"Memilikimu Dalam Hati 2" merupakan kelanjutan kisah Velix dan Jesi pada novel "Memilikimu Dalam Hati" sebelumnya. Dalam kisah ini, cinta Velix dan Jesi pun kembali diuji meski mereka sudah hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga yang bahagia. Dibandingkan dengan versi 1, di versi ini akan lebih banyak konflik yang menguras emosi pembaca.
Nanti keseruan ceritanya... Dan selalu tunggu updatenya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lhanly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ciuman Paksa
"Tadinya aku memang hanya ingin sikap mu berubah. Tapi setelah melihat kebersamaan mu dengan Sesil beberapa hari ini, aku jadi ingin menjauh dari mu." Ucap Jessi.
"Kebersamaan ku dengan Sesil beberapa hari? Itu pertama kali Sesil datang ke kantor ku." Ucap Velix.
"Apa untuk bertemu dengan nya harus menunggu dia datang di kantor mu?" Tanya Jessi.
"Aku tidak mengerti dengan maksud mu." Jawab Velix.
"Itu memang pertama kalinya Sesil datang untuk makan siang bersama mu di kantor. Tapi bukan berarti itu pertemuan kalian pertama kalinya selama kau berada di sini kan?" Tanya Jessi.
"Apa kau merasa aku pernah bertemu Sesil sebelum nya?" Tanya Velix.
"Bukan merasa, tapi aku tahu kau bertemu dengan nya untuk sekedar mengajak nya makan mie instan bersama." Jawab Jessi.
"Kau tahu dari mana?" Tanya Velix.
"Aku tahu dari mana itu tidak penting. Tapi itu cukup membuktikan ketidak setiaan mu pada pernikahan kita." Jawab Jessi.
"Jess, kau salah paham. Biar ku jelaskan kejadian sebenarnya." Jawab Velix.
"Sudah terlambat. Seharusnya kau menjelaskan nya pada hari itu juga. Bukan sekarang." Jawab Jessi.
"Seharusnya kau bertanya pada ku. Seharusnya kau mencari ku saat aku pergi meninggalkan mu. Dan seharusnya kau kembali menelpon ku saat aku menelpon Wandy untuk bicara dengan mu. Tapi sama sekali kau tidak peduli pada ku. Kau malah sibuk pergi makan dengan manager brengsek itu." Ucap Velix.
"Jadi karena makan siang itu membuat mu juga ingin makan siang bersama wanita lain?" Tanya Jessi.
"Bukan begitu Jess, kau salah paham. Aku tidak tahu kalau Sesil tiba tiba akan datang membawakan ku makan siang." Jawab Velix.
"Dan masalah mie instan itu, aku tidak sengaja bertemu dengan nya di mini market. Aku berani sumpah." Sambung Velix.
"Oh ya, jadi semua hanya ketidaksengajaan saja? Apa saat Sesil menjawab ponsel mu juga adalah ketidaksengajaan?" Jawab Jessi.
"Ponsel? Kau menelpon ku saat itu." Tanya Velix.
"Menurut mu dari mana aku tahu kejadian nya?" Tanya Jessi.
"Aku sama sekali tidak tahu kalau kau menelpon ku saat itu. Di list panggilan masuk juga tidak ada nama mu." Ucap Velix.
"Wanita itu pasti sengaja menghapus nya. Dasar licik." Sambung Velix.
"Sekarang kau malah menyalahkan orang lain." Jawab Jessi.
"Wanita itu benar benar ingin membuat kita bertengkar." Ucap Velix.
"Pulanglah.." Ucap Jessi tiba tiba tanpa mempedulikan ucapan Velix.
"Kau mengusir ku?" Tanya Velix.
"Aku mau istirahat sebentar. Aku akan kembali dengan penerbangan terakhir malam ini." Jawab Jessi.
"Apa, kau akan kembali ke kota M?" Tanya Velix.
"Iya, aku ke sini hanya untuk memenuhi panggilan ayah. Aku rasa urusan nya sudah selesai kan? Aku tidak bisa lama lama di sini, pekerjaan ku masih sangat banyak." Jawab Jessi.
"Apa tidak sebaiknya kau berhenti bekerja saja? Dengan begitu aku tidak perlu memutasi Wandy." Ucap Velix.
"Apa?" Tanya Jessi sedikit kaget.
"Dengan begitu kau akan lebih punya banyak waktu untuk ku. Kau bisa terus bersama ku, dan aku tidak perlu menaruh curiga lagi pada Wandy." Jawab Velix.
"Jadi, kau ingin aku berhenti bekerja?" Tanya Jessi.
"Lakukanlah untuk cinta kita berdua." Jawab Velix berusaha meyakinkan Jessi.
