NovelToon NovelToon
Tujuh Tahun Pernikahan

Tujuh Tahun Pernikahan

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam / Pihak Ketiga / Tamat
Popularitas:563.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Aryani_aza

Tujuh tahun telah bersama dalam satu atap, tidak membuat pengorbanan dan cinta suci yang Nadira miliki akan berakhir bahagia.

Nyatanya, pria yang dia cintai dengan seluruh jiwa dan raganya tega bermain perempuan di belakangnya. Bukan hanya itu saja, Nadira terus mendapatkan tekanan dan diskriminasi dari mertuanya sendiri karna sampai saat ini belum memiliki bayi.

Namun ... yang tidak bisa di percaya oleh Nadira, jika sang suami bermain api dengan seseorang yang sangat dia kenal baik.

Kini Nadira harus kehilangan dua rumah dalam satu waktu, dan bertahan hidup dengan waras cinta pertamanya. Mampukah Nadira hidup bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani_aza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 : Dua kehidupan yang berbeda.

Tujuh tahun pernikahan.

...🍀🍀🍀...

Nadira sedang menemani Ruby belajar, ia sangat antusias mendengarkan Ruby mengoceh apa yang sudah dia lalui. Nadira seperti merasa jika dirinya memiliki rasa yang spesial pada Ruby, hingga dirinya tidak sadar meneteskan air matanya.

''Tante, kenapa menangis?'' Tanya Ruby.

''Hah, ohh ... Tante hanya terharu karna Ruby mau berbagi cerita dengan Tante.'' Jawab Nadira, sambil menghapus sudut matanya.

Ruby diam sejenak, ''Tante ... apa Ruby boleh bertanya.''

''Apa?''

''Apa Tante sudah memiliki pacar?''

Nadira tersenyum dan menggeleng, membuat Ruby tersenyum.

''Tante, nanti siang boleh nggak kalau Ruby di masakin sama Tante?''

Nadira mengelus kepala Ruby dan mengangguk, ''Tentu saja, apa yang tidak untuk Tuan putri kecilku ini.''

''Yey ... makasih Tante.'' Ruby memeluk Nadira.

''Baiklah, Tante pergi ke dapur untuk menyiapkan bahannya dulu. Ruby tunggu di sini dan belajar, jika sudah selesai mengerjakan semua pr mu baru Ruby bisa menyusul ke bawah.''

''Oke?''

''Okey Tante.''

Nadira berdiri dan keluar dari kamar Ruby, tidak lama ponselnya bergetar menandakan jika ada pesan masuk.

Nadira membuka pesan itu dan membacanya ... namun alangkah terkejutnya Nadira, saat ia menerima pesan dari bank jika sudah ada yang mentrasfer ke dalam rekeningnya sebesar dua puluh lima juta.

''Si-siapa, siapa yang sudah mentrasfer uang sebanyak ini?'' Nadira celingak celinguk bingung.

''Apa ini salah transfer yaa?''

Nadira menjadi bimbang, namun kebimbangan itu sirna ketika ia menerima pesan dari Rama.

(Apa kau sudah menerima gaji pertama mu?)

'Ohh ... jadi dia yang mengirimku uang?'

(Sudah masuk ke rekeningku! Kenapa mengirim gajiku di awal bekerja? Bukankah aku harus bekerja satu bulan agar bisa menerima gaji!)

(Tidak perlu, aku akan memberikan sebanyak yang kau minta jika kau mau.)

Nadira berdecak sebal, bisa bisanya ia bekerja pada orang rendom seperti Rama.

''Tau ah, yang penting aku kerja dan dapat gaji.''

KHEM!

"Astagfirullah!" Nadira terkejut jika Rama berada di belakangnya. "Sejak kapan kau berada di belakang ku?"

"Sejak kau keluar dari kamar Ruby."

Nadira mendecih sambil memutar kedua matanya ke atas, namun tiba-tiba Rama menarik kerah bajunya hingga ia menubruk dada bidang Rama.

''Kamu mau ngapain!''

Thak!

Rama tidak sengaja menarik kancing pakaian Nadira hingga belahan Nadira terlihat begitu menyumbul.

Nadira melotot, ''Apa kau sudah tidak waras? Bagaiman jika Ruby keluar dari kamarnya.''

''Dia tidak akan keluar, jika pun keluar aku aka--''

''Papah.''

Nadira langsung mendorong Rama hingga terjelembab ke lantai, sedangkan ia membenarkan kancing nya yang terbuka.

''Papah kenapa?''

Rama jadi kikuk, lalu berdiri dan berdehem. '' Khem! Tidak apa-apa, tadi Papah melihat ada cicak di pundak Tante Nadira.''

Ruby tidak menaruh curiga, bahkan Ruby mengajak ayah nya untuk menemani Nadira memasak.

Rama pun setuju dan mereka bertiga pun berjalan secara bersamaan, seperti keluarga bahagia yang sudah di karuniai segala urusan dunia.

...•...

^^^•^^^

Nadira tengah berkutat di dapur untuk menyiapkan makan siang, tidak lupa Rama dan Ruby sudah duduk manis menunggu makanan yang di buatkan oleh Nadira.

