompok orang tidak dikenal. Sedangkan kelompok King kini menggeledah seluruh Markas mencari keberadaan Bos besar mereka. Tapi keberadaan Bos itu sama sekali tidak mereka temukan.
Anak buah Arno kini banyak yang mati, kalah akan kekuatan dari kelompok King yang menggunakan senjata lengkap.
"Bunuh dan jangan sisakan satupun dari mereka," seru satu orang yang memimpin kelompok King.
"Siap,"
Semuanya langsung membunuh anak buah Arno yang ada tanpa ampun. Menghancurkan semuanya tanpa sisa. Walaupun jumlah kelompok Arno lebih banyak, tapi Kelompok King lebih mendominasi karena King banyak menggunakan senjata besarnya. Seperti Bom dan juga Granata untuk mempermudahnya menghancurkan mereka semua.
Duuuar....Duuuar....Duuuar....
Ledakan tersebut tak hanya membunuh anak buah Arno dalam jumlah banyak. Bahkan bangunan disana pun ikut hancur akibat ledakan Bom tersebut. Dan setelah melihat semuanya musnah dan hanya terlihat asap dan kobaran api yang mengepul, semuanya kembali dan melaporkan bahwa tugas mereka telah mereka selesaikan. Yah, walaupun mereka tidak bisa menemukan Bos dari Mafia ZAPATA.
linglung aq😅😅😅😅