"Aku tahu ini berat untuk mu. Bekerja dalam devisi penjualan adalah kenikmatan tersendiri bagi mu. Tapi bagaimana dengan rumah tangga kita? Aku ingin kau hanya menjadi istri ku saja. Hanya milik ku saja." Ucap Velix.
"Terkadang sebagai suami mu, aku selalu mengalah dengan kesibukan pekerjaan mu. Aku harus mengalah saat Wandy membawa mu pergi saat aku masih ingin terus bersama mu. Hati ku sangat sakit melihat itu semua." Jawab Velix.
"Tapi bagaimana dengan proyek yang sedang berjalan sekarang?" Tanya Jessi.
"Kau bisa mempercayakan itu pada Wandy. Aku akan ikut bertanggung jawab juga atas proyek itu. Kau tidak perlu khawatir." Jawab Velix.
"Lakukan ini demi cinta kita sayang." Sambung Velix.
"Baiklah jika itu mau mu. Tapi biarkan aku kembali malam ini. Aku akan ke kantor besok dan mengurus surat pengunduran diri ku dari kantor itu." Jawab Velix.
"Aku akan kembali secepatnya untuk mu jika masalah PT. Mediavlix sudah selesai." Jawab Velix.
"Iya, pulanglah." Jawab Jessi.
"Apa tidak sebaiknya aku menemani mu di sini dan sekalian mengantar mu ke bandara malam nanti." Jawab Velix.
"Masuklah kalau begitu." Ucap Jessi sambil mempersilahkan Velix masuk ke kamarnya.
Saat Jessi menutup pintu kamarnya, tiba tiba saja Velix memeluk nya dari belakang, membuat nya sedikit terkejut.
"Aku sangat merindukan mu. Sudah sangat lama kita bertengkar." Ucap Velix sambil membalik tubuh Jessi dan mendarat kan sebuah kecupan mesra di kening Jessi istri nya.
Jessi menutup matanya dan kemudian menyunggingkan senyuman manis nya.
Kecupan Velix kemudian turun ke mata, pipi dan ke bibir Jessi. Namun Velix merasakan penolakan Jessi saat bibirnya akan menyentuh bibir Jessi.
"Ada apa sayang?" Tanya Velix sambil mengerutkan keningnya.
"Tidak, tidak apa apa. Aku hanya ingin istirahat saja." Ucap Jessi sambil melepaskan tangan Velix yang memeluk tubuhnya dengan erat.
Namun Velix menarik tangan Jessi.
"Tunggu Jess." Ucap Velix.
"Kau masih marah pada ku?" Tanya Velix.
"Bukan begitu, aku hanya merasa capek saja hari ini." Jawab Jessi.
"Apa kau tidak merindukan ku?" Tanya Velix.
"Sudah ku katakan aku hanya merasa capek, aku ingin istirahat." Jawab Jessi.
Namun Velix tidak mempedulikan ucapan Jessi. Ditarik nya tangan Jessi hingga tubuh Jessi kini berada dalam pelukan nya. Kemudian sekali lagi Velix mengecup bibir Jessi.
Seketika Jessi meronta berusaha melepaskan dirinya dari pelukan sang suami.
"Pergi kau," Usir Jessi.
"Sejak kapan kau bersikap kasar seperti ini." Ucap Jessi dengan mata yang mulai berkaca kaca.
"Kau istri ku, apa salah nya aku meminta kau menemani ku hari ini. Ayolah sayang." Ucap Velix sambil mulai membuka kancing baju Jessi.
"Plaaaaakkkk..." Bunyi tamparan.
Dengan refleks Jessi menampar pipi Velix dengan sangat keras.
"Keluar, keluar kata ku." Ucap Jessi sambil berderai air mata.
"Kau bukan seperti Velix yang dulu. Kau sudah berubah menjadi sangat kasar, suami ku Velix tidak seperti ini." Ucap Jessi sambil berderai air mata.
"Jess, maafkan aku." Ucap Velix seolah tersadar oleh tamparan Jessi.
"Pergi kata ku, pergi..." Jawab Jessi.
"Jess, Jess,, tolong jangan berteriak atau ibu mu akan mendengar nya. Aku minta maaf, sungguh maafkan aku." Ucap Velix.
"Aku hanya terbawa emosi, maafkan aku Jess." Ucap Velix sambil memeluk Jessi dengan sangat erat.
"Aku mohon maafkan aku Jess. Aku hanya sangat merindukan mu. Aku janji tidak akan mengulangi nya lagi. Maafkan aku." Ucap Velix.
BERSAMBUNG...
trs semangat ka Lhanly🤗😘