Walau Nadira harus kewalahan karna ia memasak di ganggu oleh dua orang yang sangat kepo, tapi pada akhirnya Nadira bisa bernafas lega karna masakan yang dia buat akhirnya matang dengan sempurna.

''Makanan nya sudah selesai.''

Nadira menaruh sayur dan lauk buatannya di atas meja, di sambut oleh Rama dan Ruby yang sudah tidak sabar mencicipi makanannya.

''Umm .. sepertinya enak.''

''Ayo Pah, kita habiskan.''

Nadira pun mengambil makanan untuk Rama dan Ruby, ia senang karna masakan yang dia buat di makan dengan lahap oleh orang yang baru ia kenal. Tapi entah mengapa, hati Nadira terasa hangat kembali.

Sekelebat ingatan tentang dirinya dan mantan suaminya hadir kembali, dimana Edgar dulu selalu memanjakan dirinya dan selalu memuji masakan yang dia buat.

Ia tidak tau kabar Edgar paska mereka bercerai, karna Nadira tidak mencari tau lagi tentang mantan suaminya ... tapi Nadira berharap jika Edgar baik-baik saja, karna Nadira sudah berdamai dengan apa yang sudah Edgar dan keluarganya lakukan.

Pindah di sin lain...

Seorang pria tengah duduk bersender di dinding yang bercat putih, ia sedang menatap makanan seadanya di atas meja yang baru saja dia beli sebelum pulang bekerja.

Edgar ... pria yang dulu gagah dan tampan kini nampak lusuh dan tidak terurus. Pakaian yang cukup dekil dengan kulit kusam tengah merenung dan bersedih.

Berbeda dengan nasib Nadira yang kini mendekati kemewahan dan kebahagiaan, lain dengan Edgar yang hidup serba pas pasan dan kesusahan.

Hari di mana dia berpisah dengan Nadira, membuat Edgar benar-benar tidak bisa hidup tanpa mantan istrinya. Edgar selalu di hantui akan rasa bersalah dan penyesalan, apa lagi dia sudah terkena penyakit HIV ... yang mana membuat hidupnya berantakan dan tidak memiliki gairah hidup lagi.

''Hisk ... Nadira, maafkan aku.''

Hisk... Hisk ...

''Aku menyesal, tolong maafkan aku.''

Edgar menangis sambil memukul dadanya yang perih, ia tidak sanggup hidup tanpa Nadira ... dulu ia selalu berkata jika dia tidak bisa hidup tanpa Nadira, dan kini benar adanya ... jika dirinya memang tidak bisa hidup tanpa Nadira.

Penyesalan memang selalu datang belakangan, Edgar selalu berharap dan meminta pada Tuhan jika dia ingin hidup dan kembali kemasa lalu agar dirinya bisa memperbaiki kesalahan yang sudah dia perbuat.

Tapi sayangnya tuhan tidak akan pernah mengabulkan permintaannya, terkecuali dia bertobat dan memohon ampun atas semua yang sudah dia perbuat selama ini ... maka Tuhan pun mungkin akan sedikit memberikan dia belas kasih.

...🍀🍀🍀...

...LIKE.KOMEN.VOTE ...

1
Lina Suwanti
ayo Nadira,,sdh cukup penderitaan yg kamu alami selama ini.....balas dgn cantik ibu mertua n adik iparmu
Ninik Srikatmini
awas looh diir.. nti bucin loh ma babang Rama😊
Ninik Srikatmini
hahaaaaa seru nih... 😆
Ninik Srikatmini
ga' nyangka trnyata nadira huewebat
Ninik Srikatmini
duuh suami luknut trnyata...
Ninik Srikatmini
hahaaaaa ibu2 klu dah ngumpul gitu deh
ovi
lnjut kk
Maggie Toth Lim
anak sepa la Nadira tu otak ngak cukup jadi perempuan.mau berlaki tapi otak nol
Maggie Toth Lim
aduhai ni lagi ada perempuan tolol tolak merdeka😁
murni l.toruan
Karma manisnya sama tidak dengan kurma..... hehehe Mumun mertua Dajjal tunggu kehancuran kalian
murni l.toruan
menantu itu bukan pembantu, Edgar punya gajikan.... buat gaji ART tidak mampu? Mak dan anaknya tidak punya otak
guntur 1609
masa Rama berbicara sma mamanya bilang kau... gak sopan banget
guntur 1609
kena tula kau kan. kebanyakan gelap celup sna sini
guntur 1609
dasar si rama
guntur 1609
sama ja kalian dua
guntur 1609
berubah apanya. tu ddh jadi penyakit yg gak bisa disembuhkan lagi. kalau emang si bodat Edgar berubah. pas sdh ketahuan yg pertama x pasti dia nyesal dan berubah. ni tfk
guntur 1609
dasar muka tembok. masih juga gak sdar
guntur 1609
enak ja kau bilang bodat
guntur 1609
mampus kau kan
guntur 1609
bagus tuh dira
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!